;

Bank Danamon Incar Kredit Konsumer Tumbuh 15%

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily
PT Bank Danamon Indonesia Tbk tahun ini mengincar pertumbuhan kredit konsumer sekitar 10-15% secara tahunan (year on year/yoy). Salah satu strategi menggenjot penyaluran kreditnya dengan penyaluran kredit dan pembiayaan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. "Kalau konsumer kami low double digit ya sekitar 10-15% untuk target pertumbuhan kredit tahun ini. Kalau KPR kami bergabung bersama developer untuk meluncurkan produk KPR primary, kemudian ada juga KPR yang secondary, itu andalan kami," ucap Konsumer Funding Business Head Bank Danamon Ivan Jaya. Sementara itu Ivan juga mengungkapkan 50% dari pembiayaan di IIMS digarapkan berasal dari Bank Danamon dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. Dari 50% tersebut, pembiayaan akan berasal dari Bank Danamon sekitar 30-40%. Adapun, pada kuartal III-2023 kredit pemilikan mobil di Bank Danamon tumbuh 18% secara yoy. Sementara itu, secara total kredit konsumer tumbuh 33% (yoy) ditopang dari kredit pemilikan rumah (KPR. (Yetede)

Harita Naikkan Produksi Nikel Hingga Dua Kali Lipat

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle berencana menaikkan produksi feronikel hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 305 ribu ton pada 2025 dibandingkan target tahun ini 120 ribu ton. Produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) atau campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt juga  ditargetkan naik dua kali lipat dari 55 ribu ton di 2023 menjadi 120 ribu ton pada tahun ini. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahanya  kapasitas dan lini produksi perseroan. Manajemen Harita Nickle mengungkapkan, penambahan produksi feronikel pada tahun depan akan berasal dari Smelter Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) perusahaan asosiasi, PT Karunia Peramai Sentosa (KPS). Smelter nikel dengan 12 lini produksi ini, dapat memproduksi  185.000 metal ton per tahun. Pabrik nikel RKEF ketiga tersebut diperkirakan selesai dan siap beroperasi secara bertahap mulai pertengahan 2025. (Yetede)

Tenor KPR Subsidi Akan Diperpendek Jadi 10 Tahun

Yoga 16 Feb 2024 Kompas

Pemerintah sedang mengkaji pengurangan tenor atau jangka waktu kredit pemilikan rumah atau KPR bersubsidi. Pengurangan tenor subsidi KPR dari 20 tahun menjadi 10 tahun diharapkan mendorong perguliran dana lebih cepat dan menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, jangka waktu KPR bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menurut rencana diperpendek menjadi 10 tahun. Skema baru itu masih dalam pembahasan dan diharapkan dapat diterapkan mulai tahun 2025. ”Masih di simulasi, perkiraan (tenor subsidi KPR) di angka 10 tahun. Kami berharap (kebijakan itu) bisa diimplementasikan mulai tahun depan,” kata Haryo saat dihubungi, Kamis (15/2).

KPR-FLPP saat ini memiliki suku bunga tetap (fixed rate) sebesar 5 % per tahun dengan jangka waktu atau tenor hingga 20 tahun. Kuota penyaluran KPR-FLPP pada tahun 2024 mencapai 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun. Menurut Haryo, dengan skema baru itu nantinya KPR-FLPP bisa tetap berjangka waktu 20 tahun. Namun, subsidi KPR hanya berlaku untuk masa 10 tahun dan setelahnya tingkat suku bunga akan ditinjau kembali. Jika nasabah sudah mampu, dikenai suku bunga KPR mengambang (floating rate). Penyaluran kuota FLPP pada tahun 2024 ditargetkan sejumlah 166.000 unit rumah atau senilai Rp 21,04 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran FLPP tahun 2023, yakni 229.000 unit. Untuk tahun 2024, batasan maksimum harga jual rumah tapak bersubsidi yang bebas PPN dipatok menjadi Rp 166 juta-Rp 240 juta per unit menurut zonasi. (Yoga) 

Impor Beras Naik 78% di Awal tahun

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Badan Pusat Statistik (BPS)  melaporkan volume impor beras pada Januari 2024 mencapai 433 ribu ton, naik 78% dari bulan sama tahun lalu sebanyak 243 ribu ton. Namun, jumlah itu turun 18 dari bulan sebelumnya sebanyak 531 ribu ton. Sebanyak lima negara pemasok beras dengan sumbangan terbesar pada  Januari 2024 adalah Thailand sebanyak 237 ribu ton, Pakistan 129,7 ribu ton, Myanmar 41 ribu ton, Vietnam 32 ribu ton, dan Kamboja 2,5 ribu ton. "Beras-beras ini tidak dilepas ke pasar, tetapi tergantung pada kebijakan, sehingga polanya tidak ada yang bisa kita ketahui secara pasti, tergantung dari kebijakan impor pemerintah," ucap Pelaksana Tugas (plt) Kepala BPS Amali Adininggar Widyasanti. Total impor secara keseluruhan pada Januari 2024 mencapai US$ 18,51 miliar, turun 3,13% dari bulan sebelumnya. (Yeted)

Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-13: Deal on Arrival?

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Difasilitasi oleh Direktur Jenderal World Trade Organization atau WTO, Duta Besar Ngozi Okonjolweala, delegasi dari 164 negara dan teritori telah berupaya keras sejak  September lalu untuk meramu sebuah paket yang  dapat disetujui pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-13 yang akan digelar tangga 26-29 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sejak semester kedua 2023 Dirjen WTO tampaknya cukup berhasil mendorong seluruh delegasi  negara anggota di Geneva untuk lebih aktif mengupayakan penyelesaian  beberapa isu perundingan untuk diputuskan  pada KTM ke-13. Namun  memasuki bulan Januari  lalu, kekhawatiran, mulai dirasakan oleh semua delegasi negara anggota bahwa KTM ke-13 yang dijadwalkan  berlangsung selama  tiga setengah hari mungkin tidak dapat menghasilkan  kesepakatan yang berarti  selain persetujuan aksesi dua least-developed countries yakni Kepulauan Komoro dan Timor Leste menjadi  anggota baru badan perdagangan dunia ini. Bila perundingan  atas berbagai draft  dokumen di Geneva tidak dapat diselesaikan khususnya menyangkut definisi, cakupan hak dan kewajiban serta perlakuan khusus bagi negara sedang berkembang. (Yetede)

Ekspor batu Bara Kontraksi 19,68 di Awal Tahun

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Nilai ekspor batu bara tercatat sebesar US$ 2,41 miliar pada Januari 2024, turun 19,68% dari posisi Desember 2023 dan kontraksi hingga 29,76% dibandingkan Januari 2023. Hal ini turut menekan nilai ekspor sektor pertambangan dan lainnya maupun kinerja ekspor secara keseluruhan. "Nilai ekspor batu bara turun US$ 590,1 juta atau 19,68% secara bulanan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Badan Statistik (BPS) Amalia Adininggar Waidyasanti dalan konferensi pers di Kantor Pusat BPS. Menurut dia tak karena harga, terpangkasnya  ekspor batu bara secara bulanan juga dikarenakan  oleh penurunan volume ekspor. Secara volume, terjadi penurunan 18,06%. "Di pasar global ada penurunan tren harga batu bara, ini lebih disebabkan oleh  penurunan harga yang lebih mendalam," tutur Amalia. (Yetede)

MENJAGA 'KEPUL' MANUFAKTUR

Hairul Rizal 16 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Urusan kinerja neraca dagang, Indonesia memang ‘jagonya’. Buktinya, sudah 45 bulan berturut-turut neraca perdagangan nasional surplus. Teranyar, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2024 surplus US$2,01 miliar, yang diperoleh dari nilai ekspor sebesar US$20,52 miliar minus nilai impor US$18,51 miliar. Kendati demikian, jika ditelusuri lebih jauh sejatinya ada hal yang cukup merisaukan. Salah satunya adalah deru mesin produksi manufaktur yang berisiko makin lirih terdengar. Gelagat itu tampak jika melihat data BPS yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai impor, terutama bahan baku/penolong. Artinya, suplai bahan baku industri manufaktur tak sekencang periode sebelumnya. Dus, hasil produksi salah satu sektor andalan penopang ekspor itu pun berisiko seret. 

Plt. Kepala BPS Amalia A. Widyasanti mengatakan bahwa impor bahan baku/penolong pada Januari 2024 menyusut 2,96% (year-on-year/YoY) menjadi US$13,48 miliar daripada bulan yang sama 2023 senilai US$13,89 miliar. BPS mencatat, bahan baku/penolong menyumbang 72,81% dari total impor pada Januari 2024 yang mencapai US$18,51 miliar. Mengacu data terdahulu, rupanya penurunan impor bahan baku/penolong sudah berlangsung sejak Januari 2023. Bila dihitung Januari 2023-Januari 2024, total nilai impor bahan baku/penolong telah anjlok 10,51% menjadi US$174,63 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan mengungkap sejumlah faktor yang memicu penurunan impor bahan baku/penolong pada awal 2024. Beberapa di antaranya yakni permintaan domestik yang lesu, penurunan harga komoditas impor, serta pola musiman, di mana sebagian perusahaan masih menyimpan sisa stok bahan baku tahun lalu. Kementerian Perdagangan juga segera mengimplementasikan kebijakan dan pengaturan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.36/2023 pada Maret 2024. 

 Sebaliknya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Khamdani menyatakan perlambatan pertumbuhan impor bahan baku/penolong pada Januari 2024 dipicu kebijakan restriksi terhadap impor dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 46/2023 sebagai perubahan PP No. 28/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpandangan peningkatan impor barang konsumsi dan barang modal secara tahunan masing-masing sebesar 11,03% YoY dan 10,16% YoY mengindikasikan permintaan domestik yang kuat. Sebaliknya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berpendapat pemerintah perlu mewaspadai kenaikan impor barang konsumsi terutama dari China. Pada Januari 2024, nilai impor barang konsumsi naik 11,03% secara tahunan menjadi US$1,77 miliar.

AKSI KAI : Lokomotif Baru untukAngkut Batu Bara

Hairul Rizal 16 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Direktur Utama Kereta Api Indonesia atau KAI Didiek Hartantyo mengatakan, kesepakatan perseroan dengan anak perusahaan Caterpillar itu merupakan salah satu upaya pengembangan angkutan barang di Sumatra Selatan. Pengadaan 54 lokomotif baru itu, kata dia, merupakan kelanjutan dari pembelian 91 lokomotif yang sebelumnya dilakukan perusahaan sejak 2011. Nantinya, 54 lokomotif baru berjenis GT38AC atau yang dikenal di Indonesia sebagai CC-205 itu akan didatangkan secara bertahap mulai April 2025 hingga 2026. Menurutnya, kemampuan lokomotif CC-205 yang bisa menarik kereta atau gerbong besar bakal memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan pengurangan emisi karbon. Apalagi, lokomotif itu juga dilengkapi dengan teknologi terbaru, serta fitur-fitur ramah lingkungan. Executive Vice President of Locomotive Progress Rail Jack Zhang mengatakan, pihaknya menyambut baik kesempatan bekerja sama dengan KAI melalui penjualan lokomotif seri GT. Lokomotif yang akan didatangkan KAI itu memang dirancang khusus untuk lingkungan di Asia Tenggara, dan sudah terbukti bisa beroperasi baik dengan menggunakan Biodiesel B-35.

Pasar Respons Positif Hasil Pemilu

Yuniati Turjandini 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
Pelaksanaan pemilu pada Rabu (14/2/2024) yang berlangsung aman dan lancar, mendapat respon positif dari pasar. Hal ini terlihat dari penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) serta aliran modal asing  yang terjadi pada Kamis (15/2/2024). Penguatan tersebut juga terjadi seiring optimisme pelaku pasar usai hasil hitung cepat (quick count)  sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 93,54 poin atau  1,30% ke level 7.303,28. Dengan nilai transaksi Rp16,6 triliun. Hampir seluruh sektor saham  meningkat pada penutupan IHSG hari ini. Saham sektor barang baku naik tajam, karena melonjak 2,2%. Diikuti kenaikan sektor barang konsumsi primer 2,2%, sektor keuangan 1,6%, sektor infrastruktur 1,5%, dan sektor kesehatan 1,2%. Hanya sektor teknologi yang sedikit terpangkas 0,7%.

Lelang Frekuensi 700 MHz Sebelum Ganti Pemerintahan

Yoga 16 Feb 2024 Kompas

Kemenkominfo menyatakan, lelang spektrum frekuensi 700 megahertz, yang sebelumnya dipakai untuk siaran televisi terestrial, akan dilaksanakan sebelum pergantian pemerintahan. Bersamaan dengan proses lelang, kementerian menjanjikan keluar ketentuan insentif penggunaan spektrum frekuensi. ”Sekitar Maret-April 2024. Tidak di periode pemerintahan baru,” ujar Menkominfo Budi Arie Setiadi di Jakarta, Rabu (14/2). Menurut dia, industri telekomunikasi seluler membutuhkan tambahan spektrum untuk meningkatkan kualitas layanan. Tim sedang mematangkan rumusan teknis pelaksanaan lelang spektrum frekuensi 700 megahertz (MHz). Spektrum frekuensi 700 MHz sebelumnya diduduki oleh lembaga penyiaran. Melalui kebijakan migrasi siaran televisi analog ke digital terestrial atau analog switch off (ASO), spektrum frekuensi ini baru bisa kosong dan terbuka untuk dilelang kepada pelaku industri telekomunikasi seluler.

ASO sebenarnya telah dikumandangkan sejak 2006. Ketika keluar UU Cipta Kerja beserta perubahannya, pelaksanaan ASO tidak bisa langsung mulus. Proses migrasi lebih dari 600 stasiun televisi terestrial diklaim baru tuntas oleh Kemenkominfo pada Agustus 2023. Pemerintah menjanjikan lelang spektrum frekuensi 700 MHz bukan sekali. Pada saat proses migrasi ASO mendekati tuntas, kementerian ini menazarkan lelang dilaksanakan pada akhir Desember 2023. Pada saat bersamaan, di kalangan pelaku industri telekomunikasi berkembang isu bahwa penggelaran layanan 5G yang masih terbatas karena ketersediaan spektrum frekuensi belum memadai.

Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, M Ridwan Effendi, Kamis (15/2) mengatakan, kelebihan spektrum frekuensi 700 MHz adalah mampu menutup titik lokasi yang belum tersentuh sinyal telekomunikasi. Spektrum ini merupakan jenis coverage spectrum.”Jika tujuannya meningkatkan penggelaran layanan 5G, lebar 2x45 MHz cocok untuk (dipakai) satu operator telekomunikasi seluler saja. Sementara jika tujuannya meningkatkan pembangunan layanan 4G, lebar spektrum 700 MHz yang tersedia bisa dipecah supaya bisa diduduki tiga operator. Setiap operator mendapat lebar 2x15 MHz,” katanya. Menurut Ridwan, bentuk insentif yang cocok berupa pembebasan bayar biaya uang muka setelah menang lelang dan biaya hak penggunaan (BHP) spektrum frekuensi. (Yoga) 

Pilihan Editor