Mobilitas Dorong Emiten Jalan Tol
Kinerja emiten jalan tol diprediksi bisa lebih baik tahun ini ketimbang tahun sebelumnya. Aktivitas ekonomi yang mulai pulih menjadi salah satu faktor pendorong kinerja emiten ini. Hal ini tergambar dari kinerja salah satu emiten jalan tol yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Perusahaan dengan kode saham CMNP ini menjadi emiten satu-satunya yang merilis kinerja semester I-2023. Hasilnya terbilang positif.
Di periode tersebut, CMNP mencatatkan pendapatan Rp 3,15 triliun di semester I 2023. Hasil tersebut melonjak 82,14% ketimbang pendapatan di periode serupa tahun lalu yang hanya Rp 1,73 triliun. Imbasnya, laba yang jadi jatah ke pemilik CMNP menanjak 5,95% menjadi Rp 546,2 miliar. Melihat hasil tersebut,
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta meramal kinerja emiten jalan tol di semester I bisa positif.
Faktor lain yang tidak kalah penting, menurut Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei adalah beberapa ruas jalan tol tarifnya naik pada tahun ini.
Maka proyeksinya, di separuh kedua tahun ini, volume kendaraan yang melewati jalan tol justru bisa semakin melonjak. Selain faktor ekonomi, ada sentimen lain yang krusial.
Technical Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora sependapat. Apalagi inflasi domestik mulai turun. Ini bisa membuat Bank Indonesia (BI) berpeluang menurunkan suku bunga.
Emiten Syariah Belum Merekah
Indeks saham berkategori syariah masih belum merekah sepanjang tahun berjalan ini. Tampak dari lima indeks saham syariah yang kompak parkir di zona merah hingga perdagangan akhir pekan lalu.
Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) secara
year to date
(ytd) melemah 4,34%. IDX Sharia Growth ambles lebih dalam dengan minus 7,19%, IDX-MES BUMN 17 terjun 6,30%, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 5,90%, dan JII70 turun 3,97%. Financial Expert
Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyoroti pelemahan indeks syariah terseret oleh rotasi sektor, penurunan saham berbobot jumbo, serta merosotnya kinerja sejumlah emiten.
Chartered Financial Analyst Head of Research & Fund Manager
Syailendra Capital, Rizki Jauhari mengamini saham-saham dari sektor energi dan barang baku menjadi pemberat indeks syariah. Hal ini menjadi katalis signifikan yang menahan laju performa indeks saham syariah di tahun 2023.
Rizki mengamati, saat ini jumlah emiten berkategori syariah yang punya kapitalisasi pasar jumbo dan likuiditas tinggi masih relatif minim. Adapun, jumlah emiten yang sesuai dengan prinsip syariah akan tumbuh selaras dengan pertumbuhan ekonomi.
Semakin maraknya saham-saham baru hasil
Initial Public Offering
(IPO) juga menjadi katalis penting pendongkrak pasar saham syariah.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik optimistis, pasar saham syariah akan terus tumbuh. Adapun, OJK menargetkan tambahan 10.000 investor syariah baru sepanjang 2023. Artinya, dalam setengah tahun sudah terpenuhi 76,9% dari target. "Prospeknya masih sangat besar," ungkap Jeffrey.
Daya Beli Mulai Membaik, Kredit Konsumsi Naik
Pemulihan daya beli pasca pandemi Covid-19 mulai terlihat. Paling tidak, hal ini tercermin dari kinerja penyaluran kredit konsumsi perbankan nasional yang tumbuh positif di sepanjang semester pertama tahun 2023.
Data Statistik Bank Indonesia (BI) menunjukkan, per Juni 2023, penyaluran kredit konsumsi tumbuh 9,1% secara tahunan menjadi Rp 1.895,3 triliun. Pertumbuhan kredit konsumsi ini ditopang naiknya sejumlah segmen kredit.
Di antaranya, kredit pemilikan rumah (KPR) naik 10,1% secara tahunan menjadi Rp 663,6 triliun. Lalu, kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 17,4% secara tahunan menjadi Rp 127,1 triliun, dan Kredit Multiguna tumbuh 7,6% menjadi Rp 1.104,6 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi bank penyalur kredit konsumer terbesar, yakni mencapai Rp 183,864 triliun di semester I 2023 atau naik 13,9% secara tahunan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility
BCA Hera F. Haryn menjelaskan, hingga Juni 2023, kredit konsumer menjadi segmen bisnis dengan pertumbuhan tertinggi. Hal ini ditopang penyaluran KPR yang tumbuh 12,0% secara tahunan menjadi Rp 114,6 triliun dan KKB naik 19,2% menjadi Rp 51,4 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) juga sukses mencatat kenaikan kredit konsumer pada semester I 2023, yakni sebesar Rp 106,3 triliun. Kredit ini meningkat 11,7% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 95,2 triliun.
Tak mau kalah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga membukukan pertumbuhan kredit konsumer 11,7% secara tahunan menjadi Rp 116 triliun
Multifinance Kejar Target Lewat Pameran
Paruh kedua tahun 2023 akan menjadi momentum untuk menyalurkan pembiayaan lebih banyak bagi multifinance. Sejumlah perusahaan percaya diri menyebut, penyaluran kredit akan lebih tinggi ke depannya.
Apalagi dengan adanya pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, nilai penyaluran kredit akan meningkat.
Salah satu perusahaan yang akan menangguk cuan dari momentum GIIAS adalah Mandiri Tunas Finance (MTF). Perusahaan ini berharap penyaluran kredit pada semester II-2023 akan lebih besar.
Direktur Mandiri Tunas Finance William Francis berharap adanya event GIIAS 2023 akan memberi peluang kepada perusahaan untuk memperluas penyaluran kredit.
William bilang, pada semester I-2023, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 14,9 triliun, naik 17% secara tahunan. Pada semester II-2023, dia berharap penyaluran kredit bisa tetap tumbuh dan mencapai target akhir tahun di Rp 30 triliun.
Mandiri Utama Finance juga berharap hal yang sama. Direktur Utama MUF Stanley Setia bilang, adanya event, seperti GIIAS 2023, akan selalu memberikan efek peningkatan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor.
Perusahaan pembiayaan milik Astra, PT Federal International Finance, PT Astra Sedaya Finance dan PT Toyota Astra Financial Services juga berharap momen pameran GIIAS akan mendorong kinerja unit usaha Astra Financial. Hingga semester I tahun 2023, penyaluran pembiayaan konsumen Astra Financial meningkat 27% menjadi Rp 59,8 triliun. Sebelumnya Project Director Astra Financial GIIAS 2023, Tan Chian Hok mengatakan, Astra Financial menargetkan pembiayaan naik 10% dari tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.
BELANJA TERAKHIR MASA JOKOWI
Lusa, Rabu (16/8), Presiden Joko Widodo akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Nota Keuangan RAPBN 2024 di hadapan anggota parlemen.RAPBN 2024 yang disampaikan Presiden menjadi acuan pamungkas di masa pemerintahan Presiden Jokowi di sisa masa baktinya yang kurang dari 15 bulan. Dalam dua periode kepemimpinan, sejak 2014—2019 dan 2019—2024, banyak perbaikan yang ditorehkan terutama dari aspek pembangunan infrastruktur. Namun, sejumlah pekerjaan rumah juga masih tersisa yang mesti dibereskan di akhir kepemimpinannya.
Tetap Optimis dan Waspada
Pada Rabu (16/8), sesuai dengan tradisi tahunan, Presiden Joko Widodo akan membacakan RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan. Hal itu disampaikan oleh Presiden di Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD yang merupakan rangkaian kegiatan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia yang diperingati pada Kamis, 17 Agustus 2023.Momen pembacaan RUU APBN 2024 dan Nota Keuangan ini istimewa. Boleh jadi karena ini mungkin terakhir dilakukan di Jakarta karena tahun depan Presiden Jokowi berkeinginan pemerintahan telah berpindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.Masa depan IKN dan arah program pembangunan dalam kerangka anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024, bakal menjadi periode krusial bagi Presiden Jokowi untuk menerjemahkan konsep besar yang sudah diletakkan sejak memimpin Indonesia pada 2014.Sejatinya, pemerintah saat ini masih berkesempatan menyiapkan kerangka APBN untuk periode 2025. Namun, implementasi APBN 2025 tentu akan dilakukan oleh pemerintahan baru hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Angka rapor pemerintahan terutama indikator makro ekonomi sejauh ini bisa dikatakan relatif memuaskan banyak pihak. Pertumbuhan ekonomi berada dalam rentang 5%—5,8% dengan laju inflasi yang terkendali. Tingkat kemiskinan dapat diturunkan 10,94% pada 2014 ke level 9,57%. Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka, turun dari 5,94% pada 2014 menjadi 5,86% pada 2022.
Pada tahun depan, berdasarkan laporan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2024 dengan tema Optimis dan Waspada, pemerintah mengejar sejumlah target yang relatif moderat.Laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada dalam kisaran 5,1%—5,7%, inflasi juga di antara 1,5%—3,5%, serta nilai tukar rupiah dipatok dalam rentang Rp14.700—Rp15.200 per dolar AS.
Kalangan pengusaha dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan sejumlah hal, terutama kualitas, produktivitas, dan daya saing sumber daya manusia.
PENYUSUNAN ANGGARAN NEGARA 2024 : NOTA TERAKHIR DARI JAKARTA
Presiden Joko Widodo akan membacakan pengantar atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) beserta Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024 dalam Sidang Paripurna DPR yang berlangsung lusa, Rabu (16/8). Rombongan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang dipimpin oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo menyambangi Istana Negara pada Rabu (9/8). Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara itu untuk melaporkan persiapan Sidang Tahunan MPR yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi. Setengah berkelakar, politikus Partai Golkar itu mengatakan bahwa Sidang Tahunan MPR di Jakarta pada tahun ini boleh jadi merupakan perhelatan yang terakhir kalinya. “Kami menyampaikan kepada Presiden bahwa jika gedung MPR di IKN selesai, maka berpotensi ini adalah Sidang Tahunan MPR yang terakhir di Jakarta,” katanya kepada para juru warta yang bertugas di Istana. Pernyataan Bambang itu barangkali ada benarnya. Presiden Jokowi memang punya impian untuk dapat menyelenggarakan upacara kemerdekaan RI pada 2024 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kerangka anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun depan, bakal menjadi periode krusial bagi Presiden Jokowi untuk menerjemahkan konsep besar pembangunan yang sudah diletakkan sejak memimpin Indonesia pada 2014. Sejatinya, Presiden Jokowi masih memiliki kesempatan menyiapkan APBN untuk periode 2025.
Namun, RAPBN 2025 implementasinya akan dilakukan oleh pemerintahan baru hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Alhasil, RAPBN 2024 benar-benar menjadi momen penting untuk mengejar berbagai program tertinggal di pengujung pemerintahan kabinet Indonesia Maju. Jika berkaca dari indikator makro sepanjang 10 tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi berada dalam rentang 5%—5,8%. Laju inflasi juga relatif terkendali. Ditemui Bisnis, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa sejumlah kemajuan bidang pembangunan telah dicapai di masa pemerintahan Presiden Jokowi di tengah dinamika kondisi perekonomian global dan domestik yang tinggi. Sepanjang 10 tahun terakhir pemerintahan Presiden Jokowi, kata Suharso tingkat kemiskinan dapat diturunkan 10,94% pada 2014 ke level 9,57%. Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun dari 5,94% pada 2014 menjadi 5,86% pada 2022. Pada 2024, tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka ditargetkan semakin berkurang masing-masing menjadi 6,5%—7,5% dan 5%—5,7%. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menuturkan pemerintah dan pemangku kepentingan lain perlu memberi perhatian untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing SDM. Upaya yang harus dilakukan mulai saat ini adalah melakukan investasi pada kualitas SDM, baik melalui pendidikan maupun kesehatan. Penyediaan infrastruktur sektor logistik dan mengakselerasi penghiliran industri.
TANTANGAN PERIODE AKHIR : BERJIBAKU JAGA IKLIM INVESTASI
Dalam waktu kurang dari 15 bulan ke depan, Indonesia akan memasuki periode pemerintahan baru. Transisi pemerintahan yang bakal diwarnai beragam dinamika politik, yang mungkin saja dapat menahan kegiatan ekonomi dan investasi. Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan titipan Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di acara Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) di Pekanbaru, Riau, Kamis (10/8). “Saya mau sampaikan pesan Bapak Presiden. Ini tahun politik, politik panas, Bapak Presiden mengatakan jangan terlalu panas, kalau boleh dingin, naik sedikit paling tinggi anget-anget, supaya ekonomi kita bagus, karena tiap hari kita ribut politik, kita lupa ekonomi ini penting. Jadi kita harus betul-betul menjaga stabilitas, itu pesan Bapak Presiden,” kata Bahlil. Sebagai menteri yang bertanggung jawab dalam urusan penanaman modal dan investasi, Bahlil tentu berkepentingan iklim investasi di Tanah Air tidak goyah saat memasuki tahun politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Jadi ke depan, kita harus bisa melihat pemimpin yang membawa Indonesia ke arah yang benar untuk ekonomi baik, menciptakan lapangan kerja agar semua keadilan sosial bisa kita wujudkan,” ujar Bahlil. Apalagi, tahun depan merupakan periode terakhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dua periode sudah, sejak 2014—2019 dan 2019—2024, Presiden Jokowi mengemban amanat sebagai Presiden RI. Berbagai capaian positif tentu telah dicapai. Namun, sejumlah tantangan juga mesti dibereskan di periode sisa pemerintahan.
Menurut catatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sepanjang 2016 hingga 2023, sebanyak 158 proyek telah selesai dan beroperasi dengan total nilai investasi sebesar Rp1.102,7 triliun. Menurut Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo, sejumlah proyek-proyek strategis akan terus dituntaskan. Berdasarkan hasil monitoring bersama, terdapat 30 proyek yang dapat selesai pada tahun ini dan 31 proyek tuntas pada 2024. Beberapa proyek yang masih berlanjut setelah 2024 pembangunan fisiknya di antaranya MRT North South dan Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa sepanjang memimpin negara, Presiden Jokowi berhasil menciptakan konsolidasi nasional dan reformasi struktural untuk keterbukaan ekonomi. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai tahun terakhir Presiden Jokowi akan menjadi perpisahan yang manis apabila sumbangsih komponen investasi fisik alias pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi bisa makin signifikan. Indef memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada akhir 2023 hanya akan berada di kisaran 4,9%. Selain itu, menjaga pertumbuhan arus investasi akan kian menantang jelang 2024, di tengah kecenderungan investor untuk bersikap menunggu sepanjang tahun politik. “Kami lihat pertumbuhan ekonomi 2024 akan lebih baik, karena Pemilu ada di awal tahun. Ketidakpastian dari sisi politik cuma sebentar. Oleh karena itu, peningkatan manfaat ekonomi dari realisasi investasi bisa jadi peluang, terutama berkaitan infrastruktur, yang notabene semacam ikon di era Jokowi,” ujarnya kepada Bisnis.
Pemisahan Kembar Siam di Malang Sukses
Bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah dapat dipisahkan oleh tim dokter RSUD Saiful Anwar, Kota Malang, Jatim, Sabtu (12/8) pukul 10.00. Setelah dipisahkan, keduanya menjalani operasi penutupan kulit dan selanjutnya diobservasi. ”Hari ini kami sudah melakukan operasi separasi atau pemisahan bayi kembar siam Aliyah dan Aisyah. Operasi dimulai sekitar pukul 09.00 dan selesai pukul 10.00. Sampai saat ini kondisi pasien stabil dan pendarahan terkontrol,” kata Direktur RSUD Saiful Anwar (RSAA) Mochammad Bachtiar Budianto.
Menurut Bachtiar, kedua bayi berusia 11 bulan tersebut dapat dipisahkan dengan baik dan dilanjutkan penutupan kulit. ”Kami ada dua tim yang melakukan operasi ini. Sekarang tim kedua sedang menjalankan penutupan kulit,” katanya. Setelah dioperasi, kedua bayi asal Pasuruan, Jatim, tersebut akan menjalani masa observasi. Aliyah dan Aisyah adalah anak pasangan S dan H, warga Pasuruan. S melahirkan kedua anaknya tersebut pada 15 September 2022 di RSSA Malang. Sejak itu, keduanya dirawat dan dipantau oleh tim dokter RSSA. Kedua bayi tersebut mengalami dempet perut atau omfalopagus, dengan organ menyatu adalah lever atau hati dan sebagian tulang dada. (Yoga)
Generasi Pandemi Tak Mudah Masuk Dunia Kerja
Sistem pembelajaran jarak jauh yang berlangsung 2-3 tahun ketika dunia menghadapi pandemi Covid-19 kini ”memakan korban”. Banyak generasi Z, lahir selama periode 1997-2012, yang lulus sekolah menengah dan perguruan tinggi pada 2023 kesulitan mendapatkan pekerjaan. Di mata perusahaan atau penyedia lapangan kerja, generasi Z kurang punya keterampilan dasar. Perusahaan juga menilai banyak Gen Z kurang memiliki keterampilan nonteknis atau soft skill seperti etika kerja serta keterampilan komunikasi. Guna mengisi kekurangan itu, perusahaan harus memberikan tambahan keterampilan di tempat kerja yang makan waktu dan biaya yang tak sedikit. Oleh karena itu, banyak perusahaan tak mau repot alias hanya mau menerima tenaga kerja berpengalaman dan siap kerja saja.
Persoalan tidak siap kerja itu dituturkan Roman Devengenzo, insinyur teknologi di NASA, dan Google. Pada saat memberikan konsultasi untuk perusahaan robotika di Silicon Valley, California, Oktober 2022, ia meminta seorang insinyur mesin berusia muda yang baru direkrut untuk merancang produk kecil dari aluminium yang bisa dibuat dengan mesin bubut. ”Bagaimana caranya,” Tanya anak muda itu. Mendengar respons itu, Devengenzo tidak habis pikir. Sebab, penggunaan mesin bubut termasuk keterampilan dasar yang biasanya sudah dikuasai pada tahun pertama atau kedua kuliah teknik mesin. ”Belajar harus sambil praktik. Ketika pandemi, anak-anak ini hanya belajar di depan komputer dan itu tidak cukup,” cerita Devengenzo kepada harian The Wall Street Journal, 2Agustus 2023. (Yoga)









