Resesi Sekedar Angka
LONDON,ID-Laju ekonomi Eropa pada akhir 2022 dan awal 2023 dilaporkan sedkit mengalami kontraksi akibat terhentinya pasokan gas alam dari Rusia dan tingkat inflasi tinggi yang berdampak pada belanja konsumen. Tapi pergeseran kecil dalam angka-angka tersebut tidak banyak mengubah apa yang telah dialami oleh kelompok rumah tangga. Mulai dari kenaikan harga-harga di toko kelontong, cicilan tempat tinggal lebih tinggi karena Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga, hingga susahnya mendapatkan pekerjaan dengan upah yang sepadan dengan kenaikan harga biaya hidup. Hantaman inflasi dan suku bunga tinggi terhadap rumah tangga itu mmebuat mereka terpaksa mengurangi pengeluaran. sebagian analis bahkan memprediksi ekonomi Eropa masih kontraksi lebih lanjut di tahun ini. "Secara keseluruhan, perekonomian zona uero kembali mengalami kekacauan," kata ekonom zona uero di bank ING, Bert Colijn dalam sebuah catatan, yang dikutip AP pada Kamis (08/06/2023). Namun pekan ini, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD memprediksi pertumbuhan ekonomi zona euro naik tipis 0,9% untuk 2023. Berarti zona euro sudah mengalami penurunan atau kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Yang kemudian secara ekonomi mau pun politik didefinisikan sebagai resesi teknikal. (Yetede)
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023