;

Kemendagri Bentuk Satgas Khusus

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Bisnis Indonesia


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kebenaran informasi terkait dugaan penjualan lima pulau di Indonesia melalui situs jual-beli daring. Tim ini berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Ditjen Adwil) dan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas instansi, seperti TNI Angkatan Laut, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Lima pulau yang diduga dijual secara online meliputi:

  • Pasangan Pulau di Kepulauan Anambas, Riau

  • Properti Pulau Sumba dan Pantai Selancar di Pulau Sumba, NTT

  • Plot Pulau Seliu di dekat Pulau Belitung

  • Pulau Panjang, NTB, dekat Resor Amanwana di Pulau Moyo

Tito menegaskan bahwa jika informasi tersebut terbukti benar, pemerintah akan menindak tegas pelaku sesuai dengan peraturan yang berlaku, karena tindakan tersebut bisa mengancam kedaulatan wilayah dan integritas negara. Namun, apabila hasil penelusuran menyimpulkan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, maka pemerintah akan segera menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik untuk meredam keresahan.

Langkah sigap Kemendagri ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan wilayah negara, serta dalam merespons cepat isu-isu sensitif yang beredar di ruang digital.


Risiko Kredit Bermasalah Mengintai di Tengah Kelesuan

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Kontan (H)
Rasio kredit bermasalah (NPL) perbankan Indonesia menunjukkan tren kenaikan dan perlu diwaspadai di tengah tekanan ekonomi yang menurunkan daya beli masyarakat. Data OJK mencatat NPL gross perbankan naik dari 2,08% pada Desember 2024 menjadi 2,24% pada April 2025.

Paul Sutaryono, pengamat perbankan, menilai kenaikan NPL mencerminkan kondisi ekonomi yang kurang baik. Ia menyoroti kontribusi sektor UMKM sebagai pendorong utama kenaikan NPL, dengan rasio NPL UMKM mendekati 5% pada Maret 2025. Paul memperingatkan potensi pemburukan kualitas kredit pada semester II 2025 dan mendorong perbankan untuk lebih selektif menyalurkan kredit. Ia juga menekankan perlunya peran pemerintah melalui peningkatan belanja untuk mendorong sektor riil, serta menyarankan relaksasi kebijakan moneter seperti penurunan giro wajib minimum (GWM) agar bank lebih leluasa menyalurkan kredit.

Bambang Widayatmoko, Direktur Bisnis Bank Banten, mengakui pihaknya menghadapi NPL tinggi di segmen komersial, khususnya konstruksi dan pengadaan barang. Meskipun NPL gross Bank Banten menurun dari 9,58% pada Maret 2024 menjadi 7,22% pada Maret 2025, angkanya masih jauh di atas batas ideal. Bambang menyebut pihaknya terus melakukan upaya penyelamatan kredit melalui litigasi maupun kerja sama dengan Kejaksaan Tinggi.

Lani Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, juga mengonfirmasi adanya pelemahan daya bayar di segmen ritel akibat menurunnya daya beli masyarakat. Namun, CIMB Niaga berhasil menurunkan NPL gross dari 2,21% pada Mei 2024 menjadi 1,86% pada Mei 2025. Hal ini dicapai lewat strategi selektif dalam penyaluran kredit, termasuk fokus pada segmen UKM menengah dengan ticket size rata-rata Rp 4 miliar.

Kenaikan NPL perbankan menandakan tekanan ekonomi yang nyata, terutama pada sektor UMKM. Perbankan diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, sementara pemerintah didorong untuk memperkuat stimulus fiskal guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kualitas kredit perbankan.

Perang Global Picu Lonjakan Utang

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Kontan
Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menimbulkan risiko naiknya imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), yang dapat memperberat beban utang pemerintah Indonesia. Pada 24 Juni 2025, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di level 6,76%, memang lebih rendah dari rata-rata asumsi APBN 2025 (7%), tetapi tren pasar sekunder menunjukkan potensi kenaikan premi risiko akibat konflik dan depresiasi rupiah.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengingatkan bahwa jika harga minyak melonjak di atas US$ 100 per barel dan rupiah melemah di atas Rp 16.500 per dolar AS, yield SBN kemungkinan akan naik signifikan. Hal ini meningkatkan biaya penerbitan utang baru dan memperlebar defisit anggaran, yang bisa mendekati 3% PDB jika harga minyak menyentuh US$ 120 per barel. Josua juga menyoroti risiko dari pelemahan rupiah terhadap beban utang valas dan subsidi BBM. Namun, ia mencatat pemerintah masih punya ruang manuver melalui SiLPA sebesar Rp 303,8 triliun dan realisasi subsidi energi yang baru 15%, sehingga realokasi anggaran masih memungkinkan untuk menahan defisit di bawah 3%.

Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, memberikan pandangan lebih optimistis. Menurutnya, selama konflik di Timur Tengah tidak meluas ke negara lain di luar Iran, Israel, dan AS, dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia akan tetap terbatas. Myrdal menilai kondisi utang Indonesia saat ini masih sangat kondusif, dengan rasio utang terhadap PDB dan utang luar negeri yang relatif rendah, serta stabilitas kurs rupiah yang masih di bawah Rp 16.500 per dolar AS.

Meski saat ini posisi fiskal Indonesia dinilai masih aman, konflik geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena bisa memicu lonjakan harga minyak, pelemahan rupiah, kenaikan yield SBN, serta beban utang yang lebih berat ke depan.

Aturan Baru Jadi Tantangan Industri

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Kontan
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sedang agresif melakukan ekspansi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang, dengan alokasi belanja modal (capex) meningkat menjadi Rp 1 triliun pada 2025, naik dari Rp 704 miliar tahun sebelumnya. Ekspansi ini meliputi pembangunan RS Kasih di Cirebon (kuartal II-2025), RS Mitra Keluarga di Sidoarjo (kuartal III-2025), serta dua RS tambahan pada 2026. MIKA juga menargetkan penambahan 150–240 tempat tidur di rumah sakit baru dan yang sudah ada.

Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, menilai kontribusi dua rumah sakit baru di 2025 masih akan minim, karena waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kapasitas baru. Ia memproyeksikan tingkat keterisian tempat tidur MIKA bakal turun ke 50–57% pada 2025 dari 57,8% pada 2024. Namun, Sarkia menilai tekanan dari skema asuransi baru bisa diredam melalui implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Coordinator of Benefits (COB) mulai semester II-2025, sehingga siklus kas tetap terkendali. Ia merekomendasikan beli MIKA dengan target harga Rp 3.000 per saham.

Sabrina, analis Trimegah Sekuritas, menilai kondisi fundamental keuangan MIKA sangat kuat—kas Rp 1,7 triliun per kuartal I-2025—sehingga kenaikan capex tidak akan membebani kinerja. Namun, ia mencatat tantangan ke depan berupa skema co-payment sesuai SEOJK Nomor 7/2025 yang berlaku mulai 2026. Skema ini mewajibkan pasien menanggung sebagian biaya rawat jalan/inap, yang dapat memengaruhi volume pasien, terutama karena pendapatan MIKA masih sangat bergantung pada pasien dengan asuransi swasta. Sabrina mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.050 per saham.

Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi dari Samuel Sekuritas memproyeksikan pendapatan MIKA naik 13% ke Rp 5,54 triliun dan laba bersih naik 11% ke Rp 1,27 triliun pada 2025. Namun, mereka menurunkan target harga dari Rp 3.300 ke Rp 3.100 per saham.

Analis menilai ekspansi MIKA—termasuk pembangunan RS baru, penambahan tempat tidur, dan investasi teknologi untuk layanan khusus (Center of Excellence)—menjadi strategi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Namun, realisasi kontribusi ke kinerja akan bertahap, dengan tantangan dari implementasi regulasi baru yang bisa memengaruhi volume pasien berasuransi.

Perbankan Fokus Kucurkan Kredit ke Sektor Prioritas

Hairul Rizal 25 Jun 2025 Kontan
Bank Indonesia (BI) terus menggulirkan kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas, termasuk UMKM, perdagangan, dan ekonomi kreatif. Insentif KLM, seperti diskon giro wajib minimum, diberikan kepada bank yang memenuhi target rasio pembiayaan inklusif makroprudensial (RPIM).

Raden Agus Trimurjanto, Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY, menjelaskan banknya aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas. Per Mei 2025, BPD DIY mencatat kredit sektor prioritas mencapai Rp 1,42 triliun untuk perdagangan, serta sektor lain seperti perantara keuangan, akomodasi, jasa, dan konstruksi. Rasio RPIM bank ini tercatat 45,3%, jauh di atas syarat BI minimal 30%, sehingga BI memberikan insentif berupa diskon giro wajib minimum 5% dari DPK. Agus menegaskan komitmennya mendukung UMKM melalui pembiayaan langsung.

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, menyatakan BCA juga menyalurkan kredit ke sektor prioritas dan mendapat insentif KLM berupa pembebasan giro wajib minimum. Kredit BCA sendiri tumbuh 11,7% yoy menjadi Rp 924,2 triliun pada Mei 2025.

Meski insentif KLM sudah disalurkan signifikan—Rp 372 triliun per minggu kedua Juni 2025—penyaluran kredit perbankan nasional tumbuh lebih lambat, hanya 8,1% yoy pada Mei 2025, turun dari 9,6% pada Januari.

Trioksa Siahaan, Senior Vice President LPPI, menilai kebijakan insentif KLM memang baik, tetapi belum cukup mampu mendongkrak kredit ke sektor prioritas karena risiko sektor-sektor ini relatif tinggi. Selain itu, ia menekankan pentingnya perbaikan ekonomi makro dan daya beli masyarakat agar bank lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor prioritas.

Kebijakan BI mendorong kredit ke sektor prioritas mendapat sambutan dari bank seperti BPD DIY dan BCA, tapi realisasi penyaluran kredit nasional masih melambat, memerlukan dukungan lebih luas dari sisi perbaikan ekonomi.

Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar

Hairul Rizal 24 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)

Di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran, harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) menunjukkan tren kenaikan signifikan. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara di ICE Newcastle naik 6,42% menjadi US$106,85/ton, sedangkan CPO meningkat 8,06% menjadi 4.129 ringgit/ton.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai bahwa fluktuasi harga kedua komoditas ini berdampak besar pada stabilitas makroekonomi dan fiskal negara, mengingat kontribusinya yang mencapai 20–25% dari total ekspor nasional. Kenaikan 10% harga komoditas bahkan bisa mengurangi defisit transaksi berjalan hingga 0,13% dari PDB. Namun, ketergantungan ekspor terhadap batu bara dan CPO juga berisiko jika terjadi penurunan harga. Oleh karena itu, Josua mendorong diversifikasi ekspor dan penguatan industri manufaktur bernilai tambah.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memperingatkan bahwa lonjakan harga ini bisa bersifat sementara. Jika perang terus berlanjut, ekonomi global bisa melambat, yang justru menurunkan permintaan terhadap komoditas. Untuk mengantisipasi hal ini, ia mendorong hilirisasi industri berbasis prinsip ESG agar menciptakan nilai tambah ekonomi jangka panjang.

Dari sisi pelaku industri, Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengonfirmasi bahwa kenaikan harga batu bara didorong oleh permintaan dari Vietnam dan gangguan pengiriman dari Australia, bukan semata dampak konflik. Namun, ia mewaspadai tekanan harga di masa depan akibat naiknya biaya logistik seiring lonjakan harga minyak.

Senada, Ketua Umum Gapki Eddy Martono juga mengkhawatirkan penurunan permintaan CPO jika konflik berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas untuk mempertahankan daya saing industri sawit nasional.

Dengan demikian, meskipun kondisi geopolitik saat ini memberikan peluang sementara bagi ekspor, berbagai tokoh dan pelaku industri menegaskan perlunya strategi jangka panjang yang adaptif, khususnya melalui diversifikasi, hilirisasi, dan efisiensi operasional.



Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh

Hairul Rizal 24 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Fenomena kericuhan dalam job fair yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi mencerminkan kerapuhan struktur ketenagakerjaan nasional dan menunjukkan bahwa kelas pekerja Indonesia tengah mengalami kejatuhan. Penyebab utamanya adalah deindustrialisasi prematur sejak dua dekade terakhir, yang ditandai dengan penurunan kontribusi sektor industri terhadap PDB dari 48% pada 2001 menjadi 38% pada 2022, meskipun penyerapan tenaga kerja justru meningkat.

Ironisnya, peningkatan tenaga kerja di sektor industri tidak menghasilkan nilai tambah yang tinggi karena sebagian besar industri Indonesia masih berorientasi pada padat karya berupah rendah, bukan pada inovasi dan teknologi. Kebijakan insentif pemerintah pun lebih banyak menyasar sektor berbiaya murah tanpa menjamin kesejahteraan pekerja, seperti melalui PPh 21 untuk pekerja bergaji menengah, yang tidak menyentuh mayoritas buruh di luar Jakarta dengan upah minimum rata-rata hanya sekitar Rp2,9 juta.

Ketimpangan ini dikritisi secara sistemik dan disebut hanya bisa diperbaiki melalui reformasi struktural, antara lain:

  • Peralihan industrialisasi ke sektor berbasis riset dan teknologi,

  • Penghapusan sistem kontrak jangka pendek dan outsourcing,

  • Reformasi pelatihan tenaga kerja berbasis era digital,

  • Redistribusi nilai tambah melalui pajak progresif, dan

  • Pembentukan aliansi sosial-politik pekerja lintas sektor untuk memperkuat posisi tawar dalam kebijakan publik.

Artikel ini dengan lugas menyoroti bahwa kejatuhan kelas pekerja bukan semata tentang sulitnya mencari pekerjaan, melainkan hilangnya keyakinan bahwa kerja keras mampu membawa kehidupan yang layak. Tanpa reformasi mendasar, para pekerja hanya akan terus bergelut dalam upah murah, minim perlindungan, dan masa depan yang kabur, tanpa keberpihakan negara yang nyata.


Arus Modal Asing Bersiap Masuk

Hairul Rizal 24 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia tengah mendorong pembangunan 3 juta unit rumah per tahun sebagai bagian dari strategi memperkuat fundamental ekonomi dan membuka lapangan kerja. Menurut Country Director World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, program ini berpotensi mendatangkan investasi publik sebesar US$3,8 miliar (Rp62,64 triliun) serta memobilisasi investasi swasta hingga US$2,8 miliar (Rp46,15 triliun), sekaligus menciptakan lebih dari 2,3 juta lapangan kerja. World Bank juga menyoroti bahwa sektor perumahan dan konstruksi memiliki kontribusi signifikan terhadap 10% PDB nasional dan 7% lapangan kerja.

Namun, Turk juga memperingatkan pentingnya reformasi struktural dan deregulasi untuk menjaga daya saing dan menarik investor, terutama di tengah risiko dari fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian global. World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di kisaran 4,8%, di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan renovasi 1.300 rumah di wilayah pesisir pada tahun pertama pemerintahannya sebagai bagian dari target besar tersebut. Proyek renovasi ini dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian PKP dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan skema BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp21,8 juta per unit.

Di sisi lain, Ketua Umum REI Joko Suranto menekankan pentingnya keselarasan regulasi dan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, realisasi target 3 juta rumah tidak akan tercapai tanpa kolaborasi aktif dengan sektor swasta. Hingga kini, belum ada komitmen investasi yang benar-benar terealisasi karena hambatan seperti akses pembiayaan dan tumpang tindih regulasi.

Dengan demikian, keberhasilan program ambisius ini sangat bergantung pada koordinasi antar-kementerian, reformasi kebijakan, serta sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri properti.


KPK Dalami Kasus Gratifikasi di Lembaga Negara

Hairul Rizal 24 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengusut kasus baru dugaan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang terjadi dalam rentang waktu 2019–2021. Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi.

Dua saksi yang telah diperiksa yakni Cucu Riwayati, Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Setjen MPR 2020–2021, dan Fahmi Idris, anggota Kelompok Kerja Pengadaan Setjen MPR tahun 2020. Kasus ini merupakan kelanjutan dari proses penyelidikan sebelumnya yang kini telah naik ke tahap penyidikan.

Sekretaris Jenderal MPR saat ini, Siti Fauziah, menegaskan bahwa perkara tersebut tidak melibatkan unsur pimpinan MPR, baik yang lama maupun yang menjabat saat ini. Ia menekankan bahwa tanggung jawab atas kasus ini berada pada ranah administratif dan teknis Sekretariat Jenderal MPR, khususnya pada masa kepemimpinan Dr. Ma’ruf Cahyono, SH, MH sebagai Sekjen saat itu.

Kasus ini mencerminkan upaya berkelanjutan KPK dalam menindak praktik korupsi di lembaga negara, sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan legislatif.


Akseleran Cari Cara Pulihkan Pinjaman

Hairul Rizal 24 Jun 2025 Kontan (H)
Kasus gagal bayar di platform fintech lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia mencuat ke publik setelah macetnya pinjaman senilai Rp 178,2 miliar yang berasal dari enam peminjam. Hingga 23 Juni, pengembalian baru mencapai Rp 647 juta, dan hanya dua peminjam yang sempat membayar.

Ivan Nikolas Tambunan, Komisaris Utama sekaligus Co-Founder Akseleran, mengakui kondisi ini serius. Ivan menyebut dua jurus yang disiapkan untuk memulihkan dana lender: pertama, memaksimalkan penagihan termasuk penjualan aset agunan milik borrower seperti tanah di Karawang dan Bekasi; kedua, menggandeng mitra baru untuk menyalurkan pembiayaan ke borrower sehat, lalu menggunakan referral fee dari kerja sama itu untuk mencicil dana talangan ke lender.

Selain upaya penagihan, Akseleran juga telah menempuh jalur hukum. Ivan mengungkapkan pihaknya melaporkan dua peminjam bermasalah ke polisi karena proyek yang tidak jelas, dan mengancam langkah serupa kepada dua peminjam lain jika tidak ada kejelasan pembayaran.

Menanggapi dugaan fraud internal, Ivan menegaskan belum menemukan indikasi aliran dana ke Direksi atau Chief Risk Officer, meski refinancing sempat diberikan ke enam borrower itu demi mencoba menyelamatkan pinjaman sebelumnya. Sayangnya, keputusan itu justru membuat pinjaman bermasalah meledak bersamaan.

Anita Carolina, salah satu lender yang dananya ratusan juta tersangkut, mengaku masih menunggu kepastian dan berharap Akseleran serius melakukan penagihan.

Kasus ini menambah panjang daftar masalah gagal bayar di industri fintech lending Indonesia, menunjukkan pentingnya mitigasi risiko, tata kelola yang baik, dan pengawasan ketat dalam menjaga kepercayaan publik.