Ekonomi
( 40430 )KKP Potensial jadi NTB jadi Lokasi Sentra Garam
RI Dalam bayangan Pertumbuhan di Bawah 5 %
Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 diperkirakan mulai memasuki tren perlambatan yang tumbuh di bawah 5 %. Beberapa katalis utama pertumbuhan, seperti konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan sektor keuangan, mulai menunjukkan gejala pelemahan. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan PDB Indonesia cenderung stabil di atas 5 %, di luar masa pandemi Covid-19 pada triwulan II-2020 hingga triwulan I-2021, yang sempat mencatatkan pertumbuhan negatif selama empat triwulan beruntun. Secara kumulatif, PDB nasional pada 2024 tumbuh 5,03 % secara tahunan. Meskipun di atas pertumbuhan pada 2019 di 5,02 %, capaian itu melambat dibanding pada 2023 yang mencapai 5,05 %.
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) dalam laporan Indonesia Economic Outlook Triwulan II-2025 yang bertajuk ”Memasuki Pertumbuhan di Bawah 5 %” memperkirakan, PDB Indonesia tumbuh 4,94 % pada triwulan I-2025, di kisaran 4,93-4,95 %. PDB nasional 2025 diperkirakan tumbuh 4,95 % atau dalam kisaran 4,9-5,0 %, dipengaruhi faktor eksternal global ataupun faktor internal domestik. Tekanan eksternal terutama berasal dari eskalasi perang dagang yang dipicu pengenaan tarif bea masuk impor tinggi AS. Perkembangan ini berisiko negatif bagi Indonesia, khususnya terhadap arus investasi, perdagangan, inflasi impor, depresiasi nilai tukar, tekanan fiskal, serta perlambatan ekonomi secara menyeluruh.Kisah Cokelat Dubai
Indonesia tersambar kehebohan cokelat dubai. Orang beramai-ramai mencari dan membeli cokelat yang sebenarnya sudah muncul pada 2022 dengan nama Can’t Get Knafeh of It. Pada mulanya diproduksi FIX Chocolatier dan dijual secara eksklusif di Uni Emirab Arab atau UEA. Cokelat ini menjadi sangat populer di media sosial sehingga hanya dijual selama dua jam sehari dan sering kali habis dalam hitungan menit. Kini telah ada cokelat tiruan, yang dikenal dengan julukan ”Cokelat Dubai”. Cokelat ini mudah ditemukan di supermarket dan juga toko daring di Indonesia. Yezen Alani, yang memiliki FIX bersama istrinya, Sarah Hamouda, mengatakan kepada BBC bahwa cokelat batangan FIX pertama kali dicetuskan oleh Hamouda pada tahun 2021 yang mendambakan rasa tersebut saat ia sedang hamil.
Mereka menjalankan bisnis tersebut di sela-sela pekerjaan kantor. ”Sarah dan saya dibesarkan di Inggris dan pindah ke Dubai 10 tahun yang lalu, jadi kami memiliki akar budaya Barat dan Arab. Kami ingin menciptakan rasa yang terinspirasi dari hal tersebut,” kata Alani. Awalnya sebagian daya tarik cokelat tersebut adalah eksklusivitasnya. Anda hanya dapat memesannya menggunakan aplikasi pengiriman makanan, harganya 15 pound sterling per batang dan hanya dapat dibeli pada jam-jam tertentu sehari untuk memastikan perusahaan dapat memenuhi semua pesanan mereka. Setelah itu bermunculan di pasar. Hingga kemudian popularitas cokelat batangan ini muncul dan viral di media sosial setelah sebuah video dibuat oleh pengguna Tiktok, Maria Vehera, pada Desember 2023.
Konten ini telah disukai hampir tujuh juta pengguna dan telah dilihat 127 juta orang. Dampaknya, cokelat ini terkenal dan pasarnya meluas. Harga cokelat ini (10 pound sterling untuk berat 145 gram) menjadi dua kali lipat disbanding harga cokelat lainnya. Harga bahan baku, yaitu kacang pistachio, di Inggris dilaporan oleh Financial Times melonjak dari 7,75 pound sterling menjadi 10,30 pound sterling untuk setiap pound. Menurut BBC, elemen yang paling menonjol dari produk itu adalah sifat renyah dari isiannya. Dengan adonan filo (filo pastry) tekstur dan ketebalan pada cokelat batangan ini bertambah. Kehadiran cokelat dubai ini telah mendorong inovasi berbagai produsen cokelat baik kecil maupun besar. Laman Speciality Food mengeksplorasi berbagai inovasi yang muncul setelah produk itu terkenal. (Yoga)
Karier Perempuan di Dunia Kerja
Nina (52) sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek daring di Jakarta sejak 2016. Saat itu, dia baru mengundurkan diri dari posisi sekretaris di salah satu kantor notaris di Jakpus. Ia tidak betah dengan suasana kantor yang tidak sehat sehingga kariernya susah berkembang. Ditambah lagi, dia pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuatnya harus istirahat hampir sebulan lebih. Suaminya sudah lama meninggal. Dua anaknya butuh biaya agar tetap sekolah. Saat berusia 43 tahun, dia merasa lowongan pekerjaan formal sudah terbatas sekalipun memiliki ijazah pendidikan di salah satu akademi sekretaris di Jakarta. Menjadi pengemudi ojek daring adalah survival. Pekerjaan ini tidak perlu persyaratan rumit. Berbekal bisa mengendarai sepeda motor, dia memutuskan melamar menjadi pengemudi ojek daring khusus layanan pesan antar makanan.
Berbeda dengan Elisa (31) manajer perusahaan produk perawatan kulit nasional yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk menempati posisinya sekarang, dia hanya butuh waktu tujuh tahun. ”Saya banyak menemukan pengalaman kerja di sektor industri yang sama supaya dapat menunjukkan kapabilitas untuk memimpin sebuah tim,” ujarnya. Elisa merupakan lulusan sarjana dari UI. Sejak awal, dia berkarier di industri kecantikan yang cenderung memilih perempuan sebagai karyawan. Sektor ini pun menyasar perempuan sebagai pembeli. ”Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, lowongan pekerjaan sebagai manajer di industri ini banyak. Tidak pernah ada yang mensyaratkan jender tertentu, tetapi ada pertimbangan-pertimbangan internal yang tidak diketahui sehingga tidak selalu perempuan dipanggil wawancara,” katanya.
Temuan Labor Market Brief oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI pada 3 Maret 2025, bahwa tingginya angka partisipasi kerja perempuan tidak serta-merta menjamin akses terhadap pekerjaan dan kualitas pekerjaan. Perempuan dengan pendidikan tinggi di Indonesia, yakni diploma dan universitas, menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang cukup tinggi di hampir semua provinsi. Mengutip data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada 2023, sebagian besar provinsi di Indonesia mencatatkan TPAK perempuan di atas 75 %. Peneliti LPEM UI dalam Labor Market Brief itu, Muhammad Hanri, menyampaikan, TPAK perempuan Jakarta yang berpendidikan tinggi relatif rendah, yaitu 68,8 %. Kondisi tersebut merefleksikan: Pertama, adanya peluang kerja yang lebih stabil bagi perempuan berpendidikan tinggi. Kedua, keputusan perempuan lulusan pendidikan tinggi untuk tidak aktif di pasar kerja disebabkan faktor keluarga dan ketimpangan beban domestik yang tinggi. (Yoga)
Kondisi Ladang dan Laut di Tengah Pertambangan Nikel
Maluku Utara (Malut) pada Tahun 2024, mencatatkan pertumbuhan 13,7 %. Nomor satu seIndonesia. Hilirisasi nikel sejak 2019 menjadi pendorong utamanya. Di Malut, sektor mineral tumbuh, sementara sektor tradisional, seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan, tertekan. Ketahanan pangan warga terusik. Warga tidak lagi menggarap lahan. Di masa depan, Malut yang menggantungkan pangannya 70 % lebih dari daerah lain akan menghadapi masalah serius. ”Kita harus mencari jalan, bagaimana di tengah sektor pertambangan yang menguat, sektor pertanian tetap bisa berjalan ke arah yang lebih positif. Kita harus mencari titik keseimbangannya,” ucap Kepala Perwakilan Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu, Wilayah Malut, Tunas Agung Jiwa Brata, di Ternate, Malut, Senin (28/4). Eksodus pekerja dari sektor pertanian ke sektor mineral menjadi alarm masalah pangan Malut di masa depan.
Mengacu data olahan Kajian Fiskal Regional Maluku Utara 2024, pergeseran sudah mulai terjadi jauh sebelum hilirisasi yang berjalan sejak akhir 2019, terlihat dari pergeseran distribusi produk domestik regional bruto (PDRB) menurut lapangan usaha di Malut. Sejak 2015, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang awalnya berkontribusi 24,84 % bagi PDRB Maluku Utara turun setiap tahun. Tahun 2024, sisa kontribusi sektor ini hanya 12,44 %. Sedangkan kontribusi sektor pertambangan, yang hanya 8 % pada 10 tahun lalu, kini mencapai 18,52 %. Menjamurnya smelter nikel membuat kontribusi sektor pengolahan naik dari 5,1 % pada 2015 tumbuh menjadi 33,92 % tahun 2024, membuat jumlah petani aktif tertekan. Ekonom Universitas Khairun, Ternate, Chairullah Amin, menyebut, aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang menjadi indicator IKP di Malut masih bermasalah dan belum merata.
Diversifikasi pangan dengan mendorong pangan lokal juga diperlukan untuk menyelesaikan masalah ketersediaan dan pemanfaatan. Pembangunan sentra logistik mesti diiringi fasilitas pendukung, seperti pergudangan dan rantai penyimpanan dingin (cold chain storage). Hal ini membuat pangan jadi murah dan terjangkau. Pertumbuhan ekonomi dari sektor lokal perlu didorong. Membangun kemandirian pangan mutlak dibutuhkan Malut karena ketergantungan terhadap daerah lain begitu tinggi. Mengutip data Dinas Pangan Malut tahun 2023, sebanyak 84 % pasokan beras Malut berasal dari luar daerah. Melemahnya sektor pertanian perlu diantisipasi sejak awal. Membangun sektor ini adalah pekerjaan masa depan. Saat momentum hegemoni nikel berlalu, tersisa petani dan nelayan yang akan terus menghidupi Malut. (Yoga)
Pisang Goreng Kebaikan Warastuti
Warastuti (48) ulet mengembangkan bisnis kulinernya meski didera pandemi. Ia juga menebarkan welas asih dengan membagikan sembako dan memberdayakan ibu rumah tangga. Sempat kehabisan uang hingga lengannya kerap melepuh, pelaku UKM itu mampu kembali bangkit. Waras, demikian sapaannya, berkeliling di dapur untuk mengawasi seraya bersenda gurau dengan sekitar lima pegawai yang tengah memasak di Warung Tradisional atau Waras, Jalan Ciragil I, Jakarta, itu. Ia beranjak menemui supervisornya, Muhamad Setyo Budi (26), yang ikut mengelap piring. Didampingi Sientje Rieuwpassa (46) yang menerima order di kasir. Ia juga meminta juru masak untuk melengkapi selat solo dengan kentang, mengamati konblok yang masih dicat, hingga memberi tahu pengunjung agar menata mobilnya.
Ia pemilik kedai bergaya industri rumahan tersebut, tetapi tak hanya berpeluk tangan dengan terjaga sejak subuh untuk menyiapkan bahan baku puluhan sajiannya. Usaha yang turut merambah Bandung, Bogor, Bekasi, Tangerang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya itu bukan sekadar aktualisasi keuletan Waras. Ia pun menaburkan semangat filantropinya dengan merangkul sejumlah pegawai rumah makan yang kehilangan nafkah karena dihantam pagebluk. Waras, mengulurkan tangan kepada Budi yang tak lagi bekerja sebagai pramusaji di restoran padang. Ia pun menggandeng ibu-ibu di sekitar cabang-cabangnya. Usaha itu sudah tersebar di hampir 20 lokasi. Semula, ia memasang aplikasi pemesanan makanan secara daring. Banyak ojek online yang meminta Waras mempekerjakan istrinya. ”Sejak tahun 2022, saya juga mengadakan mudik gratis buat karyawan,” ujarnya, Jumat (2/5).
Ia membulatkan niatnya meninggalkan dunia korporasi untuk membuat rintisan (start up) pada tahun 2019. Tak dinyana, Covid-19 yang merebak lalu memorak-porandakan impian Waras. Namun, tekadnya tak berarti pupus. Saat itu, Mei 2020, sajian iftar, seperti pisang goreng, risoles, dan setup makaroni, mulai dipasarkan lewat internet. Ia juga meracik selat solo, empal gentong, dan rawon. Hampir setahun, Waras membagikan minyak goreng, telur, beras, dan mi instan. Ia sungguh bersyukur seiring beberapa perusahaan yang menawarkan dana tanggung jawab sosialnya. Kenikmatan Pisang Waras menyebar dari mulut ke mulut. Sejumlah investor pun mengajukan pinangannya untuk bermitra dan tak sungkan menggulirkan modal hingga miliaran rupiah. (Yoga)
Vokasi Butuh Konsolidasi Demi Relevansi Industri
AS Jadi Pasar Krusial Bagi Produk Ekspor RI
Strategi Ekspor Jawa Barat Hadapi Gejolak Global
Terminal Haji Siap Tingkatkan Layanan Jemaah
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









