Mengurangi WNI Berobat ke Luar Negeri dengan KEK Kesehatan
Presiden Prabowo, Rabu (25/6) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital. Kawasan yang menghadirkan layanan kesehatan bertaraf internasional itu diharapkan mengurangi jumlah warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri, sekaligus mengembangkan wisata medis. KEK Kesehatan Sanur dan Bali International Hospital berada di Pantai Sanur dan Pantai Segara Ayu, Denpasar, Bali. Dikawasan seluas 41,26 hektar itu ada fasilitas kesehatan bertaraf internasional, untuk kulit, gigi, mata dan bedah plastik. Sebelumnya, Presiden meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center (NSWAC) RSUP Prof dr IGNG Ngoerah, Denpasar. NSWAC merupakan unit pengembangan usaha RSUP Ngoerah yang memiliki empat layanan unggulan, yakni pemeriksaan kesehatan (MCU), poli gigi estetik, dermaesthetic (estetika kulit) dan bedah plastik.
Presiden Prabowo mengapresiasi pembangunan kawasan yang khusus dibuat untuk mengembangkan kesehatan bertaraf internasional itu. Inisiatif pembangunan kawasan ini dimulai sejak pemerintahan Presiden ke-7 RI, Jokowi. ”Saya mewarisi kebaikan dar ikepemimpinan presiden sebelum saya. Ini yang saya tangkap dan harus berani untuk meneladan,” ujar Prabowo. Ia berharap, KEK Sanur bisa mengurangi jumlah WNI yang berobat ke luar negeri. Merujuk catatan Kementerian BUMN, ada 2 juta WNI yang berobat di luar negeri per tahun. Dana yang dihabiskan untuk pengobatan tersebut mencapai Rp 150 triliun per tahun. ”Begitu banyak WNI yang mencari pengobatan di luar negeri, yang mengakibatkan pengeluaran devisa yang sangat besar. Dengan inisiatif ini, kita bisa memberi pelayanan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia,” tutur Prabowo. Pemerintah juga akan memperkuat sistem asuransi kesehatan agar layanan kesehatan bertaraf internasional bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. (Yoga)
Tindak Tegas Truk ODOL
Pemerintah Terus Mendorong Pengutan Sektor Industri Padat Karya
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Produk Unggulan ke Depan Harus Menyasar Komoditas Pertanian
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Peran Digitalisasi Dongkrak Pertumbuhan Bisnis UMKM
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Pemerintah Indonesia, melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 10/2025, menargetkan pengadaan satu juta ton jagung pipilan kering dari dalam negeri sebagai bagian dari strategi swasembada pangan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen ini dalam forum internasional SPIEF 2025 di Rusia, dengan menyatakan bahwa Indonesia tak hanya mengejar swasembada dalam waktu singkat, tetapi juga bercita-cita menjadi eksportir utama beras dan jagung dunia.
Sekretaris Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso (Wiwiet) mengungkapkan bahwa hingga 20 Juni 2025, Bulog telah menyerap 50.490 ton jagung dari petani, dan menargetkan serapan penuh hingga akhir tahun dengan dukungan dana Rp6 triliun—sementara ini menggunakan fasilitas kredit bank sembari menunggu dana dari Operator Investasi Pemerintah (OIP). Jagung akan diolah sendiri atau lewat mitra pengolah agar sesuai dengan standar Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menekankan bahwa Inpres ini merupakan langkah nyata dalam stabilisasi harga dan perlindungan terhadap petani. Ia menyatakan bahwa produksi jagung nasional meningkat signifikan, bahkan sudah mulai ekspor, sejalan dengan visi Presiden menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Bapanas memainkan peran penting dalam perencanaan, penetapan harga, pengawasan mutu, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjamin kelancaran program.
Keseluruhan kebijakan ini memperlihatkan sinergi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan iklim dan gejolak pasar global. Dengan dukungan kementerian terkait serta pelibatan lembaga seperti TNI dan Polri, upaya ini menjadi bagian integral dari pembangunan pertanian nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Pilihan Editor
-
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022 -
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022









