;

TRANSISI KEPEMIMPINAN DAERAH : TANTANGAN BERAT BEY DI JAWA BARAT

TRANSISI KEPEMIMPINAN DAERAH : TANTANGAN BERAT BEY DI JAWA BARAT

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat sebelumnya. Gunungan sampah di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung sudah menjadi pemandangan wajar tiga pekan terakhir ini. Sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Bandung Barat yang menjadi tempat pembuangan sampah wilayah Bandung Raya ditutup, bau busuk, belatung yang berserak di gunungan sampah itu dibiarkan tak terangkut. Tak hanya di Pasar Baleendah, pemandangan serupa juga terjadi di sejumlah pasar di Kota Bandung. Di sisi lain, TPA Sarimukti tak beroperasi karena bara masih membakar berhektare-hektare sampah di sana. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai menetapkan status darurat sampah untuk wilayah Bandung Raya sampai Minggu (24/9). Sampah menjadi tugas berat pertama bagi Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin yang baru dilantik Selasa (5/9). Tugas ini di luar keseharian yang digeluti oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden tersebut. Namun, Bey bisa menarik napas sejenak soal Sarimukti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat telah berencana mengoperasikan kembali TPA Sarimukti di tengah status darurat, peristiwa kebakaran yang sampai saat ini masih berlangsung. Kepala DLH Jabar, Prima Mayaningtyas mengatakan, Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal penanganan sampah di TPA Sarimukti yang kini masih ditutup karena kebakaran. Adapun, pemerintah pusat menyarankan untuk membuka beberapa zona agar sampah di Bandung Raya tidak menumpuk meski kini dalam kondisi darurat. Tak hanya ancaman darurat sampah, krisis pangan akibat El Nino juga menghantui Jabar hingga akhir 2023. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat sejumlah komoditas sejak Juni 2023 sudah mengalami defisit. “Kedelai itu defisit 273 hari, bawang merah, cabai rawit hingga minyak goreng,” kata Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana. Kesiapsiagaan menghadapi ancaman krisis pangan merupakan langkah penting. Menurutnya, ancaman El Nino terhadap pangan memberikan empat dampak pada Jawa Barat, dari mulai berkurangnya pasokan, kenaikan harga, penurunan produksi pertanian dan kenaikan inflasi. Urusan El Nino memang sudah nyata. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jabar Dadan Hidayat menuturkan, luas wilayah yang mengalami kekeringan di Jabar pada 2022 mencapai 1.472 hektare. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan ada sejumlah pekerjaan rumah yang akan dihadapi oleh Bey selain urusan persampahan dan pangan. Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat memastikan akan terus melanjutkan kolaborasi positif bersama Pemprov Jawa Barat di bawah pimpinan Pj Gubernur Bey Triadi Machmudin. Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat (KPw BI Jabar) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, pihaknya siap menjalankan program-program kolaboratif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi provinsi itu. Sementara itu, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Koordinator Jawa Barat berharap Bey Triadi mampu meneruskan dan meningkatkan prestasi gemilang yang telah ditorehkan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) dari 2018 hingga 2023. Namun demikian, ada sejumlah masalah atau pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara meyakini Bey sudah mengetahui sektor-sektor unggulan di Jabar yang perlu mendapat dukungan dari Pemda Jabar. Adapun sektor unggulan tersebut meliputi perindustrian, dan perdagangan.

Tags :
#Regional
Download Aplikasi Labirin :