Ekonomi
( 40430 )Laporan Dari Thailand, ASEAN Bersatu Lawan Eropa
Sejumlah negara di Asean bersatu untuk melawan kebijakan proteksionisme UniEropa yang dianggap diskriminatif terhadap beberapa produk asal Asia Tenggara. Seruan perlawanan itu dilontarkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita di sela-sela pertemuan 25th Asean Economic Minister's Retreat di Phuket, Thailand, Senin (22/4) malam. Beberapa negara di Asean yang tengah menghadapi 'perlawanan' dengan Uni Eropa adalah Indonesia, Malaysia, Myanmar,dan Kamboja. Dengan Indonesia dan Malaysia, Uni Eropa mendiskriminasi minyak kelapa sawit mentah dan produk turunannya. Sementara itu, terhadap Myanmar dan Kamboja, Uni Eropa memberlakukan special safeguard untuk beras hasil produksi kedua negara tersebut.
Untuk menghadapi kebijakan perdagangan yang bersifat proteksionisme dari Uni Eropa, negara-negara Asean yang terdampak kebijakan proteksionisme itu sepakat menggalang kekuatan dan melakukan dua langkah utama. Pertama, sejumlah negara Asean sepakat untuk memberikan instruksi kepada perwakilannya di Jenewa, Swiss, untuk mengeluarkan pernyataan keras kepada UE atas nama kebersamaan Asean. Kedua, pihak-pihak yang dirugikan akan menyusun sikap bersama untuk menentang setiap langkah atau kebijakan perdagangan yang bersifat diskriminatif, baik dalam bentuk tariff barrier maupun nontariff barrier.
Strategi Minimarket, Dompet Digital Gairahkan Bisnis Ritel
Makin maraknya pengimplementasian fitur dompet digital diklaim turut menjadi faktor penggairah bisnis ritel modern segmen minimarket di Tanah Air pada tahun ini. Tren positif tersebut tercermin dari kenaikan jumlah konsumen di beberapa perusahaan ritel modern yang menawarkan layanan pembayaran melalui dompet digital seperti Go-Pay, Ovo, LinkAja, dan sebagainya.
CEO Family Mart Wirry Tjandra menuturkan, kerja sama dengan dompet digital cukup menguntungkan bagi Family Mart. Terbukti, konsumen Family Mart saat ini mengalami pertumbuhan hingga dua digit dibandingkan dengan sebelum menggunakan layanan dompet digital. Sementara itu, Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) Solihin Putera mengungkapkan, kerja sama dengan perusahaan dompet digital berdampak luar biasa bagi industri ritel. Hal ini berdampak positif bagi pendapatan Alfamart. Di samping itu, Alfamart juga akan terus melakukan ekspansi dengan menambah gerai-gerai Alfamart pada tahun ini, sekitar 800 gerai baru.
Harmonisasi PPnBM, Era KBH2 Terancam Berakhir
Harmonisasi PPnBM kendaraan akan memaksa produsen untuk mengembangkan teknologi kendaraan yang makin rendah emisi alias lebih efisien. Tanpa inovasi, era kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) itu akan berakhir. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan, pemerintah ingin mengurangi impor bahan bakar dan menumbuhkan industri mobil listrik dalam negeri. Harmonisasi PPnBM yang dikaitkan dengan emisi merupakan cara untuk mengembangkan pasar otomotif yang ramah lingkungan dalam skala besar. KBH2 akan terkena dampak harmonisasi. Tanpa perubahan teknologi signifikan, era KBH2 yang menikmati pajak 0% akan berakhir karena bakal dikenai tarif 3%.
Pemerintah Catat Serapan Biodiesel 1,5 juta KL
Kementerian ESDM mencatat realisasi serapan unsur nabati (fatty acid methyl eter/FAME) untuk program B20 sampai awal April lalu sebesar 1,5 juta KL, atau sudah mencapai 24,19% dari target tahun ini sebesar 6,2 juta KL. Pemerintah telah menetapkan 19 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati yang menyediakan pasokan biodiesel di tahun depan adalah PT Cemerlang Energi Perkasa 449.753 KL, PT Wilmar Bioenergi Indonesia 844.949 KL, PT Pelita Agung Agrindustri 145.396 KL, PT Ciliandra Perkasa 171.854 KL, PT Darmex Biofuel 85.680 KL, PT Musim Mas 745.504 KL, PT Wilmar Nabati Indonesia 904.431 KL dan PT Bayar Biofuel 229.075 KL. Selanjutnya, pemasok lainnya yakni PT LDC Indonesia 292.927 KL, PT SMART Tbk 269.914 KL, PT Tunas Baru Lampung 216.875 KL, PT Multi Nabati Sulawesi 253.427 KL, PT Permata Hijau Palm Oleo 261.183 KL, PT Intibenua Perkasatama 241.053 KL, PT Batara Elok Semesta Terpadu 78.818 KL, PT Dabi Biofuels 207.344 KL, PT Sinarmas Bioenergi 262.011 KL, PT Kutai Refinery Nusantara 220.189 KL, PT Sukajadi Sawit Mekar 219.677 KL.
LinkAja Masuk Holding Keuangan
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut LinkAja akan masuk dalam pembentukan induk usaha (holding) BUMN keuangan. Prosesnya masih berlanjut dan diharapkan rampung tahun ini.
PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang menjadi gerbang layanan pembayaran daring, LinkAja juga bakal masuk dalam induk usaha ini. LinkAja yang tertunda peluncuranya lantaran belum tersedianya dompet elektronik sehingga pihak kementerian perlu menyempurnakanya terlebih dahulu.
Salah satu bank BUMN, PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero) akan menjajaki akuisisi perusahaan modal ventura. Langkah ini agar BTN leluasa memiliki saham perusahaan tekfin seperti LinkAja dan ATM Link. BTN juga baru saja menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat untuk membeli saham 30% PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (persero).
Menurut ekonom Indef Bhima Yudhistira, masuknya Finarya menjadi anggota induk usaha BUMN perbankan akan semakin memperkuat Bank Himbara (Himpunan Milik Negara) sehingga semakin mengintegrasikan sistem pembayaran di Indonesia. Kemungkinan besar setelah holding, perbankan akan lebih solid. Adanya Finarya turut mendongkrak pasar inklusi keuangan khusunya dompet digital
BCA Akuisisi Bank Royal Rp 1 Triliun
PT Bank Central Asia Tbk mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia senilai Rp 1 triliun. Aksi Korporasi BCA ini ditandatangani dengan perjanjian jual beli saham bersyarat pada 16 April 2019.
Berdasarkan perjanjian, para pembeli (BCA dan BCA Finance) akan membeli sebanyak 2.872.000 saham Bank Royal yang mewakili seluruh modal yang ditempatkan dan disetor oleh Para Penjual dalam Bank Royal.
Elektrifikasi Pasar Mobil, Blue Bird Luncurkan Taksi Listrik
Meski regulasi kendaraan listrik belum terbit, Blue Bird meluncurkan layanan taksi dengan armada mobil bertenaga listrik. Perusahaan taksi terbesar ini menargetkan pengoperasian armada 2.000 unit mobil listrik pada 2020-2025. Blue Bird menyatakan rasa bangganya menjadi pioneer dalam menghadirkan kendaraan listrik di Industri transportasi Indonesia. Selain untuk peningkatan layanan, terobosan perusahaan taksi Blue Bird diharapkan menjadi katalis elektrifikasi transportasi di pasar Indonesia. Tahap pertama Blue Bird akan menggunakan 25 unit BYD e6 A/T dan 4 unit Tesla Model X 75D A/T sebagai armada baru untuk layanan Bluebird dan Silverbird. Perusahaan menginvestasikan hampir RP 40 miliar untuk membuka layanan taksi reguler dan premium menggunakan 30 unit mobil listrik, termasuk membangun 15 unit stasiun pengisian listrik (SPL).
Sarana Mudik Siap, Tarif Menjadi Kendala
Kemhub memastikan sarana prasarana mudik siap. Namun masih ada satu kendala, yakni tarif terutama transportasi udara yang memberatkan masyarakat. Kemhub berencana memanggil satu per satu maskapai untuk membahas soal tarif. Menhub mengakui, meski sudah diberi imbauan, tiket pesawat masih terasa cukup tinggi.
Eksportir Batubara Mulai Pakai Asuransi Nasional
Kebijakan penggunaan asuransi nasional akan berlaku mulai 1 Juni 2019. Masa transisi dimaksudkan agar pelaku usaha pertambangan bisa memiliki waktu untuk bernegosiasi dengan para pembeli atau importir di luar negeri. Apabila pada tenggat waktu itu para pengekspor tidak mematuhi ketentuan, pemerintah akan menjatuhkan sanksi berupa larangan ekspor. Saat ini sudah ada 15 perusahaan asuransi dan tiga konsorsium sudah terdaftar dan mendapatkan persetujuan dalam implementasi kebijakan wajib asuransi.
Mobil Listrik Sudah Siap Memintas Jalan
Sejumlah agen pemegang merk (APM) sudah siap mengeluarkan produk mobil hibrida di Indonesia. Toyota meluncurkan C-HR Hybrid, kendaraan sport utility vehicle (SUV) listrik pertama yang dipasarkan di Indonesia secara nasional. Mobil ini diklaim lebih irit 62% pada penggunaan BBM. Sementara, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) masih menunggu kepastian regulasi, termasuk infrastruktur pengisian bahan bakar kendaraan listrik tersedia secara memadai.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









