PMN Yang Tak Lagi Jor-joran
JAKARTA,ID-Pemerintah tahun depan tak lagi jor-joran dalam mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) ke BUMN. RAPBN 2024 hanya menyediakan anggaran PMN sebesar Rp18,6 triliun atau 40,6% dari total anggaran tahun ini yang mencapai Rp45,8 trliun. Anggaran itu juga jauh di bawah proposal PMN Kementerian BUMN yang tercatat Rp57,9 triliun. Dari total PMN sebanyak Rp18,6 triliun tersebut, Rp12,5 triliun bakal disuntikkan ke BUMN PT Hutama Karya (Persero), Rp1,9 triliun ke PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF (Persero), dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero) sebesar Rp3,6 triliun. Di luar ketiga BUMN itu, pemerintah juga berencana untuk melakukan PMN nontunai ke PT Len Industri (Persero) senilai Rp0,6 triliun. "(Pembiayaan Investasi), selain untuk berbagai belanja infrastruktur seperti LMAN (Lembaga manajemen Aset Negara), juga untuk Tapera dan PMN beberapa BUMN karya yang tetap akan menjalankan fungsi pembangunan, namun kondisi kesehatan, keuangannya makin harus diperbaiki," ujar Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan paparan Nota Keuangan dan RAPBN 2024 di Jakarta, pekan lalu. (Yetede)
Sentimen Negatif Marak, Pelemahan IHSG Berlanjut
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak sideways dengen kecenderungan melemah di kisaran 6.815-6.910 pada pekan ini. Hal ini dipicu maraknya sentimen negatif, terutama dari kembali munculnya sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC terakhir, potensi kenaikan inflasi domestik, dan pelemahan tukar rupiah terhadap dolar AS. Pekan lalu, indeks melemah 0,28% ke level 6.859, dengan market cap 10.060 triliun. Tekanan jual saham-saham unggulan sangat besar, begitulah risalah pertemuan FOMC, Juli 2023. Dalam catatan itu, The Fed kembali memberikan sinyal hawkish, setelah inflasi Amerika Serikat naik menjadi 3,2 % Juli 2023, dibandingkan bulan sebelumnya. Financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menuturkan, pekan ini, ada beberapa sentimen yang bisa memengaruhi pergerakan indeks. Salah satunya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Meski inflasi Juli 2023 berada dalam target BI sebesar 3,08%, dia menyatakan, suku bunga BI7-Day Reserve Repo Rate diperkirakan tetap di level 5,75%. Suku bunga sebesar itu telah berlangsung sejak Januari 2023. (Yetede)
Agustus, Penyaluran Kredit Baru Akan Menggeliat
JAKARTA,ID-Perlambatan kredit yang terjadi pada paruh pertama 2023 tampaknya akan berakhir. Pasalnya, penyaluran kredit baru pada Agustus 2023 diperkirakan kembali menggeliat di seluruh katagori bank dan seluruh jenis kredit. Hal ini tercermin dari Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Memasuki paruh kedua tahun ini, utamanya pada Juli, memang masih terlihat perlambatan yang disebabkan korporasi akibat melakukan pelunasan kredit lebih awal. namun, memasuki Agustus 2023, permintaan kredit mulai meningkat. Adapun penyaluran kredit baru pada Juli 2023 terindikasi melambat dibanding Juni, dengan Saldo Bersih Tertimbang (STB) sebesar 45,1% lebih rendah dari Juni sebesar 81,7%. Dari katagori bank, perlambatan penyaluran kredit baru pada Juli diperkirakan terjadi pada seluruh katagori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada Juli terindikasi melambat pada seluruh jenis kredit. Faktor utamanya yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi kedepan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain. (Yetede)
Ada Dorongan untuk Evaluasi Proyek PDN
JAKARTA,ID-Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), merencanakan pembangunan empat pusat data nasional (PDN), yakni PDN di Bekasi (Jawa Barat), Batam (Kepulaun Riau), Ibu Kota Negara/IKN Nusantara (Kalimantan Timur), dan Labuan Bajo, (Nusa Tenggara Timur/NTT). Namun, ada juga dorongan untuk mengevaluasinya, terutama untuk PDN di IKN dan Labuan Bajo. Pembangunan empat PDN itu direncanakan mulai periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dan Wapres KH Ma'ruf Amin (2019-2024) yang dieksekusi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo). Pada 2020, total investasinya sempat diproyeksikan sekitar US$ 400 juta, dan diperkirakan kini terus membengkak karena ada penundaan pembangunan. Kehadirannya diharapkan bisa mengintegrasikan 2.700-an pusat data (data center) di Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah serta mewujudkan Satu Data Nasional. Integrasikan perlu dilakukan karena telah berdampak kepada pemborosan anggaran, terutama terkait opersional dan pemeliharaan. (Yetede)
Asing Kembali Confidence Investasi di SBN
JAKARTA,ID-Bank Indonesia (BI) mencatat pada periode 14 sampai 16 Agustus 2023 modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik sebesar Rp6,79 triliun. Meski demikian, investor asing dinilai masih confidence untuk investasi di Surat Berharga Negara (SBN). Kondisi capital outflow diyakini karena gejolak perekonomian global yang terjadi khususnya dampak dari perekonomian di Amerika Serikat. Namun, capital outflow terjadi masih dalam magnitude terbatas. Berdasarkan data transaksi 14-16 Agustus 2023, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 6,79 triliun terdiri atas jual neto Rp3,65 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp 3,14 triliun di pasar saham. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto mengungkapkan, net outflow baik di pasar SBN mau pun pasar saham masih dalam nilai yang terbatas. Hal ini diperkirakan belum akan berdampak besar terhadap perekonomian domestik. "Dengan melihat bahwa net outflow asing dari pasar BSN relatif (sampai saat ini) masih terbatas besarnya. Sebetulnya kami melihat investor asing masih confidence untuk investasi di SBN. Mudah-mudahan kondisi ini bersifat koreksi temporer, tentu kami akan terus mencermati hal ini," ungkap Edi kepada Investor Daily, Minggu (20/8/2023). (Yetede)
Sinarmas MSIG Life Perkenalkan Smile Medika Ultimax
Tantangan masyarakat makin bertambah, termasuk dalam menjaga kesejahteraan keluarga mereka. Saat ini biaya kesehatan di Indonesia telah meningkat sebesar 13 persen. Nilai kenaikan ini lebih tinggi dibanding negara lain di Asia yang rata-rata hanya 11 persen. “Oleh karenanya, kami mengenalkan SMiLe Medika Ultimax (SMUAX) dengan beragam keunggulan agar keluarga bisa tenang meski ada yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Lukman Auliadi, Head of Customer and Marketing PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life).
Menurut Lukman, SMUAX hadir dengan biaya polis yang lebih ringan dan menjadi solusi yang dapat melindungi di berbagai situasi. Inovasi ini sejalan dengan misi Perusahaan untuk berkontribusi mengembangkan dan menjaga masa depan masyarakat yang dinamis guna melindungi dan memberi ketenangan pikiran, sebagai wujud komitmen menjadi Trusted Partner for Life bagi masyarakat. Solusi perlindungan dari asuransi kesehatan SMiLe Medika Ultimax (SMUAX) memungkinkan masyarakat untuk bisa mendapatkan manfaat penggantian biaya perawatan rumah sakit yang lengkap sesuai tagihan dengan area perlindungan baik di Indonesia maupun luar negeri, sesuai dari plan yang dipilih. (Yetede)
Tanda Bahaya Pelemahan Ekonomi Cina
JAKARTA — Efek pelemahan ekonomi Cina mulai merambat ke perekonomian Indonesia. Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengatakan bahwa pelaku usaha mulai mengalami keresahan yang diawali dengan terjadinya gangguan suplai bahan baku untuk kebutuhan industri manufaktur dengan tujuan ekspor.
“Ini khususnya terjadi di industri tekstil di mana perusahaan-perusahaan pemasok dari Cina mengalami masalah keuangan, sehingga kami harus mencari alternatif penggantinya,” kata dia kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Bahan baku yang dimaksudkan antara lain kain jadi, sehingga eksportir harus melakukan penyesuaian kepada konsumen. “Akhirnya mencari pemasok pengganti yang sudah disetujui oleh branded buyer dari negara pengimpor.”
Menurut Benny, kendala rantai pasok berkepanjangan berpotensi terjadi karena sebagian besar bahan baku manufaktur untuk tujuan ekspor maupun domestik bergantung pada Cina. Selain sebagai tujuan ekspor utama, di sisi lain, Cina memang merupakan negara asal impor terbesar bagi Indonesia. “Sehingga apa yang terjadi di Cina pasti berpengaruh pada perdagangan Indonesia maupun global,” ujarnya. (Yetede)
Alarm Penurunan Penjualan Hunian
JAKARTA – Kinerja moncer para pengembang properti dianggap belum menjadi jaminan pertumbuhan bisnis hunian hingga akhir tahun ini. Tren penjualan residensial di pasar primer masih melemah secara tahunan. Pada kuartal kedua tahun ini, penjualan produk tersebut menurun 12,30 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), begitupun pada kuartal pertama yang terkontraksi 8,26 persen.
“Kinerja marketing sales sebagian besar emiten properti diperkirakan cenderung menurun,” ucap ekonom dari PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut Josua, penjualan rumah tipe kecil dan tipe menengah masing-masing tertekan sebesar 15,81 persen dan 15,17 persen secara tahunan pada triwulan kedua 2023. Adapun penjualan segmen rumah besar tumbuh 15,11 persen, itu pun setelah sempat turun 6,82 persen year-on-year pada kuartal pertama tahun ini. Tingginya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu hambatan utama penjualan hunian primer. “Belum lagi proporsi uang muka dalam pengajuan KPR juga tinggi.”
Walau penjualan tertahan, dia meneruskan, volume KPR rumah tapak sebenarnya tumbuh 10,82 persen secara tahunan pada Juni 2023, unggul dari angka pertumbuhan pada 2022 yang berkisar 7,82 persen. Masalahnya, kredit macet (NPL) kredit pemilikan rumah tapak juga naik hingga 2,51 persen selama paruh pertama tahun ini.
Kinerja mengkilap bisnis properti belakangan ini terusik oleh kabar tumbangnya Evergrande, entitas pengembang asal Cina yang mengelola lebih dari 1.300 proyek real estate. Grup usaha asal Shenzhen, Cina, yang memiliki delapan entitas itu tercatat berutang hingga US$ 340 miliar atau lebih dari Rp 4.400 triliun. Evergrande diketahui sudah menjual saham dengan diskon besar-besaran sejak November 2021. Efisiensi itu disusul dengan penutupan lebih dari 30 bangunan akomodasi mereka sepanjang 2022. (Yetede)
Getol Cari Pasar Ekspor Alternatif
JAKARTA — Pelemahan perekonomian Cina membuat pelaku usaha harus memutar otak mencari pasar ekspor alternatif. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, berujar, upaya pencarian pasar baru terus dilakukan dari kawasan Asia Selatan, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika. Meski demikian, menurut dia, hasil perdagangan yang dilakukan belum signifikan jika dibandingkan dengan hasil perdagangan dengan negara mitra tujuan ekspor utama, khususnya Cina.
“Situasi saat ini cukup berat karena krisis yang terjadi sebenarnya multidimensi, krisis global, semua ikut memikul dampaknya. Kami mencoba buka pasar baru, tapi hasilnya belum seberapa,” ujar Toto kepada Tempo, kemarin, 20 Agustus 2023. Menurut dia, ada sejumlah faktor yang menyebabkan diversifikasi pasar tidak semudah yang dibayangkan. Pertama, terkait dengan biaya logistik yang relatif lebih mahal dan menimbulkan beban biaya tambahan bagi pelaku usaha. “Syarat produk suatu negara bisa menguasai negara lain itu kalau bisa menguasai logistiknya.” Biaya logistik yang dimaksudkan tak hanya untuk angkutan laut, tapi juga udara dan darat.
Di satu sisi, kondisi psikologis konsumen di berbagai negara dunia cenderung dalam kondisi menunggu dan memilih menahan belanja. Terlebih, tingkat inflasi secara global terkerek naik. “Jadi, daya beli ikut merosot di tengah situasi krisis ini sehingga benar-benar sulit bagi produk kita untuk bisa bersaing dan berekspansi.” (Yetede)
Presiden: Kuasai Kemajuan Iptek
Presiden Jokowi menyebut anak muda generasi Y dan Z di Indonesia adalah generasi unggul karena lahir di era digital. Maka, generasi muda harus terus menyiapkan diri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang cepat, sekaligus tetap memiliki moral dan budi pekerti yang baik. Presiden menyampaikan hal itu saat membuka Muktamar XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Gedung Serbaguna Sumut, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu(19/8). ”Saya harap pelajar Muhammadiyah menjadi teladan, generasi muda Muslim yang berkemajuan, penguasaan ipteknya hebat, sekaligus memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, dunia sedang dilanda disrupsi teknologi, terutama digital. Oleh karena itu, sekarang adalah zamannya generasi Y (kelahiran 1981-1996) dan generasi Z (kelahiran 1997-2012). ”Apa-apa serba digital. Mau lihat menu di restoran, (pakai) digital lewat QR code. Mau belanja juga digital, lewat market place. Mau pesan kendaraan juga lewat digital, lewat aplikasi,” katanya. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga berkembang pesat dan diperkaya generative AI. Ia mencontohkan aplikasi ChatGPT, yang akrab digunakan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah, jurnal, serta membantu menyusun tugas akhir dan skripsi di peguruan tinggi. Presiden berpesan agar generasi muda tetap memiliki moral, budi pekerti, dan mental yang hebat. ”Buat saya, itulah sosok pelajar Muhammadiyah idaman,” katanya. (Yoga)









