;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Pemerintah Dukung Ekspansi Perusahaan AI dan Digital Korea ke ASEAN

20 Jun 2025
Pemerintah Korea resmi mendukung ekspansi perusahaan AI dan digital ke pasar ASEAN, menyusul dimulainya kegiatan Tim Gabungan Ekspor Digital di Indonesia. Hasilnya, tercapai 35 kontrak ekspor dan nota kesepahaman (MoU), termasuk satu kontrak senilai US$ 4 juta oleh satu perusahaan dengan jaringan hotel terbesar di Asia Tenggara. Kementerian Sains dan Teknologi dan Informasi Korea mengumumkan bahwa mereka memulai kegiatan Tim Gabungan Ekspor Digital (pemerinta dan swasta) dari Indonesia untuk mendukung ekspansi perusahaan AI dan inovasi digital Korea ke ASEAN. Sebanyak 30 perusahaan digital inovatif Korea terabung dalam tim ini, menggabungkan kerja sama antar pemerintah dan kegiatan swasta untuk membuka jalur ekspor baru. ASEAN, yang terdiri dari 10 negara Asia Tenggara, adalah mitra ekonomi utama mitra dagang kedua terbesar bagi Korea. Indonesia, sebagai negara tujuan pertama tim ekspor ini, tengah berkembang pesat sebagai basis produksi lobal dan menjadi lokasi strategis untuk ekspansi ke ASEAN karena meningkatnya  permintaan infrastruktur digital. (Yetede)

Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas

20 Jun 2025
Pemerintah membuka kemungkinan mengimpor gas dengan harga kompetitif untuk kebutuhan industri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yulito Tanjung mengatakan , kebutuhan gas dilihat dari kondisi kontinuitas pasokan gas yang ada. "Jadi kalau ini secara kebijakan, ini akan dimungknkan untuk impor gas untuk kebutuhan industri," ucap dia. Yulio menjelaskan, kebutuhan industri adalah bagaimana kontinuitas terhadap pasokan. Sementara, kontinuitas berkaitan erat dengan ketersediaan gas, jaringan  dan kemampuan produksi gas, jaringan dan kemampuan produksi gas dalam negeri. "Kami mengharapkan untuk ke depan apa pun kebutuhan industri di dalam negeri itu akan bisa terpanuhi  jelas dia. Saat ditanya kapan impor gas  akan dilakukan, Yuliot menjawab sampai saat ini impor gas khusus untuk kebutuhanindustri dalam negeri. "Jadi dengan melihat kondisi yang sma, sepanjang untukk peningkatan kepasstian berusaha, dan juga dalam rangka operasional, ya kenapa ini tidak kita lakukan (impor gas),"

Pemerintah Mengimbau Pelaku Industri Diminta Serap Gula Petani

20 Jun 2025
Pemerintah mengimbau para pelaku industri gula, termasuk penggilingan, distributor, dan pabrik, untuk menyerap hasil panen petani tebu sesuai harga acuan penjualan (HAP) di tingkat produsen  yang telah ditetapkan melalui Perbadan No 12 Tahun 2024 sebesar Rp14.500 per kilo gram (kg). Produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri mulai meningkat di Juni 2025 ini seiring masuknya musim giling tebu untuk tahun ini. Seiring naiknya produksi GKP domestik yang mulai terjadi Juni ini, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bappanas/NFA) menggelar rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) gula tingkat produsen di Jakarta pada 17 Juni 2025. Langkah itu bertujuan menjaga agar peningkatan produksi tidak berimplikasi pada depresiasi harga di tingkat produsen/petani tebu. Di pertemuan itu, Bapanas mengajak penyerapan gula petani dilakukan sesuai HAP demi menjaga harga tetap stabil dan mendukung swasembada. "Kondisi harga gula konsumsi di tingkat konsumen secara prinsip masih relatif bagus, sehingga mestinya tidak ada alasan harga gula di petani menjadi rendah," tegas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. (Yetede)

Bagi-bagi Jatah di Balik Bisnis Sampah Warga

19 Jun 2025

Burhan kaget saat halaman rumahnya di Bekasi, Jabar, dipenuhi sejumlah orang, pertengahan tahun 2022. Di kerumunan orang pagi itu, ada sejumlah tamu yang dia kenal. Ada kepala desa, camat, satpol PP, pegawai dinas lingkungan hidup (LH), LSM, hingga wartawan, untuk menyegel tempat usaha Burhan. ”Awalnya jawara yang diutus masuk ke lahan saya. Mau duduki lahan ini,” ujar Burhan dirumahnya, Sabtu (24/5). Ia tak terima usaha pengelolaan sampah yang diageluti 16 tahun dihancurkan. Usahanya memang ilegal. Ia menjadikan lahannya sebagai tempat penampungan sampah liar. Bagi Burhan, sekalipun walau ilegal, ia yakin usahanya menyelamatkan banyak pihak, termasuk Pemkab Bekasi. Bentuk bantuannya, saat TPA Burangkeng penuh, ia menyediakan lahan untuk menampung sampah warga setempat. ”Burangkeng kadang-kadang minta tolong. Jujur saja, sekarang juga sama,” kata Burhan. TPA yang dikelola Pemkab Bekasi itu menyimpan banyak persoalan.

Kementerian LH, pada Maret 2025 menetapkan Kadis LH Kabupaten Bekasi, Donny Sirait sebagai tersangka kasus buruknya pengelolaan TPA Burangkeng, karena melanggar UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. Buruknya pengelolaan sampah di TPA Burangkeng menimbulkan gangguan kesehatan warga, gangguan keamanan, pencemaran dan kerusakan lingkungan. Burhan mengaku, keuntungan dari usaha penampungan sampah liar juga dinikmati banyak pihak. Sebelum usahanya disegel pada 2022, setiap bulan akumulasi pemasukan yang diperoleh mencapai Rp 500 juta, dari iuran sampah dan hasil penjualan sampah bernilai ekonomis. Iuran sampah berasal dari 20.000 keluarga di kawasan perumahan atau apartemen elite di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi yang menyerahkan pengelolaan sampahnya ke Burhan.

”Iurannya beda-beda. Perumahan elite, ada yang satu keluarga bayar iuran Rp 75.000 per bulan. Perumahan kelas menengah rata-rata Rp 25.000 per keluarga,” kata Burhan. ”Keuntungan saya hanya Rp 175 juta tiap bulan. Sisanya, saya bagi, untuk petugas keamanan perumahan, wartawan, LSM, ormas, sampai aparat,” katanya. Menurut Burhan, usaha penampungan sampah liar yang dia kelola selama belasan tahun diketahui sejumlah aparat ditingkat kecamatan hingga dinas lingkungan hidup. Pembinaan itu dilakukan dengan memotivasi Burhan agar mengurus administrasi agar usaha Burhan kelak berizin. Namun, upaya mengurus syarat administrasi itu tak kunjung rampung. Padahal, pertemuan rutin sudah sering digelar di rumah makan mewah. Disetiap pertemuan, Burhan tak hanya mentraktir aparat, tapi juga memberi amplop. ”Jumlah Rp 20 juta-Rp 30 juta, saya merem ngasihnya,” ujarnya. ”Surat izin itu akhirnya keluar, namun tepat satu hari sebelum usaha saya disegel,” katanya. (Yoga)


Ekonomi Dunia dan Pekerja Migran

19 Jun 2025

Indonesia menargetkan peningkatan pengiriman pekerja migran ke luar negeri hingga 400.000 orang sebagai respons terhadap kondisi demografi nasional, dengan 4 juta angkatan kerja baru tiap tahun. Tapi, ada kebutuhan global akan tenaga kerja terampil di tengah populasi yang menua dan rendahnya angka kelahiran di banyak negara maju. Dalam acara pelepasan 5.000 pekerja migran ke Jepang, Turki, Jerman dan negara lain, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Abdul Kadir Karding, 15 Juni 2025, menegaskan pentingnya migrasi sebagai solusi untuk mengurangi pengangguran dan memperkuat ekonomi keluarga. Kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian sangat besar. Pada 2024, devisa yang dihasilkan Rp 253,3 triliun dari 297.434 layanan penempatan (pekerja).  

Lewat kerja sama dengan Kadin Indonesia, pemerintah berjanji meningkatkan pelatihan dan sertifikasi keterampilan, memastikan pekerja yang diberangkatkan benar-benar terampil, termasuk di sektor domestik yang sering dipandang sebelah mata. Ditingkat global, data Organisasi Buruh Internasional (ILO) tahun 2022 menunjukkan, terdapat 167,7 juta migran dalam angkatan kerja internasional, mayoritas berada di negara-negara berpenghasilan tinggi. Sebagian besar bekerja di sektor jasa, sementara perempuan migran sangat terkonsentrasi dibidang perawatan. Para pekerja migran itu menghadapi tantangan serius. Jalur legal yangterbatas dan birokratis memaksa banyak migran menggunakan jalur suaka atau migrasi ireguler (tidak legal).

Akibatnya, jaringan kriminal berkembang dan sistem perlindungan kewalahan. Pada saat yang sama, dunia sangat membutuhkan tenaga kerja, terutama di sektor berketerampilan rendah, yang sering kali diisi pekerja tanpa dokumen. Karena itu, dibutuhkan reformasi sistem migrasi global. Negara tujuan harus menghubungkan kebutuhan pasar kerja mereka dengan kebijakan visa dan berinvestasi dalam pelatihan keterampilan di negara asal migran. Jalur migrasi legal dan aman perlu diperluas. Di sisi lain, perlindungan serta integrase migran diperbaiki melalui kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dan sektor swasta. (Yoga)


BI Prioritaskan Stabilitas Nilai Tukar karena Ketidakpastian Masih Tinggi

19 Jun 2025

BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika perekonomian global yang diliputi ketidakpastian. Selain itu, masih terbuka ruang untuk pemangkasan suku bunga acuan ke depan. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, ketidakpastian global masih tinggi akibat dinamika negosiasi tarif resiprokal AS serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi global pada 2025 diperkirakan melambat menjadi 3 %. ”Dampaknya terhadap Indonesia terasa beberapa bulan terakhir. Di sini BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Itu yang kami prioritaskan sejak awal tahun ini hingga ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2025, Rabu (18/6), secara virtual. Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat melemah tajam hingga menembus Rp 17.000 per USD di pasar offshore pada 7 April 2025. Kini, rupiah bergerak stabil di kisaran Rp 16.200-Rp 16.300 per USD seiring langkah intervensi pasar yang dilakukan BI.

Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (18/6) ditutup sebesar Rp 16.319 per USD, melemah 0,33 % dibanding penutupan pasar 11 Juni 2025, sebelum geopolitik di Timur Tengah memanas yang dipicu serangan Israel ke Iran. BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya. Nilai tersebut mengacu pada pencapaian inflasi sesuai sasaran, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perkembangan fiskal dan moneter, serta perbankan. Kita lihat ada beberapa risiko yang patut diwaspadai, antara lain tarif dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Deputi Gubernur Senior BI, Destri Damayanti menambahkan, BI terus mengoptimalkan operasi pasar terbuka dengan mempertimbangkan risiko global, seperti tarif AS dan geopolitik Timur Tengah. BI juga siap melakukan intervensi di pasar offshore ataupun domestik, termasuk pasar spot, DNDF, dan Surat Berharga Negara, guna menjaga likuiditas dan stabilitas pasar. (Yoga)


IHSG Melorot

19 Jun 2025

Pergerakan naik turunnya harga saham terpantau dari monitor elektronik di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu (18/6/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melorot 48,06 poin menjadi 7.107,79 atau turun 0,67 persen dibandingkan dengan harga pada penutupan di hari sebelumnya, Selasa (17/6/2025) yang tercatat di angka 7.155.85. Penurunan ini diperkirakan karena sentimen pasar akibat perang Iran-Israel. (Yoga)

Pabrik Makanan Ringan PepsiCo Resmi Dioperasikan

19 Jun 2025

Aktivitas pekerja yeng sedang mengoperasikan mesin produksi terlihat di pabrik makanan ringan PT PepsiCo Indonesia di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/6/2025). Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 3,3 triliun itu menyerap sekitar 400 tenaga kerja, termasuk pemberian pembinaan kepada 200 petani jagung di Jawa Tengah dan 200 petani kentang di Jawa Barat, sebagai pemasok bahan baku. (Yoga)

Kebijakan Moneter yang Tetap Ekspansif

19 Jun 2025
Bank Indonesia (BI) tetap mendorong kebijakan moneter ekspansif meski mempertahankan suku bunga acuan, guna terciptanya pertumbuhan ekonomi. Namun kebijakan ini harus diikuti dengan mendorong sisi permintaan kredit oleh pelaku usaha dan rumah tangga, dalam bentuk insentif dari jalur fiskal sebagai stimulus perekonomian. Diketahui bahwa dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di angka 5,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Keputusan ini sejalan dengan tetap terjaganya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Selain itu, keputusan ini juga sejalan dengan kestabilan nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. BI mengoptimalkan kebijakan makroprudensial dengan berbagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan kredit serta mendorong fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh perbankan. Pada saat yang sama, kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan melalui ekspektasi digitalisasi sistem pembayaran, penguatan infrastruktur dan konsolidasi struktur industri sistem pembayaran. (Yetede)

Pemprof DKI Memberikan Insentif Agar Pulihkan Pariwisata

19 Jun 2025
Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan insentif fiskal berupa pengurangan beban pajak ke sektor perhotelan serta makanan dan minuman (kuliner) dinilai sebagai langkah tepat untuk memulihkan industri pariwisata. Pasalnya, kebijakan ini bisa menjadi pemicu (trigger) bagi wisatawan untuk berbondong-bondong datang ke Jakarta. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyambut baik dan mengapresiasi rencana Pemprov DKI Jakarta itu. "Ya tentu, itu menjadi satu yang menarik ya, dan kami apresiasi apa yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta," kata dia kepada Investor Daily. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan, pihaknya akan memberikan insentif fiskal bagi sektor perhotelan hingga kuliner. Bahkan, untuk perhotelan, insentif yang akan diberikan berupa pengurangan (diskon) pajak hingga 50% selama dua bulan pertama sejak kebijakan diterapkan. "Insentif fiskal pada sektor industri hotel berupa pengurangan beban pajak sebesar 50%, dilaksanakan pada dua bulan pertama. Kemudian dua bulan berikutnya sebesar 20%" jelas Pramono. (Yetede)