Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Jurang Literasi dan Inklusi Keuangan
Kesenjangan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia tak kunjung menipis. Tingkat inklusi keuangan sembilan tahun terakhir masih 1,5-2 kali lipat di atas tingkat literasi keuangan. Mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dirilis OJK sejak 2013 hingga 2019, kesenjangan literasi dan inklusi keuangan tak juga menipis. Pada 2013, selisih antara tingkat literasi dan inklusi keuangan sebesar 37,9 % yang berasal dari tingkat literasi berada pada level 21,8 % dan inklusi keuangan pada level 59,7 %. Pada 2016, selisih keduanya masih lebar, yakni 38,1 % yang berasal dari tingkat literasi sebesar 29,7 % dan inklusi 67,8 %. Tiga tahun berselang, kondisi tak banyak berubah dengan selisih keduanya mencapai 38,2 % dengan tingkat literasi 38,2 % dan tingkat inklusi 76,2 %.
Tahun ini, OJK sudah menjalankan survei, meski data survei selengkapnya baru dirilis secara resmi akhir bulan ini, anggota Dewan Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, membocorkan garis besar hasil survei itu, yakni literasi keuangan pada level 49,9 % dan tingkat inklusi pada posisi 84,2 %. Artinya, selisih keduanya mulai mengecil kendati masih tinggi, yakni 34,3 %. Masih jomplangnya angka literasi dengan inklusi ini menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang baru sekadar mengakses jasa keuangan, tetapi belum betul-betul memahami cara kerja dan risikonya. Rendahnya literasi keuangan ini juga rentan dimanfaatkan penjahat kerah putih berkedok jasa keuangan. Ketidaktahuan masyarakat akan layanan jasa keuangan menjadi celah yang dimanfaatkan bagi para pelaku penipu berkedok investasi bodong dan pinjaman daring ilegal untuk mengeruk keuntungan secara tak bertanggung jawab dari nasabah. (Yoga)
Anggaran Pendataan Rp 4 Triliun
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4 triliun yang melibatkan 400.000 peneliti untuk program Registrasi Sosial Ekonomi lewat BPS mulai 15 Oktober 2022. Data yang dikumpulkan mencakup profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan. ”Total anggaran sampai tahun depan Rp 4 triliun. Tahun ini Rp 3,3 triliun,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (12/10). (Yoga)
Si Jampang, Layanan Terbaru Kota Tangerang
Perumda Pasar Kota Tangerang, Banten, melayani warga lewat Si Jampang atau belanja gampang, yakni mobil penjual kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi ke kelurahan-kelurahan setiap hari. Dengan lima unit Si Jampang, layanan dimulai Selasa (11/10) pukul 06.00-08.00. ”Kalau barangnya habis, kami belanja lagi, lalu kembali berjualan keliling,” ujar Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati, Rabu (12/10). (Yoga)
KETENAGAKERJAAN : Depenas Kaji Kenaikan Upah
Dewan Pengupahan Nasional menyatakan ada peluang penetapan upah minimum 2023 bakal sama atau bahkan naik dibandingkan dengan tahun ini mengacu inflasi dan pertumbuhan ekonomi 2022. Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfudz Wuhadji mengatakan peluang itu disampaikan setelah buruh menggelar aksi demontrasi di Jakarta menuntut salah satu kenaikan upah minimum 2023 hingga 13%. “Kami melakukan formulasi penetapan upah minimum. Adapun bila terjadi kenaikan, itu akan disesuaikan dengan kondisi dari sisi inflasi atau pertumbuhan ekonomi,” katanya kepada Bisnis, Rabu (12/10). Selain itu, dia menyatakan upah yang akan ditetapkan 2023 bisa terlihat dari kondisi ekonomi global saat ini.
TRANSFORMASI EKONOMI : Balikpapan Perkuat Parekraf
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai melakukan perencanaan jangka panjang, agar motor perekonomian wilayah ini tak hanya bertumpu pada sektor industri pengolahan. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai menjadi opsi mesin perekonomian wilayah ini ke depannya. Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan Doortje Marpaung menyatakan, ekonomi Balikpapan ke depan akan bertumpu pada sektor selain pertambangan, migas, dan batu bara. “Meskipun di tagline nasional kita bukan yang utama, tapi potensi ini yang perlu kita drive. Ada MICE [meeting, incentive, convention, exhibition], pariwisata, dan industri kreatif,” katanya, Rabu (12/10).
“Kita melihat PDRB [produk domestik regional bruto] Balikpapan masih di dominasi sektor pengolahan, yaitu 47,2%, diikuti oleh konstruksi 16,5%, transportasi 9,8%, dan sektor perdagangan yang memerlukan perencanaan jangka panjang ke depan,” katanya. Menurutnya, Kota Balikpapan perlu melakukan transformasi ekonomi yang beralih dari ketergantungan sektor migas dan batu bara.
Beban Jumbo Proyek Mercusuar
Pemerintah didesak menyortir ulang berbagai proyek infrastruktur yang dianggap kurang penting dan mengarahkan kebijakan fiskal untuk program-program yang lebih berdampak langsung kepada masyarakat. Pasalnya, proyeksi resesi ekonomi pada tahun depan berpotensi berimbas ke Indonesia. Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Yusuf Wibisono, mengatakan sedikitnya ada dua kondisi yang juga dihadapi Indonesia di tengah risiko meningkatnya tekanan ekonomi pada tahun depan. Pertama, defisit APBN harus kembali ke batas maksimum 3 % PDB. Kedua, lonjakan harga komoditas, seperti sawit dan batu bara, yang selama ini menjadi berkah bagi penerimaan negara juga segera berakhir.
Karena itu, menurut Yusuf, pemerintah semestinya meninjau kembali proyek-proyek berbiaya tinggi. Dua proyek jumbo itu di antaranya, ia mencontohkan, pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur dan kereta cepat Jakarta-Bandung, ujar Yusuf kepada Tempo, kemarin. Pembangunan IKN tahap pertama, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa Februari lalu, diperkirakan menelan biaya Rp 110 triliun hingga 2024, untuk membangun seluruh kawasan inti pusat pemerintahan. Rencananya, bujet sebesar itu akan dipenuhi melalui APBN, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan investasi perusahaan pelat merah. (Yoga)
Pasar Modal Indonesia Terbaik Ke-5 di Dunia
Pasar modal Indonesia menduduki peringkat tertinggi Ke-5 di dunia dari sisi pertumbuhan IHSG. Sejak awal 2022 hingga 7 Oktober 2022, IHSG BEI menguat 6,77%, di bawah Turki yang naik 92,05%, Chile 17,05%, Qatar 12,07%, dan Brasil 11,02%. “Pasar modal menjadi tujuan investasi selama pandemi. Sejak awal tahun hingga 7 Oktober 2022, IHSG telah mencatatkan pertumbuhan 6,77% di atas UAE yang sebanyak 5,54%, Arab Saudi 4,22%, dan Singapura 0,71%,” kata Dirut BEI Iman Rachman dalam Editor in Chief Gathering IDX Market Update and Strategic Direction di Jakarta, Selasa (11/10).
Iman mengungkapkan, nilai
perdagangan di BEI naik 13,9%
dari Rp 13,4 triliun per hari di
akhir 2021 menjadi Rp 15,2
triliun per hari pada 7 Oktober
2022, kapitalisasi pasar tumbuh
11,9% dari Rp 8.256 triliun menjadi Rp 9.235 triliun, frekuensi
perdagangan harian naik 5,2%
dari 1,29 juta menjadi 1,36 juta,
dan volume perdagangan harian
naik 18,3% dari 20,6 miliar saham
menjadi 24,4 miliar saham.
Iman mengungkapkan, Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Asean
dari sisi jumlah perusahaan
tercatat (listed company) di
pasar modal. Sejak awal 2022
hingga Agustus 2022, jumlah
perusahaan baru yang tercatat
di BEI bertambah 42,9% menjadi
809 perusahaan. “Hingga 7 Oktober 2022, jumlah perusahaan tercatat di BEI
telah mencapai 810 emiten, atau
ada penambahan 44 perusahaan
baru dengan nilai emisi Rp 21,8
triliun. Saat ini masih ada 38
perusahaan yang masuk dalam
pipeline BEI,” jelas Iman. (Yoga)
Jasa Marga Berikan Shareholder Loan ke Anak Usaha Rp 115 Miliar
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberikan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) senilai Rp 115 miliar, yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan cash deficiency support JJC tahun ini, serta kebutuhan operasional lainnya. “Pada 7 Oktober 2022 telah ditandatangani perjanjian pinjaman pemegang saham dari JTT ke JJC dengan nilai transaksi Rp 115 miliar. Keduanya merupakan perusahaan yang dikendalikan perseroan,” kata Corporate Secretary & Chief Executive Officer Jasa Marga Nixon Sitorus dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (12/10). Nixon mengatakan, JTT merupakan anak usaha JSMR dengan kepemilikan 99,19%. Sementara JJC merupakan anak usaha JSMR dengan kepemilikan 40%, serta JTT dengan kepemilikan 40%. “Sehingga, transaksi yang dilakukan keduanya dapat dikategorikan sebagai transaksi afiliasi,” tutur dia. Dia menyebut, berdasarkan proforma laporan posisi keuangan konsolidasi menunjukkan bahwa pemberian fasilitas pinjaman ke JJC akan berpengaruh pada besarnya aset lancar berupa pengurangan pada saldo kas dan setara kas, serta penambahan pada saldo piutang lain-lain dengan jumlah masing-masing sebesar Rp 115 miliar.
“Transaksi berupa pemberian shareholder loan dari JTT kepada JJC dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan cash deficiency support JJC tahun 2022 serta untuk kebutuhan operasional lainnya,” ungkap Nixon. Saat ini, Jasa Marga mengelola enam proyek jalan tol dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi yang ditargetkan selesai secara bertahap pada periode 2022-2025, di antaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan untuk Paket III Sukabungah-Sadang dan Paket II Setu-Sukabungah, Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri untuk Seksi Kediri-Kertosono, Jalan Tol Bogor Ring Road untuk Seksi Simpang Semplak-Junction Salabenda, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi untuk Seksi Probolinggo-Besuki, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, dan Jalan Tol Gedebage-Cilacap untuk Seksi Gedebage-Garut Utara. Dengan sejumlah proyek pembangunan jalan tol yang sedang berjalan tersebut, Jasa Marga berkomitmen untuk berusaha seoptimal mungkin mencapai target yang sudah ditetapkan, dengan tetap mengendalikan aktivitas konstruksi jalan tol melalui pembangunan secara bertahap. Perseroan juga berkomitmen untuk memperhatikan kualitas hasil pekerjaan, keselamatan kerja, serta mengedepankan penggunaan produk-produk dalam negeri. (Yoga)
Segera Berkelit dari Risiko Resesi
Risiko terjadinya resesi global pada tahun depan makin kuat seiring dengan peringatan lembaga internasional yang menggarisbawahi tekanan inflasi di seluruh negara mulai memperlihatkan gradasi kenaikan secara pasti. Peringatan untuk siap menghadapi tantangan resesi kali ini datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan adanya risiko kenaikan harga secara umum sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. IMF sebelumnya memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5% Pernyataan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva atas risiko terjadinya lonjakan inflasi yang lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya ini menggenapi sinyal lampu kuning resesi dari Bank Dunia. Laporan hasil studi Bank Dunia belum lama ini juga telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga global yang dilakukan oleh bank sentral secara serentak dapat menimbulkan risiko terjadinya resesi dunia pada tahun 2023. Adapun IMF menduga inflasi tinggi tersebut bakal memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga
Indonesia Optimistis Hadapi Perfect Storm
Tanpa mengurangi kewaspadaan menghadapi perfect storm yang bakal menimpa ekonomi dunia, Indonesia dinilai cukup kuat untuk terhindar dari petaka yang menimbulkan resesi global 2023. Faktor yang membangkitkan optimisme itu, antara lain, adalah daya beli masyarakat yang masih kuat, investasi terus meningkat, inflasi yang terkendali, dan ketahanan pangan yang cukup baik. Ekonomi global tahun 2023 diprediksi terkena perfect storm, yakni kondisi di mana tiga petaka terjadi sekaligus di saat yang sama, yakni inflasi tinggi atau hiperinflasi, kontraksi ekonomi, dan masalah geopolitik. Hiperinflasi memaksa otoritas moneter menaikkan suku bunga. Lonjakan suku bunga yang terlalu agresif menyebabkan ekonomi terjungkal ke jurang resesi. Kondisi ini diperparah oleh masalah geopolitik, sebuah faktor yang pada masa lalu acap luput dari perhatian ekonom. Perang Rusia vs Ukraina yang sudah berlangsung delapan bulan dan tak seorang pun mampu memperkirakan kapan berakhirnya. Masalah geopolitik kian pelik pada masa akan datang.
Kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan 28 negara yang saat ini antre minta bantuan IMF. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2022 diperkirakan mencapai 5,2% dan kuartal keempat 4,8%. Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi ancaman resesi 2023. “Kita harus tetap optimistis. Tetapi tetap berhati-hati dan waspada,” kata Presiden Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2022 yang digelar di JCC, Jakarta, Selasa (11/10). Ekonom senior Chatib Basri menyatakan, “Kalau ditanya apakah Indonesia akan resesi atau tidak, jawaban saya tidak,” ungkap Chatib dalam sesi diskusi Global Economic Outlook pada hari pertama BNI Investor Daily Summit 2022, kemarin. Dia mengatakan, guncangan ketidakpastian global akan lebih berdampak negatif terhadap negara yang memiliki pangsa ekspor terhadap PDB-nya besar, contohnya Singapura. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









