;

Seret Penyaluran Kredit Usaha Rakyat

Yuniati Turjandini 03 Oct 2023 Tempo
SULITNYA mengakses kredit usaha rakyat menjadi salah satu hambatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya untuk mengembangkan usahanya. Kendala-kendala itu banyak didengar oleh Ketua Asosiasi Perajin Bunga Kering dan Buatan Surabaya, Siti Retnani, dari para anggota organisasinya. Perempuan yang akrab disapa Nanik itu mengatakan ada beberapa keluhan yang banyak disampaikan para perajin bunga kering di Surabaya dalam mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). Misalnya, pengajuan KUR ditolak karena sebelumnya pernah menerima fasilitas tersebut. 

"Meski KUR sebelumnya sudah lunas, tetap tidak bisa," kata dia kepada Tempo, kemarin. Ada pula yang mengeluhkan permohonannya ditolak karena suami atau istrinya sudah mendapatkan fasilitas kredit yang sama. Padahal suami dan istri memiliki usaha yang berbeda.  Kendala lainnya adalah perkara agunan. Dia mengatakan para pelaku usaha dimintai agunan dan tidak diperkenankan menjaminkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Akibatnya, para pelaku usaha yang masih merintis tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut.  Pada saat yang sama, ujar Nanik, yang juga menjabat Ketua Paguyuban UMKM Wonokromo, para pelaku UMKM tengah menghadapi disrupsi dari perdagangan digital yang menyebabkan permintaan ke pasar luring seret. (Yetede)

Lonjakan Harga Menahan Ekspansi Manufaktur

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Ekspansi industri manufaktur Indonesia melambat pada September tahun ini, setelah mencatatkan kenaikan dalam beberapa bulan berturut-turut. S&P Global mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2023 di level 52,3. Angka ini melorot 1,6 poin dibandingkan realisasi Agustus 2023 yang berada di level 53,9. Hal itu menunjukkan kondisi sektor manufaktur membaik selama 25 bulan berturut-turut. Namun dengan laju paling lambat sejak Mei 2023. "Data PMI S&P Global terbaru mengindikasikan bahwa sektor manufaktur Indonesia terus berekspansi pada akhir triwulan ketiga," ucap Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan dalam keterangan resminya, Senin (2/10). Ekspansi PMI Manufaktur pada bulan September didorong peningkatan permintaan dan perbaikan kinerja vendor. Terlebih lagi, permintaan baru dari luar negeri terus naik dan dengan laju yang sedikit lebih cepat pada September 2023 di tengah menguatnya permintaan di seluruh pasar ekspor utama. Selain itu, perusahaan sangat optimistis sejak Oktober 2022 sehingga sentimen bisnis di seluruh sektor manufaktur secara umum membaik. Sektor manufaktur berharap kondisi pasar membaik dan turut mendukung pertumbuhan penjualan selama 12 bulan ke depan. "Kepercayaan diri berbisnis naik pada September. Ini membuktikan bahwa kondisi sektor akan semakin membaik dalam waktu dekat," tambah Jingyi. Meski demikian, sejumlah pelaku industri mengakui permintaan saat ini menurun. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo tak heran jika indeks manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada periode tersebut. Pasalnya, sektor ini mulai merasakan penurunan volume penjualan sejak awal tahun. Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Edi Rivai mengatakan, dalam waktu tiga bulan terakhir ini pihaknya mengalami penurunan utilitas produksi pabrik sekitar 30% hingga 40%.

Kemkeu Cairkan PMN Rp 42,62 Triliun

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Suntikan dana kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) melalui penyertaan modal negara (PMN) akhirnya bakal cair. Pasalnya, Komisi XI DPR RI telah menyetujui PMN tunai dan nontunai tahun anggaran 2023 sebesar Rp 42,62 trilun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan suntikan modal negara tersebut akan memperkuat perusahan pelat merah dalam menjalankan berbagai tugas pembangunan nasional. Dana PMN Rp 42,62 triliun tersebut meliputi PMN tunai sebesar Rp 36,84 triliun dan PMN nontunai sebesar Rp 5,78 triliun. PMN tunai akan disuntik kepada PT Hutama Karya sebesar Rp 28,84 triliun, Airnav Indonesia Rp 659,19 miliar, serta PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Rp 3 triliun. Lalu untuk PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp 1,53 triliun, PT Len Industri Rp 1,75 triliun dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia senilai Rp 1,01 triliun. Sementara itu, pemerintah juga akan menyuntikkan PMN nontunai berupa konversi utang kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia sebesar Rp 2,56 triliun. Kemkeu juga akan memberikan PMN nontunai berupa barang milik negara (BMN) kepada Airnav Indonesia senilai Rp 892 miliar, PT ASDP Indonesia Ferry Rp 388,56 miliar, PT Brantas Abipraya Rp 211,98 miliar. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky, mengatakan bahwa tujuan penyertaan modal negara adalah membantu BUMN yang mengalami masalah produktivitas atau finansial. 

Berharap Asing Masih Masuk Bursa

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Investor asing kembali mencatatkan aksi beli (net buy) di awal Oktober ini. Investor asing net buy Rp 314,45 miliar  pada perdagangan Senin (2/10). Secara year to date, investor asing memang masih melakukan aksi jual (net sell) sebanyak Rp 4,92 triliun. Meski begitu, peluang bagi dana asing kembali mengalir ke bursa Indonesia (capital inflow) masih terbuka di pengujung tahun ini. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengamati deras atau surutnya aliran dana investor asing akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Pada kuartal IV-2023 ini, Valdy memandang arah kebijakan moneter bank sentral terutama Bank Sentral Amerika Serikat (AS) alias The Fed bakal menjadi faktor yang dominan. Kondisi ini sudah tercermin dari akumulasi net sell investor asing yang cenderung terjadi dalam satu bulan terakhir. Di tengah bayangan ketidakpastian eksternal, beruntung kondisi ekonomi domestik masih relatif solid. Situasi ini menjadi katalis penting yang dapat meredam aksi jual, bahkan  bisa mendorong aksi net beli. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menjelaskan, peluang terjadinya capital inflow maupun outflow di kuartal IV 2023 ini sama-sama terbuka. Potensi asing net buy akan terbatas menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed.  Begitu juga sebaliknya. Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyoroti efek dari rilis data ekonomi di AS. Pelaku pasar mengharapkan The Fed kembali menahan kenaikan suku bunga acuan. Jika terjadi, ini bisa memicu aliran dana ke emerging market. Apalagi pada kuartal IV-2023 ini ada faktor musim kampanye pemilu di Indonesia yang bisa menjadi katalis bagi pasar. Dalam 10 tahun terakhir, peluang kenaikan bagi IHSG pada bulan Oktober mencapai 80%. Terlebih ada katalis laporan kinerja di kuartal III. Valdy memprediksi, transaksi investor asing secara umum masih akan didominasi oleh saham-saham blue chips atau konstituen LQ45.

Tahun Politik Bisa Memicu Daya Beli

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Sektor konsumer sepertinya tetap menjadi idola investor. Di tahun  pemilu yang menyebabkan kondisi politik  memanas, sektor konsumen justru semakin terlihat seksi. Pemerintah mengucurkan dana Rp 76,6 triliun untuk pemilu serentak di tahun 2024. Anggaran tersebut naik tiga kali lipat dibandingkan anggaran tahun 2019 yang sebesar Rp 25,7 triliun. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menuturkan, pada umumnya pelaksanaan pemilu berpotensi mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di sisi lain daya beli masyarakat relatif terjaga. Tercermin dari kondisi inflasi tahunan Indonesia relatif stabil di kisaran 3%. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis meramal konsumsi domestik berpotensi tumbuh, tapi konsumsi masyarakat menengah ke bawah masih belum tumbuh signifikan. Namun, ia nilai  emiten konsumer di segmen food & beverage (F&B), rokok hingga distribusi konsumen akan diuntungkan adanya anggara pemilu. Tim Riset CGS-CIMB Sekuritas Indonesia melaporkan, dari 40 emiten konsumer pada pemilu 2014 dan 2019, ternyata segmen menengah dan bawah mengalami pertumbuhan pendapatan. Valdy menyebut, emiten konsumer di segmen F&B, households products, hingga ritel akan mendapat sentimen. Seperti INDF, ICBP, UNVR, MAPI, ACES, ERAA, AMRT. Rut Yesika Simak, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas mengatakan, selain perputaran uang selama pemilu, emiten konsumer akan diuntungkan dari normalisasi harga soft commodity.

Terangkat Operasional Jalan Tol Baru

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan
Penambahan jalan tol baru bakal memperlancar upaya PT Jasa Marga Tbk memoles kinerja. Emiten berkode saham JSMR ini dalam jangka panjang berencana menghubungkan jalan-jalan tol yang dikelolanya. Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Limartha Adhiputra melihat, JSMR berfokus pada peningkatan konektivitas untuk pertumbuhan laba berkelanjutan. JSMR saat ini mengembangkan lima ruas tol yang bisa berdampak signifikan pada meningkatnya lalu lintas jalan tol dan kenaikan pendapatan lebih dari 20%. JSMR tengah fokus mengembangkan lima ruas tol yang bisa terkoneksi ke portofolio eksisting JSMR. Emiten tersebut sedang mengembangkan ruas Jakarta-Cikampek II sepanjang 62 km, ruas Jogja-Bawen total panjang 76 km, ruas Jogja-Solo total panjang 97 km, ruas Probolinggo-Banyuwangi total panjang 172 km, dan ruas Patimban ruas dengan total panjang 37 km. Pada tahun 2024, jalan tol sepanjang 43 km yang dioperasikan JSMR yaitu Jakarta-Cikampek II Selatan (Seksi IIB), Jogja-Bawen (Seksi I), dan Jogja-Solo (Seksi IA). Kemudian pada tahun 2025, JSMR bakal mengoperasikan jalan tol yang lebih panjang yaitu 398 km. Di antaranya Banyuwangi (Seksi I-III), Jogja-Bawen (Seksi II-VI), Jogja-Solo (Seksi IB-III), dan ruas akses Patimban. Limartha memproyeksi, pendapatan usaha jalan tol bertumbuh di semester kedua 2023 menjadi Rp 13,7 triliun. UOB Kay Hian menargetkan total pendapatan JSMR bisa Rp 15,19 triliun di 2023. Analis CGS CIMB Sekuritas, Bob Setiadi menambahkan, JSMR masih berharap menuntaskan divestasi Jasamarga Trans Jawa Tollroad (JTT) pada akhir 2023, dengan tetap mempertahankan panduan belanja modal tahun ini Rp 8 triliun–Rp 10 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, ke depan semestinya tingkat kepadatan jalan tol bisa makin meningkat karena pemilu dan liburan akhir tahun. "Lalu lintas barang juga diperkirakan bakal lebih ramai melintasi jalan tol seiring prospek perekonomian yang lebih stabil," kata Nafan, Senin (2/10).

Saham Bank Lapis Kedua Masih Tampil Mempesona

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Saham emiten perbankan masih menunjukkan kinerja moncer. Tak hanya saham bank berkapitalisasi pasar besar (big cap), kinerja saham bank lapis kedua juga masih ciamik. Ambil contoh kinerja saham Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Mengutip data RTI, harga saham BNGA pada penutupan pasar Senin (2/10) menclok di level Rp 1.690 per saham, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jika diakumulasi sejak awal tahun ini, harga saham BNGA terbang 42,62%. Kemarin, saham BNGA yang ditransaksikan sebanyak 2,58 juta saham dengan frekuensi 1.091 kali. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani melihat, menterengnya kinerja saham bank lapis kedua disokong fundamentalnya yang kuat. Valuasi saham emiten bank lapis kedua juga murah. Ini tercermin dari price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang masih di bawah industri. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, saham BNGA menarik dilirik. Sebab, pertumbuhan kinerja BNGA kian solid. "Ini terlihat dari return on equity (ROE) BNGA yang mencapai 15,4% dan yang penting ada perbaikan kualitas aset," ujarnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengingatkan, saham-saham bank lapis kedua mayoritas dalam tahap sideways atau tren menurun. Dia bilang, saham bank lapis kedua sudah tumbuh tinggi sejak awal tahun hingga paruh pertama tahun 2023. 

Penjualan Obat ISPA KAEF Naik 20%

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Kontan

Tingginya polusi udara di Jakarta dan sekitarnya telah memicu meningkatnya jumlah pasien penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kementerian Kesehatan (Kemkes) melaporkan, jumlah pasien ISPA melonjak dari kondisi normal sekitar 50.000 orang per bulan menjadi 200.000 orang pada Agustus lalu. Salah satunya adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang mencatat adanya  peningkatan permintaan obat ISPA dalam beberapa waktu terakhir. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Ganti Winarno menyampaikan, sejak Juni-Agustus 2023 permintaan obat-obatan ISPA di apotek Kimia Farma tumbuh sekitar 20%. Obat-obatan tersebut dibutuhkan sebagian masyarakat yang terpapar dampak negatif polusi udara di tengah musim kemarau berkepanjangan atau El Nino yang terjadi di banyak daerah di Indonesia. Ia memprediksi, potensi peningkatan permintaan obat-obatan ISPA masih tetap tinggi ke depannya. Karena itu, pihak KAEF berusaha tetap menjaga stok bahan baku, produk obat, dan alat kesehatan untuk penanganan ISPA. Sebagai gambaran, sepanjang semester I-2023 lalu, KAEF mencatatkan pendapatan Rp 4,94 triliun, naik 11,78% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,42 triliun. Melihat tingginya permintaan masyarakat terhadap obat ISPA dan juga obat-obatan untuk penyakit lainnya, KAEF berencana untuk terus ekspansif menambah jaringan apoteknya tahun ini. Rencananya, KAEF akan membangun apotek baru di berbagai kota Indonesia. Sepanjang 2023 berjalan, KAEF telah membuka 51 gerai apotek baru di seluruh Indonesia. Tahun ini KAEF menargetkan membuka 100 gerai baru di berbagai daerah. Direktur Utama KAEF, David Utama mengatakan, pihaknya akan mendorong jaringan apotek melalui anak usaha PT Kimia Farma Apotek (KFA). Ekspansi itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan penjualan lebih dari 15%.

NORMALISASI ‘SEMU’ INFLASI RI

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)
Rekor inflasi terendah sepanjang tahun ini yang tercatat pada September 2023, tak serta merta membuat pengendalian inflasi ke depan makin gampang. Pasalnya, bila ditelaah lebih dalam normalisasi inflasi yang tergambar pada aktivitas sepanjang bulan lalu itu tidak sehat. Kemarin, Senin (2/10), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada September 2023 sebesar 2,28% (year-on-year/YoY), atau berada di bawah outlook pemerintah yang sebesar 3,3%—3,7%. Namun jika dilihat secara bulanan, inflasi pada September 2023 sebesar 0,19% masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2023 yang tercatat deflasi 0,02%. Apalagi, sejatinya penurunan inflasi secara tahunan lebih disebabkan oleh tingginya basis pembanding pada September 2022. Maklum, kala itu ekonomi nasional tertekan oleh besarnya impak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dieksekusi pada 3 September 2022. Kebijakan tak populis itulah yang kemudian mengatrol harga barang dan jasa. Situasi tersebut tentu akan mengancam daya beli dan konsumsi masyarakat. Apalagi, PMI Manufaktur turun 1,6 poin dari 53,9 pada Agustus 2023 menjadi 52,3 pada September 2023, yang dipicu oleh tertahannya permintaan masyarakat. Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan inflasi pangan memang menjadi salah satu isu yang patut dicermati oleh pemerintah. Namun sejauh ini tingkat inflasi pangan nasional masih relatif lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pemerintah pun menyadari betul adanya aneka risiko tersebut, terutama dari sisi inflasi pangan. Respons pemerintah pun diwujudkan dengan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 93/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan No. 153/PMK.05/2022 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Dalam beleid itu, ada perubahan beberapa substansi yang cukup fundamental. Mulai dari lembaga yang ditugaskan melakukan pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP), besaran bunga yang disubsidi, hingga tenor atau periode pinjaman. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, menegaskan bahwa beleid baru ini bertujuan memperluas kapasitas pembiayaan dari semula hanya Bank Himbara ke bank dan lembaga keuangan bukan bank secara umum. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan Satgas Pangan perlu bekerja ekstra pada akhir tahun hingga paruh pertama 2024, karena adanya risiko inflasi pangan yang tinggi. "Kita ingin agar stok, ketersediaan, suplai dan harga pangan pokok di dalam negeri bisa lebih stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat," ujarnya. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz, mengatakan dampak El Nino terhadap harga bahan pangan domestik yang bergejolak tidak terlalu besar. Namun pergerakan harga minyak perlu diwaspadai oleh pemerintah.

PEMBIAYAAN SINDIKASI : POSISI KUAT BANK BUMN

Hairul Rizal 03 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Permintaan kredit korporasi melalui skema sindikasi masih cukup konsisten dan berada dalam fase meningkat. Sampai dengan kuartal III/2023, total pembiayaan secara grup oleh bank dan lembaga keuangan senilai US$21,74 miliar. Bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. masih perkasa sebagai bank lokal Tanah Air yang menggelontorkan kredit sindikasi dengan nilai mencapai US$1,34 miliar. Jumlah itu mewakili pangsa pasar sebesar 14,41%. Dalam kurun 5 tahun terakhir, dominasi bank pelat merah terlihat kuat. Bank Mandiri memimpin pangsa sindikasi dalam 3 tahun terakhir sejak 2020. Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. juga sempat berada dalam posisi teratas penguasa pasar sindikasi pada 2019 dan 2020. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah Kris Indriati mengatakan bahwa permintaan kredit sindikasi cukup potensial. Kondisi itu ditopang masih kuatnya likuiditas bank dan tingkat suku bunga saat ini. Secara total, emiten bank dengan kode saham BMRI itu mencatat penyaluran kredit hingga akhir Agustus 2023 secara bank only mencapai Rp996,86 triliun atau tumbuh 12,34% year-on-year (YoY). “ akan terus mempertajam sinergi anak perusahaan untuk menciptakan ekosistem bisnis Mandiri Group yang terintegrasi,” ujar Direk­tur Utama Bank Mandiri dalam keterangan resmi, Senin (2/10). Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Agustya Hendy Bernadi menuturkan kredit sindikasi masih menjadi alternatif skema pembiayaan BRI di dalam sektor korporasi seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terus membaik. Sementara, pembiayaan kepada beberapa sektor downstream pertambangan, smelter mineral seperti copper, alumina dan nikel merupakan bentuk upaya BRI turut serta dalam mendukung kebijakan penghiliran dari pemerintah. Adapun, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk. Hera F. Haryn menuturkan, hingga Agustus 2023, tren penyaluran kredit sindikasi BCA masih tercatat tumbuh positif. BCA telah mengelola kredit sindikasi sebesar Rp136,4 triliun per Agustus 2023 dan porsi partisipasi BCA dalam kredit sindikasi mencapai Rp25,55 triliun.

Pilihan Editor