Sentimen Negatif Marak, Pelemahan IHSG Berlanjut
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bergerak sideways dengen kecenderungan melemah di kisaran 6.815-6.910 pada pekan ini. Hal ini dipicu maraknya sentimen negatif, terutama dari kembali munculnya sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC terakhir, potensi kenaikan inflasi domestik, dan pelemahan tukar rupiah terhadap dolar AS. Pekan lalu, indeks melemah 0,28% ke level 6.859, dengan market cap 10.060 triliun. Tekanan jual saham-saham unggulan sangat besar, begitulah risalah pertemuan FOMC, Juli 2023. Dalam catatan itu, The Fed kembali memberikan sinyal hawkish, setelah inflasi Amerika Serikat naik menjadi 3,2 % Juli 2023, dibandingkan bulan sebelumnya. Financial expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih menuturkan, pekan ini, ada beberapa sentimen yang bisa memengaruhi pergerakan indeks. Salah satunya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Meski inflasi Juli 2023 berada dalam target BI sebesar 3,08%, dia menyatakan, suku bunga BI7-Day Reserve Repo Rate diperkirakan tetap di level 5,75%. Suku bunga sebesar itu telah berlangsung sejak Januari 2023. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023