GANGGUAN GINJAL AKUT Pemerintah Tambah Fasilitas Kesehatan
Pemerintah berencana menambah fasilitas kesehatan untuk menangani kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak. Surveilans juga ditingkatkan untuk mendapatkan gambaran utuh kasus gangguan ginjal yang terjadi. Kadis Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Rabu (26/10) mengatakan, jumlah rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut di Jakarta belum cukup jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang ada. Per 25 Oktober 2022, Dinkes DKI Jakarta mencatat ada 90 anak dengan gejala gangguan ginjal akut. Pasien-pasien itu tidak semuanya warga DKI Jakarta. Sebagian pasien merupakan warga Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan daerah lainnya. ”Mulanya ada dua RS rujukan (di Jakarta), yaitu RSCM (RSUP Dr Cipto Mangunkusumo) dan RS (Anak dan Bunda/RSAB) Harapan Kita,” kata Widyastuti.
Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan sejumlah rumah sakit tipe A dan B untuk merawat pasien gangguan ginjal akut pada anak, yaitu RSUD Tarakan, RSUD Pasar Minggu, RSUD Pasar Rebo, dan RSUD Koja. Selain itu, jumlah SDM kesehatan juga belum sebanding dengan jumlah kasus gangguan ginjal akut. Widyastuti mengatakan, setidaknya ada tiga dokter anak ahli ginjal di Jakarta. Langkah antisipasi pun disiapkan jika kasus gangguan ginjal akut naik. Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan, sejauh ini ada 14 rumah sakit rujukan gangguan ginjal akut yang ditetapkan pemerintah, antara lain, RSUD Dr Soetomo, Surabaya; RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta; RSUP Prof Ngoerah, Denpasar; serta RSUP Dr Mohammad Hoesin, Palembang. Adapun RSCM merupakan rumah sakit rujukan nasional untuk gangguan ginjal akut. (Yoga)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Pemasaran Digital Rokok Menyasar Anak Muda
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023