;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Menuju Pemulihan Bisnis MICE

10 Jul 2023

Indonesia Comic Con hanya satu dari sekian ekshibisi tahunan yang kembali digelar di Jakarta Convention Center setelah dua tahun vakum akibat pandemi. Pameran budaya pop yang selalu diserbu penggemar film, komik, mainan, dan tokoh fiksi ini pertama kali dipopulerkan di San Diego, Amerika Serikat, pada 1970. Di Indonesia, agenda ini dipromotori PT Panorama JTB Tours, anak usaha PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) yang berfokus menggarap segmen tur wisata, transportasi, serta media. Panorama JTB Tours awalnya bernama Panorama Tours sebelum akhirnya melebur dengan JTB, biro perjalanan asal Jepang, pada 2017.

Presiden Direktur Panorama JTB Tours, Royanto Handaya, mengatakan jaringan JTB di 37 negara membantu ekspansi bisnis Grup Panorama. Di awal merger, kongsi Panorama dan JTB ini sempat menargetkan pertumbuhan usaha hingga 300 persen dalam lima tahun. Namun target itu terjegal pandemi. “Sekarang kami ingin kembali sehat dulu agar bisa tumbuh lagi,” ucapnya kepada Tempo sambil berkeliling di antara tenant pengisi Indonesia Comic Con: Pop Asia pada 23 Juni 2023. Indonesia Comic Con menjadi salah satu hasil kemitraan bisnis Panorama di bidang meeting, incentive, convention, exhibition (MICE). Lini bisnis MICE ini sempat menjadi yang paling terkena dampak oleh pembatasan mobilitas, tapi kini menjadi ujung tombak pemulihan perusahaan. (Yetede)

Optimisme Pebisnis Turun Menjelang Hajatan Pemilu

10 Jul 2023

Kalangan dunia usaha masih optimistis menatap prospek perekonomian Indonesia. Namun demikian, masih ada beberapa catatan terkait dengan kondisi ekonomi domestik yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah agar laju perekonomian nasional teap sesuai harapan. Salah satu yang perlu dicermati adalah daya beli masyarakat. Jika dibandingkan dengan masa pandemi Covid-19, daya daya beli masyarakat memang menunjukkan perbaikan. Namun, daya beli tersebut belum sekuat era sebelum pandemi lantaran terimpit oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama pangan, serta biaya energi. Ditambah lagi menjelang tahun politik, sejumlah kalangan masyarakat, terutama kelas menengah atas, cenderung menahan belanja. Kondisi global juga belum berpihak pada dunia usaha di tengah konflik Rusia-Ukraina, dan masih tingginya ancaman resesi serta inflasi global.Untungnya, stabilitas politik dalam negeri menjelang perhelatan pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 dinilai lebih adem, sehingga tidak membuat kinerja ekonomi dan bisnis turun lebih dalam. Alhasil, para pengusaha mengaku tetap akan melanjutkan ekspansi usaha demi memacu kinerja bisnisnya.Survei terbaru KONTAN, yang tergambar dalam indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal III-2023 menyimpulkan kondisi itu. Optimisme puluhan Chief Executive Officer (CEO) korporasi yang beroperasi di Indonesia masih terjaga memasuki paruh kedua 2023 ini. Namun demikian, tren optimisme ini cenderung menurun jika dibandingkan ICCI kuartal II-2023. Secara umum, keyakinan para CEO bertengger di level 3,62 pada kuartal III-2023. Optimisme ini turun tipis dibanding dua kuartal terakhir, yakni kuartal I-2023 di posisi 3,64 dan kuartal II-2023 di level 3,69 (lihat tabel).ICCI adalah hasil survei KONTAN dengan responden puluhan direktur utama maupun CEO perusahaan terkemuka di Tanah Air dan mewakili sejumlah sektor usaha. Skor indeks di atas 3 memperlihatkan optimisme, sementara poin di bawah 3 menunjukkan pesimisme.Survei ICCI kuartal III-2023 berlangsung sejak awal Juni 2023. 

Pekerjaan Rumah Menanti Raksasa Baru Asia

10 Jul 2023

Indonesia masuk dalam daftar negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di kawasan Asia. Di tengah pencapaian itu, pekerjaan rumah pemerintah belum tuntas untuk mencapai pertumbuhan yang berkualitas. Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), Indonesia menempati posisi kelima dari 20 negara yang memiliki PDB paling besar di Asia. Angka PDB Indonesia pada tahun 2022 mencapai senilai US$ 1,3 triliun. Posisi Indonesia hanya berada di bawah China dengan PDB US$ 18,1 triliun, Jepang US$ 4,2 triliun, India US$ 3,4 triliun dan Korea Selatan US$ 1,7 triliun. Di sisi lain, PDB Indonesia mengalahkan nominal PDB Arab Saudi, Turki, dan Taiwan. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, meski memiliki PDB terbesar di Asia Tenggara, PDB per kapita Indonesia masih relatif jauh tertinggal dengan Malaysia. "Bahkan Vietnam dan Filipina mulai menyusul Indonesia," kata dia, Minggu (9/7). Menurut Bhima, Indonesia juga perlu keluar dari jebakan ekspor sumber daya alam (SDA) olahan primer. Apalagi, SDA primer tersebut sangat bergantung dari naik turunnya harga internasional. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LEPM) Universitas Indonesia Teuku Riefky juga menambahkan, PDB Indonesia yang besar tersebut bukan berarti tidak menandakan adanya kemiskinan maupun ketimpangan.

Belanja dan Belanja, tetapi Kulkas Tak Juga Penuh

09 Jul 2023

Pekerja dan keluarga kelas menengah kini menemukan kembali kesenangannya berkumpul bersama teman, makan bareng di luar, membeli produk-produk yang menarik hati, juga jalan-jalan. Namun, di balik sukacita pendongkrak ekonomi negara itu, terpapar fakta lain. Keinginan atau kebutuhan membelanjakan uang itu terkadang, bahkan sering kali, tak sebanding dengan kemampuan. Data terakhir OJK, Jakarta memiliki 2,3 juta rekening aktif di platform pinjaman daring untuk berutang Rp 10,5 triliun per Mei 2023. Persis di atas Jakarta ada Jabar dengan Rp 13,8 triliun (Kompas.id, 6/7/2023). Ada pengguna platform pinjaman daring karena tergoda iklan, iming-imingi bunga ringan, atau tertipu pihak tak bertanggung jawab.

Namun, secara umum, tingginya angka utang disebut OJK berkorelasi dengan belum pulihnya kemampuan ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19. ”Sekarang, belanja Rp 1 juta ke atas, tiba di rumah kulkas belum terisi penuh. Enggak sampai seminggu, sudah kosong. Belanja lagi,” kata teman. Walau tak sampai mengganggu, sebagian orang itu tetap merasakan kenaikan harga menambah anggaran kebutuhan sehari-hari keluarganya. Di luar mereka, sebagian orang lagi terpaksa mengurangi kesenangan makan di luar. Pilihan produk makanan yang dibeli turun kelas agar kebutuhan harian terpenuhi. Sebagian lainnya, seperti temuan OJK, terpaksa berutang. Belanja makanan ditekan habis asal tetap kenyang dan masih bisa menambal kebutuhan lain, seperti pendidikan. (Yoga)


Karet yang Tak Lagi Indah

08 Jul 2023

Tanaman karet yang pernah menjadi tumpuan kesejahteraan petani kini semakin terpinggirkan. Sebagian lahan perkebunan karet bahkan bersalin rupa. Harga yang terus merosot membuat komoditas itu kehilangan daya tarik. Sebagian petani beralih dari karet ke kelapa sawit. Menatap pohon karet bagaikan menatap ketidakberdayaan. Produktivitas perkebunan karet di Indonesia sekitar 300 kg karet remah per hektar per tahun, seperempat produktivitas negara lain yang bisa mencapai 1.300 kg per hektar per tahun (Kompas, 6/7/2023). Kemampuan keuangan petani yang terbatas membuat peremajaan tanaman karet tertunda. Di sisi lain, pabrik tutup atau mengurangi dan memberhentikan karyawan. Kesulitan bahan baku membuat pabrik gulung tikar.

Padahal, Indonesia adalah penghasil karet nomor dua terbesar di dunia, setelah Thailand. Bersama Thailand dan Malaysia, Indonesia membentuk Dewan Tripartit Karet Internasional (ITRC). Lebih dari 80 % penghasil karet di Indonesia berskala kecil dan terdapat lebih dari 2,25 juta petani dan buruh tani di sektor karet. Berdasarkan data Statista, pada 2022, produksi karet Indonesia 3,14 juta metrik ton. Dalam 10 tahun terakhir, produksi terbesar pada 2017, yakni 3,68 juta metrik ton. Sebagian besar produksi karet alam Indonesia diekspor. Mengutip Trading Economics, harga kontrak berjangkakaret pada 7 Juli 2023 sebesar 131,3 sen USD per kg. Harga karet tidak lagi menjanjikan. Dalam setahun terakhir, harga kontrak berjangka karet turun 18 %. (Yoga)


Perdagangan Berjangka Ilegal Diblokir

08 Jul 2023

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 1.075 domain situs entitas yang menawarkan investasi perdagangan berjangka komoditi ilegal pada semester I-2023. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko,Kamis (6/7/2023), mengingatkan, saat ini masih marak penawaran investasi berkedok perdagangan berjangka, padahal sejatinya bukan perdagangan berjangka dan ilegal. (Yoga)

Cadangan Devisa Turun meski Terhitung Aman

08 Jul 2023

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2023 sebesar 137,5 miliar USD, menurun 1,8 miliar USD dibandingkan dengan posisi Mei 2023 yang sebesar 139,3 miliar USD. Penurunan cadangan devisa itu, dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kinerja ekspor yang melandai. Kepala Departemen Komunikasi BI, ErwinHaryono mengatakan,walau turun, posisi cadangan devisa itu tetap tinggi. Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

”BI menilai cadangan devisa itu tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Erwin, Jumat (7/7). Cadangan devisa Indonesia tercatat naik turun selama enam bulan pertama 2023. Pada 31 Desember 2022, cadangan devisa Indonesia pada posisi 137,23 miliar USD. Nilainya meningkat menjadi 139,40 miliar USD pada Januari 2023, kemudian 140,3 miliar USD pada Februari 2023. Dalam enam bulan terakhir, cadangan devisa mencapai puncaknya pada Maret 2023 di posisi 145,18 miliar USD. Pada April 2023, posisi cadangan devisa turun menjadi 144,16 miliar USD. Begitu pula pada Mei 2023 dan Juni 2023. (Yoga)


Seimbangkan Penawaran dan Permintaan

08 Jul 2023

Keseimbangan antara penawaran dan permintaan listrik perlu menjadi catatan dalam perencanaan pemerintah, baik jangka menengah maupun panjang. Perkiraan yang meleset pada program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt diharapkan tidak terulang. Hal itu mengemuka dalam diskusi Kompas Collaboration Forum (KCF) ”Transformasi Ekonomi diRPJPN 2025-2045” yang digelar harian Kompas di Jakarta, Jumat(7/7). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 diharapkan menjadi fondasi kebijakan yang terintegrasi hulu-hilir.

Direut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berpendapat, narasi yang muncul saat program 35.000 megawatt (MW) dicanangkan tahun 2014 adalah industri atau ekonomi Indonesia tak bisa tumbuh karena pasokan listrik kurang. Namun, ketika program itu belum selesai, narasinya telah berubah, yakni kelebihan pasokan listrik. ”Dari pengamatan saya, yang terjadi adalah supply and demand (penawaran dan permintaan) tidak seimbang. Hanya supply-nya (meningkat). Sementara pada demand, yang tadinya  industri tumbuh 8 % pada 2015, lalu (menurun) menjadi 5,2 5, kemudian jadi 2,4 %,” ujar Nicke, yang pernah menjadi Direktur Perencanaan Korporat PLN.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam diskusi itu sepakat bahwa pertumbuhan konsumsi listrik tidak setinggi proyeksi di awal saat program 35.000 MW dicetuskan. Itu tidak terlepas dari gejala deindustrialisasi yang belakangan memburuk. Di sisi lain, ia juga menyoroti masih rendahnya konsumsi listrik di Indonesia. Catatan Kompas, berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga akhir 2022, konsumsi listrik di Indonesia hanya 1.173 kilowatt jam (kWh) atau di bawah target 2022 yang 1.268 kWh per kapita. Angka itu di bawah rata-rata negara Asia Tenggara, sekitar 3.672 kWh per kapita. (Yoga)


Membongkar Kluster Pengamanan Proyek Menara

08 Jul 2023

Kejaksaan Agung telah memeriksa lebih dari 500 orang dalam perkara korupsi base transceiver station (BTS) 4G di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Delapan di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Kami serius melakukan penyidikan kasus ini," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, kemarin. Mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate; Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (Bakti) Kementerian Komunikasi, Anang Achmad Latif; Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galumbang Menak Simanjuntak; serta Komisaris PT Solitechmedia Synergi, Irwan Hermawan.

Tersangka berikutnya adalah tenaga ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020, Yohan Suryanto; Account Director of Integrated Account Department PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali; orang kepercayaan Irwan, Windi Purnama; serta Muhammad Yusrizki Muliawan. Dari seluruh tersangka itu, hanya Windi dan Yusrizki yang belum menjalani persidangan. Pengusutan tidak berhenti pada delapan tersangka itu. Dalam sepekan terakhir, penyidik berfokus mendalami kesaksian Irwan Hermawan, terutama tentang orang-orang yang diduga menerima uang "pengamanan" perkara. Uang tersebut dikelola oleh orang-orang tertentu dengan sasaran lembaga penegak hukum. Tujuannya agar dugaan kerugian negara dalam proyek senilai Rp 28,4 triliun itu tidak diusut. (Yetede)

Memacu Transformasi dengan Digitalisasi

08 Jul 2023

Sukses melewati krisis berkat kecepatan mengeksekusi program digitalisasi. Era digitalisasi hadir lebih cepat seiring krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Keberanian dan kecepatan mengeksekusi rencana transformasi digital merupakan bekal pelaku bisnis mengubah kesulitan dan tantangan menjadi kesuksesan. Indonesia patut bersyukur mampu melalui situasi krisis tersebut dengan cukup baik. Inilah isi dari International Monetary Fund (IMF) dalam Executive Board Concludes 2023 Article IV Consultation yang dirilis beberapa waktu lalu. "Kebijakan Indonesia yang berwawasan ke depan serta berkoordinasi dengan baik, membantunya mengatasi situasi yang sangat menantang di tahun 2022 dengan pertumbuhan yang sehat, penurunan inflasi, dan sistem keuangan yang stabil dan menguntungkan," begitulah sepenggal isi Article IV IMF itu. Muliaman Darmansyah Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2012-2017 saat memberikan keynote speech dalam acara penganugerahan SPEx2 DX Award 2023 yang diselenggarakan GML Performance Consulting dan KONTAN, Kamis (6/7) malam menyebut : "Hasil tidak pernah mengkhiati proses".