;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

115 WNI Mulai di Evakuasi

21 Jun 2025
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan memastikan WNI yang berada di Iran dievakuasi dari Kota Teheran mulai hari Jumat (20/6/2025). WNI dievakuasi menggunakan jalur darat lantaran dianggap lebih aman menuju Baku, Azerbaijan. "Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, tahap pertama akan dimulai pada 20 Juni 2025, dengan 115 WNI diberangkatkan menggunakan empat bus dari Teheran," kata Budi Gunawan. Budi Gunawan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri hingga Badan Intelegen Negara (BIN) guna memastikan langkah evakuasi selanjutnya. Pria yang akrab dipanggil BG ini juga memastikan pemerintah akan membuka jalur komunikasi darurat bagi WNI di zona konflik. Dengan langkah-langkah ini, BG memastikan proses evakuasi WNI dari Iran akan berjalan dengan  lancar. "Kami mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, mengikuti arahan perwakilan RI, dan segera melapor bila memerlukan bantuan," kata BG. kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan proses evakuasi terhadap WNI di Iran sedang berlangsung menyusul pemburukan situasi keamanan di negara tersebut akibat serangan rudal Israel. (Yetede)

Danantara Gencar Himpun Pendanaan

21 Jun 2025

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara semakin agresif memperluas jaringan kemitraan strategis, baik di dalam negeri maupun kancah internasional, sebagai bagian dari perwujudan visi Indonesia untuk membangun ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan CEO Rosan P. Roeslani, Danantara menandatangani kesepakatan penting dengan Russia Direct Investment Fund (RDIF) untuk membentuk Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) senilai €2 miliar. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, menandakan komitmen politik yang kuat di balik kerja sama tersebut.

Selain Rusia, Danantara juga menjajaki kerja sama dengan Temasek Holdings dari Singapura, serta telah berinvestasi di dalam negeri, antara lain di proyek petrokimia PT Chandra Asri senilai Rp13 triliun dan pembiayaan Program 3 Juta Rumah senilai Rp130 triliun. CIO Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa semua langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Danantara untuk mendukung sektor-sektor fundamental yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah industri nasional.

Namun, sejumlah pengamat menyoroti risiko dari strategi ekspansi cepat Danantara, khususnya dalam menjalin kemitraan dengan RDIF di tengah sanksi internasional terhadap Rusia akibat konflik Ukraina. Herry Gunawan, Direktur NEXT Indonesia, memperingatkan bahwa kerja sama ini dapat menimbulkan risiko reputasi dan mempersulit upaya Danantara menarik mitra global lainnya. Sementara itu, Toto Pranoto dari Universitas Indonesia menilai bahwa tantangan internal seperti ketidaksiapan proyek, ketidakpastian regulasi, dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi penghambat utama realisasi investasi besar di Indonesia.

Dengan demikian, langkah progresif Danantara mencerminkan ambisi besar pemerintah dalam menarik investasi dan memperkuat kemandirian ekonomi. Namun, seperti diingatkan para pakar, kesuksesan jangka panjang sangat bergantung pada kehati-hatian dalam memilih mitra strategis, perbaikan tata kelola investasi, serta konsistensi implementasi di lapangan.


ICBP–INDF Tebar Dividen Besar

21 Jun 2025

Dua emiten besar Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024 dengan keputusan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham. ICBP menetapkan dividen sebesar Rp2,91 triliun atau Rp250 per saham, sedangkan INDF membagikan Rp2,45 triliun atau Rp280 per saham, yang menjadi dividen per saham tertinggi sejak 2019.

Direktur Utama ICBP Anthoni Salim mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham serta menegaskan komitmen untuk mempertahankan profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat di tengah tantangan ketidakpastian global 2025. Penjualan bersih ICBP tumbuh 6,90% YoY menjadi Rp72,59 triliun, dengan mi instan sebagai kontributor utama sebesar Rp53,87 triliun.

Di sisi lain, INDF terus menunjukkan konsistensi dalam membagikan dividen sejak 2019. RUPST 2024 juga memutuskan pengangkatan Notariza Taher sebagai Komisaris Independen menggantikan Bambang Brodjonegoro, menandakan penyegaran dalam struktur pengawasan perseroan.

Keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan keberlanjutan kinerja kuat Indofood Group sekaligus menjadi sinyal optimisme kepada investor dalam menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.


Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat

21 Jun 2025
Pasar energi pekan ini mengalami gejolak tajam, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik 2,91% dalam sepekan ke US$ 75,11 per barel, sementara Brent naik 2,82% ke US$ 76,33. Gas alam melonjak 14,68%, dan batubara naik 1,9%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai tensi geopolitik, terutama konflik Israel-Iran, jadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat terlibat langsung, harga minyak bisa terbang ke US$ 90–100 per barel. Namun, dalam jangka panjang Lukman justru memproyeksi harga WTI akan turun ke kisaran US$ 55–60 per barel hingga akhir 2025, karena kelebihan pasokan.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang masih belum jelas, sehingga pasar masih bersikap wait and see. Ibrahim juga mencatat koreksi tipis dalam 24 jam terakhir menandakan ketidakpastian masih dominan.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menjelaskan bahwa harga batubara dipengaruhi dinamika penawaran-permintaan regional seperti cuaca. Banjir di China mendukung kenaikan harga pekan ini karena menghentikan produksi, tapi ia mengingatkan kelebihan pasokan global masih menekan prospek harga batubara ke depan.

Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis A/S Global Risk Management, juga menekankan ketidakpastian yang tinggi, dengan skeptisisme terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran dalam dua minggu ke depan.

Meski harga energi naik pekan ini karena ketegangan geopolitik dan faktor musiman (cuaca, persediaan menurun), para analis menilai prospek jangka panjang masih rapuh karena kelebihan pasokan dan ketidakpastian geopolitik yang sulit ditebak.

Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar

21 Jun 2025
Afrika kini resmi mengoperasikan sistem pembayaran berbasis mata uang lokal melalui Pan-African Payment and Settlement System (PAPSS), yang memungkinkan transaksi lintas negara di Afrika tanpa bergantung pada dolar AS. Kepala Eksekutif PAPSS Mike Ogbalu menegaskan bahwa tujuan sistem ini bukanlah dedolarisasi, melainkan mengatasi kesulitan ketersediaan mata uang global dan menekan biaya transaksi yang selama ini tinggi akibat sistem bank koresponden internasional.

Data PAPSS menunjukkan biaya transaksi antarnegara Afrika bisa mencapai 10–30% dari nilai transaksi menggunakan sistem lama, sementara sistem baru ini bisa memangkasnya hingga 1%. Penggunaan mata uang lokal seperti naira Nigeria, cedi Ghana, atau rand Afrika Selatan diproyeksikan menghemat sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam bentuk valuta asing. Saat ini, PAPSS telah beroperasi di 15 negara Afrika dengan 150 bank dalam jaringannya.

Selain itu, Ethiopis Tafara, Wakil Presiden International Finance Corporation (IFC) untuk Afrika, mendukung langkah ini dengan mulai menyalurkan pinjaman ke bisnis Afrika dalam mata uang lokal. Menurutnya, pembiayaan dalam mata uang lokal penting untuk mendorong pertumbuhan Afrika dan mengurangi risiko nilai tukar akibat utang dalam dolar.

Inisiatif pembayaran dengan mata uang lokal ini diharapkan menurunkan biaya perdagangan intra-Afrika, meningkatkan efisiensi, mendukung kemandirian keuangan kawasan, dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS tanpa bermaksud menolak dolar secara langsung.

Produsen Emas PT Archi Indonesia Bidik Pertumbuhan Produksi 25%

21 Jun 2025

Produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi 25% pada 2025, dibandingkan 2024 sebesar 93,4 kilo ons (koz). Adapun penjualan emas tahun lalu mencapai 97,1 koz. Kenaikan produski 2025 Archi bakalan ditopang penambangan kembali di pit Araren, pembukaan pit baru di bagian utara konsesi, serta dimulainya penambangan bawah tanah. Pada 2024, ARCI mencetak kenaikan pendapatan sebesar 14,2% menjadi US$ 287,6 juta, naik dari 2023 sebesar US$ 249,6 juta. Perseroan mencetak laba bersih sebesar US$ 10,4 juta. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), manajeman Arci menjabarkan strategi solid untuk meningkatkan pertumbuhan produksi dan memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan. Direktur Utama ARCI Rudi Suhendra menyampaikan, hasil 2024 mencerminkan soliditas kinerja operasional dan keuangan Perusahaan. Fokus perseroan ke depan adalah akselerasi  produksi dan pengembangan strategi. Dia menegaskan, sepanjang 2024, ARCI melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif dan berkelanjutan pada 427 titik pengeboran dengan total 75.807 meter. Salah satu temuan paling signifikan dari pengeboran eksploirasi terindentifikasi di bagian utara konsesi pada kuartal III-2024. "Ditemukan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gr per ton dengan ketebalan 36m di kedalaman 178-214 m meter. Pengambangan tambang sawah tanah pit Kopra menunjukkan hasil yang positif pada 5 Desember 2024," kata dia. (Yetede)

Kebijakan Stimulus Diskon Tarif Angkutan Laut Telah Diterapkan Pemerintah

21 Jun 2025
Kebijakan diskon tarif yang diterapkan pemerintah menunjukkan animo yang besar bagi masyarakat pengguna angkutan transportaso. Dua moda yang paling diminati di antaranya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani mengatakan kebijakan diskon tarif yang berjalan selama 15 hari pelaksanaan dengan potongan 50%, jumlah penumpang PT Pelni yang terserao sudah mencapai 38%. "Ini sejak kami mulai per 5 Juni hingga pelaksanaan perjalanannya selama 15 hari sudah menyerap 48%. Dari sini memperlihatkan tingginya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif PT Pelni melalui perjalanan laut," kata Anda, sapaan akrabya saat melapas keberangkatan KM Kelud di Terminal Pneumpang Pelabuha Tanjung Priok. Besarnya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif lewat angkutan laut menggunakan kapal Pelni, juga dipersiapkan dengan sejumlah antisipasi. Misalnya dari sisi keamanan, keselamatan maupun kenyamanan tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan. "Ramainya jumlah penumpang ini seperti liburan sekolah rasa liburan Lebaran hingga natisipasi jua kami lakukan dari sisi pelayanan," ujarnya. (Yetede)

Transaksi Digital Melaju Kencang

21 Jun 2025
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2025 terus melaju kencang. Ini menandakan gaya hidup nontunai masyarakat yang semakin mengakar. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kinerja keuangan digital utamanya didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal. "Digital sisi transaksi, pembayaran digital pada Mei 2025 mencapai 3,93 miliar transaksi atau tumbuh 27,88% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet banking terus tumbuh masing-masing sebesar 29,32% (yoy) dan 7,54% (yoy). "Demikian pula, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 151,70% (yoy) didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," jelas Perry. Diantara seluruh kanal pembayaran digital, QRIS tampil sebagai bintang dengan pertumbuhan spektakuler. Volume  transaksi QRIS naik 151,70% (yoy) per Mei 2025. Peningkatan pesat ini didorong oleh semakin luasnya adopsi QRIS, jumlah merchat yang menggunakan QRIS terus meningkat, termasuk di daerah-daerah pelosok yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai. Kini, dari pedagang UMKM di kota kecil, semua mulai terhubung  ke dalam ekosistem digital nasional. (Yetede)

Tekanan Diperkirakan Masih Akan dialami Rupiah

20 Jun 2025

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan dalam jangka pendek akibat konflik geopolitik. Jika risiko geopolitik terus memburuk, beberapa pihak memperkirakan rupiah akan menembus level Rp 16.600 per USD. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah Kamis (19/6) ditutup di level Rp 16.378 per USD atau terdepresiasi 0,47 % dibanding akhir Mei 2025. Rupiah bahkan sempat menembus level Rp 16.400, terlemah sejak 21 Mei 2025. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan, tensi geopolitik yang dipicu serangan Israel terhadap Iran memberi sentimen negatif terhadap pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar rupiah ikut terdampak. ”Sementara ini ada sedikit tekanan (terhadap rupiah) dalam jangka pendek. Semoga kondisi geopolitik mereda tensinya sehingga investor, sentimennya bisa kembali positif,” katanya.

Dalam jangka pendek, nilai tukar rupiah cenderung akan bergerak dalam rentang Rp 16.300-Rp 16.600 per USD. Artinya, terdapat risiko depresiasi rupiah hingga 1,35 % dibanding level saat ini. Depresiasi nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tapi juga beberapa mata uang negara berkembang (emerging market) lainnya. Mata uang yang mengalami pelemahan cukup dalam adalah peso Filipina yang terdepresiasi 2,72 % secara bulanan, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia seiring serangan Israel ke Iran. Alhasil, investor cenderung berhati-hati menempatkan investasinya ke pasar keuangan negara berkembang, terutama negara dengan tingkat impor minyak tinggi (net importir). Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kini menyentuh level 74,05 USD per barel, meningkat 11,11 % dibanding sebelum Israel menyerang Iran pada Jumat (13/6). (Yoga)


Industri Manufaktur Terancam Konflik Iran-Israel

20 Jun 2025

Eskalasi konflik Iran dan Israel berpotensi melonjakkan biaya produksi dan mengganggu logistik global serta kelancaran rantai pasokan bahan baku. Menurut Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dampak konflik Iran-Israel paling terlihat di pasar energi karena Timur Tengah memasok 30 % produksi minyak global. ”Energi bagi industri sangat vital karena tidak hanya sebagai sumber energi produksi, tapi juga sebagai bahan baku dalam proses produksi,” ujar Agus, Kamis (19/6). Pascaperang Iran-Israel harga minyak Brent berfluktuasi antara 73 USD dan 92 USD per barel. Volatilitas harga energi dunia semakin tinggi seiring munculnya ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pasokan energi dunia, yang menangani 30 % pengiriman minyak global. Konflik geopolitik di Timur Tengah juga bisa mengganggu rute perdagangan maritim lainnya di Terusan Suez, yang menangani 10 % perdagangan dunia.

Kondisi ini, bisa berdampak pada berbagai industri manufaktur di Indonesia. Margin laba industri tekstil dan alas kaki, bisa mengalami penyusutan 5-7 % akibat kenaikan biaya logistik. Sektor otomotif dan elektronika yang sebagian besar komponennya bergantung pada impor berpotensi mengalami kerugian ekspor hingga 500 juta USD. Industri nikel dan baja Indonesia juga menghadapi kenaikan biaya transportasi batubara sebesar 15-20 % dan penundaan pengiriman tiga hingga empat minggu. Potensi kerugian ekspornya 1,2 miliar USD. Disektor pangan, Indonesia mengimpor pupuk dan bahan baku pupuk berbasis NPK, seperti fosfat. Sekitar 64 % diantaranya berasal dari Mesir yang terletak di kawasan Timur Tengah. ”Industri nasional harus mulai mengandalkan sumber energi domestik, termasuk energi baru dan terbarukan seperti bioenergi, panas bumi, serta memanfaatkan limbah industri sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Agus. (Yoga)