Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Persaingan Pekerja Pemula
Ketidakpastian perekonomian meningkatkan persaingan bagi perusahaan dan pencari kerja, calon pekerja mesti meningkatkan kompetensinya. Akhir-akhir ini, kata ”ketidakpastian” makin sering terdengar, termasuk dampaknya. Ketidakpastian juga memengaruhi motivasi pekerja menghadapi masa depan. Dalam artikel di Linkedin (2024) disebutkan, ketidakpastian di masa depan membawa tantangan yang kompleks bagi organisasi untuk menjaga motivasi dan produktivitas pekerja. Di sisi lain, ketidakpastian menimbulkan risiko bagi calon pekerja. Sebab, calon pekerja mesti bersaing untuk memperoleh tempat di perusahaan yang efisien dan berkompetisi agar berhasil mengarungi dunia bisnis yang tak menentu. Persaingan ini dihadapi calon pekerja di berbagai tingkatan, termasuk pekerja pemula.
Hal ini tercermin dari data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS Agustus 2022 yang diolah Tim Jurnalisme Data Kompas (Kompas.id, 20/5/2024). Hasil olahan data itu menunjukkan, waktu tunggu lulusan perguruan tinggi untuk mendapat pekerjaan semakin lama. Contohnya, lulusan beberapa jurusan dari rumpun ilmu komunikasi massa dan dokumentasi memerlukan waktu tunggu 18 hari pada 2017. Pada September 2021-Agustus 2022, waktu tunggu lebih panjang, menjadi 78 hari. Data Sakernas Agustus 2022 juga menunjukkan, 47,2 % lulusan perguruan tinggi berhasil memperoleh pekerjaan di sektor formal. Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2017 yang 55,5 %.
Data BPS menyebut, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia 4,82 % padaFebruari 2024. Artinya, ada 7,2 juta penganggur di Indonesia. Fakta-fakta itu berkelindan, menambah persoalan yang dihadapi pekerja pemula untuk bersaing memperoleh kesempatan menjadi pekerja formal. Mereka harus siap menunjukkan keunggulan dibandingkan dengan calon pekerja pemula lain. Apalagi, semakin banyak perusahaan yang mensyaratkan pengalaman tertentu bagi pekerja pemula. Calon pekerja bisa memiliki keahlian yang dibutuhkan industri dengan mengikuti jenjang pendidikan vokasi. Dengan catatan, tidak ada kesenjangan antara ilmu dan keterampilan yang diajarkan di pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Calon pekerja juga bisa menambah peng-alaman melalui kursus dan magang. (Yoga)
Industri Farmasi Indonesia sebagai Industri Strategis
Menurut data Kemenkes RI, industri farmasi lokal mampu memenuhi permintaan domestik tanpa terlalu bergantung pada impor, yang sering kali rentan terhadap gangguan rantai pasokan internasional (Kemenkes RI, 2020). Dengan total kapasitas produksi 40 miliar tablet per tahun, Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dalam negeri secara mandiri. Ini menunjukkan Indonesia sebenarnya tidak memerlukan investasi besar ataupun importasi obat jadi dari negara luar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan nasional (BPS Indonesia, 2021). Dengan kapasitas yang tinggi ini, Indonesia bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas dan pengembangan produk baru.
Industri farmasi Indonesia berperan memberikan nilai tambah dalam pengembangan produk farmasi berbasis bahan baku alam, seperti fitofarmaka. Fitofarmaka merupakan obat bahan alam Indonesia dari bahan herbal yang telah terbukti secara ilmiah punya khasiat terapeutik. Pemanfaatan fitofarmaka tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan baku obat kimiawi impor, tetapi juga memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara berkelanjutan serta berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari petani, produksi, distribusi, hingga penjualan. Dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas yang melimpah, Indonesia dapat mengembangkan produk-produk bioteknologi yang inovatif dan memiliki nilai tambah tinggi.
Misalnya, penelitian di bidang bioteknologi menghasilkan produk-produk baru seperti enzim, vaksin, dan antibiotik berbasis bahan alami. PP No 1010/2020 adalah salah satu regulasi penting yang mendukung pengembangan industri farmasi di Indonesia, yang menjadikan farmasi sebagai industri strategis. PP ini memberikan berbagai insentif dan dukungan ke perusahaan farmasi lokal, termasuk pembebasan bea masuk untuk bahan baku obat dan peralatan produksi, serta insentif pajak untuk investasi di sektor ini. Melalui berbagai langkah dan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat memastikan ketersediaan obat-obatan yang terjangkau dan berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. (Yoga)
Petani ”Champion” Diminta Jadi Investor di Daerah Defisit Pangan
Kementan meminta petani champion atau unggulan bawang merah dan cabai menjadi investor di daerah yang kerap mengalami defisit stok kedua komoditas tersebut, guna mengatasi problem tahunan kenaikan harga kedua komoditas yang rutin menyumbang inflasi. Direktur Perbenihan Hortikultura Ditjen Hortikultura Kementan Inti Pertiwi Nashwari, Selasa (4/6) mengatakan, Kementan telah menggelar rapat koordinasi dengan para petani champion bawang merah pada 30 Mei 2024. Dalam rapat itu, mereka bersedia berinvestasi membudidayakan bawang merah di daerah-daerah yang kerap mengalami defisit stok komoditas tersebut. Mereka siap mengelola lahan milik pemda atau menyewa lahan di daerah tersebut untuk membudidayakan dan menjadi offtaker bawang merah.
Namun, status hokum lahan itu harus jelas serta memenuhi persyaratan teknis dan geografis untuk budidaya bawang merah. Kementan dan para champion, telah menyiapkan persyaratan penggunaan dan karakteristik lahan beserta varietas bawang merah yang sesuai dengan karakter lahan tersebut. Ada varietas bawang merah yang adaptif di dataran rendah-menengah, yakni bima brebes, super philips, dan biru lancor. Ada juga varietas yang adaptif di dataran menengah-tinggi, seperti tajuk, batu ijo, dan SS sekato. Selain itu, petani champion bawang merah juga siap memasok benih dan sarana-sarana produksi yang dibutuhkan serta mentransfer teknologi budidaya bawang merah. Mereka bahkan berkomitmen menjadi pemasok bawang merah melalui skema kerja sama antar daerah. (Yoga)
Pekerja Bidang Digital Paling Ingin Bekerja ke Luar Negeri
Keinginan pekerja Indonesia dari berbagai latar belakang usia untuk bekerja ke luar negeri tetap kuat. Pekerja di bidang digital, data sains, dan kecerdasan buatan paling ingin pindah ke luar negeri, lalu diikuti kandidat yang memiliki keterampilan tinggi lainnya, seperti rekayasa dan teknik, ekonomi kreatif, serta riset dan laboratorium. Temuan tersebut muncul dalam laporan riset edisi kesepuluh, berjudul ”Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja” yang dikeluarkan oleh Jobstreet by Seek, Boston Consulting Group, The Network, dan The Stepstone baru-baru ini, yang menyurvei 150.735 responden di 180 negara, termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, jumlah responden yang disurvei 3.260 orang.
Sebanyak 87 % dari total responden Indonesia masih tinggal di Tanah Air, sedangkan 13 % sudah tinggal di luar negeri. Dari sisi pendidikan, 50 % dari total responden Indonesia merupakan lulusan sarjana dan 34 persen lulusan magister/diploma. Dalam laporan yang sama disebutkan, pada tahun 2018, kesediaan pekerja Indonesia bermigrasi dan bekerja di luar negeri mencapai 82 %. Kemudian turun menjadi 70 % pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 dan kembali turun menjadi 67 % pada 2023. Kendati mengalami penurunan, minat bekerja pada perusahaan yang ada di luar negeri dengan cara jarak jauh tetap tinggi. “
Karena sejalan dengan tren perekrutan pekerja untuk bekerja jarak jauh (remote working) yang terjadi secara global. Dalam laporan yang sudah mencapai edisi kesepuluh, kesediaan pekerja Indonesia bermigrasi untuk bekerja di luar negeri atau remote working untuk mengerjakan pekerjaan perusahaan dari luar negeri tetap kuat. Semua pekerja Indonesia dari berbagai latar belakang usia, bukan hanya lulusan baru ataupun usia 30-an yang bersedia,” ujar Sales Director Indonesia Jobstreet by Seek Wisnu Dharmawan saat konferensi pers laporan riset ”Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja”, Selasa (4/6) di Jakarta. (Yoga)
Distributor Jangan Menahan Minyak Goreng
Kemendag berencana menaikkan harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng curah dan minyak goreng dalam kemasan merek Minyakita. Untuk itu, distributor diminta tidak menahan minyak goreng gegara rencana tersebut. Kantor Staf Presiden (KSP) meminta Kemendag meninjau kembali kemungkinan menghentikan atau mengurangi distribusi minyak goreng curah. KSP juga mengusulkan agar HET minyak goreng curah atau Minyakita fleksibel mengikuti pergerakan harga minyak kelapa sawit mentah dunia. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Selasa (4/6). Rapat itu dihadiri perwakilan pemda dan kementerian/lembaga yang membidangi pangan.
Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Bahan Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, harga rerata nasional minyak goreng curah dan Minyakita di tingkat eceran pada Mei 2024 masing-masing Rp 15.810 per liter dan Rp 16.117 per liter, di atas HET Rp 14.000 per liter. Ini menjadi perhatian Kemendag dan pemangku kepentingan terkait untuk menaikkan HET minyak goreng. Kenaikan HET tersebut diperlukan lantaran harga CPO dan biaya produksi minyak goreng naik. ”Untuk itu, kami meminta distributor tidak menahan penyaluran kedua jenis minyak goreng itu. Kami mendapatkan informasi bahwa sudah mulai ada distributor yang menahan penyaluran minyak goreng untuk rakyat tersebut,” ujarnya. (Yoga)
Penipuan Kartu Kredit Digerakkan dari Jakarta
Polisi menangkap sembilan tersangka penipuan dan pencurian data identitas kartu kredit yang beraksi di Jabar. Para pelaku mengelabui korban yang ingin mengakses layanan kartu kredit dan terkumpul dana hingga Rp 2 miliar dari aksi tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abast memaparkan, dari serangkaian penyelidikan, para pelaku ditangkap di sebuah rumah di Jaksel, Rabu (15/5) dan di sebuah ruko di Jaktim, Jumat (31/5). Satu pelaku bekerja sebagai buruh harian lepas dan delapan lainnya karyawan swasta. Para tersangka adalah DR, F, G, RR, W, RW, AL, AD, dan NE. Penangkapan ini menjadi tindak lanjut dari laporan empat korban dan pemeriksaan hingga 20 saksi. Dari penangkapan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah alat komunikasi.
Selain sembilan telepon genggam dari berbagai jenis dan merek, polisi menyita tiga telepon dan tiga router. Telepon ini untuk menghubungi para korban dan melakukan penipuan terkait layanan kartu kredit. ”Para pelaku diduga melakukan tindak pidana pencurian identitas dengan menelepon dan mengaku sebagai analis dari pihak perbankan. Mereka melakukan manipulasi terhadap korban nasabah kartu kredit,” kata Jules di Polda Jabar, Kota Bandung, Selasa (4/6). Pelaku berpura-pura membantu penonaktifan kartu kredit sehingga korban memberikan informasi dan identitasnya. Data itu dipergunakan untuk melakukan transaksi daring dengan menggunakan kartu kredit milik korban sehingga mereka menerima tagihan kartu kreditnya. (Yoga)
Didik Iswandi Wayang Porong untuk Semua
Dalang Ki Didik Iswandi bersantai bersama keluarga di rumahnya, Desa Candipari, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (7/3) sore. Beberapa hari sebelumnya, aktivitas dalang wayang gagrak Porong ini padat karena banyak permintaan pentas dari sejumlah desa di Sidoarjo. Pementasan wayang kulit gaya Porongan terkait erat dengan acara bersih desa atau ruwatan. Sebagian besar pemerintah desa di Kota Delta, julukan Sidoarjo karena berada di delta Sungai Brantas, masih mempertahankan tradisi ruwat untuk membersihkan energi negatif dan memperbarui keselarasan dengan alam. Juga sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Wayang gagrak Porong termasuk kiblat wayang khas Jawa Timur. Wujudnya berbeda dengan wayang kulit gaya Jawa Tengah (Mataraman). Mulai dari susunan acara, irama musik, pengucapan, hingga ekspresi dalangnya. Nuansa wayangnya lebih dinamis dengan dominasi permainan kendang. Warna cerah mendominasi dan memiliki aspek mistis yang lebih kuat. Seiring berjalannya waktu, wayang gagrak Porong justru kalah terkenal dibanding wayang gaya Yogyakarta dan Solo. Selain kalah dalam hal promosi, wayang Porongan juga kalah pamor karena identik dengan kesenian rakyat yang berkembang pada masyarakat pesisir.
Adapun wayang Jawa Tengah lebih identik dengan kalangan priayi dan elite birokrasi. Kondisi itu memantik keprihatinan Didik dan para dalang wayang jawa timuran lainnya. Dia khawatir keberlangsungan wayang Porongan yang digelutinya sejak 1984, akan terancam apabila tidak bisa diterima oleh semua kalangan. Bersama para seniman wayang, Didik yang juga anggota Komite Seni Tradisi Dewan Kesenian Sidoarjo ini meminta Pemkab Sidoarjo agar memberikan kesempatan kepada wayang gagrak Porong. Melalui Surat Edaran Bupati Sidoarjo No 100.3/1056/448.1.1.3/2024, tertanggal 21 Januari 2024, camat dan kepala desa/lurah seluruh Sidoarjo dihimbau agar dalam kegiatan bersih desa/ruwat menampilkan budaya lokal, termasuk wayang Porongan.
Kebijakan itu disambut antusias para dalang yang menggeluti wayang gagrak Porong. Didik mengatakan, pementasan pada hajatan pemerintah desa hingga pemkab menjadi momentum mendongkrak martabat atau pamor wayang Porongan. Didik terus berupaya menyebarluaskan wayang gagrak Porong agar semakin dikenal di seluruh nusantara, bahkan mancanegara. Ia juga menyosialisasikan kepada generasi masa kini agar mereka tergugah untuk menjaga keberlangsungan wayang kulit, khususnya wayang gagrak Porong hingga masa nanti. (Yoga)
Program Makanan Bergizi Gratis Intrusmen untuk Indonesia Maju
Program makanan Bergizi Gratis Intrumen untuk Indonesia Maju
Patgulipat Logam Mulia Aneka Tambang
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









