;

Perluasan Penetrasi, Bank Syariah Rencanakan Go Public

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Sejumlah bank syariah terus meningkatkan fundamental kerjanya di tengah tantanggan ekonomi global saat ini. Peningkatan kinerja tersebut  juga dalam rangka untuk memuluskan rencana go public melalui initial pubic offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut dilakukan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Adapun, saat ini terdapat empat bank syariah yang telah melantai di BEI, yaitu PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS), PT Bank BTPN Syariah  Indonesia Tbk (BTPS), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2024) berdasarkan data RTI Business, kapitalisasai pasar BRIS sebesar Rp 122,7 triliun. BPTS mencatatkan market cap Rp10.01 triliun, kapitalisasi BANK sebesar Rp14,4 triliun, dan market cap PNBS senilai Rp 1,98 triliun. (Yetede)

BSI Ingin Masuk Jajaran Bank Papan Atas

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), mengharapkan bisa masuk jajaran  bank papan atas atau kelompok  bank Indonesia berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dengan modal lebih dari 70 triliun. Ada pun per Desember, modal BSI sebesar Rp36,09 triliun, meningkat 105,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp31,23 triliun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah  mengalokasikan laba sebagai  laba ditahan untuk memperkuat modal. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk rasio dividen yang akan dibagikan  saat rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti masih belum diketahui, namun diharapkan sama dengan tahun lalu, dimana BSI membagikan 10% dari laba bersih tahun buku 2022. (Yetede)

Antisipasi Inflasi, BI Diperkirakan Tahan BI Rate

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Kalangan ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini (Rabu, 20/3/2024). Hal ini antara lain dikarenakan  inflasi masih berpotensi naik  di bulan Ramadan dan jelang Idulfitri 2024. Sebelumnya, bank Indonesia melalui RDG BI pada 20-21 Feruari 2024 menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau  BI Rate tetap sebesar 6%. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility tetap dipertahankan di level 6,75%. Keputusan tersebut mendukung langkah preemtive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap trekendali dalam sasaran 2,5 plus 1% pada 2024. "BI belum akan menurunkan atau  melakukan penyesuaian ke bawah untuk kebijakan suku bunga acuan terutama dalam waktu ekat ini," kata Peneliti ekonomi Center of Reform  on Econimics Yusuf R. Manilet. (Yetede)

Ekspor Masih Suram, Industri TPT Andalkan Pasar Domestik

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Ketua Umum Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa menerangkan, pasar ekspor tahun ini masih belum membaik, melihat suku bunga The Fed masih 5,25 basis poin. Jika suku bunga tidak dikemnorkan  maka daya beli akan slow down. "Jadi semua negara menjaga market domestiknya masing-masing Amerika meregulate, negara China juga sama, Eropa juga sama dengan intrusmen macem-macem," ucap dia. Jemmy memperrkirakan, bank sentral AS atau The Fed akan menurunkan  suku bunga sebanyak tiga kali, jika itu terjadi maka suku bunga akan turun 75 basis point di akhir tahun, maka suku bunga akan di level  4,5%. Kalau kondisinya berlanjut maka The Fed diharapkan dapat menurunkan kembali suku bunga sebanyak tiga kali akhir tahun ini 1,25%  dan akan menjadi 3%. "Jika kita kembali lagi, ekspor bisa, ekspor bisa baik ? Ya sekarang ini belum," kata dia. (Yetede_

ESDM Belum Tetapkan Target Produksi Batubara 2024

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menetapkan target produksi batu bara  pada tahun ini. Sekitar 175 perusahaan batu bara belum mendapatkan persetujuan rencana kerja anggaran biaya (RKAB) periode 2024-2026. Adapun prognosa produksi batu bara tahun ini mencapai 710 juta ton. Proyeksi ini lebih rendah dibandingkan  dengan realisasi produksi tahun lalu yang mencapai 775 juta ton. Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Suswantono mengatakan 883 perusahaan batu bara mengajukan permohonan RKAB. Dari jumlah tersebut yang disetujui sebanyak  587 perusahaan. Kemudian 121 permohonan ditolak, 100 permohonan lainnya dikembalikan untuk dilengkapi serta sebanyak 75 permohonan  masih dievaluasi. (Yetede)

BOJ Mencabut Kebijakan Radikal, Suku bunga Naik

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Bank of Japan (BoJ) mengambil keputusan bersejarah pada Selasa (19/03/2024), mengakhiri delapan tahun kebijakan suku bunga negatif dan beberapa kebijakan radikal lainnya. bank sentral tersebut berarti telah menggeser fokus kebijakan, yang selama satu dekade terakhir merefleksikan pertumbuhan ekonomi dengan stimulus moneter besar-besaran. Merespons keputusan BoJ tersebut, para analis berpendapat  meskipun suku bunga naik untuk pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir, tapi masih dalam  kisaran nil. Dengan kata lain, pemulihan ekonomi Jepang yang masih rapuh memaksa BoJ  agar bergerak perlahan saja   dalam menaikkan biaya-biaya pinjaman.     (Yetede)                                                                                                          

BOS SAIDI ARAMCO: Dunia Harus Tinggalkan Fantasi untuk Menghapus Migas

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco Amin Naser mengatakan bahwa transaksi energi di dunia telah gagal. Dan menurut dia, para pembuat kebijakan di seluruh dunia harus meninggalkan  fantasi untuk menghentikan penggunaan minyak dan gas (migas) secara bertahap. Naser meyakini bahwa pemintaan akan bahan bakar fosil terus meningkat di tahun-tahun mendatang. "Di dunia nyata, strategi transisi saat ini terlihat gagal di sebagian besar bidang karena terbentur lima realitas yang sulit. Sangat perlu mengatur ulang strategi transisi dan usulan saya adalah  kita harus meninggalkan fantasi untuk menghentikan penggunaan minyak dan gas secara ertahap, dan sebagai gantinya berinvestasi di sektor  ini secara memadai  yang mencerminkan asumsi permintaan yang realistis," ujar Naser. (Yetede)

Lepas Tokopedia Goto Telan Kerugian Hingga Rp 90 Triliun

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan rugi distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp90,39 triliun pada pada 2023, atau membengkak dibandingkan tahun sebelumnya Rp 39,57 triliun. Peningkatan rugi bersih  tersebut sebagai dampak transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia. Sementara pendapatan bersih perseroan pada  2023 tumbuh 30,7% menjadi Rp 14,78 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp11,35 triliun. "Grup GOTO mencatatkan rugi bersih Rp90,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2023. Hal ini dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill revelsal) sebesar -Rp 78,8 triliun standar akutansi keuangan yang berlaku, yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap  Tokopedia dimulai 1 februari 2024," tulis manajemen GoTo. (Yetede)

April, WIKA Raup Dana Segar Rp 9,2 T

Yuniati Turjandini 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan dapat mengantongi dan hasil penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue) maksimal sebesar Rp 9,2 triliun pada bulan April 2024. Rights Issue  ini digelar sehubungan dengan adanya injeksi modal negara kepada WIKA melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp6 triliun. Dalam aksi ini, emiten BUMN karya tersebut siap menerbitkan 92.238.374.997 saham baru seri B. Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2023 terkait APBN 2024 yang sudah disepakati bahwa MIKA memperoleh dukungan dari pemerintah dalam bentuk PMN sebesar Rp 6 triliun yang akan cair pada kuartal I-2024. 

Jasa Tambang Masih Menjadi Andalan

Hairul Rizal 20 Mar 2024 Kontan

Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan masih akan tertekan di 2024. Salah satunya, harga batubara secara jangka panjang masih mengalami penurunan. Sehingga dapat mengurangi pendapatan dari segmen pertambangan batubara. Analis Sinarmas Sekuritas, Axel Leonardo mengatakan, pada kuartal keempat 2023 saja, laba bersih UNTR naik 2% secara kuartalan dari Rp 4,13 triliun jadi Rp 5,2 triliun. Tapi total setahun penuh 2023, UNTR mengalami penurunan laba bersih 2% menjadi Rp 20,6 triliun dari Rp 21 triliun secara year on year (yoy). Tahun 2023 pendapatan segmen penambangan batubara turun 3% yoy, segmen alat berat terjun 12% yoy. Pendapatan penambangan emas juga tertekan 51% yoy, didorong penurunan penjualan emas. Namun segmen kontraktor tambang naik 5% yoy. Pamapersada Nusantara, anak usaha UNTR yang bergerak di bidang kontraktor tambang, masih mempertahankan momentum positif.

Pama mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14% yoy pada 2023. Volume penjualan batubara dari Tuah Turangga Agung (TTA) masih naik 50% yoy menjadi 3,2 juta ton, sehingga mampu mengimbangi dampak penurunan harga batubara. Namun, penjualan Komatsu turun 8% yoy, dengan hasil total penjualan 2023 sebanyak 5.270 unit. "Meski penjualan Komatsu turun, pendapatan segmen peralatan relatif stabil, terutama dari suku cadang dan layanan pemeliharaan yang naik 12% yoy," kata dia. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Arief Budiman memprediksi, pendapatan UNTR bisa naik 1% menjadi Rp 123,6 triliun–Rp 128,2 triliun di tahun 2024–2025. Pendorongnya, proyeksi harga batubara lebih tinggi dari perkiraan di tambang TTA yang meningkat sebesar 11% secara kuartalan menjadi US$ 131 per ton. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer menambahkan UNTR menurunkan target penjualan Komatsu dari 5.400 unit di 2023 menjadi 4.000 unit di 2024. Selain itu, sentimen dari harga batubara secara jangka panjang masih menurun. Ditambah potensi pemulihan volume emas di tahun-tahun mendatang yang setidaknya akan membantu mengimbangi penurunan harga batubara. Ada potensi pendapatan baru dari pengembangan bisnis pertambangan nikel dan hilir yang akan menjadi tambahan keuntungan di masa mendatang.

Pilihan Editor