;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kupon Menjadi Daya Tarik

09 Oct 2019

Investor memeprtimbangkan tingkat kupon atau imbal hasil untuk berinvestasi pada surat berharga negara ritel. Tingkat kupon yang semakin rendah membuat investor berpikir ulang.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  fokus pemerintah bukan meningkatkan nilai investasi generasi milenial pada SBN ritel melaikan membentuk kebiasaan berinvestasi. Daya tarik SBN ritel akan ditingkatkan melalui penambahan berbasis dalam jaringan.

Lebih lanjut menurut Luky, SBN ritel tetap diminati meski imbal hasilnya berangsur turun. SBN ritel memiliki keunggulan misalnya kemungkinan gagal bayar kecil karena dijamin undang-undang imbal hasil relatif lebih tinggi dibandingkan instrumen lainnya.

Terdongkrak Jasa Makanan

08 Oct 2019

Jasa pesan antar makanan signifikan mendongkrak nilai ekonomi yang digerakan oleh transportasi daring di Asia Tenggara. Sesuai laporan e-Conomy SEA 2019 diperkirakan tahun ini nilai ekonominya ditaksir 13 miliar dolar AS atau naik 4 kali lipat dari tahun 2015 yang sekitar Rp 3 miliar dolar AS. 

Secara khusus di Indonesia, nilai ekonomi internet sektor ride hiiling mencapai sekitar 0,9 miliar dolar AS pada 2015 dan diperkirakan tumbuh 6,6 kali lipat jadi 6 miliar dolar AS tahun 2019. Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) selama 2015 sd 2019 mencapai 57%. 

Jabodetabek menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi internet di Indonesia. Pengguna yang tinggal di area itu membelanjakan uang sekitar 555 dollar AS per kapita. Nilai itu lebih tinggi dibandingkan pengguna yang tinggal di kabupaten/kota di luar Jabodetabek yaitu sekitar 103 dolar AS per kapita.

Akses Daring Memudahkan

08 Oct 2019

Mitra distribusi berupaya memudahkan calon investor untuk berinvestasi surat berharga negara ritel. Kemudahan itu membuat investor membeli SBN berulang. Data Kementerian Keuangan menunjukan berdasarkan profesi, pegawai swasta paling banyak memiliki SBN ritel dalam setiap penerbitan. Pada 2018 sebanyak 10.103 pegawai swasta tercatat sebagai investor yang meningkat menjadi 13.806 investor pada September 2019. 

Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rohan Hafas menyebutkan, SBN ritel kian diminati investor sebagai salah satu instrumen investasi. Di sisi lain, di tengah kekhawatiran terhadap resesi ekonomi, investor cenderung memilih instrumen investasi dalam jangka menengah dengan suku bunga yang tetap. 

Usaha Rintisan Banyak Drama

08 Oct 2019

Dalam beberpa pekan terakhir banyak drama di kalangan investor dan usaha rintisan. Salah satu investor WeWork yaitu Softbank mencoba mengumpulkan kembali dana dari beberapa investor setelah penawaran WeWork batal.

Drama lain, perusahaan modal ventura dari Amerika Serikat masih terus memasuki China kendati Presiden Donald Trump berusaha menekan agar aliran dana tak lagi masuk ke China. 

Softbank menjadi investor yang cukup besar dibeberapa usaha rintisan dunia. Mereka berhasil meyakinkan rekanya dari Timur Tengah untuk bergabung, antara lain dana kelolaan kekayaan dari Arab Saudi sebesar 45 miliar dollar AS dan 15 miliar dollar dari sebuah korporasi Uni Emirat Arab. Jumlah dana kelolaan di bawah Softbank yang dikucurkan ke berbagai usaha rintisan mencapai 100 miliar dollar AS termasuk dana milik Softbank sendiri.

Drama yang tak kalah heboh, Komitmen perusahaan ekuitas General Atlantic untuk berinvestasi 35 miliar dollar AS di usaha rintisan China. Invesatasi ini mengejutkan ditengah upaya Amerika Serikat menekan investasi ke China sedangkan China malah membuka peluang investasi lebar. Ketertarikan investasi ke China karena banyak paten baru, pasar yang besar, dan akses internet yang menjangkau lebih dari 800juta orang. Perang dagang antara AS-China sepertinya tidak berpengaruh pada invesatasi usaha rintisan. 

Sebenarnya, dibalik drama investor itu adalah kenyataan bahwa pendanaan usaha rintisan masih memiliki masa depan yang cerah. Sejumlah CEO yang diwawancarai meyakini prospek bisnis yang dijalankan usaha rintisan yang telah teruji.

Stabilitas Daya Beli, Kesenjangan Pendapatan Perlu Diatasi

08 Oct 2019

Pemerintah perlu memangkas kesenjangan pendapatan dalam masyarakat untuk mencegah penurunan daya beli. Ekonom Senior Indef, Aviliani, menyatakan Indonesia tengah menghadapi masalah kesenjangan penghasilan. Alhasil, pemusatan modal terjadi pada golongan tertentu yang dikhawatikan akan memperbesar ekonomi oligarki. Pemerintah sudah membaca permasalahan ini lewat kebijakan penguatan sumber daya manusia (SDM). Namun, hal itu belum efektif jika tidak diimbangi dengan kepastian pendapatan yang ideal. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu ditingkatkan. Sedangkan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, menyatakan Indonesia saat ini menghadapi dua kesenjangan. Pertama antarkelompok masyarakat, dan kedua kesenjangan antardaerah. Pemerintah harus memperkuat dan mengembangkan pemberian akses likuiditas, akses modal, akses SDM, serta akses pasar dan teknologi kepada UMKM yang sejauh ini tercatat mencapai 63 juta.

Insentif Manufaktur, Elektronik Diusulkan Masuk Industri Pionir

07 Oct 2019

Kementerian Perindustrian mengusulkan perluasan cakupan definisi industri pionir untuk segmen elektronika dan telematika agar menarik minat investor asing masuk industri semikonduktor. Sejumlah investor asing di bidang produksi alat elektronik atau electronic manufacture service (EMS) berminat masuk Indonesia, seperti investor asal Taiwan, Inventec dan Compal. Para investor tersebut perlu didorong dengan insentif, termasuk penghapusan pajak penghasilan (PPh) badan. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri elektronik merupakan sektor prioritas pengembangan agar siap menghadapi era industri 4.0. Kemenperin terus berupaya mencari investor baru yang dapat mendukung sektor hilir di industri elektronik dalam negeri, khususnya untuk menyubstitusi bahan baku impor. Pada saat yang sama, kehadiran investasi baru itu bakal mendorong produktivitas agar bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

Pasokan BBM Logistik, Pebisnis Truk Desak Penghapusan Subsidi

07 Oct 2019

Sejumlah asosiasi pengusaha mengkhawatirkan pasokan bahan bakar minyak jenis tertentu (JBT) Solar yang tidak menentu pascapencabutan kuota oleh Badan Pengelola Hilir (BPH) Migas. Subsidi pun diminta untuk dicabut guna mendapatkan kepastian usaha angkutan barang. Yang menjadi masalah setelah pencabutan surat edaran adalah stok Solar yang tidak cukup sehingga antrean truk di SPBU terjadi, karena stok tidak cukup untuk kebutuhan di seluruh Indonesia. Subsidi Solar dalam jangka panjang tidak sehat untuk aktivitas logistik, apalagi moda transportasi lain yang sama-sama mengantar logistik seperti kapal laut dan kereta api tidak mendapat subsidi BBM. Alokasi dana subsidi BBM, lanjutnya, lebih baik dialihkan pada hal yang lebih efektif seperti pengurangan bunga bank, pembelian truk baru, fasilitas asuransi kesehatan untuk sopir, dan lain-lain. Dampak Solar bersubsidi ini sangat besar, karena 85% angkutan barang menggunakan jalur darat atau trucking dan semuanya memakai Solar bersubsidi.

Gerbang Pembayaran, Tak Ada Lobi tentang GPN

07 Oct 2019

Bank Indonesia menegaskan tidak ada lobi apapun terkait Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Bank sentral menegaskan dirinya sebagai lembaga independen dan tidak mengatur kartu kredit ke dalam program GPN. Saat ini GPN masih berfokus pada transaksi kartu debit dan kode QR (quick response). Tidak ada relaksasi ketentuan bank sentral terkait kerja sama yang terjadi antara Mastercard Indonesia dengan satu perusahaan switching lokal. Semua transaksi dalam kerja sama itu mengacu kepada aturan GPN yang sedari awal ditetapkan, yakni semua pemrosesan transaksi harus dilakukan di dalam negeri. Mengutip Reuters, Amerika Serikat disebut berhasil meyakinkan pemerintah Indonesia untuk melonggarkan aturan GPN. Relaksasi itu memastikan GPN tidak akan mengatur kartu kredit, sehingga perusahaan AS tetap dapat memproses transaksi kartu kredit tanpa harus mengikuti aturan GPN. Adapun, saat ini Mastercard telah resmi bermitra dengan perusahaan lokal. Berdasarkan lampiran Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tentang GPN, Mastercard diperbolehkan menjadi penyedia jasa switching dengan sejumlah ketentuan, satu di antaranya bermitra dengan perusahaan lokal.

Navigasi Perpajakan, Menanti Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau

07 Oct 2019

Pembahasan kebijakan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) telah usai. Namun demikian, pemerintah belum mau mengumumkan aturan yang akan menjadi dasar kebijakan tarif cukai 2020 tersebut. Substansi kebijakan tarif cukai pada 2020 dibagi menjadi tiga aspek. Pertama, kenaikan tarif rata-rata tertimbang sebesar 23%. Kedua, kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35%. Ketiga, jumlah layer yang tetap sebanyak 10 layer tarif.

IKlim Investasi, Perilaku ‘Arogan’ Fiskus Jadi Penghambat

07 Oct 2019

Selain masalah regulasi, perilaku petugas pajak yang semena-mena disebut sebagai salah satu penyebab menurunnya daya saing Indonesia dalam kompetisi memperebutkan investasi asing. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, banyak masukan yang diterimanya dari para investor di mana para petugas pajak seringkali meminta perusahaan atau investor untuk membayar pajak terlebih dahulu. Meski tidak sesuai, lanjut Lembong, petugas pajak bertindak seolah tidak mengenal kompromi. Jika ada keberatan, petugas pajak menyarankan investor untuk mengajukan keberatannya ke Pengadilan Pajak.

Lembong juga menjelaskan bahwa pemerintah yang sedang menghadapi sejumlah persoalan serius untuk menarik investasi asing, terus melakukan reformasi dan berbagai macam terobosan untuk meningkatkan daya saing. Pemerintah juga telah menginventaris empat persoalan lainnya. Pertama, persoalan mencakup kesemrawutan regulasi, peraturan yang berlebihan, serta abu-abu atau timpang rindih. Kedua, kepastian mengenai akuisisi lahan untuk membangun pabrik atau investasi lainnya. Ketiga, masalah tenaga kerja. Keempat, dominasi BUMN.