;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Olahraga Malam, antara Cuan dan Kesehatan

11 Sep 2023

Tiga lapangan bulu tangkis di kompleks GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, penuh terisi, Senin (4/9) malam. Malam itu, mayoritas pengguna lapangan adalah karyawan yang berkantor di Kuningan dan sekitarnya. Selepas jam kerja, mereka tak bergegas pulang untuk beristirahat. ”Tidak capek ke sini sehabis pulang kerja. Justru ke sini (olahraga) supaya sehat dan bisa rehat sejenak dari kerja,” ujar Aidil Azmi (43), karyawan swasta yang bermain bulu tangkis bersama rekan-rekannya. Waktu Aidil, seperti kebanyakan karyawan kantoran di Jakarta lainnya, untuk berolahraga amat terbatas. Di kantor, dari Senin hingga Jumat, ia bertugas sejak pukul 07.00 hingga pukul 16.00. Tak jarang, karena banyaknya tugas kantor, Aidil terpaksa bekerja hingga beberapa jam setelahnya.

Di tengah tumpukan pekerjaan itu, Aidil merasa waktunya untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga nyaris musnah. Aidil beruntung, pihak kantor memfasilitasi para karyawan untuk berolahraga. Tidak semua perusahaan di Jakarta bersedia membiayai sewa lapangan bagi karyawannya. Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan bermain bulu tangkis dengan rekan-rekannya setiap Senin malam setiap pekan. Dengan berolahraga aidil berharap tidak lekas terserang penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 merilis data penyakit yang terbanyak mengakibatkan kematian di Indonesia. Peringkat pertama adalah stroke dengan 131,8 kasus kematian per 100.000 penduduk. Stroke, penyebab kematian tertinggi, bisa dicegah jika warga rutin berolahraga. Rutin berolahraga dapat membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Ini karena kenaikan tekanan darah menjadi salah satu pemicu terjadinya stroke. (Yoga)


Parpol Bisa Menjadi Kian Pragmatis

10 Sep 2023

Dipercepatnya tahapan pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden seperti yang dirancang Komisi Pemilihan Umum, dari sebelumnya 19 Oktober-25 November menjadi 7 Oktober-14 November, diperkirakan membuat pragmatisme politik menguat. Visi dan ideologi para calon pun akan mengikuti setelah factor elektabilitas terpenuhi. Dari tiga koalisi yang terbentuk, baru Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mendeklarasikan bakal capres-cawapres yang diusung, yakni Anies R Baswedan-Muhaimin Iskandar, kendati pasangan itu juga baru didukung dua parpol anggota koalisi, yakni Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menunggu keputusan Majelis Syura PKS terkait dukungan terhadap Muhaimin. Adapun koalisi parpol pengusung bakal capres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto belum ada yang menetapkan bakal cawapres. Di sisa waktu satu bulan menuju pendaftaran capres-cawapres pada 10 Oktober, sesuai rancangan Komisi Pemilihan Umum (KPU), kedua koalisi itu masih sibuk konsolidasi dan berburu cawapres. (Yoga)


Serba-serbi Menghadapi Polusi

10 Sep 2023

Nina Rustini (32) karyawan swasta, pada Kamis (7/9/2023) mengaku sudah sejak lama menyadari ada yang tidak beres dengan kualitas udara di Jakarta setelah Nina membaca sejumlah penelitian mengenai kualitas udara Jakarta. Seiring pandemi Covid-19, kualitas udara di Jakarta mulai membaik. Maklum, saat itu mobilisasi warga dibatasi. Pabrik-pabrik dan gedung-gedung perkantoran pun tutup. Setelah pandemi reda dan aktivitas warga kembali normal, kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Kondisi paling buruk terjadi bulan lalu. Berdasarkan situs IQAir, Rabu (9/8) pukul 08.00, Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 165, peringkat ketiga kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia. Urutan pertama dan kedua adalah Tangsel (198) dan Kota Tangerang (174). AQI pada angka 151-200 menunjukkan kualitas udara tidak sehat. Artinya, ada kemungkinan peningkatan terjadi gangguan jantung dan paru-paru serta berdampak pada kesehatan terutama kelompok sensitif.

Nina, yang tinggal di Tangsel semakin khawatir karena ia merasakan betul betapa buruknya kualitas udara sehingga setiap hari di rumah menyalakan penyejuk udara dan air purifier, bahkan membatasi kegiatan anak di luar rumah. “Padahal, dulu kami sering ke taman,” kata ibu seorang anak balita berusia 20 bulan ini. Buruknya kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya telah mengganggu kesehatan putri semata wayangnya yang jadi sering batuk dan pilek. Meski ia tidak tahu pasti penyebabnya, Nina memutuskan pindah ke Semarang, Jateng. Ia lega karena di Semarang, kesehatan putrinya membaik. Nina percaya hal ini terjadi karena kualitas udara di Semarang jauh lebih baik dibanding Jakarta. Memburuknya kualitas udara membuat sebagian warga Jakarta mengubah gaya hidup. Kebiasaan olahraga di luar rumah, misalnya, digantikan dengan olahraga di dalam rumah. Masyarakat juga lebih rutin menggunakan transportasi publik. Misalnya, dulu Nina dan putrinya sering berenang di kolam renang luar ruang di Jakarta. Kini ibu-anak ini hanya berenang jika ia dan putrinya sedang berada di luar kota. (Yoga)


32 Perusahaan Terindikasi Mencemari Lingkungan

09 Sep 2023

Satgas Pengendalian Pencemaran Udara mengidentifikasi berbagai sumber pencemar udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangsel, dan Bekasi. Sampai saat ini, 32 perusahaan diawasi karena terindikasi kuat melakukan pelanggaran di bidang lingkungan dan menjadi penyebab pencemaran udara. Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani mengemukakan, pihaknya mengawasi 32 perusahaan atau industri di Jabodetabek. Meski perusahaan berada di daerah, pengawasan dapat dilakukan pemerintah pusat karena ada indikasi pelanggaran serius bidang lingkungan hidup.

”Sebanyak 32 perusahaan yang diawasi bergerak di bidang stockpile batubara, mengoperasikan boiler, manufaktur, semen, logam, dan sebagainya,” ujar Rasio yang juga Ketua Satgas Pengendalian Pencemaran Udara di Media Center KLHK, Jakarta, Jumat (8/9). Dari 32 perusahaan itu, 9 perusahaan tengah melalui proses sanksi administrasi, 8 perusahaan telah diberi sanksi administrasi, 2 perusahaan dalam pengumpulan bahan dan keterangan, serta 13 perusahaan dalam pengawasan. Dari 32 perusahaan ini, 13 perusahaan disegel dan dipasangi plang penghentian kegiatan usaha. (Yoga)


Kontribusi Konsumsi Milenial Signifikan

09 Sep 2023

Konsumsi oleh kelompok generasi milenial atau yang saat ini berusia sekitar 40 tahun berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Generasi milenial yang mendominasi kelompok usia penduduk juga semakin makmur. Optimalisasi hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan penting untuk memenuhi permintaan dari tingginya tingkat konsumsi tersebut. Hal itu disampaikan  Gubernur BI, Perry Warjiyo pada konferensi pers dalam rangka menuju Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXIII dan Seminar Nasional 2023, di Jakarta, Jumat (8/9). Salah satu acara dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Bengkulu pada 15 September 2023 itu adalah pemaparan hasil survei terkait indeks indikator ekonomi dari sejumlah daerah.

Menurut Perry, survei dari sejumlah daerah menggambarkan stabilitas dan peningkatan ekonomi nasional. Selain dipengaruhi kinerja ekspor karena kenaikan harga sejumlah komoditas, perekonomian di daerah turut ditopang tingkat konsumsi rumah tangga, khususnya oleh para generasi milenial. ”Rupanya di sejumlah daerah, konsumsi rumah tangga, khususnya para milenial, untuk sektor jasa meningkat. Hampir 70 % penduduk kita, kan, milenial dan milenial semakin kaya sehingga ini menjadi daya dukung konsumsi,” ujar Perry. (Yoga)


Produksi Kendaraan Listrik Butuh ”Gula-gula”

09 Sep 2023

Ambisi ASEAN untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik regional perlu diiringi kebijakan ”pemanis” untuk melindungi konektivitas industri di kawasan. Negara-negara ASEAN bisa membuat kebijakan insentif sejenis inflation reduction act atau IRA milik AS untuk menyatukan basis pasar dan produksi di kawasan. Dalam KTT Ke-43 ASEAN yang resmi ditutup pada Kamis (7/9) di Jakarta, negara-negara ASEAN di bawah keketuaan Indonesia sepakat mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik regional dengan melibatkan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik atau ASEAN+3, yaitu Korsel, Jepang, dan China.

Kepala Center of Trade Industry and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menilai, komitmen itu terancam tidak efektif jika hanya dalam bentuk konsep kesepakatan, tanpa kebijakan konkret di setiap negara Asia Tenggara untuk menjamin konektivitas industri hulu ke hilir. ”Kalau hanya sepakat membentuk ekosistem, ekosistem yang seperti apa? Perlu ada kebijakan yang applicable untuk menjamin ekosistem itu terbentuk sehingga konkret dengan kebijakan yang seragam di setiap negara ASEAN untuk menjamin konektivitas itu,” kata Andry saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/9).

Menurut dia, negara-negara ASEAN bisa meniru konsep kebijakan IRA milik AS guna melindungi pemain industri di kawasan beserta mitra di luar kawasan yang terlibat perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara ASEAN. Kebijakan insentif sejenis itu bisa menjadi ”gula-gula” pemanis yang mendatangkan investasi dan menjamin konektivitas perdagangan di kawasan. Insentif juga tidak hanya diberikan kepada pelaku industri dan investor, tetapi juga konsumen yang membeli kendaraan listrik hasil produksi negara-negara ASEAN dan mitra. (Yoga)


Menyisir Peserta Bursa Karbon

09 Sep 2023

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 99 unit atau 86 persen dari keseluruhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang beroperasi di Indonesia siap berpartisipasi dalam bursa karbon. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan PLTU yang bergabung dengan bursa karbon pada tahun ini adalah PLTU dengan kapasitas listrik di atas 100 megawatt (MW).

Adapun PLTU berkapasitas di atas 50 MW baru akan bergabung dengan bursa pada 2024, diikuti PLTU lainnya dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) pada 2025. OJK, kata Hasan, akan mempersiapkan perangkat infrastruktur primer dan sekunder, serta pasar yang dibutuhkan untuk menopang operasi bursa karbon. "Selain dari subsektor pembangkit listrik, perdagangan karbon akan diramaikan sektor lain yang akan bertransaksi di bursa karbon, seperti kehutanan, perkebunan, migas, dan industri umum," kata dia, kemarin. (Yetede)

Menanti Kabar Anyar Pilot Susi Air

09 Sep 2023

JAKARTA – Tujuh bulan sudah penyanderaan Kapten Philip Mark Mehrtens. Markas Besar TNI menyebutkan, segera akan ada kabar baik dalam pembebasan pilot Susi Air yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono menyebutkan, kabar baik tersebut akan disampaikan dalam waktu dekat ihwal proses pembebasan Philip. Dia hanya menjawab normatif. Julius pun menolak menjelaskan secara detail lebih lanjut kabar baik yang dimaksudkan.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, posisi terakhir Egianus Kogoya telah diketahui. Namun, dia menambahkan, informasi terbaru perihal keberadaan Kapten Philip belum diterima. ”Masih menunggu kabar. Posisi keberadaan Egianus memang sudah terlacak pada Selasa, 5 September lalu,” ujarnya. Benny menolak mengungkapkan posisi Egianus. Dia berdalih hal tersebut menjadi rahasia operasi penyelamatan. Ihwal kemungkinan Kapten Philip sudah tidak ada di tangan TPNPB-OPM, Benny meminta untuk menunggu perkembangan terbaru dalam operasi pembebasan sandera. (Yetede)

Asean Episentrum Konektivitas Pembayaran Regional

08 Sep 2023

Negara-negara Asean selangkah lebih maju dalam hal konektivitas sistem pembayaran beberapa tahun terakhir, melalui pengaturan multilateral lima bank sentral Asean-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina). Kekonektivitasan sistem pembayaran tersebut dinamakan Konektivitas Pembayaran Regional (Regional Payment Connectivity/RPC). Dalam KTT Asean 2023 di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo menekankan agar implementasi konektivitas pembayaran digital antarnegara dan transaksi mata uang lokal sepakat untuk terus diperkuat. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia (BI) telah memformulasikan tiga kunci transformasi konektivitas sistem pembayaran Asean. Pertama, melanjutkan RPC yang telah disepakati oleh 5 negara Asean serta menyambut bertambahnya partisipasi negara lain. Kedua, memperkuat kerangka pengaturan dan pengawasan, khususnya terhadap aset uang digital. Ketiga, kerja sama lintas batas untuk meningkatkan efektivitas pengaturan dan pengawasan, implikasi RPC terhadap makroekonomi, serta pengembangan infrastruktur pendukungnya. Bentuk kesepahaman ini diturunkan melalui beberapa kerja sama, seperti misalnya perluasan pembayaran menggunakan Quick Response (QR), keterkaitan fast payment melalui Nexus Project, standarisasi Application Programming Interface (API), serta keterkaitan Real Time Gross Settlement (RTGS). Sesuai penekanan Presiden tersebut, seluruh kerja sama itu ditunjang mekanisme Local Currency Settlement (LCS) atau istilah di mana penyelesaian transaksi (settlement) dilakukan dalam mata uang dan yurisdiksi wilayah masing-masing negara, serta Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA) atau swap bilateral antarnegara dalam mata uang lokal. QRIS Antarnegara memudahkan konsumen dan pedagang di antarnegara melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui aplikasi berbasis QR Code. Indonesia mengawali implementasi QRIS Antarnegara dengan Thailand pada 2022. Menyusul setelahnya yakni Malaysia (Mei 2023), Singapura (Agustus 2023), serta negara asia lainnya seperti Vietnam, Filipina, Korea, Jepang, India, dan China yang merupakan cerminan simpul koneksivitas Asia berikutnya. Bergabungnya kedua negara berpenduduk terbanyak ini (India dan China), dipastikan akan mendorong jumlah pemakaian QRIS Antarnegara. QRIS Antarnegara memiliki peran penting guna meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung inklusi keuangan, digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makroekonomi dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi atau settlement melalui mata uang lokal melalui LCS. Tidak berhenti pada QRIS Antarnegara, bank sentral negara Asean terus meningkatkan kerja sama fast payment. Asean-5 Retail Fast Payment menjadi langkah strategis sekaligus ikhtiar bersama untuk menjalin konektivitas sistem pembayaran yang lebih luas, cepat, murah, mudah, transparan dan inklusif. Kelima bank sentral tersebut menggandeng Bank for International Settlements (BIS) untuk menjajaki potensi konektivitas fast payment melalui Proyek Nexus.

TRANSISI KEPEMIMPINAN DAERAH : TANTANGAN BERAT BEY DI JAWA BARAT

08 Sep 2023

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat sebelumnya. Gunungan sampah di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung sudah menjadi pemandangan wajar tiga pekan terakhir ini. Sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung Barat yang menjadi tempat pembuangan sampah wilayah Bandung Raya ditutup, bau busuk, belatung yang berserak di gunungan sampah itu dibiarkan tak terangkut. Tak hanya di Pasar Baleendah, pemandangan serupa juga terjadi di sejumlah pasar di Kota Bandung. Di sisi lain, TPA Sarimukti tak beroperasi karena bara masih membakar berhektare-hektare sampah di sana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai menetapkan status darurat sampah untuk wilayah Bandung Raya sampai Minggu (24/9). Sampah menjadi tugas berat pertama bagi Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin yang baru dilantik Selasa (5/9). Tugas ini di luar keseharian yang digeluti oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden tersebut. Namun, Bey bisa menarik napas sejenak soal Sarimukti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat telah berencana mengoperasikan kembali TPA Sarimukti di tengah status darurat, peristiwa kebakaran yang sampai saat ini masih berlangsung. Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan, Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal penanganan sampah di TPA Sarimukti yang kini masih ditutup karena kebakaran. Adapun, pemerintah pusat menyarankan untuk membuka beberapa zona agar sampah di Bandung Raya tidak menumpuk meski kini dalam kondisi darurat. Tak hanya ancaman darurat sampah, krisis pangan akibat El Nino juga menghantui Jabar hingga akhir 2023. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat sejumlah komoditas sejak Juni 2023 sudah mengalami defisit. “Kedelai itu defisit 273 hari, bawang merah, cabai rawit hingga minyak goreng,” kata Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana. Kesiapsiagaan menghadapi ancaman krisis pangan merupakan langkah penting. Menurutnya, ancaman El Nino terhadap pangan memberikan empat dampak pada Jawa Barat, dari mulai berkurangnya pasokan, kenaikan harga, penurunan produksi pertanian dan kenaikan inflasi. Urusan El Nino memang sudah nyata. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jabar Dadan Hidayat menuturkan, luas wilayah yang mengalami kekeringan di Jabar pada 2022 mencapai 1.472 hektare. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan ada sejumlah pekerjaan rumah yang akan dihadapi oleh Bey selain urusan persampahan dan pangan. Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat memastikan akan terus melanjutkan kolaborasi positif bersama Pemprov Jawa Barat di bawah pimpinan Pj Gubernur Bey Triadi Machmudin. Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat (KPw BI Jabar) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pihaknya siap menjalankan program-program kolaboratif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi provinsi itu. Sementara itu, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Koordinator Jawa Barat berharap Bey Triadi mampu meneruskan dan meningkatkan prestasi gemilang yang telah ditorehkan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) dari 2018 hingga 2023. Namun demikian, ada sejumlah masalah atau pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara meyakini Bey sudah mengetahui sektor-sektor unggulan di Jabar yang perlu mendapat dukungan dari Pemda Jabar. Adapun sektor unggulan tersebut meliputi perindustrian, dan perdagangan.