Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Proporsional Memandang Ekosistem Teknologi Kripto
Keberadaan aset kripto yang sebenarnya telah memiliki payung hukum, belakangan seakan menjadi keranjang kesalahan dari segenap kasus penipuan investasi. Saat ini, menurut data internal Tokocrypto, 67% investor aset kripto di Indonesia, merupakan populasi di bawah usia 34 tahun. Sementara, data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), mencatat pada 2021 ada 7,5 juta investor aset kripto tergolong generasi milenial. Mengacu data itu, faktanya pemain kripto di Indonesia masih sangat belia. Ini akan menjamin adanya pertumbuhan berkelanjutan dari sektor aset kripto dalam waktu ke depan. Karena itu, kekhawatiran tentang goyangan stabilitas keuangan oleh pertumbuhan kripto sangat berdasar, jika pemahaman terhadap keberadaan aset kripto dan ekosistem teknologinya sebatas “investasi maya” dan meyakini bahwa kripto adalah mata uang. Hal ini pun membuat aset kripto tidak berbeda dengan bisnis digital yang membangun ekosistem atau bisa dianalogikan sebagai sebuah startup.
Karena itu, setidaknya terdapat lima kategori token kripto yang prospek dan aman untuk investasi. Pertama, token berbasis utility atau kegunaan secara riil. Kedua, token berperan sebagai stablecoin aset digital yang hingga saat ini menunggu terbentuknya Central Bank Digital Currency atau CBDC. Selanjutnya, token yang diperlakukan sebagai sekuritas, hal ini serupa dengan IPO pada pasar modal, namun dalam bentuk tokenisasi. Keempat, token sebagai DeFi (decentralized finance). Dan terakhir, token sebagai NFT yang saat ini tengah populer di global dan Indonesia. Kesemuanya itu masuk dalam ekosistem teknologi blockchain yang berguna untuk berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lainnya.
Konsumen Keluhkan Keandalan Jaringan Internet
Berdasarkan pengaduan yang diterima YLKI, keluhan terkait telekomunikasi yang menyangkut layanan internet termasuk 5 besar pengaduan terbanyak. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam webinar ”Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi?”, Kamis (17/3) menyampaikan, 53,4 % keluhan menyangkut keandalan infrastruktur jaringan, yaitu kecepatan lambat dan modem bermasalah.
Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Syachrial Syarif mengakui masih banyak blank spot atau area yang tak tersentuh sinyal komunikasi. Tantangan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi secara luas adalah adanya perda yang mengenakan sewa lahan mahal. Padahal, lahan itu tidak mendapatkan perlindungan. Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail berkata, pemerintah khawatir hanya 1 operator telekomunikasi penyedia layanan internet di daerah perdesaan karena mahalnya ongkos operasional dominan yang dimiliki operator berupa penggelaran dan perawatan infrastruktur jaringan. (Yoga)
Kebijakan Moneter, BI yang Percaya Diri
Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/3) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 3,5 %, suku bunga deposit facility 2,75 %, dan suku bunga lending facility 4,25 %, yang sudah bertahan 13 bulan sejak Februari 2021. BI menilai keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.
BI selanjutnya terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, serta meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Tren peningkatan inflasi saat ini tidak tepat jika direspons dengan kenaikan suku bunga acuan, yang akan menjadi bumerang karena akan menahan proses pemulihan ekonomi yang kini tengah berlangsung. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi memang diperlukan tingkat suku bunga acuan yang rendah. (Yoga)
Kementerian BUMN Bubarkan Tiga Perusahaan
Kementerian BUMN membubarkan 3 perusahaan milik negara yang sudah tidak beroperasi. Pembubaran ini secara resmi masih menunggu PP yang rencananya dikeluarkan Juni 2022. Ketiga BUMN tersebut adalah PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang berhenti beroperasi sejak 2008, PT Industri Gelas (Persero) yang berhenti beroperasi tahun 2015, dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero) yang berhenti sejak 2018. PT Industri Gelas, misalnya, memproduksi kemasan gelas, tetapi sudah lama tidak mendapatkan order. Sementara PT Kertas Kraft Aceh, produsen kertas pembungkus semen, kesulitan mendapatkan bahan baku. Padahal, kapasitas terpasang perusahaan itu mencapai 135.000 ton per tahun. Sementara PT Industri Sandang memproduksi benang tenun dan karung. ”Perusahaan yang sudah berhenti beroperasi tentu tidak boleh terus terkatung. Kita tidak boleh menjadi pemimpin zalim yang tidak memastikan penyelesaian yang baik,” kata Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (17/3). (Yoga)
Covid-19 Jatuhkan Hampir 5 Juta Penduduk Asia-Tenggara ke Kemiskinan Ekstrim
Bank Pembangunan Asia dan ADB menyampaikan laporan bahwa Asia Tenggara sedang bergulat dengan tingkat kemiskinan tinggi akibat gelombang Covid-19 berulang hingga mengganggu pasar tenaga kerja di kawasan itu. "Pandemi telah menyebabkan meluasnya angka pengangguran, memperburuk ketimpangan dan menaikkan tingkat kemiskinan, terutama dikalangan perempuan, pekerja muda dan lanjut usia (lansia) di Asia Tenggara," ujar Presiden ADB Masatsugu Asakawa, yang dilansir CNBC pada Kamis (17/3).
Meskipun ADB memperkirakan pertumbuhan 2022 sebesar 5.1% karena program vaksinasi yang lebih tinggi hingga mendorong perekonomian dibangun kembali, ADB memperingatkan soal kehadiran varian baru yang dapat memangkas pertumbuhan sebanyak 0,8%. "Dampak pandemi terhadap kemiskinan dan pengangguran kemungkinan berlanjut karena para pekerja yang tidak aktif menjadi tidak terampil, dan akses kelompok miskin terhadap (ketersediaan) peluang semakin memburuk. Ketika ini terjadi, penurunan ketimpangan akan berpindah antar generasi," kata ADB. (Yetede)
Perusahaan Rintisan Pertanian : Chickin Kerek Produksi Ayam
Chickin, startup agrikultur yang menciptakan aplikasi bagi peternak ayam, menargetkan omzet Rp500 miliar dengan 10 juta ekor ayam. President Chickin Ashab Alkahfi mengatakan perusahaan mencatat pertumbuhan bisnis 22 kali dalam 10 bulan terakhir dan juga telah menutup putaran pendanaan seed round sebesar Rp35 miliar dengan tiga investor global. “Saat ini, selain dengan 14 rumah potong, Chickin juga bermitra dengan 100 industri makanan untuk sebagai penyuplai daging ayam,” katanya, Kamis (17/3). Aplikasi ‘Chickin’ telah diunduh ribuan peternak ayam di Indonesia. Melalui IoT dan AI Chickin yang berbayar, aplikasi diklaim dapat meningkatkan produktivitas ternak hingga 25% lebih tinggi. Selain itu, Chickin menjadi peternak dan pemasok daging ayam untuk mitra, rumah potong ayam, dan industri makanan. Hingga kini, aplikasi Chickin Indonesia telah digunakan oleh 1.000 peternak se-Indonesia, dengan target 10 juta ayam yang dipelihara tiap bulan pada akhir 2022.
Investor Muda dan Fenomena Kasino
Faktor yang mendorong tingginya minat investor muda berinvestasi di pasar modal adalah; Pertama, menciutnya tingkat bunga simpanan (tabungan dan deposito) perbankan sehingga tingkat bunga riil (bunga nominal dikurangi pajak dan inflasi) yang diterima semakin kecil. Kedua, pesatnya perkembangan media sosial yang kerap dihiasi para pesohor dan influencer sembari memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah serta membungkusnya dengan narasi bahwa semua itu diperoleh dari transaksi (trading) di pasar saham. Bahkan, tidak sedikit dari para pesohor dan pemengaruh ini yang memberikan rekomendasi saham yang diklaim bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Banyak investor muda ini yang menelan begitu saja bualan pesohor dan pemengaruh tanpa melakukan penelaahan. Ibarat kawanan yang bergerombol (herding) mendengar suara sang gembala.Padahal, saham yang direkomendasikan belum jelas kondisi fundamentalnya (kinerja usaha dan keuangan serta tata kelolanya). Terjadinya perilaku herding menunjukkan banyak investor muda ini belum dibekali pengetahuan dan literasi yang baik. Jika terus terjadi, hal itu tak sehat bagi perkembangan pasar modal di masa depan. Pasar modal tak ubahnya kasino. Hanya untuk menjaring keuntungan jangka pendek saja. Padahal, seharusnya pasar modal jadi wadah untuk membangun kesejahteraan dan kebebasan keuangan yang berkesinambungan. (Yoga)
Pertanggungjawaban ”Influencer” Investasi
Pemblokiran ratusan situs investasi berjangka, termasuk binary option yang melibatkan banyak influencer investasi oleh Bappebti, menjadi efek kejut dalam perkembangan investasi indonesia. Saling lapor antara investor dan afiliator membuat perkara tersebut semakin menarik. Terlebih kemudian para selebritas menciptakan token kripto dengan berbagai brand menarik. Pengaruh selebritas dan pemengaruh pada investasi perdagangan berjangka komoditas dapat berbahaya bagi masyarakat. Selain kasus-kasus canggih tersebut, investasi bodong semakin menjamur dan merugikan ribuan korban.
Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK mencatat, 10 tahun terakhir, kerugian korban investasi bodong lebih dari Rp 100 triliun. Investasi di bidang perdagangan berjangka komoditas telah menimbulkan masalah ekonomi besar di masyarakat, seperti mekanisme binary option opsi biner yang menggunakan pemengaruh dan para selebritas yang mengeluarkan token-token. Binary option bisa dikatakan judi berkedok trading online karena trader akan merugi jika ia salah menebak, dan sebaliknya mendapatkan keuntungan jika tebakannya benar. (Yoga)
Implementasi Ekonomi Hijau Butuh Komitmen Pusat dan Daerah
Menurut Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjutak (16/3), transisi energi fosil ke energi terbarukan adalah intisari menuju ekonomi hijau. Greenpeace memandang pemerintah pusat belum bersungguh-sungguh menerapkan transisi energi, terlihat dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang relatif berpihak kepada industri ekstraktif. Berdasarkan studi Bappenas, Indonesia berpotensi mengalami kerugian Rp 544 triliun pada periode 2020-2024 akibat perubahan iklim, antara lain, datang dari kenaikan muka air laut, penurunan ketersediaan air, produksi padi, dan peningkatan aneka potensi penyakit.
Ekonom senior dan tokoh lingkungan hidup Emil Salim mengatakan, sejak revolusi industri hingga sekarang, telah terjadi perubahan orientasi pembangunan. Alam tidak lagi dilihat sebagai subyek, tetapi sebagai obyek. Oleh karena itu, apabila perekonomian Indonesia ingin ke tahap lepas landas, pola pikirnya adalah kembali berpihak pada lingkungan berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan, Bali berkomitmen mendukung implementasi ekonomi hijau di daerah, dengan menerbitkan perda tentang pertanian organik, industri kesehatan herbal, dan pemakaian energi terbarukan sebagai sumber energi bersih. (Yoga)
Koperasi Gagal Bayar Terus Dicari Solusinya
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bertemu empat mata dengan Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta, Rabu (16/3). Teten mengatakan, pertemuan itu wujud keseriusan pemerintah menangani persoalan koperasi bermasalah. ”Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pengawalan pada proses homologasi delapan koperasi bermasalah (gagal bayar),” ujarnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









