Link net dan Hypernet Perkuat Ekosistem Digital
JAKARTA,ID- PT Link Net Tbk berkolaborasi dengan Hypernet Technologies untuk menghadirkan solusi inovatif guna memperkuat ekosistem digital pelanggan korporasi (enterprise) diberbagai sektor Tanah Air. Kerja Link Net dilakukan melalui brand Link Net Enterprise. Sedangkan Hypernet merupakan anak usaha PT XL Axiata Tbk. Kali ini, sinergi Link Net dan Hypernet menghadirkan produk kolaborasi Link Net Hypernet Future technologies (LYFT) dengan tagline Faster, Safer, Reliable. Kerja sama dituangkan dalam bentuk sosial ini untuk kemudahan serta keamanan pengelolaan jaringan secara fleksibel, dengan memanfaatkan software dan fungsi kontrol terpusat. Dengan begitu, para pelanggan entreprise pun akan mampu mengelola jaringan antarcabang yang dimiliki secara terpusat dan memonitor semua trafik secara mudah dan tetap aman. "Karena itu penting bagi kami menjalin kemitraan strategis dengan partner yang memiliki semangat dan komitmen yang selaras dalam mendukung akselerasi eskosistem digital nasional, khususnya para pelanggan enterprise di Indonesia," ujar Chief Enterprise Business Officer net Link Agung Satya Wiguna. (Yetede)
Maaf, Saham Suspensi Dilarang Didagangkan
Investor yang dananya nyangkut di sejumlah saham yang disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bersabar. Pasalnya, meski saham yang disuspensi masuk ke papan pemantauan khusus, tidak berarti saham itu bisa diperdagangkan. Dari catatan KONTAN, ada sekitar 43 saham yang dibekukan perdagangannya oleh BEI. Di antaranya, saham emiten Benny Tjokro, yakni MYRX, HOME, NUSA dan SIMA. Otoritas menggembok perdagangan saham-saham itu sejak awal tahun 2020.
BEI pada Senin lalu (12/6), telah memberlakukan papan pemantauan khusus. Sebanyak 171 saham yang masuk ke papan ini.
Ada 11 kriteria yang ditetapkan BI untuk memasukkan saham ke papan pemantauan khusus. Di antaranya, likuiditas dan kinerja fundamental saham emiten masih jeblok. Nah, sejumlah saham yang disuspensi BEI, juga masuk papan pemantauan khusus.
Sebagai perbandingan, saham pada umumnya ditransaksikan dengan skema
continuous call.
Dengan skema ini, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa berjalan.
Pada papan pemantauan khusus juga diberlakukan ketentuan
auto rejection
atau
auto reject
saham. Adapun, batas
auto rejection
saham di papan ini ditetapkan sebesar 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, suspensi dan papan pencatatan memiliki mekanisme berbeda, karena semua saham bisa dikenakan suspensi. "Tidak ada kaitan langsung antara papan pencatatan dengan suspensi," katanya, Kamis (15/6).
Saham Basis Syariah Belum Raih Berkah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat di akhir perdagangan Kamis (15/6). Kenaikan IHSG ditopang positifnya mayoritas indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak terkecuali indeks saham berbasis syariah.
Dari lima indeks saham berbasis syariah yang ada di BEI, seluruhnya mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, jika diakumulasi sejak awal tahun berjalan ini, indeks saham syariah masih terbenam di zona merah (lihat tabel).
Kepala Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, mengatakan, pergerakan indeks syariah memang bagian dari IHSG yang saat ini masih mengalami tekanan. Menurut dia, kondisi pasar saham ini tengah mengalami gejolak, baik di pasar domestik maupun global.
Sementara itu, per 31 Maret 2023, nilai transaksi investor syariah mencapai Rp 1,3 triliun, dengan volume transaksi 4,9 miliar. Hingga akhir tahun ini, BEI menargetkan, investor pasar modal syariah bisa tumbuh 10% dibanding 2022.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana mencermati, tekanan pada indeks syariah di sepanjang tahun ini sejalan dengan penelaahan yang terjadi di pasar saham.
Daya Beli Rendah, LPFF Tertekan
Musim Lebaran yang biasanya menjadi masa panen bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Efeknya kinerja LPPF kemungkinan cenderung stagnan, bahkan berpotensi turun.
Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya bilang, perlambatan penjualan ritel terjadi karena tren pelemahan komoditas unggulan Indonesia seperti batubara dan crude palm oil (CPO). Efeknya, daya beli konsumen LPPF turun.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 22 Mei 2023 juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebut, pertumbuhan penjualan LPPF flat, atau naik single digit pada musim Lebaran 2023. Penyebabnya adalah daya beli yang melemah di tahun ini.
Manajemen LPPF mengindikasikan pemulihan terjadi di Jakarta dan Bali. Namun terjadi pelemahan daya beli di daerah berbasis komoditas seperti Kalimantan. Padahal musim Lebaran menjadi momen penting bagi LPPF. Sebab dua pertiga laba tahunannya dihasilkan di musim Lebaran.
Stevanus yakin penjualan dan laba bersih LPPF setahun penuh hanya naik single digit. "Karena biaya terkendali, pertumbuhan penjualan LPPF naik single digit maka kemungkinan laba operasi dan laba bersih akan naik single digit di 2023," kata dia.
KELIP WASPADA KINERJA NIAGA
Perihal kinerja dagang, Indonesia boleh sedikit lega. Walaupun terus diterjang berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, neraca perdagangan nasional pada Mei 2023 masih sanggup mencetak surplus. Kendati demikian, amat keliru jika lekas jemawa dengan pencapaian tersebut. Terlebih, surplus neraca perdagangan kali ini jauh lebih rendah ketimbang April 2023, maupun pada Mei 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan pada Mei 2023 surplus US$440 juta, melanjutkan pencapaian positif pada 36 bulan sebelumnya. Namun, angka itu masih lebih rendah ketimbang pencapaian pada April 2023 yang surplus US$3,94 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat US$2,91 miliar. Demikian pula jika dibandingkan dengan Mei 2022, yang tercatat surplus sebesar US$2,9 miliar. Tak pelak, ramalan sejumlah kalangan bahwa surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal menyusut pun kian menuju nyata. Perlambatan ekonomi di negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia dituding menjadi salah satu biang keladi. Tengok saja data dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, dua destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia setelah China. BPS mencatat ekspor ke Paman Sam sepanjang Januari—Mei 2023 anjlok 23,16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$9,4 miliar, sedangkan ekspor ke Uni Eropa pada periode yang sama juga turun 13,64% YoY menjadi US$7,4 miliar. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menyatakan pasar tradisional terutama AS dan Uni Eropa memang tengah mengalami pelemahan. Faktor lain yang juga perlu dicermati adalah tren penurunan harga komoditas di perdagangan global. Beruntungnya, gejolak harga komoditas utama seperti batu bara dan CPO yang belakangan terjadi, tak menyeret kinerja dagang Indonesia pada Mei 2023 lantaran ada sektor lain yang moncer yaitu kendaraan dan bagiannya (kode HS 87) yang naik 60,20% menjadi US$373 juta. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani memprediksi impor barang modal, bahan baku/penolong, dan bahan konsumsi terus meningkat seperti ke kondisi prapandemi Covid-19.
‘Lintang Pukang’ Jaga Kinerja Dagang
Rentetan surplus neraca perdagangan Indonesia belum terputus. Sudah 37 bulan lamanya, realisasi neraca perdagangan kita selalu ciamik. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pada Mei 2023 neraca perdagangan Indonesia surplus US$0,44 miliar. Nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai US$21,72 miliar, naik 12,61% secara bulanan. Kenaikan ekspor tersebut ditopang oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 13,18% dari US$18.025,4 juta menjadi US$20.401,3 juta, serta ekspor migas yang naik 4,48%, yaitu dari US$1.258,7 juta menjadi US$1.315,0 juta. Kendati demikian, kenaikan ekspor secara keseluruhan pada periode tersebut ternyata juga berbanding lurus dengan impor yang tercatat US$21,28 miliar pada Mei 2023, naik 38,65% dibandingkan April 2023. Pemicunya yakni kenaikan impor migas sebesar 6,09% dan nonmigas 46,42%. Alhasil, surplus neraca perdagangan Indonesia pun hanya sanggup menembus angka US$0,44 miliar, lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Menurut data BPS, pada April 2023 terjadi surplus US$3,94 miliar. Malah angka itu lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat surplus US$2,91 miliar. Realisasi pada April tersebut digadang-gadang menjadi titik balik, lantaran pada beberapa bulan sebelumnya ada kecenderungan nilai surplus neraca dagang terus menyusut. Contohnya adalah pelemahan ekonomi negara mitra dagang Indonesia seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Aktivitas manufaktur di kedua wilayah tersebut sedang lesu. Agaknya salah satu alasannya adalah suku bunga yang sedang dalam tren tinggi, akibat kebijakan moneter yang ketat. Hal itu membuat ekspansi sektor riil tersendat.
PROSPEK SURAT UTANG : PELUANG DI BAWAH PENGARUH FED
Langkah Federal Reserve—bank sentral Amerika Serikat menahan suku bunga acuan membawa peluang bagi investor di Tanah Air meskipun masih membawa kekhawatiran terhadap resesi ekonomi di Negeri Paman Sam.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (15/6), 56% responden dalam survei Bloomberg memproyeksi pemangkasan suku bunga oleh Fed pada paruh kedua 2024 dan 35% berekspektasi penurunan suku bunga pada kuartal I/2024. Lalu, 10% menilai pemangkasan pada kuartal terakhir tahun ini. Sebagai imbas pandangan itu, 61% responden juga melihat resesi ekonomi akibat langkah agresif Federal Reserve. Terkait dengan kebijakan teranyar Federal Reserve, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mencatat kinerja pasar keuangan yang positif terlihat pada arus modal di pasar surat berharga negara (SBN) sepanjang Juni 2023. Arus modal asing tercatat naik sekitar US$496,8 juta ketika performa indeks dolar Amerika Serikat melemah sekitar 1,3% sepanjang Juni 2023. Di sisi lain, pasar saham memperlihatkan aksi jual bersih US$113,3 juta.Suku bunga The Fed yang tetap di level 5,25% juga berdampak pada yield Surat Utang Negara (SUN). Josua mengatakan real policy rate dari Bank Indonesia saat ini di sekitar 1,75%, angka ini cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan real policy rate dari Fed.
Josua memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di rentang Rp14.850—Rp15.000, sementara yield SUN 10 tahun bakal berkisar di 6,2% hingga 6,4% dalam jangka pendek.
Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengemukakan peluang investasi akan sangat tergantung pada jangka waktu dan profil risiko setiap investor.
Di sisi lain, instrumen aman seperti emas merespons langkah The Fed dengan koreksi. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spothingga pukul 11.14 WIB turun 0,44% ke level US$1.934 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2023 terkoreksi 1,18% US$1.945,60 per troy ounce.
Analis Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong memperkirakan perkembangan kebijakan The Fed terbaru bakal mengantarkan harga emas ke zona koreksi di kisaran US$1.850—US$1.860 per troy ounce. Meski demikian, peluang kenaikan jangka panjang tetap terbuka karena permintaan bank sentral.
INDUSTRI ALUMINIUM : Maspion Group Tingkatkan Nilai Tambah Produk
Cahyadi Salim, Direktur INAI, mengatakan pihaknya terus berupaya memperluas pasar ekspor untuk mengompensasi lesunya di dalam negeri guna menjaga utilisasi pabrik tetap ada di level 85%. Sayangnya, saat ini sejumlah pasar utama ekspor perusahaan, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan negara-negara di Eropa sedang mengalami krisis, sehingga berdampak terhadap penjualan perusahaan. Di sisi lain, tahun politik di Indonesia membuat banyak investor wait and see. “Kami coba cari hal-hal baru dengan terobosan ke market yang baru, salah satunya membuat produk yang dengan nilai tambah, seperti solar frame panel part yang menyasar pasar domestik maupun luar negeri,” katanya, Kamis (15/6). Sementara itu, Wibowo Suryadinata, Direktur ALMI, mengatakan bahwa pihaknya yang selama ini fokus memproduksi aluminium sheet dan aluminium foil masih tertekan oleh kondisi belum menentunya perekonomian global.
PEMULIHAN EKONOMI : MAGNET IKN PIKAT WISATAWAN
Kehadiran proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah mampu menarik wisatawan domestik setidaknya sepanjang tahun ini. Pebisnis jasa wisata di Kalimantan Timur pun bersiap untuk menyusun paket perjalanan integral guna memaksimalkan potensi destinasi lain di wilayah ini. Daya pikat IKN Nusantara itu tecermin dari mobilitas masyarakat di Kalimantan Timur yang terindikasi tumbuh 35% secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada kuartal I/2023.Peningkatan mobilitas itu telah terjadi sejak 2021, di mana arus penerbangan domestik dari dan ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya.Data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada April 2023 mencapai 243.135 orang atau naik 22,75% dibandingkan dengan Maret 2023. Selama Januari—April 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 821.281 orang atau naik 37% dengan rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi berbintang mencapai 1,71 hari.
Bahkan, Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) Balikpapan mengungkapkan bahwa IKN Nusantara telah menjadi destinasi utama wisatawan dengan lonjakan kunjungan yang cukup signifi kan. Ketua Asita Balikpapan Lili Tan menyatakan, sebanyak 80% wisatawan yang hadir di Balikpapan dapat dipastikan turut berkunjung ke IKN.
Dia menambahkan bahwa paket wisata IKN memang memiliki perbedaan untuk tamu asing dan domestik.Bahkan, perbedaan tarif paket wisata itu bisa mencapai 50% hingga 70%.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalimantan Timur Sahmal Ruhip berencana untuk mengintegrasikan semua kabupaten/kota di provinsi tersebut, dengan memaksimalkan potensi pariwisata yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.Dia berpendapat bahwa daerah-daerah tersebut memiliki beragam potensi yang belum diketahui oleh banyak orang.
Selain itu, PHRI Kaltim berencana untuk memperkenalkan tur kota untuk melayani wisatawan, mirip dengan konsep yang sudah ada di Pulau Jawa. Dengan layanan ini, wisatawan dapat menginap beberapa hari di hotel dan mengunjungi berbagai tempat.
Sementara itu, General Manager Bandara SAMS Sepinggan Ahmad Syaugi Syahab menegaskan bahwa pembukaan Hotel Horison Ultima yang berlokasi di samping bandara baru-baru ini dapat menjadi fasilitas penunjang akomodasi wisatawan.
KAMPANYE POLITIK DIGITAL CEO Tiktok: Kami Tak Mau Ambil Untung dari Siklus Pemilu
Pengelola platform video pendek Tiktok menegaskan tidak akan menerima iklan pemilu dan iklan politik. Tiktok juga berjanji akan meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ujaran kebencian serta misinformasi. Langkah itu diambil untuk menjaga integritas Tiktok sebagai tempat terjadinya diskusi yang sehat dan menjamin kebebasan berekspresi. ”Kami tidak mau mengambil untung dari siklus pemilu di negara-negara. Maka, kebijakan kami secara global tidak hanya menolak uang iklan pemilu, tetapi juga iklan politik secara umum,” kata Chief Executive Officer (CEO) Tiktok Shou Zi Chew dalam konferensi pers seusai acara utama Tiktok Southeast Asia Impact Forum 2023 yang digelar di Jakarta, Kamis (15/6).
Shou menuturkan, Tiktok sebagai perusahaan merasakan siklus pemilihan umum di sejumlah negara di Asia Tenggara. Hal ini diklaim memberi pelajaran, fitur apa yang diperlukan untuk menjaga integritas proses politik suatu negara. Di negara-negara yang akan menyelenggarakan pemilu, Tiktok memberi fitur dalam aplikasi yang akan menjadi pusat informasi otoritatif mengenai pemilu. Tiktok juga meningkatkan sumber daya yang berfokus menemukan dan menghapus ujaran kebencian serta misinformasi berbahaya dari platform tersebut. (Yoga)









