;

Mandiri Jogja Marathon 2025 Dongkrak Ekonomi DIY

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily (H)
Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 kembali mengukuhkan posisinya di panggung lari internasional. Digelar di kawasan bersejarah Candi Prambanan, ajang ini diikuti oleh 9.200 pelari dari 17 negara jumlah tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017. Tak hanya ajang olahraga tahunan, Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 menjadi motor penggerak ekonomi lokal Yogyakarta. Melibatkan ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara, event ini memberi dampak signifikan terhadap sektor UMKM, pariwisata, dan transportasi. "MJM bukan hanya soal kompetisi. Ini adalah wujud kolaborasi konkret antara Bank Mandiri, komunitas yang menghidupi denyut ekonomi Yogyakarta," ujar Darmawan, Direktur Utama Bank Mandiri. Salah satu daya tarik utama MJM 2025 adalah Race Village di kawasan Candi Prambanan. Tak sekedar pusat aktivitas peserta, area ini menjadi ruang interaksi terbuka yang menyatukan pelari, komunitas, dan masyarakat melalui bazar kuliner, panggung hiburan, serta 70 tenant lokal termasuk 14 brand binaan program Mandiri LAKU LOKAL. Menurut riset Mandiri Institute,  perputaran ekonomi lokal meningkatkan lebih dari 35% selama pekan MJM berlangsung. Sektor hotel, transportasi, hingga konsumsi asyarakat mengalami lonjakan tajam. Bahkan, terjadi penambahan jadwal penerbangan dan armada menuju Yogyakarta. (Yetede)

Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily
Proyek hilirisasi sumber daya alam (SDA) berupa pembangunan ekosistem baterai kendaraan lsitrik (EV) senilai US$ 6 miliar segera meluncur. Ini merupakan bagian dari 18 proyek hilirisasi senilai US$ 45 miliar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadahlia menyampaikan, proyek yang dimaksud adalah milik CATL, produsen baterai EV terbesar di dunia asal China. Proyek ini akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2029 Juni 2025. "Indonesia dan mitra sedang membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi. Pada 29 Juni nanti akan diresmikan, Insya Allah oleh Bapak Presiden," ucap bahlil. Dia mengatakan, dalam proyek itu, CATL dan mitra akan menggarap industri baterai EV dari hulu ke hilir, mulai dari tambang nikel, smelter, pengolah bijih nikel, fasilitas high presure acid leach (HPAL) untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), prekursor katoda, hingga katoda. Total investasinya mencapai  US$ 6 miliar dan berada berlokasi di Halmahera Timur, maluku Utara. Bahlil menambahkan, ada 18 proyek hilirisasi yang akan digarap di tanah Air, mencakup hilirisasi nikel, bauksit, refinery, storage, gasifikasi (DME) batu bara, kemudian hilirisasi sektor perikanan, pertanian, kehutanan, dan pengembangan eksosistem baterai mobil milik Indonesia. (Yetede)

Demo Penolakan ODOL Hambat Jalur Logistik Nasional

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily

Aksi mogok supir truk yang menuntut revisi  aturan Over Dimension Over Load (ODOL)  dapat menyebabkan terhambatnya jalur logistik nasional. Seluruh pihak baik pemerintah, pelaku usaha dan asosiasi supir truk harus bisa duduk bersama mencari solusi dari permasalahan tersebut.  Ratusan sopir truk dari berbagai daerah, antara lain Jawa Barat dan Jawa Timur, menggelar aksi demonstratif menolak penerapan aturan kelebihan muatan dan kelebihan dimensi atau biasa disebut ODOL. Aksi ini merupakan protes atas kebijakan yang dinilai memberatkan para pengemudi dan pengusaha angkutan barang, khususnya yang selama ini bergantung pada kendaraan dengan dimensi dan muatan yang diluar ketentuan. Demonstran berlangsung di sejumlah titik strategi sepertii Tol Palimanan (Cirebon), Surabaya Kudus, Bandung, dan wilayah lainnya. Aksi ini telah dimulai sejak 19-20 Juni 2025 dan berlanjut di Semrang pada Senin (23/06) kemarin, seiring belum adanya respons konkret dari pemerintah terkait tuntutan mereka.  Ketua Umum Aliansi Pengemudi Independen (API) Suroso jelaskan bahwa para sopir truk opada dasarnya tidak menolak Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.  namun pihaknya menilai penerapan aturan Zero ODOL tersebut akan semakin memberatkan para pengemudi, khususnya disektor logistik. (Yetede)

Danantara Suntik Pendanaan ke PT Garuda Indonesia Rp 6,65 T

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily
Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (Persero) memberikan pinjaman pemegang saham (stakeholder loan) senilai Rp 6,65 triliun atau setara US$ 405 juta kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menerangkan, langkah ini  menjadi wujud dari pendekatan baru dalam restrukturisasi dan transformasi persero dibawah pengelolaan Danantara Indonesia. "Penyaluran dana ini adalah bentuk nyata dari mandat tranformasi yang kami emban, dengan pendekatan yang profesional, terukur, dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. Kami bukan sekedar memberikan pendanaan, namun kami hadir sebagai pemegang saham dengan mandat yang jelas dan pendekatan institusional," ujar Dony. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan, perbaikan dan pemeriksaan, yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar US$ 1miliar. Dukungan transformasi komprehensif ini mencakup optimalisasi bisnis, serta pendampingan menyeluruh berbasis tata kelola dan restrukturisasi penyehatan kinerja. (Yetede)

Upaya Banding Google Kandas, Terbukti Monopoli

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily
Upaya banding yang dilakukan Google Indonesia demi lolos dari putusan denda senilai Rp202,5 miliar yang dijatuhkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kandas. Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri jakarta Pusat (PN Jakpus) justru menguatkan putusan KPPU, dalam kasus dugaan monopoli terkait penerapan Google Play Billing System (GPB System). Dalam putusan atas Perkara Keberatan No. 1/Pdt.Sus KPPU/2025/PD.Jkt.Pst tersebut, Pengadilan Niaga menolak permohonan keberatan dari Google LLC seluruhnya, atas putusan yang menyatakan perusahaan tersebut melakukan praktik monopoli dan penyalahgunaan posisi dominan. "Putusan atas keberatan ini diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum secara elitigasi kemarin, 19 Junii 2025 di Jakarta," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur. Menurut Deswin, kasus ini bermula dari inisiatif KPPU atas dugaan pelanggaran Pasal 17, Pasal 19 huruf a dan huruf b, serta Pasal 25 ayat (1) huruff a dan huruf b UU No.5 Tahun 1999 oleh Google LLC itemukan bahwa Google LLC mewajibkan developer aplikasi yang mendistribusikan aplikasinya melalui Google Play Store untuk menerapkan GPB System dan menjatuhkan sanksi apabila developer aplikasi tidak patuh berupa penghapusan aplikasi tersebut dari Google Play Store. (Yetede)

Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily
Pemerintah yakin geliat investasi asing (foreign direct investment/FDI) di dalam negeri tetap berjalan meskipun perekonomian  global sedang tertekan karena dampak konflik di Timur Tengah. Namun, pemerintah tetap harus melakukan pembentukan agar Indonesia  bisa menjadi daerah tujuan investasi primadona di mata investor asing. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan kepala Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Rosan Perkasa Reoslani menilai, kinerja investasi asing tetap berjalan dalam gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini. Meski demikian pemerintah juga melakukan perbaikan regulasi agar meningkatkan iklim investasi di Tanah Air. "Sejauh ini kami belum melihat dampaknya ke FDI, tetapi ini semua masih berjalan," kata Rosan. Pemerintah tidak menutup mata bahwa investasi asing kerap kali terhambat  oleh birokrasi yang berliku. Oleh karena itu, pemerintah konsisten melakukan perbaikan regulasi agar investasi Indonesia tetap menarik di mata investor asing. Apalagi, negara lain juga terus memperbaiki kebijakan terkait investasi. Saat ini investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga. (Yetede)

Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme

Yuniati Turjandini 25 Jun 2025 Investor Daily
Kebijakan politik pangan pemerintah, antara lain tercermin dari besarnya anggaran untuk sektor tersebut, turut memicu optimisme ramalan produksi beras nasional oleh Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), di samping faktor iklim yang relatif kondusif. Di laporan terbaru yang dirilis Juni 2025 berjudul Food Outlook: Biannul Report on Global Food Markets, FAO memperoyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026, RI  ditempatkan sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah India, China, dan Bangladesh. Menurut ekonom senior Institute for Development of Economics and FInance (Indef) Tauhid Ahmad, dukungan penuh pemerintah untuk program produksi pangan, utamanya beraras sangat kentara di era pemerintahan saat ini. Bukan dari sisi anggaran tapi tercermin dari sisi anggaran yang mendukung, termasuk upaya mengerahkan TNI/Polri untuk turut serta dalam program ketahanan pangan yang diusung pemerintah. "Yang pertama memang  dukungan penuh pemerintah  untuk program produksi ya, program pemerintah itu cukup berbasislah, untuk apa saja, untuk ekstensifikasi maupun intensifikasi di beberapa tempat. Bahkan, banyak support  dari tentara dan polisi sampai ikut menanam. Jadi pemerintah kita kuat disitu," kata Tauhid. (Yetede)

Mengawasi Langkah Strategis Danantara

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kembali mengambil langkah strategis dengan memberikan pinjaman pemegang saham sebesar US$405 juta (sekitar Rp6,65 triliun) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., yang sedang menjalani proses pemulihan. Pendanaan ini diberikan melalui anak usahanya, PT Danantara Asset Management (DAM), sebagai bagian dari komitmen total sebesar US$1 miliar, dengan fokus pada kebutuhan maintenance, repair and overhaul (MRO).

Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa suntikan dana ini merupakan awal dari rangkaian aksi korporasi yang lebih luas untuk mendukung transformasi kinerja operasional dan keuangan Garuda. Direktur Utama Garuda, Wamilidan Tsani, menyambut baik dukungan ini dan optimistis akan mencetak laba bersih positif pada tahun 2026.

Namun, sejumlah pengamat seperti Toto Pranoto dari Universitas Indonesia dan Bhima Yudhistira dari Celios menilai bahwa Danantara perlu menerapkan kontrak manajemen ketat dan lebih fokus pada proyek-proyek yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi nyata, bukan hanya menyuntik BUMN bermasalah. Mereka menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana, mengingat dana tersebut berasal dari dividen BUMN yang tahun ini mencapai sekitar US$7 miliar (Rp114 triliun).

Langkah Danantara mendanai Garuda ini menjadi ujian penting bagi kredibilitas dan efektivitasnya sebagai pengelola dana investasi negara. M. Rizal Taufikurahman dari INDEF menambahkan bahwa meski mendukung program prioritas pemerintah seperti hilirisasi nikel dan industri petrokimia, Danantara harus waspada terhadap proyek-proyek berisiko tinggi yang kerap dikendalikan oleh kepentingan politis alih-alih kajian ekonomi yang solid.

Dengan demikian, dukungan Danantara terhadap Garuda merupakan simbol komitmen pemulihan BUMN strategis, namun harus dikawal ketat agar tidak menjadi beban fiskal dan tetap sejalan dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.



Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran hampir dipastikan akan memblokade Selat Hormuz, sebagai respons atas pengeboman fasilitas nuklirnya oleh Amerika Serikat. Keputusan strategis ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap industri pelayaran minyak dunia, karena Selat Hormuz adalah jalur vital yang setiap harinya dilintasi sekitar 20 juta barel minyak—setara 30% perdagangan minyak global—menurut data International Energy Agency (IEA).

Blokade ini sangat mengancam armada tanker jenis VLCC dan ULCC yang menjadi tulang punggung pengangkutan crude oil jarak jauh. Tidak seperti kasus penutupan Terusan Suez pada 1956, Selat Hormuz tidak memiliki jalur alternatif, sehingga kapal-kapal tanker akan terjebak tanpa solusi pelayaran pengganti. Ketika kapal seperti Coswisdom Lake dan South Loyalty langsung membelokkan arah akibat kabar serangan, dunia pelayaran langsung panik.

Dalam situasi ini, Iran menjadi satu-satunya pihak yang diuntungkan, baik secara ekonomi maupun strategi perang psikologis (psy war). Iran, sebagai produsen minyak terbesar kedua dunia, mampu mengendalikan harga minyak global melalui pengetatan pasokan. Meskipun perang berkecamuk, Iran tetap akan menjual minyaknya, namun tidak kepada AS dan sekutunya. Bahkan, Iran dapat menjual minyaknya dengan harga premium kepada negara-negara sahabat seperti China dan Rusia, dan mengangkutnya menggunakan armada tankernya sendiri yang tergolong dalam lima besar dunia.

Tokoh penting dalam ketegangan ini adalah pemerintah AS, yang dilaporkan telah meminta China untuk menekan Iran agar tidak menutup Selat Hormuz, karena potensi kerugian ekonomi—khususnya dalam sektor energi—akan sangat besar bagi negara-negara Barat.

Secara keseluruhan, blokade ini menegaskan bagaimana geopolitik dan kontrol atas jalur laut strategis seperti Selat Hormuz dapat menjadi senjata ekonomi yang sangat efektif, sekaligus menggarisbawahi ketergantungan dunia pada stabilitas kawasan Timur Tengah dalam menjaga kelancaran suplai energi global.


Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu dapat berdampak signifikan terhadap industri berorientasi ekspor dan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah mengantisipasi hal ini dengan memperkuat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta mempercepat pembentukan Satuan Tugas PHK.

Yassierli menjelaskan bahwa selain bantuan tunai, pekerja yang terdampak PHK juga akan mendapatkan akses pelatihan dan informasi lowongan kerja. Koordinasi telah dilakukan dengan dinas ketenagakerjaan di seluruh wilayah dan lintas kementerian. Ia menambahkan bahwa draf regulasi pembentukan Satgas PHK telah disusun dan tengah dikonsultasikan dengan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg).

Dirjen PHI & Jamsos Kemenaker, Indah Anggoro Putri, melaporkan bahwa sejak akhir Mei hingga awal Juni 2025, sekitar 30.000 pekerja terkena PHK, meskipun rincian sektor dan provinsinya belum dijabarkan. Data akurat akan dipusatkan dan divalidasi oleh Barenbang Naker untuk menghindari ketidaksesuaian antara laporan daerah dan klaim JKP.

Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 sebesar Rp600.000 per orang, yang hingga 24 Juni sudah diberikan kepada 2,45 juta pekerja dari total penerima tahap I sebanyak 3,69 juta orang. BSU disalurkan melalui bank Himbara dan PT Pos Indonesia, terutama bagi pekerja yang tidak memiliki rekening bank.

Kebijakan ini mencerminkan respons cepat pemerintah untuk menjaga ketahanan ketenagakerjaan nasional di tengah tantangan eksternal, sekaligus memastikan pekerja tetap memiliki perlindungan sosial dan dukungan finansial selama periode ketidakpastian ekonomi.