Beban Subsidi Tiket Kereta Cepat
Keputusan Presiden Joko Widodo mensubsidi tarif tiket kereta cepat Jakarta-Bandung kian melenceng dari janji-janji dia sebelumnya. Subsidi kereta cepat pun jelas salah sasaran dan akan semakin membebani anggaran negara.
Proyek kereta cepat yang telah berkali-kali lewat dari tenggat kini mendekati fase uji coba pra-operasi. Kini, salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah harga tiket. Jokowi, pada 10 Agustus lalu, mengumumkan bahwa tiket sepur kilat itu akan mendapat subsidi seperti moda transportasi massal lainnya. Alasannya, agar tarifnya terjangkau dan menarik minat masyarakat.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memberi ancar-ancar, dalam tahap operasi awal, tiket itu seharga Rp 250 ribu. Tarif tersebut jauh lebih murah daripada tarif wajar berdasarkan perhitungan ekonomi, yakni Rp 300-350 ribu. Setelah disubsidi, dengan segala keunggulan teknologi dan waktu tempuhnya, tarif tiket kereta cepat tak jauh berbeda dari harga tiket kereta api eksekutif Argo Parahyangan yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Yetede)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023