;

Menghalau ”Hantu-hantu” Investasi Mangkrak

Ekonomi Yoga 20 Mar 2024 Kompas
Menghalau ”Hantu-hantu”
Investasi Mangkrak

Pemerintahan Jokowi hampir berakhir. Namun, rezim ini masih memiliki ”utang” penyelesaian ”investasi mangkrak” senilai ratusan triliun rupiah. Investasi mangkrak adalah investasi yang batal terealisasi. Total nilai investasi mangkrak dari periode pertama ke periode kedua pemerintahan Jokowi adalah Rp 708 triliun. Bahlil Lahadalia pertama kali mengungkapnya saat menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM pada 2019. Sebagian investasi itu mandek karena tidak ditindaklanjuti pemerintah. Sebagian lagi karena adanya ketidakpastian regulasi di pusat dan daerah serta tumpang-tindih perizinan. Akibatnya, investor yang sudah berkomitmen menanamkan modalnya di Indonesia memindahkan proyeknya ke negara lain.

Bahlil saat itu mengibaratkan persoalan investasi mangkrak ini seperti ”hantu” alias dapat dirasakan, tetapi tidak bisa dipegang dan disentuh. ”Banyak ’hantu’ di lapangan Ada hantu-hantu berdasi yang mengganggu investasi. Ini hanya dapat diselesaikan oleh orang-orang yang pernah menjadi bagian dari kelompok itu,” kata Bahlil saat itu. Seiring berjalannya waktu, BKPM sudah merampungkan sebagian investasi mangkrak itu. Selama periode kedua Jokowi, ada 78,9 % atau Rp 558,7 triliun rencana proyek investasi (dari total Rp 708 triliun) yang dapat direalisasikan dan dikebut di masa pandemi Covid-19. Tapi, masih ada rencana investasi senilai Rp 149,3 triliun yang belum terealisasi, kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/3).

Menurut Kepala Center of Trade, Investment, and Industry di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, guna menghindari investasi menjadi mangkrak, pemerintah perlu tahu apa yang menjadi kebutuhan investor. Ia mengusulkan pemerintah melakukan ”intelijen investasi” untuk memetakan investor-investor yang bisa masuk ke Indonesia berikut kebutuhannya. ”Misalnya, mereka butuh lebih banyak insentif fiskal atau non-fiskal, atau jaminan pasokan listrik yang besar. Dari situ kita bisa mencegah mereka berpindah atau membangun fasilitas produksi di negara lain,” ujarnya. Intelijen investasi juga bisa memetakan alasan mengapa rencana investasi senilai Rp 149,3 triliun sampai sekarang masih mangkrak. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :