;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Lelang Sukuk Negara Makin Sepi Peminat

02 Nov 2022

Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (1/11) mencatatkan nilai penawaran sebesar Rp 4,34 triliun. Nilai ini lebih rendah jika dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang sebesar Rp 6,40 triliun. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, dari total nilai penawaran yang masuk dalam lelang kali ini, pemerintah hanya menyerap Rp 1,37 triliun.

Menjaga Daya Beli dari Risiko Resesi

02 Nov 2022

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) atas realisasi inflasi Oktober tahun ini memperlihatkan harapan lebih besar atas kemampuan Indonesia untuk mengatasi dampak kenaikan harga yang ditengarai menjadi salah satu faktor pemicu resesi global. BPS kemarin mencatat inflasi tahunan sebesar 5,71% (year-on-year/YoY) pada Oktober 2022. Secara bulanan, indeks harga konsumen mencatatkan deflasi 0,11% (month-to-month/MtM). Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dari realisasi inflasi pada September 2022 yang mencapai 1,17% secara bulanan maupun 5,95% secara tahunan. Meskipun masih terlalu dini untuk menyatakan perekonomi­an Tanah Air jauh dari risiko re­se­si, tren kenaikan harga yang ren­­dah setidaknya menunjukkan si­tuasi yang terkendali. BPS me­ni­­lai realisasi inflasi tersebut ma­­sih lebih rendah dibandingkan dengan inflasi negara G20 lain­nya. Bagi Indonesia, pergerakan harga energi ini memiliki dampak signifikan terhadap anggaran dari bertambahnya besaran subsidi energi, baik harga ba­han bakar minyak (BBM) maupun ko­mo­di­tas lainnya. Dengan adanya tam­bahan subsidi tersebut dan sa­saran untuk menekan de­fi­sit menjadi lebih berat dan pe­me­rintah mau tidak mau harus men­dorong sisi pendapatan. Situasi ini menjadi tantangan nyata karena konsekuensi penambahan subsidi kerap dibarengi dengan program perlindungan terhadap rakyat, langkah pemberian bantuan sosial, dan upaya perlindungan terhadap perekonomian.


Indonesia Optimistis Songsong KTT G20

02 Nov 2022

Dibayangi dampak konflik Rusia-Ukraina serta sejumlah krisis global, Indonesia tetap optimistis menyambut KTT G20. Optimisme itu dilihat dari pencapaian kesepakatan proyek, program, dan inisiatif  kerja sama yang masuk dalam daftar hasil nyata, concrete deliverables. Dalam wawancara dengan Menlu Retno LP Marsudi, Jumat (28/10) disebutkan, hingga saat ini ada lebih dari 300 proyek dan program kerja sama dalam daftar hasil nyata tersebut, 92 % dari ratusan rencana pertemuan dapat digelar tanpa satu pun dibatalkan. ”Hingga pekan lalu, pada track sherpa saat saya mengecek ke negosiator, sudah 70 % selesai, itu menumbuhkan optimisme. Untuk keuangan, masih menyisakan beberapa isu. Negosiasi-negosiasi itu akan dibahas bersama pada 13 November,” kata Retno.

Salah satu kesepakatan kerja sama yang dihasilkan adalah pembentukan Financial Intermediate Fund. Program dalam bidang kesehatan ini diarahkan untuk membangun ketahanan dunia menghadapi pandemi di masa depan. ”Sudah terkumpul komitmen sebesar 1,4 miliar dollar AS,” kata Retno. Retno tidak menampik fakta bahwa isu Ukraina membuat sejumlah pertemuan berlangsung ”hangat”. Bahkan, banyak diketahui, isu Ukraina memicu perbedaan mendalam antar negara anggota G20. Namun, ketika para pihak diajak kembali membicarakan persoalan substansial, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun kesehatan, mereka memberi respons positif. ”Jadi, bagi saya, hal ini menumbuhkan optimisme,” kata Retno. (Yoga)


Oktober Deflasi, Ekonomi Indonesia Terbukti Resilient

02 Nov 2022

Di tengah tekanan inflasi dan ancaman resesi global, ekonomi Indonesia terbukti cukup tangguh (resilient) seperti terlihat pada laju inflasi Oktober 2022 yang mengalami deflasi 0,11% (mtm) dan yoy 5,71%, di bawah perkiraan berbagai lembaga keuangan. Kenaikan harga BBM bersubsidi awal September tidak berdampak panjang. Harga pangan cukup terkendali berkat kerja sama otoritas fiskal dan moneter, pusat dan daerah, serta efektifnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Inflasi Oktober 2022, yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya, 5,95%. Sedang inflasi Januari-Oktober 2022, ytd, sebesar 4,73%. Tingkat inflasi komponen inti Oktober 2022, yoy, naik tipis ke 3,31%. Bulan sebelumnya, inflasi inti 3,21%. Inflasi kelompok pangan minus 0,25%. Harga pangan yang relatif stabil memberikan kontribusi besar terhadap inflasi Oktober. Ketahanan ekonomi Indonesia juga ditunjukkan oleh pertumbuhan PDB yang tetap pesat ketika negara-negara maju dilanda stagflasi. Tahun ini, perekonomian nasional diperkirakan tumbuh 5,3%, jauh lebih baik dari tahun lalu 3,69%.

Pada kuartal I dan II-2022, pertumbuhan ekonomi domestik masing-masing mencapai 5,01% dan 5,44%. Pada kuartal III dan IV, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh konsisten di atas 5%. Dengan fundamental ekonomi yang cukup kokoh, Indonesia menatap tahun depan dengan optimisme sekalipun ekonomi global tengah menghadapi ancaman perfect storm yang merupakan gabungan antara hiper inflasi, resesi, dan krisis geopolitik. Pada 2023, pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,3%. Agar perfect storm tak berimbas ke Indonesia, pemerintah harus terus menjaga inflasi tetap rendah, terutama inflasi pangan dan energi. Selain itu, pemerintah harus mengaktifkan dan meningkatkan kapasitas mesin-mesin pertumbuhan ekonomi, tidak hanya dari konsumsi semata. Hal itu diungkapkan Wamenkeu Suahasil Nazara, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas) Yusuf Wibisono, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, serta Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, saat mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta, Selasa (1/11). (Yoga)


Membaca Arah Pilihan Gen Z di Pemilu 2024

02 Nov 2022

Dinamika dukungan suara generasi Z terlihat dari Survei Nasional Kompas periode Oktober 2022. Sebanyak 33 % suara generasi Z mengalir ke partai politik papan tengah (keterpilihan di atas 3 %) dan papan bawah (keterpilihan di bawah 3 %). Proporsi tersebut bertambah 6,6 % dari periode survei sebelumnya. Aliran suara ini meningkat dibandingkan survei pada Juni 2022 yang hanya bertambah 1,4 persen. Suara tersebut dihitung dari responden berusia 17 tahun hingga 25 tahun yang memilih partai selain partai papan atas, yakni PDI-P, Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. Pergeseran suara ini mengandung makna semakin bekerjanya mesin partai-partai di jajaran tengah dan bawah yang memiliki daya tarik bagi generasi Z.

Lima partai saat ini masuk dalam kategori papan tengah dengan keterpilihan di atas 3 %. Kelima parpol tersebut ialah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), PKS, PKB, Nasdem, dan PAN. Dalam percaturan ini, Perindo paling bersinar dengan peningkatan elektabilitas. Pada periode Oktober 2022, keterpilihan partai yang diketuai Hary Tanoesoedibjo tercatat sebesar 8 % di mata pemilih gen Z. Angka ini bertambah dua kali lipat dibandingkan dengan elektabilitas pada Juni 2022 yang berada di angka 4,4 %. Keterpilihan Perindo di kalangan gen Z ini memegang peran penting pada elektabilitas partai secara umum. Tercatat, hanya 4,5 % responden yang memilih Perindo jika pemilu dilakukan saat ini. Suara dari gen Z menambal celah belum meratanya pemilih partai ini, terutama dari responden gen X dan gen Y.

Artinya, Perindo punya peluang kesuksesan jika dapat meramu program kerja yang sesuai dengan keresahan yang dihadapi kalangan muda dan pemilih mula. Kecenderungan mendapatkan dukungan dari gen Z yang juga terdiri atas pemilih mula tampak pada Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Keterpilihan Nasdem naik 0,8 poin menjadi 4,5 % pada Oktober 2022. Suara dari gen Z sedikit lebih tinggi dari elektabilitas secara umum yang berada di angka 4,3 %. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mendapatkan penambahan suara gen Z.  Elektabilitas kedua partai berbasis pemilih Muslim ini masing-masing tercatat 5,6 % dan 4,5 %. Meski naik, keterpilihan PKS dan PKB dari kalangan gen Z tidak mendominasi sebab kedua partai ini lebih banyak bertumpu pada pemilih-pemilih yang usianya di atas gen Z. (Yoga)


SANDAR PERDANA KAPAL BESAR : RI MASUK JARINGAN LOGISTIK GLOBAL

01 Nov 2022

Perusahaan pelayaran CMA CGM menempatkan Indonesia dalam bagian penting bisnis pengiriman dan logistik global setelah mendatangkan kapal Alexander Von Humboldt berkapasitas besar di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Presiden Direktur CMA CGM John Lim menjelaskan bahwa perusahaan pelayaran di jalur utama atau main line operator (MLO) itu telah melayani 420 unit pelabuhan dan mengoperasikan 275 jalur pelayaran secara global. Di Indonesia, CMA CGM menyediakan tiga unit kapal berkapasitas besar hingga 16.000 TEUs untuk melayani pengapalan langsung Jakarta ke Amerika Serikat. “Kapal-kapal besar ini akan mengoptimalkan perjalanan antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujarnya saat peresmian Largest Vessel Maiden Call—CMA CGM Alexander Von Humboldt di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin (31/10). Dalam kegiatan itu, kapal Alexander Von Humboldt bersandar perdana di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok. Kapal milik CMA CGM itu berkapasitas 16.000 TEUs yang merupakan rekor baru sebagai kapal terbesar yang pernah sandar di Indonesia. Kapal itu digunakan untuk layanan Transpasific Columbus JAX. Dalam beberapa minggu mendatang, kapal lainnya dari seri 16.000 TEUs yaitu CMA CGM Jules Verne, dan CMA CGM Marco Polo, juga akan singgah di JICT. CEO CMA CGM Asia Pacific Laurent Olmeta menambahkan CMA CGM telah menawarkan tujuh layanan pengiriman yang akan melakukan lebih dari 50 persinggahan ke Indonesia setiap minggunya. Empat dari layanan itu termasuk layanan JAX Columbus yang akan singgah di JICT setiap minggu. Layanan JAX Columbus langsung menghubungkan Indonesia dengan pelabuhan Amerika Serikat (AS) didukung oleh 19 unit kapal termasuk CMA CGM Alexander Von Humboldt.


KERJA SAMA PROYEK KPBU

01 Nov 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang Rachmat Gobel, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan & Risiko Kemenkeu Lucky Alfirman (kedua kiri), Direktur Utama PT Indonesia International Automotive Proving Ground Hiramsyah S. Thaib dan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Muhammad Wahid Sutopo berbincang di sela-sela penandatanganan kerja sama proyek KPBU Pengembangan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi di Jakarta, Senin (31/10).

Panti Berjuang untuk Bertahan

01 Nov 2022

Saat ini sejumlah pengelola panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak atau LKSA berjuang keras untuk bertahan dalam situasi keuangan yang terbatas menyusul penurunan jumlah bantuan masyarakat dan para donatur di masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, panti asuhan dituntut pemerintah untuk meningkatkan mutu dan standar nasional pengasuhan anak. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah panti asuhan mulai menjalankan unit usaha guna mencukupi kebutuhan operasionalnya setiap bulan. Ada yang membuka usaha berjualan makanan dan minuman, termasuk kebutuhan pokok. Beberapa panti asuhan memacu anak-anak asuhnya untuk maju dan berprestasi di sekolah dan mengembangkan kemampuan olahraga dan seninya. Di Tebet, Jaksel, pengelola Panti Asuhan Kampung Melayu harus mencari cara agar kebutuhan operasional panti terpenuhi menyusul sumbangan donatur yang turun sampai 70 %. Selain mengandalkan donatur sebagai pemasukan, mereka juga menjalankan usaha penjualan air minum isi ulang yang peralatannya diberi donatur. Dalam sebulan, pendapatan dari usaha tersebut Rp 4 juta. ”Meski tak seberapa, pendapatan dari penjualan air isi ulang ini cukup membantu kebutuhan anak asuh,” kata Kepala Panti Asuhan Ujang Supratman, Senin (31/10/2022).

Panti Putra Nusa di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakpus, yang memiliki 40 anak, selama masa pandemic Covid-19 membuka usaha penjualan kebutuhan pokok. ”Jumlah donatur sudah tidak seperti dulu karena ada yang meninggal, usahanya berkurang, atau bahkan terdampak pandemi Covid-19,” kata Upik, pengelola Panti Putra Nusa bagian putri. Laba dari usaha kebutuhan pokok itu digunakan untuk membiayai pendidikan sebesar Rp 10 juta per bulan, juga untuk makan dan listrik, termasuk uang saku anak-anak asuh. Mengantisipasi keuangan panti asuhan yang sedang menipis, pengelola panti asuhan juga mengatur uang saku anak-anak. Jika lokasi sekolah dekat panti, mereka akan mendapat Rp 5.000 per hari, jika jauh mendapat Rp 20.000-Rp 25.000 per hari. Di Palembang, Sumsel, pengelola Panti Asuhan Cahaya Ummi yang berlokasi di Jalan Seduduk Putih, Kecamatan Ilir Timur II, selain menjalankan efisiensi, juga membuka usaha jual-beli celengan demi membiayai kebutuhan 20 anak asuhnya. ”Saat ini,  donatur bisa dihitung dengan jari. Bantuan pemerintah tidak datang lagi. Padahal, sebelum pandemi kami mendapat dana dari pemerintah Rp 13 juta-Rp 18 juta per bulan,” ujar Nirwana, pemilik Panti Asuhan Cahaya Ummi, Kamis (27/10). (Yoga)


Harga Pangan Memanas di Penghujung Tahun

31 Oct 2022

Harga bahan pangan kembali melonjak edan-edanan di pengujung tahun ini. Jika tidak bisa diredam, gejolak harga pangan akan menjadi mimpi buruk bagi pemulihan ekonomi. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) dari Kementerian Perdagangan mencatat, nyaris semua bahan pangan menanjak. Harga beras misalnya, PIHPS mencatat harganya naik 5% dalam setahun ini. Boleh dibilang, hanya harga ayam potong dan bawang putih yang tercatat turun dalam periode setahun terakhir. Sementara harga pangan selebihnya bak berlomba memanjat ke puncak harga tertinggi baru. Bahkan harga kedelai melejit tinggi hingga puluhan persen. Menurut data Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), kini harga kedelai berkisar Rp 13.000-Rp 14.000 per kg, naik 60% dibandingkan harga kedelai pada akhir tahun lalu yang sebesar Rp 8.500 per kg. Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syarifuddin mengaku heran dengan lonjakan harga kedelai. "Padahal stok kedelai aman sampai akhir tahun," ujar Aip, Minggu (30/10). Dia berharap, pemerintah bisa turun tangan meredam kenaikan harga kedelai. Prediksi Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira, lonjakan harga pangan akan mengerek inflasi ke level 6% di akhir tahun ini. Jika inflasi tak terkendali, daya beli bakal lesu dan ekonomi secara keseluruhan akan lemah.

Pengungkit Industri Manufaktur

31 Oct 2022

Industri manufaktur di Indonesia seperti tak kekurangan energi menghadapi beragam tantangan yang mengadang akibat ketidakpastian ekonomi global. Buktinya, sejauh ini industri pengolahan masih sanggup menampilkan kinerja yang baik. Salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran adalah realisasi investasi sektor manufaktur. Menurut Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari—September 2022 realisasi penanaman modal sektor manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau melesat 54% secara tahunan. Jika ditelusuri lebih jauh, kontribusi sektor manufaktur terhadap total realisasi investasi nasio­nal selama Januari—September 2022 tergolong besar, yakni mencapai 40,9%. Pada periode tersebut, industri manufaktur tetap berada di fase ekspansi. PMI kuartal III/2022 mencapai 53,71%, naik dari 53,61% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam, disusul logam dasar besi dan baja, serta kertas dan barang cetakan. Perihal kinerja manufaktur, pada awal bulan ini, S&P Global juga melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama September 2022 mencapai 53,7, naik dari bulan Agustus yang tercatat 51,7. Angka tersebut menggambarkan tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia meningkat.