Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Untung Rugi Ekspor Pasir Laut
Pertengahan Mei Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Dalam Pasal 6 beleid tersebut, Jokowi memberikan ruang kepada sejumlah pihak untuk mengeruk pasir laut guna mengendalikan hasil sedimentasi di laut. Dengan alasan mengendalikan sedimentasi, Jokowi memberikan ruang kepada sejumlah pihak untuk membersihkannya. Bahkan, Jokowi mengizinkan kapal isap asing untuk mengeruk pasir di Indonesia. Selanjutnya, dalam Pasal 9, Jokowi mengatur pasir laut yang sudah dikeruk dapat dimanfaatkan untuk beberapa keperluan reklamasi di dalam negeri, pembangunan infrastruktur pemerintah, pembangunan prasarana oleh pelaku usaha, dan/atau ekspor sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ekspor pasir laut sejatinya bukan sesuatu yang baru. Indonesia tercatat pernah mengekspor jutaan ton pasir laut yang masuk ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, dan China. Kemudian, ekspor pasir laut dimoratorium pada era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Selain itu, para pembantu Jokowi memastikan izin ekspor pasir laut harus diperoleh berdasarkan rekomendasi tim kajian yang terdiri atas pakar, kementerian terkait hingga organisasi masyarakat sipil. Alasan lainnya, selama ini pasir Indonesia diduga banyak dikeruk negara-negara tetangga akibat minimnya anggaran sehingga lebih baik diatur secara lebih jelas dan tegas sekalian. Berdasarkan sejumlah alasan tersebut, Harian ini dapat memahami keputusan pemerintah untuk memperjelas status pasir laut. Meski demikian, harian ini juga mengingatkan agar pemerintah benar-benar harus dapat memastikan bahwa keputusan ekspor pasir laut harus melalui tahapan-tahapan yang ditentukan mengingat kebijakan ini rentan dimanfaatkan oleh para pemburu rente.
PENGOLAHAN SABUT KELAPA DI MUBA : PULUHAN TON LIMBAH DISULAP JADI CUAN
Sampah sabut kelapa sering menjadi masalah. Namun, kini bisa diatasi. Bahkan, memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Potensi pasar hingga ke luar negeri juga menjadikan pengolahan sabut kelapa ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi membuka operasional industri cocopeat dan cocofiber di Rumah Produksi Kelapa Terpadu yang berada di Desa Purwo Agung, Kecamatan Lalan. Peresmian industri tersebut sebagai solusi dari keberadaan limbah kelapa yang mencapai 20 ton per harinya. Pj Bupati Muba Apriyadi Mahmud mengakui, sampah sabut kelapa memang menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat di daerah tersebut.
Menurutnya, limbah kelapa yang sudah dikelola menjadi cocopeat dan cocofiber itu dapat menghasilkan paling sedikit Rp50 juta sampai Rp60 juta per bulan.“Dengan melihat potensi bahan baku 20 ton per hari, artinya selama satu bulan bisa mengolah sampai 600 ton,” sambungnya. Apriyadi menilai, jenis pengolahan yang bersifat padat karya juga berperan besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan begitu, geliat perekonomian di daerah tersebut semakin berkembang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba, Azizah menerangkan, permintaan pasar dari cocopeat dan cocofiber ini juga cukup tinggi. Beberapa perusahaan dalam negeri yang memesan di antaranya Sinar Mas Group dan MHP yang akan memanfaatkan sebagai media tanam. “Dan perdana kita akan mengirimkan ke Pekanbaru yang dimanfaatkan untuk RAPP,” ujar Azizah.Sementara itu, Camat Lalan, Jami’an mengakui bantuan Pemkab Muba untuk menghidupkan industri ini telah memberikan dampak positif baik secara lingkungan dan ekonomi.
Salah satu upaya pengembangan agribisnis kelapa yang kini tengah dilakukan pemerintah adalah mendorong peningkatan produktivitas tanaman kelapa melalui penyediaan bibit yang berkualitas dan pengembangan industri pengolahan kelapa melalui diversikasi produk turunannya.Hingga kini, rata-rata produktivitas tanaman kelapa dalam negeri masih berkisar kurang dari 1 ton per hektare, sehingga perlu menjadi fokus untuk dikembangkan.
Perputaran Uang Rp 965 M dari Laga Indonesia vs Argentina
JAKARTA,ID-Laga/FIFA Matchday antara tim nasional (Timnas) Indonesia dan Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6), berpotensi menciptakan pertambahan perputaran uang atau output ekonomi bagi perekonomian Indonesia sekitar Rp 965 miliar. Demikian hasil penilaian tiga Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Yusuf Reza Kurniawan, Mohamad Dian Revindo, dan Calista Endrina Dewi. Dari perputaran uang sebanyak Rp 965 miliar, menurut LPEM FEB UI, akan tercipta nilai tambah ekonomi (PDB) sebesar Rp495 miliar. Dari nilai tembah tersebut, akan tercipta pula tambahan pendapatan rumah tangga pekerja sebesar Rp 188 miliar, pendapatan pajak tidak langsung bagi pemerintah sebesar Rp 28 miliar, dan penciptaan kesempatan kerja sekitar 5.719 orang walaupun sebagian besar bersifat temporer. "Dengan demikian, dari aspek ekonomi, potensi dampak positif dari FIFA Matcday dapat melampaui biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan Timnas Argentina. Menurut New York Times, match fee untuk mengundang Timnas Argentina ditaksir mencapai US$ 5 juta. Itu belum termasuk biaya penyelenggara lainnya," demikian penjelasan LPEM FEB UI yang diterima Investor Daily, Minggu (18/6)
Satria-1 Beri Akses Internet bagi 150 Ribu Layanan Publik
JAKARTA,ID-Satelit Republik Indonesia 1 (Satria-1) diluncurkan ke orbit 146 Bujur Timur melalui pangkalan roket milik SpaceX di Orlando, Florida, Amerika Serikat, Minffu (18/06/2023) sore waktu setempat atau Senin (19/06/2023) pagi waktu Indonesia. Peluncuran akan melengkapi jaringan kabel serat optik Palapa Ring untuk pemenuhan akses internet cepat bagi 150 ribuan titik layanan publik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, (3T) Tanah Air. Kemenkominfo dan PT Satelit Nusantara Tiga (PT SNT/Group PSN), operator Satria 1, telah menetapkan Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX) sebagai mitra untuk peluncuran Satria-1 dari Florida. Satria-1 dibangun oleh Thales Alenia Space (TAS), Prancis, menggunakan platform SpaceBus NEO dengan belanja investasi sekitar US$ 545 juta. Satelit diperkirakan bisa dimanfaatkan minimal 15 tahun ke depan. Satria-1 pun menjadi satelit multifungsi pertama yang dilincurkan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) akan memanfaatkannya untuk mendukung layanan akses internet cepat pagi 150 ribuan titik layanan publik kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan di area 3T.
Uang Besar di Balik Pekat Kabut Polusi Udara
Tahun lalu, World Air Quality 2022: Region & City PM 2.5 Ranking menempatkan Jakarta pada urutan ke-20 kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia. Kadar PM 2,5 tercatat 36,2 mikrogram per meter kubik atau tujuh kali standar WHO. Data Dinas LH DKI Jakarta menegaskan, pencemar udara berasal dari kendaraan bermotor, konstruksi, industri, dan lainnya. Kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi bernasib sama karena memiliki sumber pencemar nyaris sama. Sayangnya, sumber pencemar itu tak mudah dikendalikan karena masih menjadi sandaran perekonomian kawasan dan negara.
Mei lalu, data Kemenperin menunjukkan, sektor industri, khususnya manufaktur, berkontribusi terbesar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Industri manufaktur mencakup industri makanan dan minuman, tekstil, bahan kimia, farmasi, komputer, kendaraan bermotor, dan pengolahan lain. Selain berdampak positif, aktivitas industri punya sisi gelap. Limbah industri turut mencemari tanah, air, dan udara. Sebagai anggota PBB yang sepakat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di 2030, Indonesia pun berkomitmen beralih pada ekonomi hijau, yang ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif dengan tetap mewujudkan kesejahteraan social dan melestarikan lingkungan.
Institute for Essential Services Reform (IESR) lewat ”Indonesia Sustainable Finance Outlook 2023”, antara lain, menyatakan, investasi energi terbarukan di Indonesia mengalami stagnasi, menyebabkan tujuan energi terbarukan negara belum terpenuhi. Untuk mencapai 23 persen pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025, Kementerian ESDM memperkirakan Indonesia membutuhkan investasi 8 miliar USD per tahun, total 36,95 miliar USD. Untuk mencapai emisi nol pada 2060, Indonesia butuh investasi 1 triliun USD atau 29 miliar USD per tahun. Realisasinya, rata-rata investasi tahunan energi terbarukan lima tahun terakhir 1,62 miliar USD atau 20,2 % kebutuhan mencapai sasaran 2025. (Yoga)
Pacu Kreativitas Milenial dan Gen Z
Dalam rangka menyokong ekonomi kreatif Tanah Air, Menparekraf Sandiaga Uno menilai, kreativitas generasi milenial dan generasi Z perlu dipacu. Dengan kreativitas kedua generasi tersebut, khususnya dalam pemasaran, penjualan produk-produk Indonesia dapat melesat. Pendapat itu dinyatakan dalam pidato kunci Kompasfest 2023: Creation yang diselenggarakan harian Kompas di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (17/6). Perhelatan yang menghadirkan beragam konferensi, kelas, dan hiburan itu berlangsung hingga hari ini. Mengutip data Famous All-stars (FAS), Sandiaga menyebutkan, nilai Industri kreator konten di Indonesia Rp 4 triliun-Rp 7 triliun dan akan naik 5 kali lipat pada 2027. Meski demikian, Indonesia masih di tahap ekonomi kreator 2.0. Mayoritas kreator konten Tanah Air dengan begitu masih mengandalkan pengikut akun media sosialnya untuk mengampanyekan merek orang lain.
”Kita perlu meningkatkannya menjadi ekonomi creator 3.0 yang berarti (kreator konten) mempromosikan karya sendiri dan memiliki hardcore follower,” ujar Sandiaga yang hadir secara dalam jaringan. Menurut dia, peningkatan status menjadi ekonomi 3.0 penting untuk mendorong publik membeli produk Indonesia. Dia mencontohkan sebuah jenama kerupuk udang Tanah Air diminati di China lantaran penjualan di Tiktok setempat. Karena peran strategis ekonomi kreator tersebut, dia berharap Kompasfest dapat menjadi wadah yang memacu generasi milenial dan generasi Z dari segi ketangkasan (agility), kreativitas, dan keingintahuan (curiousity). Dia optimistis, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor ideal di masa depan karena kreativitas menjadi sumber daya yang dimiliki setiap individu serta bersifat orisinal, otentik, unik, dan terbarukan. (Yoga)
Mencetak Calon Juara dari Desa
Sebanyak 20 anak berumur 9 hingga 17 tahun tergabung di klub angkat besi Batavia Bersatu Maju milik Deni, mantan lifter peraih tiga medali emas SEA Games, di Desa Jagabita, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jabar. Mereka berlatih setiap hari, kecuali Kamis dan Minggu, selepas pulang sekolah selama dua jam. Deni dibantu adiknya, Dena, melatih anak-anak desa itu. Teknik dasar angkat besi diberikan dan diakhiri dengan evaluasi. Angkat besi tidak terlalu populer di masyarakat Indonesia. Nama-nama lifter Indonesia jarang dan hanya sesekali disebut saat mereka meraih medali di kejuaraan internasional, baik ajang tunggal maupun multicabang. Namun, prestasi, cabang angkat besi layak dibanggakan. Angkat besi menjadi salah satu dari tiga cabang penyumbang medali di Olimpiade, selain bulu tangkis dan panahan.
Berangkat dari kenyataan itu, Deni berikhtiar mencari talenta-talenta angkat besi di sekitar rumahnya. Ia membangun sasana sejak 2021 dan menggratiskan biaya untuk pembinaan. Bahkan, Deni harus merogoh kocek pribadinya untuk pemenuhan asupan gizi anak didiknya yang rata-rata berasal dari keluarga pas-pasan. Sudah banyak prestasi yang diraih klub, mulai dari tingkat sekolah hingga provinsi. Fenomena menjadi lifter di kalangan anak-anak desa menjadi oase pembinaan angkat besi di Tanah Air. Menjadi juara dan mengharumkan nama bangsa menjadi asa setiap mereka yang tiap hari berpeluh dan berlatih di Batavia Bersatu Maju itu. Selain itu, prestasi angkat besi menjadi salah satu jalan mengubah kehidupan mereka seperti yang telah dicontohkan sang pemilik klub, Deni. (Yoga)
KOMPASFEST 2023 Saatnya Anak Muda Berkarya
Saat ini, banyak anak muda yang mampu berkarya di berbagai bidang. Dengan segala daya upaya, mereka berusaha mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi bangsa. Kreativitas anak muda inilah yang diangkat dalam acara tahunan Kompasfest yang diselenggarakan harian Kompas. Pada tahun ketiga, festival kreatif Kompasfest 2023 mengangkat tema ”Creation”.Ajang yang bertujuan memperkaya wawasan dan mengasah keterampilan ini berlangsung dua hari, 17-18 Juni 2023, di Dome Area, Senayan Park, Jakarta. Acara itu dibuka dengan pertunjukan dari Titimangsa pada siang hari ini. Kompasfest Creation 2023 menghadirkan 50 pembicara yang terbagi di conference, klass, dan ministage. Dengan berbagai latar belakang dan perspektif yang berbeda, para pembicara akan memberikan wawasan yang berharga.
Tahun ini, sebanyak 16 komunitas ikut bergabung untuk memberikan beragam inspirasi. Ada juga kompetisi dance dan cosplay. Vice General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi mengatakan, melanjutkan tema tahun pertama, Navigate, lalu tahun kedua, Freedom, pada tahun ini, Kompas mengajak anak muda untuk berkarya. Sekarang,festival kreatif tahunan ini ingin mengajak anak muda untuk berkreasi dengan menghadirkan para pembicara inspiratif. Ada juga para tokoh yang sudah berpengalaman di beragam bidang. ”Waktunya anak muda menunjukkan karya. Kami mengangkat pembicara yang sudah memiliki karya di berbagai bidang, dari bidang lingkungan, pertanian, sampai musik,” kata Budhi, Jumat (16/6), di Jakarta. (Yoga)
Kawal Proses Perekrutan ASN PPPK
Masih banyak tenaga honorer, baik fungsional maupun teknis, yang masih berjuang untuk menjadi aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK) karena tidak lulus nilai ambang batas saat mengikuti seleksi. Ketua Persatuan Tenaga Teknis Indonesia (PTTI) Mochamad Ginanjar Riana, Jumat (16/6/2023), mengatakan, pihaknya akan mengawal proses ini agar berkeadilan untuk semua. (Yoga)
Waspadai Melambatnya Ekspansi Manufaktur
Melambatnya Indeks Kepercayaan Industri atau IKI dalam tiga bulan terakhir perlu direspons dari sisi suplai dan permintaan. Di sisi suplai, perlu insentif untuk mendongkrak kinerja industri yang masih kesulitan dalam pemulihan. Daya beli masyarakat juga mesti tetap dijaga. Berdasarkan data Kemenperin, IKI Mei 2023 ialah 50,9 atau masih di zona ekspansi atau optimistis (lebih dari 50). Akan tetapi, angka itu melanjutkan tren penurunan IKI. Pada Februari 2023, IKI tercatat 52,32. Pada Maret 51,87 dan April 51,38. Situasi itu sejalan dengan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) manufaktur Indonesia yang dipublikasikan S&P Global. Pada Mei 2023, PMI Indonesia pada posisi 50,3 atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang 52,7. Kendati menurun, PMI Indonesia masih dalam kondisi ekspansif.
Ekonom Center of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, di Jakarta, Jumat (16/6) menilai, dari faktor internal, pelambatan IKI dan PMI lebih pada penyesuaian terhadap permintaan di dalam negeri. Adapun, pada factor eksternal dipengaruhi situasi global. ”Khususnya pada PMI manufaktur, penurunan karena adanya ketergantungan pada pangsa pasar mereka yang ekspor. Lalu, proses pemulihan ekonomi beberapa negara, termasuk China, ternyata tidak sebaik yang diharapkan sebelumnya sehingga permintaan barang dari China pun melambat,” ujar Yusuf. Dalam merespons tren penurunan itu, upaya menjaga iklim bisnis di dalam negeri penting dilakukan. Pada sisi suplai, hal itu dilakukan dengan meningkatkan kinerja industri manufaktur. Sementara dari sisi permintaan, daya beli masyarakat perlu dijaga. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









