Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Panti Asuhan, Tumpuan Anak-anak Miskin
Panti asuhan menjadi tumpuan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan bermasalah. Ditempat itu, mereka mendapatkan pengasuhan alternatif dan berkesempatan mengenyam pendidikan dari tingkat dasar hingga tinggi. Mayoritas anak-anak di panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) masih memiliki orangtua atau keluarga. Hanya sebagian kecil dari mereka yang tidak memiliki orangtua (yatim piatu, yatim, atau piatu). Sebagian besar dari anak- anak itu sengaja dibawa orangtuanya ke panti asuhan agar bisa melanjutkan pendidikan. Umumnya mereka datang dari keluarga miskin, perdesaan, dan daerah pelosok. Berdasarkan Data Profil Anak Indonesia tahun 2021, sebanyak 4,76 %anak Indonesia tinggal bersama keluarga lain dan sebagian di panti asuhan. Setelah lulus SMA sebagian besar anak itu kembali ke orangtua. Namun, ada juga yang tetap tinggal di panti asuhan, menjadi pengurus atau membantu pengelola panti. ”Kemarin ada orangtua salah satu anak yang bekerja sebagai pengasuh anak, gajinya hanya sekitar Rp 1 juta (per bulan), tidak mencukupi biaya sekolah satu anak. Padahal, anaknya tidak hanya satu orang,” ujar Upik, pengelola Panti Asuhan Putra Nusa, Rabu (26/11).
Di Lampung, Panti Asuhan Pelita Harapan Bangsa menampung 50 anak dari keluarga miskin. Menurut Amir, Ketua Yayasan Panti Asuhan Pelita Harapan Bangsa, sebagian anak di panti itu masih memiliki orangtua lengkap, tetapi ada juga yang dititipkan setelah orangtua mereka bercerai. Di Makassar, Panti Asuhan Miftahul Khair menampung sekitar 40 anak. Awalnya mereka hanya menerima anak yang tak memiliki orangtua. Namun, dinas social menyatakan bahwa anak yang ditampung tak harus yatim piatu, tetapi bisa juga anak-anak telantar dan miskin. ”Bahkan, kami juga menampung anak-anak korban kekerasan atau dari keluarga broken home,” ujar A Halmiyah, pengelola panti asuhan itu. Semua anak yang ditampung di panti itu disekolahkan dengan biaya dari dana bantuan operasional sekolah. Untuk operasional, panti asuhan mengandalkan bantuan donatur. (Yoga)
Teknologi Penangkapan Karbon Terkendala Biaya
Selain mengoptimalkan potensi panas bumi, PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan teknologi penangkapan, utilisasi, dan penyimpanan karbon sebagai salah satu strategi menekan emisi. Tantangannya adalah teknologi penangkapan karbon masih mahal. Teknologi penangkapan, utilisasi, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization, and storage/CCUS) ialah teknologi penangkapan karbon yang digunakan dan disimpan.Teknologi itu dipasang di berbagai fasilitas, seperti pemrosesan gas, kilang minyak, dan pada pembangkit listrik tenaga uap. Pertamina terus mengembangkan studi tentang CCUS. Senior Specialist II Production Research Upstream Research Technology Innovation (URTI) Pertamina Debby Halinda dalam Ruang Bincang Energi terkait strategi dekarbonisasi pada sektor energi, Minggu (30/10) mengatakan, studi CCUS salah satunya untuk mendukung capaian dokumen kontribusi nasional (NDC) pada 2030.
”Sejumlah tantangan dalam CCUS antara lain masih mahalnya biaya untuk penangkapan karbon dan teknologi green hydrogen dan masih dibutuhkan insentif untuk pengurangan dan utilisasi CO2,” ujar Debby. Pendiri Environment Institute yang juga dosen Ilmu Lingkungan UI, Mahawan Karuniasa, menuturkan, tiga sektor utama yang harus menjadi fokus dalam pencapaian NDC ialah pembangkit listrik, transportasi, dan industri. Di sisi lain, ada tantangan peningkatan permintaan energi seiring terus bertumbuhnya perekonomian Indonesia. Teknologi, termasuk CCUS, dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan itu (target NDC), di samping berbagai strategi lain. (Yoga)
Awal Kuartal IV, Telkom Lunasi Utang Rp. 2 T
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melunasi pinjaman dari beberapa perbankan dengan total Rp 2 triliun di awal kuartal IV-2022. Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian perseroan per September 2022, emiten BUMN telekomunikasi tersebut sukses membayar utangnya kepada PT Bank HSBC Indonesia sebesar Rp 500 miliar. “Pada 19 Oktober 2022, perusahaan melakukan pelunasan pinjaman kepada HSBC se[1]besar Rp 500 miliar,” tulis manajemen Telkom dikutip, Minggu (30/10/2022). Selain utang kepada HSBC, Telkom melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) juga melunasi utangnya kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp 1 triliun dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp 500 miliar pada 21 Oktober 2022.
Kemampuan Telkom membayar utang sebesar Rp 2 triliun tersebut tidak lepas dari posisi keuangan perseroan yang solid. Hingga 30 September 2022, ekuitas emiten telekomunikasi pelat merah ini tercatat Rp 145,3 triliun, lebih besar dibandingkan liabilitasnya sebesar Rp 124,5 triliun. Lalu dilihat dari kinerjanya, Telkom juga konsisten mencetak pertumbuhan laba bersih operasi sebesar Rp 19,42 triliun, naik 4,3% secara yoy. Pendapatan konsolidasian juga tumbuh 2,7% menjadi Rp 108,87 triliun dibanding periode sama tahun lalu. “Di tengah tantangan disrupsi, Telkom mampu tumbuh cukup baik dan positif. Kami akan terus melanjutkan implementasi strategi Five Bold Moves demi pertumbuhan perseroan yang kompetitif dan berkelanjutan. Kami meyakini langkah ini akan memberikan value yang optimal bukan hanya bagi perseroan tapi juga bagi stakeholder,” kata Dirut Telkom Ririek Adriansyah dikutip Minggu (30/10). (Yoga)
Bantuan Obat Segera Diedarkan
Indonesia menerima 200 vial fomepizole atau obat penawar untuk pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal. Obat yang diberikan secara injeksi tersebut akan segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan sesuai kebutuhan. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, fomepizole tersebut tiba pada Sabtu (29/10) dini hari di Indonesia. Obat yang didapatkan secara hibah dari Jepang melalui PT Takeda Indonesia itu dikemas dalam bentuk vial berisi 1,5 mililiter. ”Fomepizole akan langsung dikirim ke instalasi farmasi pusat. Hibah ini dilaksanakan dengan itikad baik atas nama kemanusiaan untuk kepentingan kesehatan anak Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/10).
Budi menuturkan, Kemenkes akan mendistribusikan obat tersebut ke semua rumah sakit rujukan tingkat provinsi sesuai kebutuhan. Obat ini pun diberikan secara gratis kepada semua pasien di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah telah mendapatkan sejumlah fomepizole dalam jumlah terbatas. Sebanyak 30 vial didatangkan dari Singapura dan 16 vial dari Australia. Obat tersebut diberikan ke sejumlah rumah sakit rujukan dengan jumlah pasien yang tinggi. Budi mengatakan, antidotum berupa fomepizole tersebut diyakini mampu mengobati pasien gangguan ginjal akut. Setidaknya dari 10 anak yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, sebanyak 7 anak telah sembuh secara menyeluruh, sementara 3 lainnya tidak menunjukkan perburukan. (Yoga)
Baduy di Instagram
Bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, masyarakat suku Baduy yang mereka kenal dan sering dijumpai adalah orang dari Desa Kanekes, Banten, yang berjalan tanpa alas kaki, berpakaian hitam atau putih, memakai telekung atau lomar (ikat kepala), membawa tas rajut coklat, berjualan madu, dan seterusnya. Pakaian dan penampilan adat Baduy ini menjadi terkenal ketika dikenakan Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Tahunan MPR, Agustus 2021. Gambaran tentang masyarakat suku Baduy yang sering dijumpai di jalanan menjadi berbeda begitu kita memasuki dunia media sosial, terutama Instagram. Nuansa Baduy di Instagram memang tetap menunjukkan elemen-elemen tradisi, tetapi tampil lebih anggun, cantik, bersih, elegan, dan eksotik. Tidak seperti bayangan umumnya sebagai masyarakat yang menolak atau tak kenal modernitas, mereka sangat beradaptasi dengan teknologi digital. Ini bisa dilihat dalam akun Instagram @ayudewibaduy (29K pengikut), @dewi.baduy.507 (3K), @wisatasukubaduy (13K), @souvenirbaduy (12K), @batikbaduy (7K), @jejak_baduy (49K), dan lainnya.
Penggunaan Instagram oleh anak-anak Baduy menunjukkan transformasi budaya yang terjadi di suku tersebut. Agama masyarakat Baduy memang tetap Sunda Wiwitan dan mereka yang tak lagi memegang agama tersebut akan keluar dari kampung adat. Menikah dengan non-Baduy juga menyebabkan kehilangan hak untuk tetap berada di desa adat. Bahkan, hingga sekarang ini, Baduy Dalam tetap tak menerima kunjungan orang asing. Baik di Baduy Luar maupun Dalam, tidak boleh memiliki TV, radio, jaringan listrik, dan kendaraan bermotor. Mereka juga tidak memakai rekening bank, karena itu mereka menyimpan uangnya dalam bentuk emas atau tanah. Di balik proses penjagaan terhadap tradisi itu, ternyata yang bisa masuk ke sana adalah media sosial dan peranti digital. Jaringan internet di kampung Baduy cukup bagus. Instagram menampilkan masyarakat Baduy di dua dunia secara berbeda pada saat bersamaan; dunia maya dan dunia nyata. Penampilan beberapa orang Baduy di Instagram sering jadi seperti cermin terbalik dari realitas kehidupan Baduy di Kanekes.
Transformasi kultural itu terjadi ketika orang-orang Baduy mengambil snapshot diri mereka sendiri, mengunggah di Instagram, mendapatkan komentar dan like. Apalagi, dengan follower atau pengikut yang jumlahnya hingga puluhan ribu, seperti yang dimiliki @ayudewibaduy. Ini terjadi ketika sebagian dari masyarakat di sana sebetulnya masih melarang pengunjung untuk mengambil foto orang-orang Baduy. Ringkasnya, apa yang terjadi di Instagram adalah sebuah konstruksi identitas kultural baru tentang suku Baduy. Di Instagram, mereka harus mengikuti logika-logika media sosial untuk bisa sukses serta memiliki ribuan pengikut dan gambarnya disukai oleh banyak orang. Karena audience yang berbeda, image atau foto diri yang tampil menjadi berbeda pula. Jadi, Instagram tidak hanya mengenalkan dan mempromosikan suku Baduy ke dunia luas. Namun, dengan akun-akun orang Baduy yang ada, maka budaya, tradisi, adat, dan agama Baduy ditampilkan dalam bentuk yang lebih atraktif bagi masyarakat non-Baduy. (Yoga)
Unrealiized Loss, Laba Telkom Tergerus 12,14%
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan laba bersih Rp 16,58 triliun pada kuartal III-2022, tergerus 12,14% dibanding periode sama tahun lalu Rp 18,87 triliun. Penurunan ini disebabkan kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,08 triliun. Berdasarkan laporan keuangan Telkom per September 2022, Jumat (28/10), pada periode sama 2021, perubahan nilai wajar atas investasi tersebut masih berbentuk keuntungan yang belum direalisasi Rp 403 miliar. Menilik laporan keuangannya, investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Salah satunya adalah investasi Telkomsel pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) yang kini berganti nama menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) usai merger dengan PT Tokopedia.
Jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GoTo pada tanggal 30 September 2022 adalah sebesar Rp 3,06 triliun. Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GoTo menggunakan nilai pasar saham GoTo per 30 September 2022 sebesar Rp 246 per saham. Pada 16 November 2020, Telkomsel berinvestasi pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek dalam bentuk Obligasi Konversi tanpa bunga sebesar US$ 150 juta (setara Rp 2,11 triliun per 31 Desember 2020). Obligasi Konversi tersebut jatuh tempo pada 16 November 2023 dan dapat dikonversi menjadi saham. Pada 17 Mei 2021, Gojek dan PT Tokopedia merger menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia. Merger ini membuat Telkomsel mengeksekusi Obligasi Konversi. (Yoga)
Satgas BLBI Kanting Aset Obligor Rp 28,85 Triliun
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) berhasil mengantongi aset obligor mencapai Rp 28,85 triliun sampai dengan 28 Oktober 2022.
Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu) Purnama T Sianturi mengatakan, nilai tersebut dalam bentuk uang tunai ke kas negara, penetapan status penggunaan ke lembaga, hibah, serta melalui bentuk barang milik negara (BMN).
Paket Bali di KTT G20
Pada November 2022 mendatang, Bali akan menjadi lokasi KTT G20 pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia, sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara (Asean) di forum G20 yang menjadi salah satu forum terbesar ekonomi di dunia. Di tengah pandemi Covid-19, inflasi global, perubahan iklim, krisis energi dan pangan, serta tentunya konflik perang antara Rusia dan Ukraina, kita patut bersyukur di mana Indonesia masih menjadi negara G20 dengan proyeksi ekonomi oleh OECD yang tumbuh di atas 4% di tahun 2022 dan 2023 bersama China, Arab Saudi, dan India. Terakhir kalinya Bali menjadi saksi konferensi besar Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ke-9 pada 3—7 Desember 2013. Dalam konferensi tersebut lahirlah Paket Bali (Bali Package) yang bertujuan melonggarkan batasan perdagangan global, sekaligus unik, karena menjadi kesepakatan pertama yang disetujui oleh semua anggota WTO yang notabene adalah organisasi dengan tingkat kompleksitas negosiasi yang tinggi. Beberapa pokok kunci yang perlu dibawa oleh Indonesia sebagai tuan rumah dan dalam merumuskan Paket Bali Jilid II adalah sesuai daftar inventarisasi masalah mendesak yang luar biasa besar di seluruh dunia baik sektor sosial, ekonomi, ekologi dan keamanan. Pertama adalah Rusia. Invasinya ke Ukraina telah meningkatkan masalah energi global yang berimbas ke banyak hingga fiskal dan moneter. ‘Kegagalan’ PBB sebagai garda terdepan resolusi perdamaian harus diambil alih oleh G20. Kedua, konsentrasi dan totalitas pada masalah perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Indonesia seharusnya menjadi pionir dan sekaligus momentum untuk pembenahan internal baik dari manajemen sumber daya alam dan lingkungan seperti hutan, gambut, mangrove, energi, pertambangan, hingga masalah hidrometeorologi.
Ketiga, kehatian-hatian makro (makroprudensial). Pertumbuhan ekonomi, yang makin tidak merata, dengan tingkat yang berbeda di berbagai negara, tergantung pada tingkat vaksinasi, kemampuan untuk pulih, dan kesinambungan dukungan fiskal dan moneter. Stimulus fiskal dan moneter, sambil mengurangi defisit fiskal pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya, utang publik dan swasta, neraca bank sentral utama, dan inflasi, yang lebih kuat lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Demikian juga dengan perlunya penghapusan utang untuk negara-negara miskin dan rentan.
Yang terakhir adalah perlunya G20 menyusun peta jalan (road map) pembangunan global dengan analisa adapatasi dan mitigasi yang praktikal terhadap potensi ancaman, bahaya, tantangan, dan bencana ke depan yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia. Aksi ini dapat didukung oleh mitra G20 seperti dari wadah pemikir atau think-tank (T20), pemuda (Y20) dan organisasi kemasyarakatan (C20).
Kolaborasi Memperkuat Bulog
Harga beras yang terus naik dalam 2—3 bulan terakhir membuat Direktur Utama Bulog, Budi Waseso berkomentar dan menyebut tiga faktor penyebab tingginya harga beras: alam, pendistribusian, dan swasta yang menguasai pasar beras (detik.com, 3/10/2022). Perihal swasta menguasai pasar sebenarnya jamak, ini terjadi pada berbagai komoditas pertanian dan perikanan. Tetapi bukan berarti swasta salah, justru suatu negara yang ekonominya berhasil ada peran swasta di dalamnya, baik di hulu maupun hilir untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi. Bahwa dalam hal penguasaan pasar beras, swasta begitu dominan, harusnya menjadi pemantik bagi pemerintah untuk mendukung penguatan Bulog. Dalam ekonomi yang sehat, semua pelaku ekonomi harus diberi kesempatan yang sama, yang salah adalah eksploitasi kekuatan ekonomi secara tidak sehat. Sayangnya pemerintah sebagai regulator dan penanggung jawab untuk mendukung penguatan Bulog kadang kalah cepat dari swasta, bahkan cenderung tidak berkomitmen. Perum Bulog sebagai lembaga parastatal (penstabil harga) dan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) kalah bersaing dengan swasta dalam pembelian gabah (jumlah dan harga), apalagi angkutan logistik. BUMN seperti Bulog memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional, apalagi dalam situasi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. Jadi sangat penting bagi Bulog untuk mandiri. Pada akhirnya hanya dengan kolaborasi lintas lembaga dukungan yang sehat, dengan prinsip win-win, bukan zero sum game, akan menguatkan Bulog.
GANGGUAN GINJAL AKUT Pemerintah Tambah Fasilitas Kesehatan
Pemerintah berencana menambah fasilitas kesehatan untuk menangani kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak. Surveilans juga ditingkatkan untuk mendapatkan gambaran utuh kasus gangguan ginjal yang terjadi. Kadis Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Rabu (26/10) mengatakan, jumlah rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut di Jakarta belum cukup jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang ada. Per 25 Oktober 2022, Dinkes DKI Jakarta mencatat ada 90 anak dengan gejala gangguan ginjal akut. Pasien-pasien itu tidak semuanya warga DKI Jakarta. Sebagian pasien merupakan warga Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya. ”Mulanya ada dua RS rujukan (di Jakarta), yaitu RSCM (RSUP Dr Cipto Mangunkusumo) dan RS (Anak dan Bunda/RSAB) Harapan Kita,” kata Widyastuti.
Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan sejumlah rumah sakit tipe A dan B untuk merawat pasien gangguan ginjal akut pada anak, yaitu RSUD Tarakan, RSUD Pasar Minggu, RSUD Pasar Rebo, dan RSUD Koja. Selain itu, jumlah SDM kesehatan juga belum sebanding dengan jumlah kasus gangguan ginjal akut. Widyastuti mengatakan, setidaknya ada tiga dokter anak ahli ginjal di Jakarta. Langkah antisipasi pun disiapkan jika kasus gangguan ginjal akut naik. Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, sejauh ini ada 14 rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut yang ditetapkan pemerintah, antara lain, RSUD Dr Soetomo, Surabaya; RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta; RSUP Prof Ngoerah, Denpasar; serta RSUP Dr Mohammad Hoesin, Palembang. Adapun RSCM merupakan rumah sakit rujukan nasional untuk gangguan ginjal akut. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









