;

Harga iPhone Tidak Jadi Melonjak karena Tarif Trump Berubah Lagi

Yoga 14 Apr 2025 Kompas (H)

Tarif bea masuk impor AS terus berubah. Kali ini, mayoritas tarif untuk aneka produk elektronik dibatalkan. Harga iPhone sampai kartu grafis dan alas kaki batal melonjak lebih mahal. Indonesia pun berpeluang ikut diuntungkan. Perubahan terbaru itu diungkap Badan Perbatasan dan Cukai (CBP) AS, Sabtu (12/4) siang WIB. Informasi itu lalu beredar luas pada Minggu (13/4) dini hari WIB. ”(Donald) Trump berkedip (goyah) dengan pengecualian pada elektronik. Komputer jinjing, ponsel, dan lain-lain kini dikecualikan. Jadi, tarif Trump pada akhirnya terfokus pada sasaran tertentu. Karena harganya terlalu tinggi dan hasilnya tidak jelas,” kata Trinh Nguyen, ekonom pada bank investasi Natixis.

Ekonom pada bank Perancis itu menggunakan istilah lazim dalam permainan saling gertak dengan cara melotot. Orang yang pertama berkedip kalah. Trinh menyebut, bea masuk impor (BMI) sampai 145 % bisa membuat ekspor China ke AS ambruk. Masalahnya, bukan cuma China akan terdampak. Perekonomian AS bisa terpukul parah karena rantai pasok terguncang hebat dan tak ada periode peralihan untuk hal itu. Harga aneka produk juga melonjak jika tarif itu diterapkan. Harga iPhone, misalnya, akan naik, yaitu dari rata-rata di bawah 1.000 USD per unit menjadi mendekati 2.000 USD per unit. Hal serupa berlaku untuk mobil listrik hingga pisau dan panci dapur.

Ada 20 komoditas yang tarifnya dikembalikan menjadi sesuai ketentuan 5 April 2025. Dengan demikian, BMI untuk komoditas-komoditas itu antara 10 % dan 20 %. Dengan ketentuan baru itu, harga berbagai produk di pasar AS batal melonjak drastis. Sebelumnya, berbagai pihak khawatir harga aneka produk itu naik tinggi akibat BMI baru dari Trump. Pengecualian bagi 20 komoditas itu menjadi kelabilan terbaru tarif Trump. Seorang pejabat AS yang menolak identitasnya diungkap mengatakan, keputusan itu demi menjaga kelancaran rantai pasok. Maka, sasaran pengecualian diprioritaskan pada produk-produk yang penting bagi industri AS. (Yoga)


Atasi ”Virus” Tarif Trump dengan ”Ramuan” Indonesia

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Dengan kebijakan tarif baru impor yang diterapkannya, Presiden AS, Donald Trump seolah tengah mengubrak-abrik tatanan global. Dengan jemawa ia mengatakan, para kepala negara pasti segera menghubunginya, meminta untuk bernegosiasi dan ia yakin Washington dengan mudah mendiktekan keinginannya. Awalnya, dunia bersikap sebagaimana yang Trump inginkan. Tapi, banyak pihak justru bersikap sebaliknya. Uni Eropa, China, dan Kanada membalas. Bahkan, China mengenakan tarif impor lebih dari 100 % pada produk asal AS. Situasi ini tentu tidak sehat. Banyak pihak telah menegaskan, perang dagang tidak memberikan keuntungan apa pun, kepada siapa pun.

Tatanan pasar bebas yang lebih kompetitif, adil, dan stabil dengan lahirnya WTO pada 1995, yaitu sebagai tindak tindak lanjut GATT, yang diprakarsai oleh AS malah ”direcoki” Trump dengan kebijakan yang cenderung mementingkan diri sendiri. Saat pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak manusia, sejumlah negara sepakat membentuk ”ruang terbatas” bersama untuk menjaga perdagangan agar tetap berjalan dan merawat sikap saling percaya. Langkah awal itu berhasil menjaga rantai pasok global tetap beroperasi, kinerja ekonomi terjaga. Dunia pun perlahan pulih dari deraan pandemi. Indonesia yang pada 2022 mengampu keketuaan G20 sengaja menggelorakan semboyan ”Recover Together, Recover Stronger” sebagai tajuk presidensi.

Semboyan itu seolah ”melawan” kecenderungan yang sempat menguat di awal pandemi, yaitu ”virus” ingin selamat sendiri. Lewat semboyan itu, Indonesia menegaskan, untuk bisa pulih sepenuhnya dari pandemi, hal yang mutlak diperlukan adalah kerja sama. Dengan semboyan itu, dalam relasi global, Indonesia menegaskan pentingnya multilateralisme. Indonesia meyakini, dengan metode itu, tidak satu pun negara diabaikan dan ditinggalkan sendiri dalam keterpurukan. Kata kuncinya adalah kebersamaan dan sikap saling percaya. Itulah ramuan untuk bangkit dan itu terbukti. Meskipun terkesan naif, ”ramuan” yang sama dapat diuji lagi untuk menanggapi tekanan Trump. Kerja sama kawasan dapat dioptimalkan untuk memperkuat nilai tawar, memperkuat sekaligus memperlebar alternatif pasar, serta memberi tekanan balik kepada Trump. (Yoga)


Danantara Bakal dapat Investasi 2 Miliar USD dari Qatar

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Selepas dari Mesir, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan kenegaraannya ke Qatar untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui kerja sama strategis dalam berbagai bidang. Salah satunya rencana investasi senilai 2 miliar USD terhadap Danantara. Hal itu disepakati seusai pertemuan Presiden Prabowo dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di Istana Amiri Diwan, Doha, Qatar, Minggu (13/4). Kehangatan kedua kepala negara terasa sejak awal kedatangan Presiden yang langsung disambut Emir Qatar.Seusai sesi bilateral, Presiden Prabowo dan Emir Sheikh Tamim melanjutkan perbincangan secara tertutup. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman di antara kedua negara yang menandakan komitmen untuk menjalin kerja sama strategis.

Nota kesepahaman itu terangkum dalam dokumen ”Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar” yang menjadi tonggak penting kerja sama bilateral kedua negara. Hal itu ditandai lewat pembentukan mekanisme strategic dialogue (SD) yang digelar setiap tahun pada tingkat menteri luar negeri. Lebih dari itu, senior officials meeting (SOM) juga akan dilangsungkan sebagai forum persiapan SD. Adapun program kerja sama juga bisa dikerjakan bersama dengan membentuk ad hoc working group. ”Saya kira pertemuan sangat baik dan produktif. Kami sepakat untuk segera meningkatkan kerja sama. Beliau (Emir Qatar) akan investasi dengan Danantara, juga beliau berkomitmen 2 miliar USD. Ini bagus. Ini tindak lanjut dan beliau sangat antusias,” kata Presiden Prabowo seusai pertemuan itu. (Yoga)


Indonesia Memanfaatkan Peluang melalui OSAKA EKSPO 2025

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang, resmi dibuka pada 13 April 2025 dengan membawa misi ”Thriving in Harmony, Nature, Culture, Future” sebagai terjemahan tema ekspo Osaka, ”Designing Future Society for Our Lives”. Menteri PPN / Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy membuka resmi Paviliun Indonesia. Kementerian PPN / Bappenas bertanggung jawab untuk Paviliun Indonesia dan pekerjaan sudah dimulai sejak tahun 2022. Indonesia telah ikut ekspo dunia di Osaka sejak 1970, menampilkan budaya dan sumber daya alamnya.

Di tengah tantangan global dan nasional, partisipasi kali ini menjadi peluang untuk menarik investasi dan memperkuat kerja sama. Paviliun Indonesia tak hanya menampilkan budaya dan alam, tetapi juga membuka forum bisnis. Target kunjungan ditingkatkan dari 2,5 juta di Dubai menjadi 2,8 juta-3,5 juta dengan harapan transaksi bisnis melebihi 3 miliar USD. Wali Kota Hirakata Takashi Fushimi yang menerima tumpeng saat pembukaan pavilion dari Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan, dengan mengenal budaya dan alam Indonesia melalui pameran ini, hubungan antara masyarakat Jepang dan Indonesia dapat terjalin dan selanjutnya adalah membangun investasi dan bisnis. (Yoga)


Tarif Listrik triwulan II - 2025 Tidak Naik

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Pekerja terlihat menyelesaikan pemasangan jaringan saluran udara tegangan tinggi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (13/4/2025). Pemerintah memastikan tarif listrik pada periode April-Juni 2025 atau triwulan II-2025 tidak akan meningkat atau tarifnya masih sama seperti periode sebelumnya. Misalnya, Rumah dengan Golongan R-1/TR daya 900 VA, masih Rp 1.352 per kWh. Hal ini dilakukan salah satunya untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong daya saing usaha di dalam negeri. (Yoga)


Apakah Investasi Emas Menarik

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Komoditas emas saat ini tengah jadi primadona. Banyak warga berburu emas di tengah harganya yang melambung. Pendapat warga beragam mengenai berinvestasi emas di situasi sekarang ini. “Saya memilih berinvestasi emas karena nilainya stabil, cenderung naik, dan tahan terhadap inflasi ataupun gejolak global. Selisih harga jualnya juga menguntungkan, terutama emas batangan yang bebas potongan. Dibanding deposito, emas memberi imbal hasil lebih tinggi. Kini sebagian deposito saya alihkan ke emas karena kenaikannya signifikan. Strategi saya: beli segera dan tahan untuk jangka panjang,” ujar Ari Puji Astuti (35) Karyawan swasta di Surabaya

“Saya memilih menabung emas digital karena praktis, mudah diakses, dan imbal hasilnya stabil. Awalnya karena saran orangtua agar punya tabungan jangka panjang yang tidak mudah tergoda untuk dipakai. Hingga kini saya belum tertarik berinvestasi di saham. Menurut saya, risikonya tinggi dan butuh keahlian khusus, sedangkan emas lebih aman dan hasilnya sudah terbukti,” ujar Agustinus Tri Budi Sunarko (24), Pekerja swasta di Jakarta. “Saya belum berpengalaman berinvestasi di saham. Menurut saya, emas bisa menjaga nilai tabungan agar tidak tergerus inflasi. Saya bisa membelinya sedikit demi sedikit, tanpa harus menunggu cukup uang untuk 1 gram. Jika sewaktu-waktu perlu dicairkan, proses penjualannya juga sangat mudah dan cepat,” ujar Margaretha Nainggolan (30), Warga Batam, Kepri. (Yoga)


Industri Sawit ”Wait and Worry” di Tengah Tekanan Pasar

Yoga 14 Apr 2025 Kompas

Peran industri sawit dalam perekonomian nasional tidak main-main. Ekspor minyak sawit Indonesia tahun 2024 mencapai Rp 440 triliun. Tapi, kini pelaku usaha sawit gundah, dimana kebijakan resiprokal tarif Trump menunggu, sementara di dalam negeri penertiban kawasan hutan menghantui. Itulah gambaran industri kelapa sawit RI hari ini. Penertiban sawit di dalam kawasan hutan sudah dilakukan dua tahun terakhir oleh dua satgas yang berbeda. Pada 2023 pemerintah membentuk Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit dan Optimalisasi Penerimaan Negara yang dipimpin Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, dipimpin langsung Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Marves.

Belum selesai kerja satgas itu, pemerintahan baru, Presiden Prabowo membentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang didasari Perpres No 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Tim ini dipimpin Kemhan. Kini, Satgas PKH menyegel lahan sawit dengan beberapa tahapannya. Ini terjadi di hampir semua daerah penghasil sawit mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Di Kaliteng, Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalteng, Rawing Rambang bingung, lahan beberapa anggota Gapki ikut disegel.

Terdapat 37.745,2 hektar perkebunan sawit di Kalteng yang disita satgas dari total 13 perusahaan, sedangkan tiga perusahaan lainnya sedang dalam proses verifikasi. ”Saya juga tak tahu lahannya di mana saja karena datanya mungkin di-keep,” ujar Rawing, Jumat (11/4). Ketua Umum Gapki, Eddy Martono mengungkapkan, saat ini hampir semua anggota Gapki yang terbentur masalah kawasan hutan sudah selesai tahap klarifikasi ke Satgas PKH. Menurut Eddy, totalnya sudah 1,1 juta hektar lahan yang diklarifikasi. Dalam tahap ini, pihak terkait harus bisa membuktikan kepemilikan lahan, perizinan, dan bukti-bukti aktivitas perkebunan lainnya. Namun, penentuan apakah lahan itu disegel atau tidak tetap ada di tangan Satgas PKH. (Yoga)


Peluang Ditengah Turbulensi Pasar Saham

Yuniati Turjandini 14 Apr 2025 Investor Daily (H)
Turbulensi pasar saham belum berakhir, kendati AS menunda pelaksanaan tarif resiprokal ke 75 negara selama 90 hari. Namun, keadaan ini justru membuka peluang untuk meraup return besar dari saham. Sejumlah kalangan menilai, IHSG BEI bakal bangkit cepat, begitu tensi perang dagang berkurang. Artinya, sejarah setelah krisisi finansial global 2008-2009 dan pandemi Covid-19 pada 2020 bisa terulang lagi. Kala itu, indeks langsung melejit dan mengungguli (ourperform) indek regional, bahkan dunia. Apalagi, valuasi pasar saham Indonesia saat ini sangat murah, akibat koreksi masif sepanjang tahun ini. Bahkan, harga saham sekarang terdiskon besar dari saat pandemi Covid-19. Padahal, fundamental jauh lebih baik. Hitungan Mandiri Sekuritas (mansek), price to earning ratio (PER) IHSG kini 9 kali, di bawah rata-rata 10 tahun 15-16 kali. Adapun price to book (PBV) -1,7 standar deviasi (SD), sedangkan PBV -1,6 SD. Sebalinya, return malah meningkat. Imbal hasil laba bersih (aerning yield) mencapai 10% atau 3,3 SD, equity risk premium mencapai 8,2% lebih tinggi dari saat Covid-106,2% dan yield dividen 2,9SD. Dari sisi fundamental, analis menilai kebijakan pemerintah baru bakal membuahkan hasil dan direspons positif oleh pasar. Apalagi jika BI bisa menurunkan suku bunga acuan BI Rate dan mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) yang bakal menggenjot likuiditas ke saham, jika institusi keuangan besar, seperti dana pensiun didorong masuk bursa. (Yetede)

Perang Dagang Trump dan Xi Jinping

Yuniati Turjandini 14 Apr 2025 Investor Daily (H)
14 April 2025, dunia berada di ujung tanduk ketika Trump menerapkan tarif 145% terhadap produk Tiongkok dan menaikkan tarif atas impor dari 184 negara lainnya, memicu balasan Beijing dengan tarif 125% atas produk utama AS-sebuah eskalasi agresif yang mengancam kestabilan ekonomi global. Dibalik restorika keras Washington, Beijing tampaknya  sangat tenang, dengan bahkan mengatakan tarif Trump sebagai sesuatu lelucon, Presiden Xi Jinping secara sistematis telah mempersiapkan Tiongkok untuk melanjutkan-bahkan meningkatkan- perang dagang yang dipicu Trump, mampukah Beijing bertahan? Pertama, salah satu senjata paling kuat namun kerap diabaikan yang dimiliki Tiongkok adalah dominasinya atas pasokan unsur tanah jarang dunia. Sebanyak 17 logam kritis ini sangat diperlukan dalam perangkat elektronik, kendaraan listrik, turbin angin, rudal berpemandu, hingga pesawat tempur. Saat ini, Tiongkok memproses lebih dari 90% unsur tanah jarang dunia, memberinya pengaruh luar biasa terhadap rantai pasok yang vital bagi sektor teknologi dan pertahanan AS. Pada tahun 2023 saja, 78% impor unsur tanah jarang AS berasal dari Tiongkok (USGS, 2023). Salah satu langkah pembalasan Beijing terhadap tarif 145 persen yang diterapkan Trump atas impor dari Tiongkok adalah dengan memberlakukan pembatasan ekspor terhadap sejumlah unsur tersebut- termasuk Disprosium, Gadolinium, Lutetium, Samarium, Skandium, Terbium, dan Yttrium. (Yetede)

Meredam Lonjakan Inflasi Industri Asuransi

Yuniati Turjandini 14 Apr 2025 Investor Daily (H)
OJK menilai inflasi medis masih sangat menghantui industri asuransi Indonesia. Sebab, inflasi di Indonesia relatif sangat tinggi dibandingkan dengan  negara lainnya, sehingga diperlukan regulasi. Kepala Eksekutif Pengawas Asuransi, Penjamin, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, pihaknya melakukan review terhadap ketentuan peraturan terkait dengan asuransi kesehatan beberapa periode terakhir. Ogi menilai hal ini harus dilakukan untuk mendukung asuransi kesehatan itu sendiri. Mulai dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, maupun dari pelaku usaha di sektor  kesehatan, farmasi, dan juga perusahaaan-perusahaan asuransi. OJK dalam hal ini memperkuat dari sisi regulasi, baik terkait dengan manajemen risiko maupun tata kelola itu sendiri. Dari pemetaan yang dilakukan oleh OJK, memang pada tahun 2023 rasio klaim asuransi  kesehatan mencapai 97,5%, dan menurun sedikit pada 2024 menjadi 71,2%, di luar opex yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi yang sekitar 10-15%. Sehingga, combined ratio untuk 2023 masih diatas 100% dan di 2024 sedikit di bawah 100%. Ogi juga menyebut bahwa di awal tahun ini memang terjadi penurunan rasio klaim, karena beberapa perusahaan asuransi melakukan repricing terhadap premi yang dibebankan kepada pemegang polisnya. (Yetede)

Pilihan Editor