Korupsi Kawasan Gerbang Rumah Dinas
Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kawasan gerbang rumah dinas Bupati Lampung Timur, Lampung, tahun anggaran 2022 menyeret mantan Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo. Dalam kasus yang merugikan negara Rp 3,8 miliar, Dawam diduga menitipkan perusahaan pemenang tender. Kasus itu diselidiki Kejaksaan Tinggi Lampung sejak November 2024. Kejati Lampung mengeluarkan SP Penyidikan Kepala Kejati Lampung No Print-10/L.8/Fd.2/11/2024 pada 11 November 2024. Pada 9 Januari 2025, Kejati Lampung menggeledah rumah Dawam dan Kantor Bupati Lampung Timur serta Dinas PU dan Penataan Ruang Lampung Timur. Tim penyidik menyita dokumen terkait pembangunan kawasan gerbang rumah jabatan Bupati Lampung Timur. Penyidik juga menyita sebuah mobil, sertifikat tanah, emas, tas bermerek, dan jam tangan yang diduga dibeli dari hasil korupsi.
Sejumlah uang, buku tabungan, telepon genggam, dan kartu identitas tersangka juga disita. Kejati Lampung memeriksa puluhan saksi, akhirnya menetapkan Dawam sebagai tersangka. Kejati Lampung juga menetapkan tersangka lain, yakni AC alias AGS, direktur perusahaan pelaksana tender proyek dan SS alias SWN. direktur perusahaan konsultan pengawas perencanaan proyek. Kasus dugaan korupsi ini berawal saat Pemkab Lampung Timur berencana membangun kawasan gerbang rumah dinas jabatan bupati pada 2021. Dawam, yang menjabat bupati, memerintahkan Kepala Satker Perangkat Daerah Lampung Timur berinisial M membuat rencana proyek pembangunan pada tahun anggaran 2022. ”Awalnya karena terinspirasi dengan patung ikon tugu di salah satu kabupaten di Provinsi Lampung,” kata Asisten Pidsus Kejati Lampung, Armen Wijaya, Kamis (17/4) di Bandar Lampung.
Setelah masuk pagu anggaran, proyek pembangunan kawasan gerbang rumah dinas bupati mulai berjalan. Perencanaan dikerjakan tersangka SWN dengan meminjam nama perusahaan dan menggunakan gambar yang pernah dibuat oleh seniman asal Bali. Dawam selaku pejabat pembuat komitmen membuat kerangka acuan seolah-olah proyek itu merupakan pekerjaan konstruksi. Padahal, proyek itu termasuk pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus seniman. Selain itu, Dawam juga diduga menitipkan perusahaan milik tersangka AGS yang akhirnya memenangi tender proyek tersebut. Dalam pengerjaannya, penyidik Kejati Lampung menemukan dugaan korupsi pada proyek pembangunan senilai Rp 6,8 miliar tersebut. ”Perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 3,8 miliar,” ungkap Armen. (Yoga)
Petani Lebih Tenang karena Pupuk Bersubsidi Tersedia Cepat
Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra sayur dan buah terkemuka di Indonesia. BPS Kabupaten Malang menyebutkan, tanaman sayur dan buah semusim dengan produksi terbanyak di Kabupaten Malang tahun 2023 adalah kubis. Produksinya mencapai 109.500 ton, disusul cabai rawit (88.900 ton), bawang merah (52.300 ton), terung (50.900 ton), dan tomat (47.400 ton). Faktor penentu produksi sayur dan buah, selain ketersediaan pupuk dan sarana prasarana, juga kondisi cuaca yang mendukung. Kebijakan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memangkas rantai birokrasi pupuk bersubsidi kini dinikmati petani. Mereka bisa mendapat pupuk bersubsidi pada awal tahun 2025 tepat saat musim tanam dimulai. Di Kabupaten Malang, jumlah petani mendapatkan pupuk bersubsidi pada tahun 2025 sebanyak 110.446 petani, dengan total luas lahan rencana tanam 127.718 hektar (ha).
Jumlah pupuk urea diusulkan 23.653,9 ton, NPK 60.759 ton, dan pupuk organik 3.150 ton. Biasanya realisasi pupuk urea disetujui 84 % dan NPK 59 %. Dengan tersedianya pupuk bersubsidi lebih cepat, petani lebih tenang dalam menanam sayur mayur. ”Kalau cuaca dan tanaman sedang bagus, dari 2.500 batang tanaman cabai bisa menghasilkan 1,5 kuintal. Namun, pada musim tanam ini, bisa dibilang gagal panen. Sebab, cabai sebelum panen sudah layu kena hama penyakit. Jadi, tidak panen sama sekali, hanya diambil sedikit pas masih hijau,” kata Lilik (40), petani cabai rawit dari Desa Codo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Januari 2025. Wajak merupakan salah satu sentra tanaman hortikultura di Malang. Memang cuaca kali ini tidak baik sehingga gagal panen,” kata perempuan petani yang juga pemilik kios pupuk tersebut. Usia tanaman cabai 95 hari, membutuhkan pupuk 10 hari sekali 5-10 kg setiap pemupukan.
Account Executive PT Pupuk Indonesia Wilayah Malang, Andi Susianto menjelaskan, cepatnya proses penyaluran pupuk bersubsidi mulai tahun ini, karena pemerintah telah memangkas jalur birokrasi penyaluran yang panjang. ”Sebelumnya, usulan itu harus melalui Kemendagri, turun menjadi SK Pemprov dan SK pemkab. Dengan demikian, pupuk bersubsidi baru disalurkan Maret tahun berikutnya. Tapi, tahun ini berbeda karena SK alokasi pupuk langsung di bawah Kementan, sehingga turun langsung SK alokasi dinas pertanian provinsi dan SK alokasi dinas pertanian kabupaten/kota sehingga prosesnya bisa cepat. Jadi, memangkas rantai birokrasi cukup banyak, tidak perlu lewat SK Gubernur dan bupati sehingga pupuk lebih cepat tersalurkan ke petani,” katanya. (Yoga)
Siasat Petani Karo di Antara Harga Pupuk dan Sayur
Pembelian pupuk menjadi belanja terbesar petani hortikultura. Hampir semua tanaman hortikultura tidak mendapat pupuk bersubsidi, kecuali cabai, bawang merah, dan bawang putih. Para petani harus pandai bersiasat di tengah harga pupuk nonsubsidi yang mahal dan fluktuasi harga panen. Tamson Ginting (50) lega ketika mengetahui harga kentang di Pasar Sayur-Mayur Roga, Kabupaten Karo, Sumut, Selasa (14/1), masih Rp 9.000 per kg. Petani dari Desa Sada Perarih, itu masih mendapat untung dari penjualan 700 kg kentang yang baru dia panen. ”Kalau harga sayur petani masih bagus, kami enggak terlalu pikirkan harga pupuk yang mahal. Tapi, kalau harga panen anjlok, kami pusing bagaimana harus membeli pupuk yang semakin lama semakin mahal,” kata Tamson.
Sehari sebelumnya, Tamson sudah menjual 2,5 ton kentang dengan harga Rp 11.000 per kg. ”Untung saja kemarin sebagian besar kentang sudah saya jual. Seandainya saya jual dengan harga hari ini, keuntungan saya berkurang Rp 5 juta. Itu sangat lumayan untuk menambah pembelian pupuk,” kata Tamson. Petani hortikultura memang harus bersiasat di tengah tingginya harga pupuk. Tamson biasanya menanam 12.000 pokok kentang di lahan seluas 5.000 meter persegi atau setengah hektar. Untuk pupuk, dia harus menyiapkan uang Rp 15 juta, pestisida Rp 15.000, dan biaya tenaga kerja Rp 20 juta. Dia harus menyiapkan dana segar Rp 50 juta setiap musim tanam kentang yang berlangsung selama tiga bulan. Pembelian pupuk harus disiasati agar biaya tak membengkak karena kentang tidak mendapat pupuk bersubsidi pemerintah.
Tamson harus menyediakan beberapa jenis pupuk, antara lain pupuk ZA (amonium sulfat), NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium), kalium butir, NPS (nitrogen, fosfat, sulfur), dan TSP (pupuk fosfor tinggi). Berdasarkan perhitungan Tamson, harga pupuk setelah dicampur sesuai perbandingan berkisar Rp 15.000 per kg. Harga itu jauh lebih mahal daripada pupuk bersubsidi, seperti NPK yang harga eceran tertingginya Rp 2.300 per kg. ”Penerima pupuk bersubsidi sangat beruntung. Setiap membeli 1 zak (50 kg) pupuk, mereka mendapat bantuan Rp 600.000. Saya biasa beli 20 zak pupuk setiap musim tanam. Seandainya itu pupuk bersubsidi, saya dapat Rp 12 juta setiap musim tanam,” kata Tamson. (Yoga)
Ada Harapan dari Kompromi Soal Tarif
Perundingan dagang Indonesia-Amerika Serikat (AS) memasuki fase lanjutan dengan harapan tercapainya kesepakatan sebelum batas waktu 90 hari penundaan tarif dari Presiden Donald Trump berakhir pada awal Juli. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kerangka acuan telah disepakati bersama pihak USTR dan US Secretary of Commerce, dengan target penyelesaian dalam 60 hari.
Airlangga menekankan pentingnya penghapusan tarif tinggi atas 20 produk unggulan ekspor Indonesia seperti garmen, alas kaki, dan udang, agar setara atau lebih rendah dari negara pesaing. Dukungan juga datang dari pelaku usaha seperti Hariyadi Sukamdani dan Shinta Kamdani dari Apindo yang mendorong kehati-hatian dalam negosiasi, sekaligus penguatan mekanisme perlindungan pasar domestik seperti antidumping dan safeguard measures.
Sementara itu, peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menekankan pentingnya kebijakan domestik yang adaptif serta percepatan diversifikasi pasar ekspor, mengingat tingginya ketergantungan pada AS. Untuk mengurangi risiko, pemerintah juga sedang mempercepat negosiasi dagang dengan Uni Eropa dan kawasan Eurasia.
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menyoroti potensi sektor padat karya seperti garmen dan footwear sebagai titik masuk untuk memanfaatkan pergeseran arus perdagangan global. Pemerintah pun menyiapkan strategi deregulasi impor, OSS, dan pembentukan Satgas PHK guna melindungi industri dalam negeri dari dampak kebijakan tarif AS.
Trump & Gejolak Ekonomi Global Masih Membayangi
Presiden Donald Trump menunda penerapan tarif impor ekstra tinggi terhadap sebagian besar negara, kecuali China, yang berdampak pada menurunnya persepsi risiko resesi global. Bank investasi Goldman Sachs bahkan menurunkan proyeksi kemungkinan resesi ekonomi AS dari 65% menjadi 45%. Kebijakan tarif tinggi ini merupakan bagian dari strategi ekonomi “Trumponomics” yang menekankan pemotongan pajak, deregulasi, dan proteksi industri dalam negeri melalui tarif balasan (reciprocal tariff).
Trump berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara, menciptakan lapangan kerja, dan memulihkan sektor manufaktur AS. Namun, ekonom seperti Thomas Sampson dari London School of Economics mengkritik pendekatan Trump karena menggunakan formula tarif yang dianggap tidak berdasar secara teori ekonomi.
Bagi Indonesia, kebijakan ini berdampak signifikan karena AS merupakan tujuan ekspor terbesar kedua. Pemerintah Indonesia perlu mengantisipasi dampaknya melalui empat langkah utama: meningkatkan konsumsi domestik dan efisiensi industri (inward-looking), mereformasi sistem ekspor-impor, melakukan negosiasi bilateral langsung dengan AS, dan mencari pasar ekspor baru ke wilayah lain seperti Uni Eropa dan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan masa tenggang 90 hari untuk berdiplomasi dengan pemerintahan Trump guna melindungi kepentingan ekspor nasional.
Kemitraan RI-Arab Saudi Semakin Kuat
Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama strategis di sektor sumber daya mineral melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) pada 17 April. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia, dan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Bandar bin Ibrahim Alkhorayef. Kolaborasi ini mencakup eksplorasi mineral, pengembangan industri, dan penerapan teknologi modern di sektor pertambangan.
Bahlil menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam pengelolaan sumber daya mineral, terutama di tengah dinamika geopolitik global. Ia juga menyebutkan komoditas prioritas seperti nikel, bauksit, tembaga, dan emas-perak sebagai fokus utama. Sementara itu, Alkhorayef menyoroti tiga prioritas Arab Saudi: peningkatan impor produk tambang, penguatan rantai pasok industri, serta kemitraan dalam perdagangan dan investasi.
Kolaborasi ini juga selaras dengan Visi 2030 Arab Saudi yang menargetkan diversifikasi ekonomi pasca-minyak melalui penguatan industri pertambangan berkelanjutan. Forum Mineral Masa Depan yang rutin digelar Arab Saudi juga disebut sebagai wadah penting untuk memperluas kerja sama global di sektor ini.
PPATK Prediksi Transaksi Mencapai Rp 1.200 T
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, memperkirakan bahwa perputaran uang dari transaksi judi online di Indonesia akan meningkat signifikan pada tahun 2025, mencapai Rp1.200 triliun, naik dari Rp981 triliun pada tahun 2024. Dalam peringatan Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) ke-23, Ivan menyampaikan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan besar terkait maraknya judi online. Ia juga menyoroti perkembangan teknologi dan metode transaksi baru, termasuk penggunaan aset kripto dan platform digital lainnya, yang semakin mempersulit upaya pemberantasan tindak pidana keuangan. Menurutnya, penanganan isu ini harus menjadi bagian dari langkah bersama ke depan dalam memperkuat rezim APUPPT dan pencegahan pendanaan terorisme.
Opsi Safe Haven Kian Terbatas
Harga emas terus mengalami tren kenaikan yang signifikan, dengan harga mencapai rekor tertinggi di pasar spot pada US$ 3.370,7 per ons troi pada 17 April 2025. Tiffani Safinia dari ICDX mengungkapkan bahwa lonjakan harga emas ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, penurunan aktivitas ekonomi global, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga. Meski demikian, ada potensi koreksi harga dalam jangka pendek.
Salah satu faktor yang mendukung kenaikan harga emas adalah permintaan besar dari bank sentral, terutama dari China, yang turut mendorong harga. Selain itu, lemahnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi AS menyebabkan banyak investor beralih dari instrumen safe haven seperti US Treasury dan dolar AS ke emas.
Ibrahim Assuabi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, menyatakan bahwa kenaikan harga emas pada tahun ini sangat luar biasa, jauh melampaui kenaikan normal. Budi Frensidy, Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia, menilai harga emas sudah melampaui batas kewajaran, namun penguatan bisa terus berlanjut jika aliran dana dari investor, terutama China, terus berlanjut. Budi memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 3.750 per ons troi, dan emas Antam bisa tembus Rp 2,5 juta per gram.
Meskipun ada potensi koreksi, arus beli besar dari investor institusi, khususnya China, masih dapat mendukung kenaikan harga emas ke depannya.
Utang Luar Negeri Butuh Strategi Pengelolaan Baru
Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 427,16 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 427,90 miliar. Meskipun ULN tumbuh 4,7% secara tahunan, angka ini menunjukkan pelambatan dibandingkan dengan pertumbuhan 5,3% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN sektor publik serta kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta, selain juga penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah.
ULN pemerintah pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 204,7 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah melambat menjadi 5,1% dari 5,3% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, ULN swasta tercatat tetap di level US$ 194,8 miliar, namun mengalami kontraksi sebesar 1,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun ada penurunan, struktur ULN Indonesia secara keseluruhan tetap sehat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 30,2%.
Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia, menilai kondisi ULN Indonesia saat ini relatif aman berkat dominasi ULN jangka panjang yang memberikan stabilitas. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko terhadap perekonomian, terutama terkait ekspor dan nilai tukar rupiah, perlu diantisipasi. Banjaran mendorong diversifikasi pasar ekspor, penguatan sektor pariwisata, percepatan hilirisasi industri, serta penerapan strategi lindung nilai (hedging) terhadap risiko pelemahan rupiah dalam jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, penguatan cadangan devisa, dan efisiensi dalam pelaksanaan program pemerintah yang didanai melalui utang luar negeri.
Distributor Alat Kesehatan Percepat Langkah Ekspansi
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi mencatatkan diri sebagai perusahaan tercatat ke-13 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi dan pemasaran produk farmasi, alat kesehatan, serta platform digital komersial. Meskipun didirikan pada 2011, perjalanan usaha Medela dimulai sejak 1980 melalui pendirian Anugrah Argon Medica dan dilanjutkan dengan beberapa akuisisi serta pendirian perusahaan baru untuk memperluas jaringan distribusi.
Direktur Utama MDLA, Krestijanto Pandji, mengungkapkan keunggulan perusahaannya dalam hal distribusi yang cepat, dengan produk yang dapat dikirim dalam waktu 24 jam ke lebih dari 70.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Medela juga tengah memperluas ekspansinya ke pasar internasional, terutama di ASEAN, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan luar negeri, termasuk di China dan Filipina.
MDLA baru saja melaksanakan IPO, yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 685 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis, termasuk pengembangan pabrik, pembelian gudang, dan peningkatan kapasitas produksi. Krestijanto menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada 2025, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp 16 triliun dan laba bersih sekitar Rp 370 miliar.
Meskipun harga saham MDLA setelah IPO tidak banyak bergerak, perusahaan ini tetap optimis dalam mencapai tujuan ekspansi dan meningkatkan kapasitas produksinya untuk memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional.









