;

ASEAN Diajak Memperkuat Perdagangan Dengan China

Yoga 17 Apr 2025 Kompas (H)

Malaysia menyambut meriah kunjungan Presiden China Xi Jinping. China mengajak Malaysia dan negara anggota ASEAN lainnya melawan upaya pelemahan sistem global. Xi disambut secara resmi Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung XVII Sultan Ibrahim, Rabu (16/4) di Istana Negara Malaysia di Kuala Lumpur. Kekuatan hubungan Malaysia-China, tergambar di neraca perdagangan kedua negara. China menjadi mitra dagang teratas Malaysia. Dari China, Malaysia mengakumulasi surplus 147 miliar USD pada 2015-2024. Dari tiga negara ASEAN yang disambangi Xi dalam lawatan ini, cuma Malaysia yang selalu surplus dengan China. Pada lawatan kali ini, Xi mengunjungi Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. ASEAN merupakan salah satu sumber surplus China. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar USD. Di periode sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023.

Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 % perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Jubir GAC, Lu Daliang pada harian Global Times, menyebutkan, 90,1 % komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Konektivitas pembangunan infrastruktur antara China dan negara-negara ASEAN yang terus berkembang membuka jalan bagi pertukaran perdagangan yang lebih lancar sehingga meningkatkan hubungan ekonomi. Ia juga mencatat perundingan untuk Kawasan Perdagangan Bebas (FTA) China-ASEAN Versi 3.0 telah diselesaikan secara substantif. ”Kedua pihak akan memperluas kerja sama saling menguntungkan dalam industri yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital dan hijau, serta konektitivitas rantai pasokan sekaligus meningkatkan integrasi di bidang standar dan peraturan,” kata Lu.

Meski sudah surplus 1 triliun USD, China masih mengajak ASEAN menjalin hubungan ekonomi lebih dekat. Pesan itu dibawa Xi dalam rangkaian lawatan ke Asia Tenggara kali ini. ”Kita harus menjunjung sistem perdagangan multilateral, menjaga rantai pasok dan industri global stabil, serta menjaga keterbukaan dan kerja sama internasional,” tulis Xi. China akan bekerja sama dengan Malaysia dan anggota lain ASEAN melawan upaya pelemahan sistem global. Kerja sama juga untuk menolak proteksionisme dan unilateralisme. Perdagangan bebas memang menjadi salah satu pesan Xi dalam lawatan ini. Ia menampilkan negaranya sebagai entitas stabil, bisa dipercaya, dan punya kepastian. (Yoga)


Belum Optimalnya Pemanfaatan Pangan Lokal

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Indonesia mempunyai keberagaman pangan lokal melimpah, namun belum dimanfaatkan optimal. Alhasil, ketergantungan terhadap bahan pangan impor membuat ketahanan pangan negara ini kian rapuh. Pola konsumsi pangan di Tanah Air semakin seragam, yaitu beras dan terigu. Padahal, sumber pangan lokal yang beragam sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Gerakan kembali ke pangan lokal tak cukup hanya sebatas jargon atau kampanye, tetapi mesti didukung kebijakan yang konkret untuk mewujudkannya. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal mengatakan, pangan lokal semestinya menjadi basis pemenuhan kebutuhan makanan.

Sumber makanan lain tidak dilarang, tetapi jangan mendominasi. Hal ini diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sebab, pangan lokal berasal dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar sehingga mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. ”Kekayaan pangan Nusantara memang belum optimal dimanfaatkan. Tantangannya banyak sekali, yang pertama soal mindset (pola pikir),” ujarnya dalam diskusi ”Dialog Kebijakan Percepatan Penganeka ragaman Pangan: Kolaborasi Program untuk Penguatan Sistem Pangan Nasional Berbasis Pangan dan Kearifan Lokal” yang digelar Koalisi Pangan BAIK, di Jakarta, Rabu (16/4).

Banyak yang menganggap belum makan jika belum mengonsumsi nasi. Selain itu, sebagian orang di desa sungkan menyajikan pangan lokal, seperti singkong dan pisang, kepada tamu. Tidak sedikit yang justru menawarkan makanan ultra-olahan, salah satunya biskuit. Pola pikir ini mesti diubah. Sebab, pangan lokal bukan sekadar makanan, melainkan warisan leluhur yang sarat nilai-nilai sejarah dan budaya. Menurut Rinna, dibutuhkan berbagai strategi untuk menciptakan pasar pangan lokal. Tanpa ada kepastian hasil panen diserap pasar, masyarakat akan ragu untuk menanam dan membudidayakannya. (Yoga)


Perbankan Gaet Dana Murah dalam menghadapi Kondisi yang Kian Menantang

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Industri perbankan berupaya menarik dana murah dari masyarakat, melalui promo dan digitalisasi. Kualitas aset turut dijaga sebagai antisipasi menghadapi tantangan pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Corina Leyla Karnalie mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) BNI utamanya didominasi dana murah (current account saving account/CASA) yang mampu menurunkan biaya dana (cost of fund) perseroan.

Per Desember 2024, dana murah BNI tercatat Rp 563,3 triliun atau 69,9 % dari total DPK, ditopang pertumbuhan dana rekening tabungan (saving account) nasabah sebesar 11 % secara tahunan. ”Tahun ini (2025), target kita itu cukup challenging. Tabungan ditargetkan tumbuh 16,7 % secara tahunan. Kami optimis, karena itu, kami menyiapkan banyak program,” katanya di Jakarta, Rabu (16/4). Untuk mencapai target tersebut, beberapa promosi dan kampanye pun dilakukan, salah satunya dengan mengadakan program Undian Rejeki wondr BNI yang berlangsung selama April 2025-31 Januari 2026.

Program ini adalah strategi perseroan untuk akuisisi, penetrasi, serta peningkatan transaksi dengan mengandalkan aplikasi wondr. Kehadiran wondr by BNI dapat menjadi inovasi signifikan bagi perbankan. Selain memudahkan akses perbankan, aplikasi tersebut juga bisa mendorong peningkatan jumlah pengguna, volume transaksi, serta pertumbuhan DPK dari produk tabungan. Per Februari 2025, DPK BNI tercatat Rp 775 triliun atau tumbuh 1 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, dana murah yang dihimpun mencapai Rp 550 triliun atau 70,9 % dari total DPK.  (Yoga)


Optimisme di Expo Osaka untuk Indonesia

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

”Thriving in Harmony, Nature, Culture, Future”, adalah tema Paviliun Indonesia, turunan dari tema World Expo 2025 Osaka, yakni ”Designing Future Society for Our Lives”, yang mengusung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ”Modal Indonesia dalam menyongsong masa depan adalah kekayaan alam kita, dan keragaman kultur. Kita optimistis dengan masa depan. Kita tidak mengutamakan teknologi saja, tetapi juga kearifan nilai-nilai dan kekayaan alam kita,” kata Tantowi Yahya, Jubir dan Kurator Paviliun Indonesia, kepada pengunjung yang hadir, Selasa (15/4). Kekuatan budaya atau tradisi disajikan dalam bentuk pameran foto wajah-wajah masyarakat Indonesia dari beragam suku dan budaya. Demikian juga perkakas ataupun kain tenun dan batik dari banyak daerah Nusantara.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Rachmat Gobel mengharapkan Indonesia optimal memanfaatkan World Expo di Osaka untuk berpromosi di tengah persaingan dagang dunia yang sangat ketat. ”Ini kesempatan mempromosikan filosofi dan budaya Indonesia serta menunjukkan keunggulan dari tiap daerah. Apalagi, ini pemerintahan baru, ini kesempatan terbaik,” kata Gobel. Sebagai anggota DPR RI, Gobel melihat masih banyak PR yang harus diselesaikan Indonesia untuk berkompetisi dengan negara-negara lain di tengah persaingan yang sangat ketat saat ini. Namun, dia mengingatkan, Indonesia memiliki pasar yang besar. Indonesia juga memiliki alam yang kaya, rakyat yang bersatu, dan budayanya yang unggul. (Yoga)


Ikhtiar Malang Meretas Mimpi Swasembada Garam dengan Teknologi ”Tunnel”

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Menambang garam melalui lorong-lorong plastik dengan bahan baku air dari Samudra Indonesia dapat juga menghasilkan garam dengan kualitas bagus. Di sisi timur Pantai Modangan, Kabupaten Malang, Jatim, bangunan berbentuk setengah silinder memanjang berwarna putih, berderet di sisi barat perbukitan. Bangunan-bangunan dari bahan plastik dengan rangka paralon itu merupakan tempat pembuatan garam dengan metode greenhouse salt tunnel (GST) atau lorong/terowongan. Air dari pantai berombak tinggi itu disedot melalui pipa ke tandon sebelum akhirnya dialirkan ke terowongan-terowongan yang ada. Total ada 30 terowongan dengan dua ukuran berbeda di tempat itu. Masing-masing berukuran 15 x 4 meter sebanyak 20 buah dan 21 x 4 meter sebanyak 10 buah. Sebagian terowongan telah terisi kristal garam setengah jadi hingga siap panen.

Berbeda dengan pembuatan garam umumnya, di sini tak mengenal musim. Saat puncak musim hujan pun, aktivitas kristalisasi garam tetap berlangsung. ”Ombak di sini besar. Air laut dari bawah tebing (sisi timur Pantai Modangan) sejauh 500 meter dialirkan menggunakan pompa. Airnya bersih, tidak bercampur pasir,” ujar Ketua Kelompok Usaha Garam Sumberoto Makmur Sejahtera, Edi Santoso (51), Selasa (15/4). Bersama nelayan lain, setengah tahun terakhir ini Edi mengelola GST itu. Tak ada perbedaan kandungan garam di Samudra Indonesia antara musim kemarau dan musim hujan. Rata-rata kadar salinitasnya 3-4 %. Produksi garam di tempat itu ditargetkan di atas 60 ton setahun. Di Kabupaten Malang, pembuatan garam dengan sistem terowongan tak hanya ada di Modangan. Ada pula di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, dan Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, serta pantai perawan di Desa Sidoasri.

Lokasi pembuatan garam di Bajulmati menjadi pionir metode ini di Malang. Ada 12 terowongan yang dibangun di tempat itu pada 2021 dengan ukuran masing-masing 21 x 4 m. Pada 2022 jumlah produksi garam dari Bajulmati mencapai 2,8 ton dan naik menjadi 10 ton pada 2023. Pada 2024, produksinya turun lantaran terkendala jarak antara lokasi terowongan dan air laut cukup jauh. Sayangnya, produksi garam yang dihasilkan di Malang masih menyasar pasar lokal. Pemkab Malang berharap ada perlindungan dari pemerintah bagi pelaku usaha garam pemula yang memproduksi barang dengan kualitas baik, misalnya dengan mencarikan pasar khusus. Selama ini regulasi yang mengatur hal itu belum ada. ”Pernah laku Rp 5.000 per kg, pernah dibeli Rp 2.500 per kg juga yang hasil dari Bajulmati karena pangsa pasarnya bukan pangsa pasar mencari garam yang berkualitas,” kata Kadis Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring. (Yoga)


Perburuan Rente di Balik Tumpukan Sampah Tangsel

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Akibat laku culas pejabat, pengelolaan sampah di Kota Tangsel, Banten, menjadi amburadul. Proyek itu dijadikan ajang mencari rente oleh pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Kepala (DLH) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan sampah yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Ia ditangkap penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Banten pada Selasa (15/4). Penahanan Wahyunoto menyusul penahanan Dirut PT Ella Pratama Perkasa, Syukron Yuliadi Mufti, yang menjadi tersangka sehari sebelumnya. Keduanya diduga terlibat korupsi kegiatan jasa layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah tahun 2024.

Adapun nilai kontraknya Rp 75,94 miliar, terdiri atas Rp 50,72 miliar untuk pengangkutan dan Rp 25,21 miliar untuk pengelolaan sampah. Kejaksaan mengungkap bahwa PT Ella Pratama Perkasa tidak memiliki fasilitas, kapasitas, dan kompetensi dalam pengelolaan sampah. Justru terjadi rekayasa tender antara Wahyunoto dan Syukron. Mereka memanipulasi dokumen Klasifikasi Baku Lapangan Usaha perusahaan dan membentuk subkontraktor fiktif, yakni CV Bank Sampah Induk Rumpintama yang dimiliki Agus Syamsudin. Bahkan, direktur operasionalnya adalah penjaga kebun pribadi Wahyunoto, yaitu Sulaeman.  

Kades Cibodas, Rumpin, Mad Harun, Rabu (16/4) mengatakan, tanah yang digunakan Wahyunoto untuk pengolahan sampah merupakan lahan pribadinya seluas 5.000 meter persegi di RT 004 RW 001 Kampung Paranje, Desa Cibodas, Kabupaten Bogor. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie prihatin dengan dugaan korupsi yang terjadi. Ia meminta semua pihak mengikuti proses hukum dan kooperatif. Selanjutnya, ia akan menunjuk Plt Kadis agar kegiatan berjalan normal, terutama pengelolaan sampah. Dari tahun ke tahun, pengelolaan sampah di Tangsel tidak kunjung membaik. Masalah belum selesai, malah dijadikan ajang memburu rente. (Yoga)


Tersedia 1.652 Lowongan Tenaga PPSU untuk Warga Jakarta

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Pembukaan lowongan untuk 1.652 petugas penanganan prasarana dan sarana umum atau PPSU tingkat kelurahan di DKI Jakarta memberikan harapan baru bagi warga untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Proses seleksi yang adil dan transparan diharapkan membuka peluang lebih banyak warga untuk terlibat dalam pembangunan kota yang lebih baik. Salah satu warga yang antusias adalah Supardi (42), warga Jaksel. Meski usianya sudah 42 tahun, ia masih harus berjuang mencari pekerjaan yang layak. ”Saya merasa sangat beruntung karena ada peluang kerja yang terbuka bagi warga dengan pendidikan minimal SD. Selama ini sulit mencari pekerjaan yang tak membutuhkan kualifikasi tinggi, jadi ini kesempatan emas bagi saya dan keluarga,” ujar Supardi, Rabu (16/4).

Beberapa tahun terakhir, ia mengandalkan pekerjaan serabutan, dari menjadi tukang ojek hingga cleaning service. Namun, pendapatan yang ia terima sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Rekrutmen ini juga menarik perhatian anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan tetap. Salah satunya Riza Abdillah (20), lulusan SMA, yang berencana melamar untuk menjadi petugas PPSU. ”Saya berharap proses seleksi berjalan lancar dan adil, tanpa diskriminasi. Semoga semua calon pelamar mendapat kesempatan yang sama,” kata Riza. Pemprov DKI Jakarta memastikan transparansi dalam perekrutan 1.652 petugas PPSU tingkat kelurahan pada akhir April 2025. (Yoga)


Saatnya Indonesia Lebih Serius Berbenah

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Penetapan kebijakan tarif resiprokal oleh pemerintah AS menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih serius berbenah, memperbaiki segala kelemahan mendasar perekonomian seperti daya  saing industri dan daya beli masyarakat. Dua hal ini dinilai menjadi kunci bagi Indonesia agar bisa memanfaatkan peluang yang tersisa di tengah tekanan global yang sering muncul, seperti tensi perang dagang saat ini, serta membangun perekonomian yang mampu berdiri di atas kekuatan kaki sendiri. Oleh karena itu selain ikhtiar diplomasi untuk negosiasi kebijakan tarif resiprokal AS, langkah perbaikan struktural harus terus dilakukan, seperti mendongkrak daya saing industri. Apalagi, kondisi global yang penuh ketidakpastian seperti yang dipicu oleh tarif resiprokal AS, tak hanya menjadi tantangan, tapi juga dapat  membuka peluang baru, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Peneliti Senior Institute for Startegic and Development Studies (ISDS) M Aminudin yang akrab disapa Gus Amin mengatakan, untuk meningkatkan daya saing industri, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. "Pertama, meningkatkan kualitas SDM agar produktivitas dan efisiensi industri dalam negeri terdongkrak, sehingga dapat bersaing dengan industri luar negeri," kata Gus Amin.  Kedua, lanjut dia, mengembangkan teknologi dan inovasi. Hanya dengan itu, industri dalam negeri dapat  meningkatkan kualitas produk dan jasa. Ketiga, meningkatkan kualitas dan dukungan infrastruktur, seperti infrastruktur transportasi dan logistik. (Yetede)

Meninggalkan Kurikulum Merdeka dan Kembali ke Sistem Penjurusan

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Dukungan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknasmen) yang meninggalkan Kurikulum Merdeka dan kembali ke sistem penjurusan terus mengalir, mulai dari persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI), praktisi pendidikan, hingga para guru. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa menyusun mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat tanpa terikat jurusan. Kurikulum Merdeka dinilai memberikan keleluasaan, namun dalam konteks seleksi masuk perguruan tinggi,  dibutuhkan pendekatan yang lebih standar.  Kurikulum ini menuai kritik, lantaran membuat siswa tidak fokus. Alhasil, pemerintah memutuskan mengembalikan sistem penjurusan IPA,IPS, dan bahasa di sekolah menengah atas (SMA) pada tahun ajaran 2025/2026. Sistem penjuruan dinilai bisa memperkuat komptensi siswa SMA untuk menuju perguruan tinggi. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyatakan, sistem penjurusan sangat penting agar siswa dapat memperdalan ilmu sesuai minat dan bakat masing-masing. Dia menilai pembelajaran tanpa penjurusan justru dapat membuat siswa kehilangan fokus. "Harapan agar siswa menguasai ilmu memang baik, tetapi jika mereka tidak siap, justru tidak mendapatkan pemahaman mendalam. Dengan adanya penjuruan IPA,IPS, dan bahasa, siswa bisa menjadi ahli di bidang yang diminatinya," ujar Unafah. 

Bank Bersaing Tekan Biaya Dana Murah

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Perbankan terus mendorong penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) di tengah tren pengetatan likuiditas yang masih terjadi saat ini. Sejumlah jurus dilakukan bank guna menjaring dana murah untuk menekan biaya. Seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang kembali menghadirkan program Undian Rezeki Wondr BNI  sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia dan menjaring nasabah baru. Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, program undian ini berlangsung sejak April 2025 hingga 31 Januari 2026 dan terbuka bagi nasabah BNI di seluruh Indonesia. Nasabah dapat mengumpulkan kupon undian selama periode program melalui aktivitas perbankan seperti pembukaan rekening, aktivasi Wondr, peningkatan saldo tabungan, serta transaksi finansial melalui aplikasi Wondr by BNI. "Kalau kuartal 1 ini tabungan kami tumbuhnya 4,5% (yoy) dan menurut saya target tabungan BNI tumbuh 16,7% (yoy) hingga akhir tahun ini adaah sesuatu yang achievable," tutur Corina. Adapun, per Februari 2025, tabungan BNI tercatat 2025, sebesar Rp251,1 triliun, tumbuh 9,91% (yoy) menjadi Rp298,62 triliun, dan deposito yang dihimpun senilai Rp 225,2 triliun, turun 2,65% (yoy). Sehingga, total dana pihak ketiga (DPK) BNI sebesar Rp774,92 triliun, naik 1,03% (yoy). Ahasil, porsi CASA BNI dibandingkan total DPK sebesar 70,94%. (Yetede)

Pilihan Editor