;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Narasumber dalam Karya Jurnalistik Tidak Bisa Dipidanakan

13 Jun 2024
SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dilaporkan ke polisi setelah menjadi narasumber di dua stasiun televisi nasional. Dalam acara itu, Hasto menyampaikan kritik perihal kondisi sosial politik di Indonesia saat Pemilu 2024. Pernyataan Hasto inilah yang kemudian menjadi dasar pelaporan ke Polda Metro Jaya pada 26 dan 31 Maret 2024. Pelapor bernama Hendra dan Bayu Setiawan. Laporan itu dibuat hanya selisih satu-dua minggu setelah penayangan wawancara tersebut.

Dewan Pers menyatakan wawancara Hasto di stasiun televisi itu adalah karya jurnalistik. Sehingga tidak tepat mempidanakan Hasto atas perkataannya. Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya mengatakan, bagi pihak yang dirugikan dengan pernyataan Hasto, semestinya menggunakan mekanisme penyelesaian sengketa pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Bisa dengan mekanisme menyampaikan hak jawab,” ujarnya saat dihubungi kemarin, 12 Juni 2024. Dia menjelaskan, posisi narasumber tidak terpisahkan dari rangkaian kerja-kerja jurnalistik yang berujung pada karya jurnalistik. Apalagi Dewan Pers dengan Polri memiliki nota kesepahaman agar sengketa pers diselesaikan melalui Dewan Pers, sehingga tidak perlu menempuh jalur hukum.

Pada Pasal 5 Undang-Undang Pers dinyatakan bahwa pers nasional berkewajiban memberikan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah. Kemudian pers juga wajib melayani hak jawab dan hak koreksi. “Pers punya mekanisme hak jawab atau memberikan ruang wawancara berikutnya,” kata Agung. (Yetede)

Meneropong Prospek Industri Batu Bara

13 Jun 2024

Para pelaku bisnis di sektor pertambangan mulai bernapas lega. Pasalnya, permintaan komoditas batu bara dari domestik dan regional mulai meningkat beberapa waktu belakangan ini. Sayangnya, tingginya permintaan batu bara tersebut masih sangat berfluktuasi akibat banyaknya tantangan yang menyelimuti industri batu bara nasional. Kewajiban menempatkan minimal 30% devisa hasil ekspor (DHE) di bank nasional setidaknya untuk 3 bulan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 36/2023 serta rencana pemberlakuan skema pungut salur dana kompensasi batu bara dinilai menambah beban pelaku usaha. Apalagi kebijakan tersebut diberlakukan di tengah meningkatnya beban operasional usaha dari kenaikan kewajiban pembayaran royalti pertambangan yang berlaku pada 2022.

Fluktuasi harga ‘emas hitam’ yang saat ini mulai landai, membuat bisnis ini menjadi lebih menantang. Kondisi pasokan berlebih di pasar global, membuat harga batu bara akhir-akhir ini terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Indonesia Mining Association (IMA) memproyeksikan rerata harga batu bara hingga akhir 2024 fluktuatif di rentang US$110—US$120 per ton. Adapun, rerata harga batubara acuan (HBA) sepanjang Januari—Mei 2024 berada di kisaran US$118 per ton atau lebih rendah sekitar 40% dari rerata HBA tahun sebelumnya di level US$210 per ton. Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional mencapai 775 juta ton sepanjang 2023, melampaui target produksi pada 2023 yang dipatok sebesar 695 juta ton dan menjadi rekor tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Kementerian ESDM mencatat realisasi wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) batu bara pada 2023 mencapai 213 juta ton atau 121% dari target 177 juta ton. Di sisi lain, pemerintah menargetkan produksi batu bara pada 2024 berada di kisaran 710 juta ton, dengan alokasi wajib pasok domestik di sekitar 181,28 juta ton. Adapun, pemerintah melalui Kementerian ESDM menyetujui rencana produksi batu bara Indonesia mencapai 2,74 miliar dari 587 perusahaan dalam 3 tahun mendatang. Hanya di Eropa dan Amerika Utara saja yang telah mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Kendati, pada masa pandemi Covid-19, beberapa negara di Eropa kembali menyalakan pembangkit listrik dengan sumber energi fosil akibat pembatasan mobilitas masyarakat. Peluang ini tentu saja perlu dimanfaatkan negara-negara produsen batu bara, termasuk Indonesia untuk mempertebal pundi-pundi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

Memetik Pelajaran dari BSI

13 Jun 2024

Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menarik dana simpanan dan pembiayaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Bagaimana nasib BSI ke depan? Pelajaran apa saja yang dapat dipetik? Bagaimana sejarah BSI? . BSI yang berdiri pada 1 Februari 2021 adalah hasil merger dari tiga bank syariah PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah. Komposisi pemegang saham BSI meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 50,83%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 24,85% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,25%. Pemegang saham lainnya di bawah 5%. Dengan merger itu, BSI digadang-gadang menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan bahkan menduduki 10 besar bank syariah tingkat dunia pada 2025.  

Sejauh mana kinerja BSI per kuartal I/2024? BSI mampu meningkatkan perolehan laba bersih 17,07% menjadi Rp1,71 triliun per kuartal I/2024. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 2,01% (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,38 triliun. Kemudian, pendapatan dari penyaluran dana tumbuh 12,26% menjadi Rp 6,31 triliun. Cadangan turun 27,84% menjadi Rp541,31 miliar.  Untunglah, tingkat efisiensi yang tampak pada rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun 71 basis poin (bps) menjadi 68,94%. Lantas, apa saja pelajaran berharga yang dapat dipetik?.Pertama, Muhammadiyah akan mengalihkan dana mereka di BSI ke bank syariah lainnya seperti Bank Mega Syariah, Bank Bukopin Syariah, Bank Muamalat dan beberapa bank syariah lainnya. 

Kedua, apakah penarikan dana Muhammadiyah itu akan membuat BSI limbung? Berapa besar dana pihak ketiga (DPK) BSI? Data Biro Riset Infobank menunjukkan DPK BSI Rp293,24 triliun per April 2024. Nah, ketika Muhammadiyah menarik dana sekitar Rp13 triliun atau 4,43% dari DPK BSI, itu berarti penarikan dana tak begitu berpengaruh.  Ketiga, namun dipandang dari sisi manajemen aset dan liabilitas (assets and liabilities management), sudah barang tentu penarikan dana itu akan memengaruhi margin pendapatan secara keseluruhan. 

Keempat, apakah penarikan dana Muhammadiyah itu boleh dikatakan sebagai rush (penarikan dana secara besar-besaran)? Tidak. Mengapa? Karena Muhammadiyah tidak akan menarik dana secara tunai. Dengan demikian, BSI masih memiliki cukup waktu untuk memenuhi permintaan penarikan dana itu.  Kelima, sesungguhnya, ada kiat lain bagi BSI untuk melakukan pendekatan kepada Muhammadiyah supaya tidak menarik seluruh dana mereka di BSI. Keenam, di sisi lain, bank syariah yang akan menerima limpahan dana Muhammadiyah mulia tersenyum riang karena akan segera menerima dana triliunan tanpa mengeluarkan biaya tinggi. Ketujuh, namun bank syariah harus mampu meningkatkan kualitas pembiayaan mereka di tengah kenaikan ketidakpastian ekonomi global. 

Kalah Bersaing, Ribuan Penggilingan Padi Mati

12 Jun 2024

Persaingan dalam menyerap gabah hasil panen petani yang semakin ketat membuat ribuan penggilingan padi skala kecil gulung tikar. Penggilingan kecil ini rontok satu per satu karena kalah dari perusahaan yang memiliki modal besar dan teknologi pengolahan yang lebih mutakhir. Keberadaan penggilingan padi skala kecil yang tersebar di desa-desa turut menggerakkan perekonomian desa. Selain mnyediakan lapangan kerja, keberadaannya turut meningkatkan nilai tambah produksi pertanian. Kompas menemukan fakta tersebut pada periode Maret-Mei 2024 di sejumlah provinsi di Sumatera dan Jawa. Nurfuddin (43), pengelola penggilingan padi skala kecil di Desa Bumi Asih, Lampung Selatan, baru memproduksi beras lagi Maret 2024, itu pun sepekan sekali.

Penggilingan berkapasitas produksi 10 ton beras itu ”mati suri”   tiga bulan akibat tak punya modal untuk membeli gabah di harga tinggi. Dia juga kesulitan bersaing di pasar dalam menjual beras. Ia cuma mampu menghasilkan beras berkualitas medium yang baru habis seminggu setelah giling. Nurfuddin tidak akan pusing jika Perum Bulog mau membeli berasnya. Namun, standar mutu beras yang bisa diterima Bulog kian tinggi sehingga kualitas berasnya tidak masuk. Untuk menembus Bulog, Nurfuddin mesti memperbaiki penggilingannya agar kualitas produknya meningkat. ”Bukannya tak mau memperbaiki. Saya terbentur dana,” ucap Nurfuddin. Ia menilai, pemerintah belum memberikan solusi agar penggilingan kecil tidak bangkrut.

Bantuan yang diharapkan adalah agar pengusaha penggilingan kecil bisa mengakses pinjaman berbunga rendah guna memodernisasi mesin. Ferry Priyatna (58), pelaku usaha penggilingan di Indramayu, Jabar, bahkan terpaksa berhenti beroperasi sejak dua tahun lalu akibat kalah saing dengan penggilingan padi berskala besar. ”Mereka (produsen besar) berani beli gabah dengan harga tinggi. Kami jelas kalah,” kata Ferry yang kini menjadi perantara penjualan beras antarpedagang. Penggilingan padi milik Ferry di Kecamatan Widasari itu biasanya mempekerjakan 10-12 orang untuk proses produksi dalam menghasilkan beras. Setelah penggilingannya berhenti beroperasi, semua pekerja juga turut diberhentikan. Ferry mengakui, selain kalah modal dan teknologi dari penggilingan besar, harga jual beras yang tidak stabil juga turut memperburuk keadaan. (Yoga)


NASIB PENGGILINGAN KECIL, Upaya Bertahan Hidup dengan Produksi Beras Ketan

12 Jun 2024

Suatu sore di pertengahan Maret 2024, seorang pedagang gabah mendatangi Ratnadi (47), pemilik penggilingan padi rakyat di Desa Jatireja, Subang, Jabar, membawa baki berisi padi dan menawarkan ke Ratnadi. ”Kok, beda dengan yang di video?” tanya Ratnadi kepada si calo. Menurut rencana, gabah itu akan diolah jadi beras IR, nama populer warga setempat, menyebut beras bahan pangan sehari-hari. Jelas ini bukan jenis beras ketan. Setelah mempertimbangkan mutu gabah dan situasi pasar, Ratnadi menolak membeli dan mengarahkan pria tadi ke pengolahan padi lain. Ayah tiga anak ini memilih menggiling gabah ketan karena tak kuat bersaing menggiling gabah untuk beras konsumsi.

Ia tak punya modal untuk membeli gabah dalam jumlah besar, apalagi jika terjadi kenaikan harga di pasaran. Sementara makin banyak penggilingan berteknologi mutakhir yang bisa menghasilkan beras lebih melimpah, tetapi harganya murah. Daripada babak belur bertahan di beras umum, ia beralih memproduksi beras ketan. Beruntung, Subang punya jenis ketan unggulan, yaitu ketan grendel. Karena produksi ketan, penggilingan Ratnadi yang berkapasitas produksi 15 ton beras sekali giling tetap beroperasi, tetapi hanya berkutat di ketan. (Yoga)


Harap-harap Cemas Kenaikan Harga Beras

12 Jun 2024

Kecemasan melanda warga yang berurusan dengan beras, karena harganya dinilai belum stabil. Langkah yang tepat dibutuhkan agar tidak kelimpungan menghadapi ketidakpastian. Situasi ini dihadapi Hanto (46), pemilik Warteg Dadijaya, di Mampang Prapatan, Jaksel. Di tengah ketidakpastian harga beras, ia tetap memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan, pada Selasa (11/6). Hanto berusaha menjaga harga dagangannya stabil meski harga bahan-bahan pangan, termasuk beras, naik turun. ”Kalau bisa, jangan sampai kejadian harga beras naik,” kata pemilik warung asli Kota Tegal, Jateng itu.

Menurut dia, jika harga beras naik lagi, keuntungan yang bisa diambil dari usaha wartegnya akan turun. Dua tahun lalu, ia biasa membeli beras Rp 9.500-Rp 10.000 per liter (1 liter = 0,753 kg). Harga naik ke kisaran Rp 12.000-Rp 12.500 per liter pada awal tahun ini dan mencapai Rp 13.000 per liter bulan Februari. Kini, harga sudah menjinak, tetapi hanya kembali ke kisaran Rp 12.000-Rp 12.500 per liter. Keuntungan Hanto berkurang, karena ia menjaga pelanggan, sebab persaingan usaha warteg sudah ketat.

BPS menyebutkan, harga beras berpotensi naik lagi karena produksi padi pasca-puncak panen raya April-Mei 2024 turun. Kerangka Sampel Area BPS menunjukkan, produksi padi setara gabah kering giling (GKG) pada April dan Mei 2024 sebanyak 9,23 juta ton dan 6,21 juta ton. Produksi Juni 2024 diperkirakan turun menjadi 3,49 juta ton dan pada Juli 3,73 juta ton. Artinya, produksi padi berpotensi turun 40-50 % pada Juni-Juli 2024 dibanding puncak panen raya padi (Kompas.id, 11/6/2024). (Yoga)


KPK Meminta Tambahan Rp 117 Miliar untuk Anggaran 2025

12 Jun 2024

Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango, didampingi tiga wakil ketua KPK, yakni Johanis Tanak, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata, terlihat sedang mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR terkait anggaran 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). KPK mengusulkan tambahan lebih dari Rp 117 miliar untuk anggaran 2025. Kebutuhan anggaran KPK pada 2025 mencapai Rp 1,3 triliun. Namun, pagu indikatif yang tersedia saat ini sekitar Rp 1,2 triliun. (Yoga)

Kecerdasan Buatan Dibutuhkan agar Kompetitif

12 Jun 2024

Sebanyak 76 % dari 31.000 karyawan di 31 negara yang disurvei untuk laporan Work Trend Index 2024 mengungkapkan, mereka membutuhkan keterampilan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Mereka merasa kompetitif di pasar kerja ketika menguasai AI. Laporan tahunan yang dilakukan Microsoft dan LinkedIn itu dirilis pada Mei 2024. 31 negara yang disurvei berasal dari Amerika utara, Amerika Latin, Asia Pasifik, termasuk Indonesia, dan Eropa. Sebanyak 69 % responden yang menyatakan membutuhkan keterampilan kecerdasan buatan supaya tetap kompetitif itu menyatakan, AI dapat membantu mereka dipromosikan lebih cepat. 

Ada pula yang menyatakan, dengan memiliki keterampilan AI, peluang kerja mereka semakin luas.”Kecerdasan buatan generatif mendobrak batas karier. Semua profesi di semua sektor industri sekarang memerlukan keterampilan kecerdasan buatan. Karyawan dari level bawah ke atas juga membutuhkan kecerdasan buatan,” ujar Head of Sales and Emerging Markets LinkedIn Rohit Kalsy dalam konferensi pers paparan laporan Work Trend Index 2024, Selasa (11/6) di Jakarta. Tahun lalu LinkedIn menemukan jumlah pengguna LinkedIn secara global yang menambahkan AI buatan dalam profil mereka naik 142 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. 

Mereka di antaranya berprofesi sebagai penulis, desainer, dan tenaga pemasaran. Rohit menambahkan, dari tahun 2016 hingga 2030 diperkirakan secara global terjadi perubahan permintaan keterampilan sampai 50 % di pasar kerja. Kemunculan AI generatif diperkirakan akan mempercepat perubahan ini. Managing Director LinkedIn untuk Asia Pasifik Feon Ang mengatakan, ”Sudah banyak pemimpin perusahaan di Asia Pasifik bersedia merekrut seseorang yang kurang berpengalaman dalam AI, tetapi memiliki kemauan untuk mengembangkan keterampilan di bidang itu. Hal ini menekankan urgensi dan pentingnya tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang AI. (Yoga)


Apakah Mungkin ”Two Full Time Jobs”?

12 Jun 2024

“Saya mengerjakan dua pekerjaan penuh waktu sehari. Pekerjaan pertama mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore, setelah itu, saya bekerja di layanan pelanggan hingga pukul 10 malam. Saya bekerja dua kali lebih keras sekarang supaya bisa berhenti bekerja lebih awal. Tujuannya pensiun lebih dini, semoga bisa di usia 30 tahun,” ucap Jane (nama samaran) warga Kanada yang diwawancarai Business Insider mengenai dua pekerjaan penuh waktu. Diskusi tentang menjalankan dua pekerjaan dalam sehari atau two full time jobs sedang marak di banyak negara dan muncul di beberapa kanal media sosial, terutama di antara generasi Z. Penghasilan yang tak mencukupi yang berhadapan dengan pengeluaran yang makin membesar mengakibatkan sejumlah orang mulai berpikir untuk menjalankannya.

Jane melanjutkan ceritanya, “Saya menemukan gerakan FIRE (financial independence retire early atau kemandirian finansial dan pensiun lebih awal) di media sosial Reddit. Saya mendokumentasikan perjalanan FIRE saya di Tiktok. Saya ingin menunjukkan ada jalan berbeda untuk pensiun dibanding cara mereka yang memilih pensiun pada usia 65 tahun, dengan berinvestasi saya saat usia dua puluhan dan berharap itu membuahkan hasil tak lama kemudian. Saya ingin mandiri secara finansial dan pekerjaan hanya opsi saja. Dalam iklim ekonomi seperti ini, pensiun sepenuhnya dan tak menghasilkan uang mungkin tidak bisa dilakukan. Tapi, sangat mungkin saya bisa mengurangi umur pekerjaan saya”.

Salah satu situs yang memberikan saran untuk menjalankan dua pekerjaan dalam sehari adalah situs Indeed. Penulis di laman itu mengatakan, mengambil berbagai tanggung jawab yang datang dari banyak pekerjaan dapat mengubah keseimbangan kehidupan. Anda perlu memahami pilihan Anda dan meninjau cara untuk mengatur waktu. Anda perlu menentukan, apakah ini adalah pilihan yang tepat dan sesuai tujuan profesional Anda? Anda harus membuat jadwal terpisah dan memastikan bahwa jadwal keduanya tidak beririsan. Anda harus memastikan bahwa pekerjaan kedua itu sesuai dengan minat dan tujuan Anda. Pekerjaan kedua sebaiknya meningkatkan kemampuan Anda dan penting untuk masa depan Anda. Sebisa mungkin dua perusahaan tidak mensyaratkan baju yang aneh-aneh dan pekerjaan kedua juga lebih fleksibel. (Yoga)


Penjual Ikan Kerisi di Pantai Burong Mandi, Bangka

12 Jun 2024

Seorang ibu terlihat sedang membakar ikan kerisi (Nemipterus sp) di pinggir Pantai Burong Mandi, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, pada Hari Senin (10/6/2024). Ikan dijual dengan harga Rp 50.000 per kilogram saat musim panen pada Oktober-November dan naik hingga mencapai Rp 90.000 per kilogram di luar masa panen. (Yoga)