RI cari Utang Lunak dari Luar Negeri
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sedang sibuk mencari pinjaman asing. Utang tersebut dalam rangka penanggulangan dampak virus korona (Covid-19) terhadap situasi kesehatan dan ekonomi dalam negeri. Langkah saat ini dengan bernegosiasi kepada dua pinjaman asing yaitu Asian Development Bank (ADB) dan bantuan dari Islamic Development Bank (IsDB).
Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang berat bagi sektor tersebut. Sebab itu, dukungan anggaran dari ADB diharapkan bisa membantu pemerintah mengatasi tantangan Covid-19 dengan berfokus kepada kelompok miskin dan rentan miskin, termasuk kaum perempuan.Sri Mulyani telah melakukan pertemuan dengan Presiden IsDB Bandar Hajjar melalui video conference, Minggu (26/4). Hasilnya Menkeu menjelaskan IsDB berencana mendukung anggota IsDB menghadapi wabah pandemi Covid-19 bersama dengan lembaga multilateral lain yaitu World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Peneliti dari Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menyarankan, pemerintah mengutamakan pembiayaan lokal. Misalnya pembiayaan dari Bank Indonesia (BI) ketimbang berutang dari luar negeri. Meskipun pinjaman dari luar negeri memiliki bunga utang yang relatif rendah, tetapi pinjaman ini memiliki risiko selisih kurs yang artinya di kemudian hari berpotensi menjadi lebih besar jika terjadi fluktuasi nilai tukar.
Tags :
#UtangPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
28 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
26 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023