Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Manfaatkan Lahan Mandiri untuk Atasi Kurang Gizi
Lebih dari separuh penduduk Indonesia idak mampu makan makanan bergizi. Pemanfaatan lahan mandiri dapat menjadi alternatif untuk memenuhi gizi lengkap bagi masyarakat. Masalah kekurangan gizi bukanlah masalah baru di Indonesia. Sejak zaman Orde Baru hingga Reformasi, permasalahan ini belum menemui penyelesaian pasti. Selain program pemerintah dengan memberikan bantuan telur dan susu kepada anak-anak kurang gizi, hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara produktif. Hal itu disampaikan guru besar purnabakti Fakultas Kesehatan Masyarakat UI yang juga anggota Kelompok Kerja Ahli Pangan Badan Pangan Nasional, Endang L Achadi, Sabtu (10/12).
”Kebutuhan pangan selain ada di pasar, masyarakat juga bisa mendapatkannya di sekitar lingkungan. Misalnya, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dapat memancing ikan untuk memenuhi protein hewani,” kata Endang. Endang menambahkan, warga bisa mendapatkan sayur, buah, dan protein dengan menanam sendiri di pekarangan. Masyarakat yang tinggal di perkotaan bisa memanfaatkan media tanam menggunakan pot secara mandiri. Jenis sayur-mayur tidak harus bayam dan kangkung, misalnya, tetapi juga bisa daun kelor. ”Pemenuhan gizi di rumah tangga tidak boleh dianggap remeh. Tidak bisa makan nasi dan lauk saja, harus ada buah dan sayur. Kita kaya dengan sumber daya alam, tapi sangat disayangkan pemenuhan gizi masyarakat masih sulit,” ucapnya. (Yoga)
Alat Kesehatan Buatan Dalam Negeri Mulai Dilirik
Pemerintah terus mendorong pengelola fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, untuk lebih mengutamakan pemakaian alat kesehatan buatan dalam negeri. Dengan begitu, ketergantungan terhadap alat kesehatan impor kian terkikis. Terus bertambahnya produsen alat kesehatan lokal pun diapresiasi Kemenkes, termasuk kehadiran perusahaan alkes ortopedi di Pasuruan, Jatim. ”Hal ini berarti mendukung dan menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi menstop impor alkes di semua rumah sakit pemerintah,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Obat dan Alkes Laksono Trisnantoro, Sabtu (10/12). Laksono menambahkan, pembuatan alkes ortopedi sama dengan produksi sepeda motor, permintaannya terus meningkat. Alasannya, semakin banyak kendaraan, terutama roda dua, tingkat kecelakaan yang menyebabkan kasus patah tulang pun cenderung naik. Untuk itu, alkes buatan dalam negeri ini diharapkan makin gencar diproduksi sehingga ketergantungan pada alkes impor terus berkurang.
Direktur Produksi dan Distribusi Alkes Kemenkes Sodikin Sadek mengatakan, di Indonesia, produsen alkes dalam negeri masih 13 perusahaan dan pabrik umumnya berada di Provinsi Jatim. ”Semoga 13 produsen ini mampu menyuplai alkes di semua RS pemerintah di Indonesia,” ujarnya. Direktur PT Marthys Orthopaedic Indonesia I Ketut Martiana mengatakan, perusahaannya memang fokus pada produksi dan pengembangan alat implan dan instrumen bedah tulang ortopedi dengan bahan baja nirkarat dan titanium. ”Rumah sakit di Jabar, Jateng, Jatim, Bali, dan NTB mulai melirik produk kami,” ujarnya. Pabriknya berlokasi di Desa Bulukandang, Prigen, Pasuruan, Jatim, seluas 7.000 meter persegi. Awalnya, pabrik ini hanya membuat pen atau alat penyambung tulang atau plat sejak 1997. Ketika Indonesia memasuki krisis ekonomi sehingga kurs dollar AS naik, sehingga harga alkes karena impor cepat berubah dan mahal. Contohnya pen Rp 4,5 juta karena harus diimpor dari Swiss. ”Saat itu, kami membuat alkes seharga Rp 400.000, yang dibuat di Cilincing, Jakarta,” ujarnya. (Yoga)
Ekspor Rumput Laut Olahan Didorong
Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis, Minggu (11/12) di Jakarta mengemukakan, Indonesia perlu mengedepankan keunggulan komparatif dalam upaya perluasan pasar ekspor rumput laut. Pemanfaatan rumput laut saat ini terutama sebagai hidrokoloid atau bahan campuran untuk industri pengolahan makanan, industri kesehatan, dan industri kosmetik. (Yoga)
PERNIKAHAN KAESANG-ERINA Pesta Rakyat Digelar di Surakarta
Setelah akad nikah pada Sabtu (10/12) rangkaian pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dengan Erina Gudono, dilanjutkan dengan acara ngunduh mantu, kirab, dan tasyakuran di Surakarta, Jateng, Minggu (11/12) ini. Sejumlah elemen masyarakat menyatakan antusias dan siap memeriahkan rangkaian acara di Surakarta. Rangkaian acara hari Minggu ini dimulai pukul 07.30 dengan acara adat ngunduh mantu di Loji Gandrung yang merupakan rumah dinas Wali Kota Surakarta. Seusai akad nikah Kaesang-Erina yang berlangsung lancar di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, kemarin, Presiden Jokowi mengaku sangat bersyukur dan lega karena rangkaian telah berjalan dengan lancar. Presiden juga berharap, Kaesang dan Erina bisa membangun keluarga yang rukun dan harmonis hingga masa tua. Seusai akad nikah, Kaesang juga mengungkapkan rasa sukacitanya karena telah resmi menikahi Erina. Ia mengaku deg-degan saat menjalani rangkaian acara pernikahan.
Kadis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Aryo Widyandoko mengatakan, rangkaian acara pernikahan Kaesang-Erina hari Minggu ini dimulai pukul 07.30 dengan acara adat ngunduh mantu. Setelah itu, ada kirab pengantin yang direncanakan digelar pukul 08.15-09.00, mulai dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran dan melibatkan 12 kereta kencana dan 81 prajurit Keraton Kasunanan Surakarta. Di sepanjang rute kirab, ada sembilan panggung hiburan yang diisi oleh sejumlah kelompok seni. Setelah kirab, digelar acara tasyakuran di Pura Mangkunegaran yang akan berlangsung dua sesi. Sesi pertama pukul 09.00 dan sesi kedua pukul 19.00. Selama acara berlangsung, akan dilakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Panitia juga menyiapkan shuttle bus untuk mengangkut tamu yang menginap di sejumlah hotel. Disiapkan pula 400 becak dan 35 andong untuk mengangkut tamu dari lokasi parkir di Benteng Vastenburg dan Stadion Manahan. Sejumlah pihak menyambut rangkaian hajatan itu dengan antusias.
Perwakilan kelompok musik De Java Keroncong, Al-fath Noke Nugroho, mengaku sangat senang karena diminta tampil di salah satu panggung hiburan rangkaian pernikahan Kaesang-Erina. ”Catatan dari panitia, lagunya bukan lagu patah hati, melainkan lagu tentang cinta. Kami akan sisipkan lagu-lagu nasionalis dengan nuansa keroncong,” ujarnya. Alfath menambahkan, diri-nya sangat mengapresiasi rangkaian acara pernikahan Kaesang-Erina karena melibatkan seniman-seniman lokal. Antusiasme juga ditunjukkan pegiat komunitas Republik Aeng-Aeng, Mayor Haristanto, yang menggagas pembuatan panji-panji ucapan selamat untuk Kaesang-Erina, dari tampah berdiameter 1 meter yang disambungkan dengan bambu sepanjang 3,5 meter. Sementara itu, sejumlah warga berencana ikut memeriahkan kirab Kaesang-Erina dengan memakai kostum superhero (pahlawan super), misalnya Gatotkaca, Batman, dan Spiderman. Rencana mengenakan kostum pahlawan super itu digagas Agus Widanarko bersama dua temannya. Pegiat budaya di Surakarta, Heru Mataya menuturkan, pernikahan Kaesang-Erina berdampak positif bagi sejumlah eleman masyarakat di kota itu. (Yoga)
Antisipasi Nataru
Momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) lazimnya membawa berkah bagi banyak sektor usaha. Kenaikan permintaan mulai dari sektor pangan, sandang, transportasi, perhotelan, hingga hiburan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendulang transaksi. Kendati demikian, dinamika Nataru membutuhkan kesiapan yang baik dari berbagai pihak agar berjalan lancar dan berkontribusi positif pada dunia usaha dan perekonomian. Pada sektor transportasi udara, pemerintah memprediksi jumlah penumpang pada periode Nataru kali ini mencapai 3,62 juta penumpang, tumbuh 52,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sejumlah maskapai penerbangan pun sudah ancang-ancang menambah armada untuk menangkap peluang tersebut. Tak hanya lalu lintas udara, jalur darat juga diperkirakan bertambah padat. PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperkirakan sepanjang periode Nataru, bakal ada 2,73 juta kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta,
PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero), telah menegaskan bahwa stok Pertalite, Solar, dan Biosolar masih mencukupi kenaikan permintaan tersebut. Kendati demikian, hal yang penting dilakukan adalah menjamin kelancaran distribusi sehingga stok tersebut dapat dioptimalkan.
Separuh Lebih Penduduk Tak Mampu Makan Bergizi
Tim jurnalisme data harian Kompas menghitung biaya yang dikeluarkan orang Indonesia membeli makanan bergizi seimbang atau sehat Rp 22.126 per hari atau Rp 663.791 per bulan, berdasarkan standar komposisi gizi Healthy Diet Basket atau HDB, yang juga digunakan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO. Dimana ada 68 % atau 183,7 juta orang Indonesia yang tidak mampu memenuhinya Sedang standar Bank Dunia menetapkan pengeluaran untuk bahan pangan maksimal 52 % pengeluaran total keluarga. Untuk menentukan jumlah bahan pangan bergizi seimbang, analisis ini menggunakan aplikasi kalkulator biaya pangan yang dikembangkan tim riset Food Prices for Nutrition dari Tufts University AS. Gizi seimbang berarti menu dengan porsi seimbang antara makanan pokok (sumber karbohidrat), lauk pauk (sumber protein dan lemak), sayuran dan buah, serta air minum. Jika menggunakan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia 2014 yang dijadikan opsi pada aplikasi kalkulator biaya pangan Tufts University, proporsi jumlah warga Indonesia yang tidak mampu membeli pangan bergizi pun menyusut karena standar gizi yang lebih rendah, turun dari 68 % di versi HDB, menjadi 57 % populasi Indonesia atau 155 juta penduduk. Hasil analisis Kompas tidak jauh berbeda dari analisis FAO tahun 2021 yang menunjukkan 69,1% penduduk Indonesia yang tak mampu membeli pangan bergizi, meski FAO mencatat di Indonesia proporsi warga yang tidak mampu membeli pangan bergizi saat ini mengalami perbaikan ketimbang 4 tahun sebelumnya.
Pada 2017 proporsi penduduk yang tidak mampu membeli pangan bergizi 70,7 %. Ada perbaikan pada 2018 (68,9 %) dan 2019 (67,3 %). Namun, meningkat menjadi 69,1 % akibat pandemi Covid-19. Laporan FAO juga menunjukkan, Indonesia memiliki harga pangan bergizi tertinggi dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara apabila memperhitungkan daya beli masyarakatnya. Dengan memperhitungkan faktor paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), harga pangan bergizi di Indonesia 4,47 USD sekitar Rp 69.000 per hari, lebih tinggi ketimbang, Thailand (4,3 USD), Filipina (4,1 USD), Vietnam (4 USD), dan Malaysia (3,5 USD). Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo saat ditemui, Rabu (26/10) mengakui, ada problem aksesibilitas pangan bergizi yang besar di Indonesia. Arief menambahkan, untuk meningkatkan akses pangan bergizi, masyarakat tak harus membeli, bisa dengan memanfaatkan pekarangannya sebagai sumber pangan. Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT Lecky Frederich Koli menyadari bahwa kemiskinan menyebabkan warganya tidak mampu membeli pangan bergizi. ”Masalah ekonomi paling utama. Banyak yang tidak punya untuk membeli pangan seimbang,” kata Lecky. Di Maluku Utara, selain faktor ekonomi, kondisi geografis menghambat warga mendapat bahan pangan bergizi dan murah. (Yoga)
Prinsip Koeksistensi Digital Rupiah
Pascapenerbitan whitepaper Digital Rupiah 30 November lalu, salah satu pertanyaan yang sering mengemuka adalah bagaimana nasib uang lainnya baik uang bank sentral (kertas dan logam) dan uang privat (uang elektronik dan deposit) ke depan? Akankah musnah atau tetap bernyawa?. Jawaban atas pertanyaan tersebut sebenarnya sudah cukup jelas dijawab dalam whitepaper, bahwa Digital Rupiah menjadi komplemen dan hidup secara berdampingan (coexistence) dengan bentuk uang lainnya baik uang bank sentral maupun uang privat. Pertanyaannya, lantas bagaimana mewujudkan prinsip komplemen dan koeksistensi tersebut dalam desain Digital Rupiah yang dirancang? Komplemen dan koeksistensi hanya akan terwujud jika Digital Rupiah dapat dengan mudah saling mengonversi dengan berbagai bentuk uang lainnya, tidak hanya rupiah kertas dan logam, tapi juga saldo uang elektronik, deposit, atau bahkan dengan CBDC negara lainnya. Dalam peta jalan Digital Rupiah, BI juga secara eksplisit menyebutkan bagaimana tahapan keterhubungan Digital Rupiah dengan infrastruktur pendukungnya sesuai usecase di setiap tahapan. Misal, keterhubungan dengan RTGS di tahap awal untuk mewujudkan koeksistensi dengan rekening giro bank di bank sentral dan seterusnya hingga tahapan akhir yg menghubungkan Digital Rupiah dengan seluruh infrastruktur sistem pembayaran eksisting.
PANDEMI COVID-19 China Longgarkan Protokol Kesehatan
Pemerintah China akhirnya melonggarkan sejumlah aturan protokol kesehatan yang selama tiga tahun terakhir diterapkan secara amat ketat. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi warga China sekaligus perekonomian global, termasuk Indonesia. Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan kebijakan pelonggaran itu pada Rabu (7/12), sehari setelah Presiden China Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis China (PKC). Langkah pemerintah itu dipicu perekonomian China yang terus tertekan disusul aksi protes warga yang meluas di sejumlah kota di China. Masyarakat frustrasi dan marah dengan terbatasnya mobilitas sosial dan ekonomi selama tiga tahun penuh. Protes dalam skala besar itu merupakan pertama kalinya dalam 33 tahun terakhir di China. Dalam pengumumannya, Komisi Kesehatan Nasional China menyebutkan sejumlah kebijakan yang intinya melonggarkan protokol kesehatan yang ketat selama ini. Salah satunya adalah pengurangan frekuensi dan ruang lingkup tes usap. Kebijakan baru juga menyebutkan, aturan karantina wilayah total atau penguncian (lockdown) yang menjadi sumber kemarahan rakyat China akan dibatasi seminimal mungkin.
Pihak berwenang juga diharuskan segera membebaskan area yang tidak memiliki kasus positif setelah lima hari. ”Otoritas kesehatan dan departemen terkait di semua daerah harus menangani Covid-19 sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Para pejabat di tingkat lokal harus mengambil langkah tegas dan terperinci untuk melindungi keselamatan dan kesehatan jiwa masyarakat, meminimalkan dampak epidemi pada pembangunan ekonomi dan sosial,” sebut Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataan tertulis yang diunggah di laman resminya. Kebijakan protokol kesehatan yang berlangsung ketat tersebut menekan perekonomian China. Sementara sejumlah negara yang mulai melonggarkan protokol kesehatannya sudah mulai menggeliat kembali menuju pemulihan. Gary Ng, ekonom pada Natixis di Hong Kong, berpendapat, pengumuman terbaru itu menunjukkan China bertekad mempercepat pembukaan kembali ekonominya yang tertekan. Untuk itu, kemungkinan ada kenaikan siklus dalam sentiment bisnis dari permintaan yang tertekan, terutama di sektor-sektor yang terpengaruh pembatasan Covid-19. (Yoga)
11,67 Juta Pekerja Terima Subsidi Upah
Menurut Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi, Rabu (7/12) di Jakarta, per 5 Desember 2022, bantuan subsidi upah (BSU) telah tersalurkan kepada 11,67 juta orang pekerja. Dari jumlah tersebut itu, 2,7 juta pekerja menerima bantuan lewat Pos Indonesia, sedangkan sisanya telah terlebih dahulu disalurkan melalui mekanisme transfer rekening bank Himbara. Masih ada sisa 8,8 % dari target penerima belum terima dan ditargetkan tuntas sebelum 20 Desember 2022. (Yoga)
11 Orang Jadi Korban Bunuh Diri
BANDUNG, ID - Sebanyak 11 orang --yang terdiri atas 10 anggota polisi dan satu warga sipil--, menjadi korban bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). Satu dari 10 anggota polisi yang menjadi korban bom bunuh diri itu meninggal dunia. Sementara pelakunya yang teridentifikasi bernama Agus Sujarno atau Agus Muslim tewas di lokasi kejadian. Pelaku diduga terafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Ada 11 orang menjadi korban, terdiri 10 anggota Polri dan satu warga sipil. Satu orang anggota Polri meninggal dunia atas nama Aiptu Sofyan,” kata Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suntana kepada wartawan di Mapolsek Astanaanyar Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022). Kapolda menjelaskan, peristiwa bom bunuh diri itu terjadi saat anggota Polsek Astanaanyar sedang melaksanakan apel pagi. Saat itu, pelaku memaksa mendekati anggota polisi yang sedang melaksanakan apel. Kemudian pelaku sempat dihalau masuk oleh beberapa anggota polisi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









