Ekonomi
( 40554 )Rupiah dan IHSG Menguat
Melemahnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2020 tak memengaruhi nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kurs rupiah dan IHSG tetap menguat kendati ekonomi Tanah Air hanya tumbuh 2,97 persen.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi kuartal pertama lebih rendah dari perkiraan, masih dapat diterima oleh pasar.
Inflasi April yang rendah di 0,08 persen dan tingginya tingkat pengangguran, yaitu di atas dua juta jiwa, di perkirakan akan membuat pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB diharapkan akan membantu roda perekonomian kembali berjalan secara normal sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp 15.104 per dolar AS dibanding pada hari sebelumnya di posisi Rp 15.073 per dolar AS.
Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, IHSG ditopang oleh data PDB kuartal satu. Meskipun di bawah konsensus, masih positif, beda dengan negara besar lain, seperti Cina dan Amerika yang pertumbuhan ekonominya di kuartal satunya negatif.
Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing sebesar Rp 429,94 miliar.
Beban Biaya Produksi - Alas Kaki Gencar Relokasi
Industri alas kaki mencatat sejak pertengahan tahun lalu sudah ada sekitar 30 pabrik sepatu yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Asprisindo) Firman Bakrie mengatakan sebagian besar pabrik yang pindah itu dari Banten. Sebagian kecil lagi dari kawasan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Terbaru, relokasi dilakukan oleh PT Shyang Yao Fung yang merupakan pabrikan mitra Adidas dari Banten ke daerah Brebes, Jawa Tengah. Imbasnya Shyang Yao harus melakukan PHK 2.500 karyawan untuk mengimplementasikan rencana ini.
Dengan hal itu, tentu industri juga membawa dampak positif bagi Jawa Tengah karena membawa investasi dan membuka lapangan kerja baru di sana. Pasalnya, saat ini 30% biaya produksi habis untuk gaji karyawan dan sebenarnya masih bisa dibagi untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kementerian Perindustrian mendorong pemulihan sektor industri di dalam negeri yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini guna menjaga roda perekonomian nasional agar tetap berputar.
Proyeksi Ekonomi 2020 - Tangkal Skenario Sangat Berat
Untuk ketiga kalinya, Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi. Hal ini menegaskan bahwa skenario pemerintah mengenai kondisi ekonomi sangat berat bukan sekadar analisis di atas kertas.
Bank sentral merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi kurang dari 2,3%. Ini merupakan ketiga kalinya BI melakukan revisi. BI juga merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi per kuartal.
Apalagi, tekanan ekonomi pada kuartal II/2020 lebih parah menyusul penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menggerus konsumsi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penerapan PSBB di Jabodetabek menggerus konsumsi rumah tangga menjadi 2,84% dibandingkan dengan 5,02% pada kuartal I/2019.
Skenario juga disusun Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Kepala Center of Macroeconomics Indef Rizal Taufi kurahman mengatakan, pihaknya menyusun skenario berat, sangat berat, dan sangat berat sekali.
Menurutnya, pemerintah harus mencari strategi untuk mencegah penurunan makin dalam. Salah satunya meningkatkan stimulus fiskal kepada masyarakat dan sektor usaha, khususnya UMKM.
Ekonom Bank DBS Radhika Rao memprediksi, April—Mei akan menanggung beban paling berat karena periode itu menandakan masa ketika pemberlakuan aturan jarak sosial makin diperketat. Pada akhir April, penduduk juga dilarang melakukan mudik.
Hal ini kemungkinan meningkatkan pemutusan hubungan kerja, dan membebani pertumbuhan pada triwulan kedua.
Harga CPO menguat - Kinerja Emiten Sawit Menghijau
Menguatnya harga minyak sawit mentah mendorong pendapatan yang dibukukan sejumlah emiten sawit naik dobel digit pada kuartal I/2020.
Salah satu emiten sawit yang mendapat berkah kenaikan harga CPO ialah PT Astra Agro Tbk. (AALI) yang pendapatannya naik 13,31% year-on-year menjadi Rp 4,79 triliun pada Januari-Maret 2020.
Pada saat yang sama, Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa mengatakan beban pokok penjualan turun karena melandainya volume penjualan yang dibarengi dengan penurunan shipping cost.
Alhasil, entitas Grup Astra itu mengantongi lonjakan laba bersih 891,87% yoy dari Rp 37,41 miliar menjadi Rp 371,06 miliar pada akhir Maret 2020.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Palma Serasih Astrida Niovita mengatakan harga jual rata-rata minyak kelapa sawit telah menopang pendapatan dan laba bersih perusahaan. Selain itu, produktivitas tanaman juga meningkat seiring usia tanaman yang bertambah.
Properti Industri Menjanjikan
Pengembang disarankan mulai menggarap properti industri yang kebutuhannya masih sangat tinggi di Indonesia selama masa pandemi virus corona. Konsultan properti JLL Indonesia mencatat bahwa pasokan properti industri di Tanah Air masih dalam kondisi kekurangan pasokan.
James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, menyatakan properti kawasan industri menjadi salah satu yang paling mampu bertahan selama pandemi Covid-19. Menurutnya, pelaku industri barang konsumen dan third party logistic (3PL) banyak yang mencari penyewa properti pergudangan sebagai tempat penyimpanan dan distribusi.
Presiden FIABCI Asia Pasifik Soelaeman Soemawinata mengatakan properti pergudangan diprediksi menjadi subsektor yang akan melambung pada masa mendatang.
Menurutnya, pergudangan makin menarik lantaran bisa mempermudah proses distribusi.
Industri Properti Diyakini Tetap Tumbuh 3%
Pusat Studi Properti Indonesia meyakini sektor properti tetap bisa tumbuh 3% sepanjang tahun ini, meskipun diadang pandemi virus corona. Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan proyeksi optimistis itu mengoreksi prediksi sebelumnya sebesar 6%—7% seandainya tidak ada virus corona yang memukul perekonomian Tanah Air.
Kemudian, Panangian melanjutkan pada kuartal III/2020 atau periode Juli—September, pertumbuhan sektor properti diproyeksikan hanya 2% seiring perkiraan pertumbuhan PDB yang bersiap untuk pulih dengan perkiraan pertumbuhan hanya sekitar 1,5% hingga 2%. Memasuki kuartal IV/2020, dia memprediksi pertumbuhan sektor properti bisa lebih baik dengan kisaran 3,5%.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida berharap agar industri properti masih bisa tumbuh pada 2020 meskipun pelbagai sentimen turut mengadang industri itu.
Pada saat yang bersamaan, Totok menambahkan bahwa omzet pengembang di tahun ini akan turun. Sejauh ini, dia tetap optimistis bahwa bisnis properti akan terus berjalan yang ditopang oleh penjualan rumah bersubsidi untuk kalangam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Saat ini, pecapaian pembangunan rumah untuk kalangan MBR yang dibangun REI telah mencapai 65.000 unit atau telah memakai jatah sekitar 65% dari kuota subsidi yang tersedia untuk seluruh asosiasi pengembang.
Kinerja Industri Perbankan - Kabar Baik Awal Tahun
Tampaknya masih ada cukup alasan untuk tetap optimistis memandang prospek bisnis intermediasi perbankan tahun ini meskipun kehati-hatian tetap menjadi kunci. Kinerja intermediasi pada kuartal I/2020 masih cukup baik, tetapi masa depan masih sulit ditebak.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) juga masih cukup terjaga. Padahal, dampak pandemi Covid-19 mestinya sudah mulai terasa pada Maret 2020 lalu.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa dampak pandemi terhadap ekonomi memang belum begitu mengerikan awal tahun ini sehingga kinerja intermediasi bank tetap positif. Lagi pula, adanya relaksasi pada kebijakan restrukturisasi memungkinkan tekanan NPL tidak akan terlalu tinggi.
Senada, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro berpendapat bahwa masih tingginya permintaan kredit menunjukkan bank masih menopang kebutuhan likuiditas pelaku industri sektor riil. Dirinya meyakini, setelah pandemi berakhir, akan terjadi lonjakan permintaan konsumsi yang cukup besar sehingga mengerek permintaan kredit.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI pekan lalu mengatakan kredit perbankan tahun ini kemungkinan tumbuh paling tinggi hanya 2% yoy. Dalam skenario terburuk, kinerja kredit bahkan mungkin tidak tumbuh.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan perseroan akan tetap realistis dengan lebih mementingkan menjaga kualitas kredit ketimbang ekspansi yang justru meningkatkan potensi risiko kredit.
Sementara itu, Ketua Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) Sunarso, yang juga menjabat Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. sebelumnya menyebutkan masih perlu melakukan stress test terlebih dahulu untuk mengukur kemampuan kredit tahun ini. Dia masih berharap pertumbuhan positif tersebut dapat terjaga sampai akhir tahun meskipun ada tekanan pada kuartal II/2020.
Dampak Wabah Covid-19 - Selamatkan Manufaktur!
Penurunan indeks manufaktur yang mencemaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 perlu disiasati dengan kebijakan jangka pendek yang lebih terarah untuk menahan koreksi lebih dalam.
IHS Markit kembali merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode April 2020 yang anjlok ke level terendah sepanjang sejarah survei sebesar 27,5. Indonesia menjadi negara dengan indeks terendah di Asia Tenggara, tepat di bawah Myanmar dengan angka 29,0. Menurut laporan tersebut, penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada penutupan pabrik hingga penurunan permintaan dan hasil produksi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi ketika daya beli masyarakat tertekan atau tidak ada demand, secara otomatis perusahaan industri harus melakukan penyesuaian, termasuk penurunan drastis utilitasnya.
Agus mengungkapkan, penurunan PMI Indonesia sangat memengaruhi angka PMI di Asia Tenggara. Pasalnya, volume sektor manufaktur Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara lain di kawasan ini.
Untuk jangka pendek, Kemenperin akan berusaha menyeimbangkan strategi pertumbuhan ekonomi dan pembatasan penyebaran Covid-19. Kemenperin telah melakukan pemetaan sektor industri pada tiga kelompok, yakni suffer, moderat, dan high demand.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penurunan PMI Indonesia tersebut merupakan puncak pemburukan industri sektor manufaktur di Tanah Air. Dia menegaskan PMI Indonesia yang anjlok pada April harus diwaspadai karena turun sangat drastis hanya dalam 1 bulan.
Adapun, ekonom Indef Bhima Yudhistira menyarankan sejumlah langkah konkret untuk menyelamatkan manufaktur dengan cara memperbesar stimulus fiskal, memberikan diskon tarif listrik bagi sektor padat karya, dan menyesuaikan harga BBM.
Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio Nugroho menambahkan, solusi yang dapat dilakukan adalah memacu industri dalam menghadapi kondisi ini. Pemerintah bisa membantu melalui instrumen yang bisa menurunkan biaya utilitas.
Ketua Apindo Hariyadi B. Sukamdani menambahkan ketika ada relaksasi PSBB, ekonomi akan kembali pulih. Akan tetapi, risiko terhadap penularan Covid-19 juga akan makin besar.
Pelindo III Evaluasi Kelangsungan Proyek
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) Doso Agung menyeleksi secara cermat dan ketat terkait kelangsungan proyek investasi yang tengah berlangsung, untuk mempertimbangkan mana proyek yang dihentikan dan yang tetap berjalan untuk menghindari pengangguran yang meluas. Doso mengatakan, Pelindo III juga memberikan perlindungan bagi para pekerja operasional agar tidak kehilangan pekerjaan dalam situasi sulit dan menjaga supaya ekonomi tetap bergerak di proyek yang dimungkinkan.
Meskipun begitu, Doso menegaskan, terdapat beberapa proyek investasi besar yang dimiliki Pelindo III tetap berjalan dan dikerjakan dengan protokol penanganan Covid-19 yang sangat ketat. Investasi dan proyek yang tetap berjalan, antara lain, peningkatan fasilitas pelabuhan, khususnya kapal pesiar. Langkah tersebut merupakan upaya Pelindo III dalam mendukung program pemerintah untuk mendongkrak jumlah pariwisata melalui jalur laut. Selain itu, proyek wisata maritim di Bali, yaitu Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) ditargetkan dapat menyediakan fasilitas dan infrastruktur terintegrasi di Pelabuhan Benoa sehingga makin memperkuat sektor pariwisata Bali secara keseluruhan.
Proyek lain yang tetap berjalan, yakni Terminal Gilimas di Pulau Lombok, NTB, yang merupakan terminal untuk sandar kapal pesiar yang dibangun untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan pelabuhan khusus logistik pertama di wilayah Labuan Bajo.
PTBA Catat Kinerja Positif
PT Bukit Asam (Persero) Tbk mencatatkan penjualan batu bara emiten berkode saham PTBA di lantai bursa itu tumbuh 2,1 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.
Pencapaian PTBA tak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini dan mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA). Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke pasar premium juga menyokong pencapaian ini. Pendapatan usaha tercapai sebesar Rp 5,1 triliun.
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, pandemi korona tentu berdampak secara langsung, namun kata Arviyan, hal ini belum terlalu berdampak signifikan bagi kinerja perusahaan pada tiga bulan pertama 2020. Arviyan menyampaikan, penjualan batu bara pada triwulan I 2020 mencapai 6,7 juta ton dibanding triwulan I 2019. Hal ini ditopang dengan meningkatnya sarana angkutan yang mengalami kenaikan hingga 12 persen.
Menurut Arviyan, dari sisi produksi kendala terjadi dengan curah hujan sangat tinggi pada awal tahun yang mengganggu produksi. Arviyan menyebutkan, harga jual batu bara pada triwulan I 2020 juga relatif baik dengan harga jual rata-rata hanya mengalami penurunan empat persen.
PTBA juga berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham pada periode 17 Maret hingga 16 Juni 2020 ini. Perusahaan tersebut sudah menyiapkan modal untuk ini. PTBA menunjuk PT Danareksa Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham perusahaan.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan agar perusahaan tambang pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi dan IUP khusus operasi produksi wajib melaksanakan eksplorasi lanjutan setiap tahun yang dibarengi dengan penyiapan dana ketahanan cadangan.
Direktur Jenderal Mineral Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyampaikan, ketentuan ini akan dituangkan dalam Revisi Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba) yang tengah digodok bersama DPR RI. Pemerintah akan mengatur supaya perusahaan tambang menyisipkan investasi di dalam eksplorasi melalui dana ketahanan cadangan minerba
Tiga bulan pertama 2020 PTBA masih bisa mencapai kinerja yang baik dari sisi operasional maupun keuangan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









