Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Gerak Gesit Pelindo Pascamerger
Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Dampak merger empat Pelindo yang dimulai sejak 1 Oktober 2021 terhadap efisiensi logistik dan rantai pasok mulai terlihat. Kecepatan bongkar muat peti kemas terakselerasi. Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Keadaan ini membuat gerak seluruh pelabuhan utama Pelindo menjadi lebih gesit dan efisien. Jika efisiensi kinerja pelabuhan peti kemas dapat dipertahankan, arus barang dan komoditas akan semakin lancar sehingga biaya logistik yang selama ini menjadi masalah berulang-ulang bisa ditekan. Dari biaya logistik sebesar 23,5% terhadap produk domestik bruto—lebih tinggi dari Malaysia dan Thailand—pelabuhan dan pelayaran selama ini menyumbang 2,8%. Performa Pelindo yang makin membaik pascamerger misalnya terlihat dari produktivitas bongkar muat peti kemas di IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang tahun ini meningkat menjadi rata-rata 55 boxes per ship per hour (BSH) di terminal internasional dan 40 BSH di terminal domestik. Di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, produktivitas bongkar muat peti kemas rerata 35—40 BSH, melampaui target 30 BSH. Sebelum merger, produktivitas di Terminal Nilam hanya 20—25 BSH.
Menggenggam Pasar Global Dengan Industri Halal
Laporan The State of Global Islamic Economic Report pada 2020 – 2021 menyebutkan bahwa umat muslim dunia membelanjakan lebih dari US$2,02 triliun atau setara Rp29.000 triliun untuk kebutuhan produk makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan sektor syariah lainnya. Pasar yang demikian besar mendorong pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat industri halal dunia. Mengutip pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah saat ini, menyebut, salah satu faktor yang mendukung Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah dunia adalah fakta bahwa Indonesia merupakan net exporter produk makanan halal dan fesyen dengan total nilai ekspor masing-masing mencapai US$22,5 miliar US$10,5 miliar. Wapres juga mengatakan, konsep ekonomi syariah bersifat universal dan inklusif, bahkan telah menjadi pilihan kebutuhan hidup masyarakat. Kondisi tersebut merupakan cerminan bahwa terdapat ruang dan peluang bagi Indonesia untuk mampu memenuhi kebutuhan domestik yang begitu besar sekaligus menggaet pangsa perdagangan produk halal di tingkat global. Saat ini merupakan momentum yang tepat menjadikan industri halal sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru, dengan mendorong para pelaku industri dalam negeri menjadikan standar halal sebagai bagian dari strategi untuk meraih pangsa pasar produk halal di dalam dan luar negeri.
Efisiensi Logistik: Proyek Patimban Terus Melaju
Pembangunan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, akan berlanjut ke tahap berikutnya, termasuk perluasan terminal kendaraan, dengan nilai investasi Rp9,5 triliun. Selain perluasan terminal kendaraan, proyek yang masuk dalam tahap I-2 itu juga mencakup perluasan terminal peti kemas. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban Yan Prastomo Ardi mengatakan tahap I-1 (paket 1-4) sudah rampung. Tahap itu terdiri atas terminal peti kemas seluas 35 hektare (ha) dengan kapasitas 250.000 TEUs dan terminal kendaraan 25 ha dengan kapasitas 218.000 CBU. Adapun, fase I-2 akan dibangun selama 2022-2024. “Tahap ini akan terbagi menjadi dua paket, yaitu paket 5 dan 6. Pada paket 5 akan membangun terminal kendaraan dan paket 6 akan membangun terminal kontainer,” jelas Yan kepada Tim Jelajah Pelabuhan 2022 Bisnis Indonesia, Kamis (8/9). Lebih lanjut saat ini, Yan mengaku fokus operasional pelabuhan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2020 itu adalah pengiriman kendaraan, baik ekspor maupun impor. Dia meyakini daya tarik Patimban akan meningkat seiring dengan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Tol Cipali dengan jalan akses Patimban yang akan dimulai akhir 2022. Optimalisasi Pelabuhan Patimban pada akhirnya dapat mengefisienkan biaya ekspor produk Indonesia. “Diharapkan kapal-kapal besar bisa masuk sejalan dengan terbangunnya jalan tol,” katanya.
Inovasi Bisnis, Konflik Generasi
Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.
Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)
Pelan-pelan Berdikari Susu, Ayam, dan Sapi
ID Food pelan-pelan terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Tak hanya bergerak di komoditas beras, ikan, gula, dan minyak goreng, tetapi juga susu, daging ayam, dan daging sapi. Rencana bisnis apik digulirkan. Namun, lagi-lagi, permodalan menjadi kendala. Holding BUMN Pangan, ID Food, melalui PT Berdikari (Persero), salah perusahaan yang menjadi anggota holding, berencana membangun bisnis peternakan ayam terintegrasi, penggemukan dan pembibitan sapi, serta susu sapi. Rencana bisnis itu akan digulirkan pada 2022-2025. ”Total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana bisnis dalam kurun periode tersebut sebesar Rp 5,761 triliun,” kata Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR yang digelar secara hibrida, Senin (5/9).
Bisnis peternakan ayam terintegrasi ini mulai dari penyediaan bibit ayam, peternakan ayam pedaging, hingga penyediaan pakan ayam. Peran utama Berdikari menjadi perusahaan buffer stock atau penyangga peternak ayam untuk menyediakan bibit dan pakan dengan harga terjangkau untuk menjamin keberlangsungan bisnis peternak ayam rakyat yang berjumlah 10 % total peternak ayam di Indonesia.
Berdikari juga mulai merintis bisnis sapi sejak 2021 untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor sapi. Kebutuhan daging sapi dalam negeri pada 2022 sebesar 706.388 ton, meningkat dari 669.731 ton, berdasarkan perhitungan kebutuhan konsumsi daging sapi per kapita per orang yang meningkat dari 2,46 per kg per tahun menjadi 2,57 per kg per tahun. Berdikari juga berencana mengembangkan bisnis susu untuk memperkuat ekosistem susu nasional karena potensi pasarnya cukup besar. Total kebutuhan susu sapi nasional 4,4 juta ton dan 1 juta ton atau 23 % dipenuhi dalam negeri. (Yoga)
Bansos Rp 4,2 Miliar di Surakarta Disiapkan
Pemerintah Kota Surakarta, Jateng, mengalokasikan anggaran bantuan sosial Rp 4,2 miliar sebagai respons atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Bansos akan disalurkan kepada 7.000 warga senilai Rp 600.000 per orang. Menurut Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, anggaran diambilkan dari 2 % dana transfer umum. ”Itu, kan, arahan dari pemerintah pusat,” katanya di Balai Kota Surakarta, Jumat (9/9). (Yoga)
Bantuan Sosial kepada Warga Terdampak Mulai Disalurkan
Executive General Manager Kantor Cabang Utama PT Pos Indonesia Dedi Rahyudi mengatakan, berdasarkan data yang diterima Kantor Pos Bogor, ada sebanyak 323.334 keluarga penerima manfaat BLT dampak kenaikan harga BBM untuk 6 kecamatan di Kota Bogor dan 28 kecamatan di Kabupaten Bogor. ”Setiap keluarga akan mendapatkan Rp 500.000 dari BLT BBM. Data dari Kementerian Sosial, 60.571 orang di Kota Bogor dan Kabupaten 262.763 orang,” ujar Dedi, Jumat (9/9). (Yoga)
BUMN Ajukan Tambahan Penyertaan Modal Negara
Empat BUMN akan mendapatkan penyertaan modal negara senilai total Rp 41,31 triliun pada 2023. Alokasi dana itu dinilai belum cukup sehingga Kementerian BUMN mengajukan tambahan sebesar Rp 13,58 triliun. Keempat BUMN penerima penyertaan modal negara (PMN) itu adalah PT Hutama Karya (Persero) atau HK, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, Defend ID, dan Air Nav Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (8/9) mengatakan, sebelumnya Kementerian BUMN mengajukan PMN untuk Tahun Anggaran 2023 bagi 10 perusahaan negara senilai total Rp 67,82 triliun. Dari jumlah itu, Kemenkeu menyetujuiRp 41,31 triliun bagi empat BUMN saja. ”Kami tengah berupaya mendapatkan tambahan PMN lagi sebesar Rp 13,58 triliun, yang berasal dari pengajuan PMN kembali Rp 7,88 triliun dan pemanfaatan cadangan investasi pemerintah Rp 5,7 triliun,” kata Erick dalam rapat kerja di Komisi VI DPR secara hibrida di Jakarta.
Dana tambahan senilai Rp 13,58 triliun itu akan diberikan kepada enam BUMN, yaitu HK sebesar Rp 1,66 triliun, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Rp 1,4 triliun, Indonesia Financial Group (IFG) Rp 6 triliun, ID Food Rp 520 miliar, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau IndonesiaRe Rp 3 triliun, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Rp 1 triliun. Erick menjelaskan, IFG membutuhkan PMN untuk memberikan jaminan atas kredit usaha rakyat (KUR) bagi Jamkrindo dan Askrindo. Dana tersebut bukan untuk Jiwasraya. ID Food juga membutuhkan PMN untuk memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus meningkatkan program bagi petani dan nelayan. Adapun InJourney memerlukan dana itu untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Tanamori serta pemenuhan ekuitas di KEK Sanur. (Yoga)
Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat
Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan meningkat. Siaran pers Bank Indonesia, Kamis (8/9), menyebutkan, hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2022 sebesar 124,7, lebih tinggi dibandingkan 123,2 pada Juli 2022, serta secara konsisten berada di zona optimistis. (Yoga)
Memacu Akselerasi Penghiliran
Sektor komoditas, khususnya pertambangan, belakangan menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu tak lepas dari berkah kenaikan harga dan permintaan komoditas yang masih terjadi. Sejumlah kalangan pun menilai momentum tersebut semestinya dapat dioptimalkan untuk memacu penghiliran guna menciptakan nilai tambah, sehingga memperkuat struktur produk domestik bruto (PDB) yang selama ini didominasi konsumsi dan investasi. Penghiliran juga digadang-gadang mendongkrak investasi, sehingga struktur PDB lebih kokoh. Sebab, jika ditelusuri, kendati realisasi investasi terus tumbuh, rupanya kontribusi terhadap struktur PDB berada dalam tren penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi investasi yang tecermin pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada PDB kuartal II/2022 hanya 27,13%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2022 yang mencapai 30,44%, maupun dibandingkan dengan kuartal II/2022 yang mencapai 29,85%. Namun, penghiliran bukannya tanpa kendala. Beragam tantangan harus dihadapi oleh pelaku usaha. Fadhil Hasan, Ekonom Senior Indef, mengatakan bahwa penghiliran masih harus menghadapi persoalan teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai oleh pelaku usaha nasional. Selain itu, skala ekonomi dari produk hasil penghiliran juga masih belum tercapai.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









