;

Sapu Hambatan Aturan, Permudah Akses Kesehatan

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan (H)

Pengesahan Undang-Undang Kesehatan, Selasa (11/7) lalu masih memantik pro dan kontra. Kendati ada aksi penolakan sejumlah pihak, pemerintah menyebutkan UU Kesehatan bakal memiliki dampak positif terhadap sistem kesehatan di Indonesia ke depan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan UU Kesehatan dapat menjawab berbagai masalah kesehatan yang ada di Indonesia. "UU Kesehatan setelah dievaluasi dan dikoreksi di DPR diharapkan dapat memperbaiki reformasi kesehatan di Tanah Air," tutur dia, Selasa (11/6) lalu. Salah satu hal mendesak yang perlu diselesaikan melalui UU Kesehatan adalah kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis di sejumlah wilayah. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, UU Kesehatan untuk membangun kembali sistem kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan. "Seluruh elemen akan terlibat dalam pembangunan kesehatan, mulai pemerintah pusat, daerah, organisasi non pemerintah, hingga swasta," ucap dia. Menkes juga menyebut, UU Kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kebijakan promotif dan preventif sehingga biaya kesehatan lebih murah. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut, UU Kesehatan akan menguatkan sistem pelayanan kesehatan primer dan lanjutan. "UU ini memberi ekosistem dan pengembangan inovasi kesehatan melalui teknologi," ujar dia. Manfaat lain adalah antisipasi dalam menghadapi kedaruratan kesehatan, kejadian Luar Biasa (KLB) atau penanggulangan wabah. Namun, Ahli Kesehatan dan Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut, manfaat UU Kesehatan bagi masyarakat ini perlu dibuktikan. Pasalnya, dari aspek pendanaan tak berpihak. Anggaran wajib (mandatory spending) yang sebelumnya diatur, menghilang dari UU Kesehatan. Ini jadi tantangan untuk membangun infrastruktur kesehatan.

Daya Beli Masyarakat Masih Perlu Dijaga

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan

Indikasi melemahnya konsumsi rumah tangga mulai terlihat. Daya beli masyarakat harus tetap dijaga agar ke depan tak makin melemah lantaran konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan utama ekonomi Indonesia. Pelemahan konsumsi kali ini tampak pada hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juni 2023 diperkirakan sebesar 223,2, turun 0,1% dibandingkan IPR Mei 2023 yang sebesar 223,5. Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, penurunan penjualan pada Juni 2023 tak sedalam bulan sebelumnya. Sebab di bulan Mei, IPR justru melorot 8% month on month (mom). Erwin bilang, perbaikan penurunan itu didorong penjualan subkelompok sandang. Meski menurun 1,7% mom, kinerja subkelompok sanding tak lebih dalam dibanding kontraksi Mei yang mencapai 26,7% mom. Selain itu, sejumlah kelompok penjualan ritel berbalik tumbuh positif, setelah pada Mei menyusut. Misalnya kelompok perlengkapan rumah tangga, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, penurunan belanja masyarakat sejalan dengan pola musiman pasca Idul Fitri yang jatuh pada Mei 2023. "Setelah Idul Fitri, maka pusat perbelanjaan di Indonesia akan memasuki low season (musim pengunjung lebih sedikit)," tutur dia kepada KONTAN, Rabu (12/7). Dia tetap berharap pemulihan ekonomi dan konsumsi masyarakat terus bergulir dan terjaga. Terutama menjelang tahun politik pada 2024. Namun, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengungkapkan, penurunan penjualan ritel bulan lalu didorong oleh masyarakat yang menahan belanja pasca Idul Fitri. Bukan hanya itu, masyarakat lebih selektif dalam melakukan konsumsi dengan memprioritaskan belanja yang penting.

Investor Domestik Belum Bertuah

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan

Investor domestik masih merajai perdagangan bursa saham Indonesia. Hal ini terlihat dari komposisi nilai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini. Per 12 Juli 2023 investor domestik menyumbang 62% dari total nilai transaksi bursa saham. Sedangkan investor asing hanya sebesar 38%. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan investor domestik dalam beberapa tahun terakhir. Dari data BEI, per 31 Mei 2023, jumlah investor pasar modal mencapai 11,06 juta atau tumbuh 7% dari akhir 2022 di 10,31 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,75 juta orang merupakan investor saham. Sebagian besar investor saham merupakan investor institusi. Porsinya sebesar 34,2%. Lalu sisanya sebesar 16,9% merupakan investor ritel. Dari nilai tersebut, investor domestik berkontribusi sebesar Rp 6,8 triliun atau 65% dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang sekitar Rp 10,5 triliun. Sedangkan komposisi institusi asing mencapai Rp 3,7 triliun, yang setara dengan 35%. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, saat ini investor domestik sudah tak terlalu mengekor investor asing. Bahkan, kerap kali saham-saham yang dibuang asing banyak ditadah oleh investor domestik. Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengatakan, tahun lalu, Indonesia memang mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas. Tapi sejak akhir 2022, dana asing cenderung keluar dari bursa saham emerging market dan masuk ke pasar China. Hal itu seiring dengan pembukaan kembali ekonomi China. Sentimen global ini tak cuma menekan minat investasi asing, tapi juga sempat membuat investor domestik turut wait and see.

Laju Saham Dipacu Harga Komoditas

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan

Setelah jadi indeks paling longsor di sepanjang semester pertama tahun ini, saham-saham di sektor energi dan barang baku mulai bangkit di awal semester II-2023. Hingga penutupan perdagangan Juni, IDX Sector Energy turun paling dalam dibandingkan sektor lainnya, yakni ambles -23,76%. IDX basic materials membuntuti dengan koreksi mencapai -18,35%. Nah, kemarin (12/7), gerak kedua sektor tersebut lebih apik. Penurunan indeks sektor energi tersisa -19,24% dan indeks barang baku susut jadi -14,73% sejak awal tahun ini. Equity Research Analyst Panin Sekuritas, Felix Darmawan menyebut, saham sektor energi terpapar sentimen positif dari kenaikan harga komoditas karena ekspektasi meningkatnya permintaan. Sementara Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian melihat kenaikan saham barang baku lebih didorong menguatnya sektor industri semen, kertas, dan nikel. Sejumlah katalis penopang sektor bahan baku antara lain, pengembangan industri kendaraan listrik, penjualan semen yang berpotensi meningkat, serta ekspor kertas yang berpeluang naik.

Masih Kokoh Berkat Proyek IKN

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan

Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berjalan positif di semester II tahun 2023. Harga jual semen yang kompetitif dan potensi permintaan yang lebih tinggi dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan mendukung kinerja SMGR. Research Analyst Panin Sekuritas Aqil Triyadi menjelaskan, permintaan semen akan membaik terutama pada segmen semen curah (bulk) karena pembangunan di beberapa daerah khususnya IKN. "Ke depan, kinerja SMGR bakal terus meningkat didukung posisinya sebagai pemimpin pasar dan potensi permintaan dari proyek pembangunan strategis nasional yang kembali berjalan setelah pelonggaran PPKM," kata Aqil, Rabu (12/7). Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset 10 Juli 2023 menjelaskan, pemulihan volume penjualan terlihat dari penjualan hingga Mei 2023 yang naik 30,2% secara year on year (yoy) menjadi 2,6 juta ton. "Pembangunan Ibu Kota Baru (IKN) diperkirakan menyerap tambahan penjualan semen curah sebesar 1 juta ton per tahun," terang dia. Sementara volume ekspor berkontribusi 15% dari total penjualan, tumbuh 21,1% yoy. Karena itu, Clara memperkirakan, total volume penjualan SMGR akan tumbuh 4,6% di 2023 dan 5% di 2024. Dia menambahkan, para pemain tier 2 secara bertahap telah meningkatkan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) menanggapi strategi SMGR menaikkan harga. Tapi analis Samuel Sekuritas Indonesia Daniel A. Widjaja menyebut, hingga awal Juni 2023, harga jual semen SMGR di Jakarta dengan merek Semen Gresik masih lebih mahal 17%-26% dibandingkan pemain tingkat 2 seperti merek Conch (Garuda Conch) dan Grobogan. Untungnya, SMGR membuat Semen Padang sebagai fighting brand yang harganya tidak jauh berbeda dengan kompetitornya. "Maka, SMGR mampu meraih pangsa pasar lebih tinggi didukung merek yang kuat," ujar Daniel dalam riset 19 Juni 2023.

Penyaluran KUR Bank Masih Jauh dari Target

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Kontan

Perubahan pedoman penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) lewat Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perubahan Pedoman Pelaksanaan KUR mulai berdampak. Aturan yang merupakan perubahan atas Permenko Perekonomian Nomor 1 Tahun 2022 dan berlaku sejak Januari 2023 itu mempengaruhi strategi sejumlah bank dalam kredit usaha mikro dan kecil ini. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjadi salah satunya yang terdampak. Bank berkode saham BBNI ini berniat merevisi target penyaluran KUR tahun ini. BNI mengajukan revisi target penyaluran KUR, yakni hanya 60% dari target awal alokasi KUR yang dimandatkan pemerintah kepada BNI. Ini artinnya, dari alokasi KUR yang dimandatkan Rp 36,5 triliun, BNI hanya akan menyalurkan KUR Rp 22 triliun hingga akhir 2023. Salah satu pemicunya, aturan penyaluran KUR yang baru yang lebih ketat. Misalnya saja dalam penyesuaian terhadap pasal 19 beleid ini. Dalam aturan yang baru, ada perubahan pada pasal yang antara lain mengatur mengenai calon penerima KUR super mikro tersebut. Efeknya, kata General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha, ketentuan ini membuat bank ini sulit menyalurkan KUR. Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang fokus memberikan pembiayaan pada segmen usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendapat alokasi penyaluran KUR sebesar Rp 270 triliun tahun ini. Hingga Juni 2023 penyaluran KUR masih Rp 64,45 triliun kepada 1,4 juta debitur. Namun, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyebut, BRI akan terus mendorong penyaluran kredit hingga mencapai 85% dari total penyaluran kredit BRI.

MENEPIS PESIMISTIS EKONOMI RIIL

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Bisnis Indonesia (H)

Prospek sektor ekonomi riil pada sisa tahun ini terbilang menantang. Sebab, daya beli dan konsumsi yang menjadi aspek fundamental penggerak ekonomi riil kembali digelayuti awan mendung kewaspadaan. Sinyal waswas itu tecermin dari data Survei Pen­jualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) Juni 2023 yang memotret pesimisme konsumen pada sisa tahun ini, terutama dua bulan terakhir 2023. Hasil pemantauan bank sentral, SPE Mei 2023 berada pada fase kontraksi. Indeks Penjualan Riil (IPR) Mei 2023 tercatat 223,5 turun 4,5% secara tahunan dan turun 8% secara bulanan. Proyeksi penjualan riil pada Juni 2023 pun tak lebih baik, yakni eksis di fase kontraksi yang tercatat sebesar 223,2. Kewaspadaan pun makin tinggi tatkala responden mengkhawatirkan adanya lonjakan inflasi pada November 2023. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan dari sisi harga Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2023 tercatat sebesar 117,7, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 118,5. Namun, IEH November 2023 tercatat sebesar 123, lebih tinggi ketimbang periode sebelumnya sebesar 121,6. Jika diabaikan, kondisi itu akan menekan daya beli dan pada gilirannya menjadi bandul penahan laju ekonomi riil. Pemerintah pun menyadari betul kondisi tersebut. Salah satunya dengan menaikkan outlook inflasi 2023 dari 3,6%, menjadi 3,3%—3,7%. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, pun meminta daerah yang tingkat inflasinya tinggi untuk segera melakukan langkah tepat agar laju indeks harga konsumen (IHK) terkendali. "Daerah yang inflasinya rendah dipertahankan, yang inflasinya tinggi harus mem­buat gerakan," katanya. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Nicholas Roy Mandey, optimistis kinerja retail tahun ini akan tumbuh sekitar 3%—3,5%.

TRANSPORTASI MASSAL : LRT JABODEBEK BAKAL DAPAT SUBSIDI

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Kementerian Perhubungan mempertimbangkan memberi subsidi kewajiban pelayanan umum atau public service obligation kepada  LRT Jabodebek guna menarik minat pengguna kendaraan pribadi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa tarif lintas raya terpadu (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) yang kini memasuki masa uji coba operasional cukup layak mendapatkan subsidi public service obligation (PSO). Menhub menyatakan Kemenhub masih menghitung kemampuan masyarakat untuk membayar atau ability to pay pada layanan moda transportasi anyar tersebut. Sejauh ini, Budi Karya menegaskan Kemenhub telah menetapkan besaran tarif terjauh untuk LRT Jabodebek pada rentang Rp20.000 per penumpang hingga Rp25.000 per penumpang. “Kalau mendengar bocorannya kira-kira di kisaran itu, tetapi tentu hitungan ini tidak asal menghitung,” jelasnya saat uji coba LRT Jabodebek di Stasiun LRT Dukuh Atas Jakarta pada Rabu (12/7). Namun, Menhub menyatakan belum mau mengungkapkan besaran subsidi PSO untuk LRT Jabodebek. Dia menuturkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Divisi LRT PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan pihak terkait tetap menggelar uji coba LRT agar optimal dan berjalan lebih matang. “Keamanan adalah satu hal yang paling penting dalam kegiatan transportasi. 

Oleh karena itu, kami lakukan uji coba secara bertahap,” jelasnya. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menambahkan tarif terjauh untuk LRT Jabodebek dipatok sebesar Rp25.000 per penumpang. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan dari Stasiun Harjamukti, Depok ke Stasiun Jatimulya, Bekasi. Sementara itu, tarif untuk rute Stasiun Jatimulya-Stasiun Dukuh Atas dan Stasiun Harjamukti-Stasiun Dukuh Atas akan berada pada kisaran Rp20.000 per penumpang. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo memaparkan LRT Jabodebek terbagi atas tiga lintas pelayanan. Ketiganya yaitu Stasiun Cawang-Stasiun Harjamukti sejauh 14,89 kilometer, Lintas Stasiun Cawang-Stasiun Dukuh Atas dengan jarak 11,05 kilometer dan Lintas Stasiun Cawang-Stasiun Jatimulya yang berjarak 18,49 kilometer. Rencananya, PT KAI mengoperasikan secara komersial sebanyak 560 perjalanan per hari setiap hari kerja. Untuk waktu tunggu antarkedatangan kereta atau headway adalah sekitar 3 menit hingga 6 menit. Kepala Divisi LRT Jabodebek PT KAI Mochamad Purnomosidi menambahkan masyarakat antusias dalam uji coba operasional terbatas LRT Jabodebek. Untuk itu, manajemen membuka uji coba tahap berikutnya pada periode 27 Juli 2023 hingga 15 Agustus 2023 dengan menggelar 434 perjalanan per hari. Sementara itu, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana berharap operator LRT Jabodebek memperhatikan potensi total biaya yang akan dikeluarkan penumpang moda baru itu jika tarif ditetapkan terjauh Rp25.000 per penumpang.

MENJELANG EL NINO : JURUS BERKELIT DARI ANCAMAN DEFISIT BERAS

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Rencana pemerintah mendongkrak produksi beras nasional sudah waktunya dieksekusi secepatnya, seiring dengan fenomena El Nino yang akan memangkas produktivitas pangan. Tidak ada rasa khawatir yang melebihi kekhawatiran kekurangan beras. Hal itu terungkap dalam Rapat Terbatas di Komplek Istana Kepresiden Jakarta pada Senin (10/7). Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menginstruksikan Kementerian Pertanian untuk menggenjot produksi beras. Ancaman El Nino pada tahun ini dianggap nyata sehingga perlu kerja keras guna mencegah krisis pangan di Tanah Air. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menceritakan bahwa Presiden telah memberikan peringatan kepada bawahannya untuk menggenjot produksi beras guna menjaga ketersediaan pangan di dalam negeri. “Jelas, pak Mentan diminta menggenjot produksi ,” ujarnya di Istana Kepresidenan. Penanaman padi, lanjutnya, harus dipercepat selagi masih ada hujan pada beberapa bulan terakhir menjelang El Nino yang diprediksi terjadi pada Agustus—September 2023. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Bisnis, produksi beras dalam negeri mulai menunjukkan penurunan dari puncak panen pada Maret 2023. Adapun, realisasi produksi beras pada Maret 2023 sebesar 5,12 juta ton, kemudian anjlok pada April menjadi 3,6 juta ton. Tren penurunan produksi beras masih berlanjut pada bulan berikutnya yaitu Mei 2023 menjadi sebesar 2,7 juta ton. Secara total, produksi beras sepanjang Januari—Mei 2023 sebanyak 15,68 juta ton, sedangkan konsumsi beras selama periode tersebut sebanyak 12,69 juta ton. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menengarai harga beras kualitas medium sedang naik, kendati tidak signifikan. Menyitir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan rata-rata harga beras medium secara nasional sebesar Rp11.890 per kilogram. Harga tersebut melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp10.900 per kilogram.

Terkait dengan komoditas beras, Ketua Komunitas Industri Beras Rakyat (Kibar) Syaiful Bahari menyatakan Indonesia terancam defisit beras pada tahun ini. Dia memperkirakan produksi beras tahun ini bakal menyusut dari tahun lalu. Syaiful menyatakan produksi beras nasional tahun ini hanya sebesar 24,15 juta ton, sementara angka konsumsi diperkirakan mencapai 31 juta ton. “Kita akan mengalami defisit beras sekitar 6,85 juta ton,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (11/7). Syaiful memperkirakan produksi gabah kering giling (GKG) pada musim tanam II yang berlangsung selama Mei hingga Agustus 2023 sebanyak 14,7 juta ton atau setara dengan beras sekitar 7,35 juta ton. Selain disebabkan ancaman El Nino, penurunan beras disinyalir turut dipicu oleh faktor produksi lainnya. Faktor itu seperti keterbatasan akses petani terhadap pupuk dan bibit yang berkualitas. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) Yusuf Wibisono mengatakan bahwa produksi beras nasional menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Alasannya, produksi beras cenderung stagnan terjadi sejak 2018.

PEREKONOMIAN DAERAH : PARIWISATA SUMBAR JADI POTENSI BESAR

Hairul Rizal 13 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong Kadin Sumatra Barat dan Pemerintah Daerah setempat untuk mengembangkan sektor pariwisata. Kalangan pengusaha diminta berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pemberdayaan masyarakat guna menggerakkan ekonomi daerah. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid melihat sektor pariwisata di Provinsi Sumatra Barat perlu untuk digenjot pengembangannya karena memiliki potensi yang besar sebagai penggerak ekonomi daerah. “Perekonomian daerah itu memiliki peran yang besar terhadap perekonomian nasional. Jadi Kadin Sumbar harus bergandengan tangan dengan Pemprov Sumbar supaya perekonomian turut bergerak, seperti halnya sektor pariwisata,” katanya usai mengukuhkan Pengurusan Kadin Sumbar periode 2022—2027 di Padang, Rabu (12/7). Menurutnya, salah satu upaya mengatasi persoalan ekonomi saat ini adalah dengan mengembangkan sektor pariwisata yang menjadi unggulan di beberapa daerah. Begitu pun di Sumbar, juga bisa memaksimalkan potensi pariwisatanya sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pascapandemi Covid-19. Sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling cepat mengatasi gejolak ekonomi mengingat potensi devisanya yang sangat besar, termasuk di Sumbar memiliki daya tarik wisata yang mampu menarik wisatawan mancanegara. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan peran pengusaha diharapkan lebih maksimal dalam melakukan upaya pemberdayaan masyarakat secara formal maupun tidak formal. Gubernur berharap Kadin dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya yang dapat mendorong meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan perekonomian. Kepala Dinas Pariwisata Padang Yudi Indra Syani mengatakan bahwa pawai seni dan budaya dalam rangkaian kegiatan Apeksi 2023 telah disiapkan berbagai potensi pariwisata untuk dikenalkan langsung ke seluruh peserta serta tamu undangan yang hadir di Makassar. Yudi yang hadir langsung ke Makassar menyebutkan berbagai potensi wisata yang dikenalkan meliputi pemandangan alam, wisata bahari, pantai, laut, cagar budaya, hingga seni tradisi di Kota Padang.

Pilihan Editor