Ekonomi
( 40733 )Neraca Komoditas Hapus Rekomendasi Ijin Ekspor
JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian menegaskan, keberadaan neraca
komoditas bakal menghapus rekomendasi izin impor
dari kementerian/lembaga teknis. Seluruh data yang
tertuang dalam neraca komoditas nantinya harus
mengakomodasi seluruh masukan, termasuk dari
pelaku usaha.
Asisten Deputi Pengembangan
Industri Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian Atong Soekirman menjelaskan, Lembaga National
Single Window (LNSW) akan menjadi
penanggung jawab neraca komoditas.
“Masing-masing kementerian/lembaga
akan memberikan rencana kebutuhan
ekspor atau impor atas masukan dan
usulan dari pelaku usaha. Verifikasi
oleh kementerian sendiri lalu diajukan dalam rapat koordinasi terbatas
di Kemenko Bidang Perekonomian
berdasarkan neraca komoditas,” kata
Atong di Jakarta, Selasa (6/4.
Menurut dia, neraca komoditas
akan menjadi pembeda yang signifikan
dengan kondisi pemetaan kebutuhan
bahan baku dan bahan penolong bagi
industri. Nantinya, rapat koordinasi
terbatas menentukan neraca komoditas, sehingga memberikan kepastian
kepada pelaku usaha.
Atong menjelaskan, sebelum adanya
neraca komoditas, izin ekspor-impor
harus didasarkan kepada rekomendasi dari kementerian/lembaga teknis.
Hal inilah yang membuat pelaku usaha
tidak memiliki kepastian pasokan bahan baku dan bahan penolong untuk
operasional bisnisnya.
Rekomendasi yang ada juga tidak
menggambarkan distribusi kebutuhan berdasarkan lokasi. Akibatnya,
sebaran kebutuhan dan pasokan komoditas antardaerah di dalam negeri
sulit dipetakan.
(Oleh - HR1)
Produktivitas Sawah Ponorogo Tertinggi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengikuti panen raya di Desa Bedingin Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/4). Gubernur mengatakan bahwa produktivitas beras di Kabupaten Ponorogo ini merupakan peningkatan produktivitas tertinggi di Jawa Timur.
Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa Ponorogo memiliki keunggulan dengan Inovasi padi Kreasi Insan Petani (KIP) menyebutkan bahwa ini menjadi harapan baru dimana petani lain di Jatim nantinya bisa mengakses bibit padi unggul tersebut.
la menyebut bahwa saat ini yang menjadi kebutuhan bagi petani adalah alat-alat pertanian. Mulai dari mesin pengering hingga mesin combi. Oleh sebab itu pemprov Jatim akan memetakan secara detail kebutuhan itu.
Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah menyebutkan jelang puasa Ramadan dan ari Raya Idul Fitri Sumenep mengalami Surplus (Kelebihan beras). Potensi pertanian di Kabupaten Sumenep sangatlah luar biasa. Karena lahan pertanian luasnya mencapai 168.673 hektare.
Stok Vaksin Covid-19 Habis
Stok atau ketersediaan vaksin di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dikabarkan habis. Hal juga dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Sulsel, dr Nurul AR, ditemui wartawan di gudang penyimpanan vaksin Kantor Dinkes Sulsel, JI Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (6/4).
“Untuk stok vaksin di tingkat provinsi memang saat ini sudah tidak ada lagi. Karena, semuanya sudah kita tempatkan di kabupaten kota, kita sudah kirim, “ ujar dr Nurul AR.
Akibatnya, rencana vaksin tahap ke dua di sejumlah kabupaten/kota harus mengalami penundaan. Padahal, vaksin tahap kedua itu telah berlangsung selama delapan hari terakhir. Pihaknya pun, mengaku telah mengajukan permohonan kebutuhan vaksin ke Kementrian Kesehatan.
Pemerintah Siapkan Rp 122 T Insentif Buat UMKM
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM nasional.
Pemberian insentif kepada UMKM nasional juga sebagai strategi pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari dampak pandemi Covid-19. Berdasarkan catatannya, sekitar 82,9% UMKM merasakan dampak negatif pandemi ini. Hanya 5,9% yang mengalami pertumbuhan positif.
Berdasarkan program PEN 2021, klaster dukungan UMKM dan korporasi dialokasikan sebesar Rp 186,81 triliun. Anggaran tersebut tersebar untuk subsidi bunga UMKM Rp 31,95 triliun, BPUM Rp 17,34 triliun, subsidi IJP Rp 8,51 triliun, PMN BUMN, LPEI, dan LPI Rp 58,76 triliun, penempatan dana Rp 66,99 triliun, dukungan lainnya Rp 3,27 triliun.
Tahun lalu, pemerintah telah memberikan bantuan kepada UMKM berupa subsidi bunga KUR, penempatan dana untuk UMKM dan perbankan, dukungan pembiayaan terhadap LPBD, Banpres Produktif yang mencapai Rp 112 triliun dan tahun ini dilanjutkan sekitar Rp 122 triliun.
Kemenko Perekonomian Dorong Pengembangan Holtukultura Orientasi Ekspor
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong pengembangan komoditas hortikultura berorientasi ekspor yang dilakukan melalui kerja sama kemitraan dengan beberapa pemerintah daerah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan, “Terdapat lima negara tujuan utama ekspor utama produk buah-buahan Indonesia, yaitu China, Hong Kong, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Pakistan,” katanya di Jakarta, Sabtu (3/4).
BPS mencatat sektor pertanian memiliki kontribusi sebesar 13,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional atau terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan atau 19,88 persen.
Pada periode Januari-Februari 2021, ekspor sektor pertanian adalah sebesar 0,65 miliar dolar AS atau naik 10,17 persen dari periode Januari-Februari 2020 yang sebesar 0,59 miliar dolar AS.
Ekspor produk olahan nanas memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 70,30 persen dari total ekspor olahan pada 2020, sedangkan ekspor pisang memberikan kontribusi sebesar enam persen terhadap total ekspor buah-buahan segar.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan produk buah-buahan Indonesia diminati oleh pasar global sehingga perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk serta meningkatkan kontribusi ekspor buah-buahan terhadap devisa negara.
Suap Kontrak Tambang Batu Bara, KPK Usut Pelarian Samin Tan
Bisnis, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan kasus suap kontrak tambang batu bara yang merupakan bos Borneo Lumbung Energi Samin Tan di sebuah kafe di kawasan Thamrin Jakarta Pusat. Samin Tan merupakan buronan KPK karena telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 17 April 2020. Selanjutnya KPK akan mengusut keterlibatan orang lain selama pelarian Tan. Diketahui, Nurhadi yang merupakan DPO akhirnya ditangkap KPK dan selama pelariannya ada keterlibatan pihak lain yaki Ferdy Yman yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka perintangan penyidikan.
Samin Tan kini resmi berompi oranye khas tahanan KPK setelah ditangkap. Dalam pencarian terhadap pria yang sempat masuk daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini, tim KPK berkoordinasi dengan Polri guna memburu tersangka. Penggeledahan dilakukan di berbagai tempat termasuk rumah Tan di wilayah Jakarta.
Tim mendapat titik terang soal keberadaan Samin Tan. Informasi dari masyarakat jadi pembuka jalan untuk meringkus pria yang sudah jadi burin sejak 17 April 2020 itu. Tim bergerak dan memantau keberadaan Samin Tan yang sedang berdiam di sebuah kafe di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat. Samin Tan langsung ditangkap kemudian dibawa ke Gedung Dwiwarna, markas KPK untuk diperiksa. Sebelum mendekam di sel tahanannya, Samin Tan akan menjalani isolasi mandiri di Gedung KPK lama selama 14 hari untuk pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan rutan KPK.
(Oleh - IDS)
Pembatasan Ekspor Vaksin Meluas dan Berdampak
Pembatasan ekspor vaksin Covid-19 oleh negara produsen terus meluas. Akibatnya, sejumlah negara kesulitan mendapatkan pasokan, termasuk Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pada Maret-April 2021 direncanakan terdapat stok vaksin 15 juta dosis per bulan sehingga dapat memenuhi target penyuntikan 500.000 dosis perhari. Namun, stok 10 juta dosis vaksin yang seharusnya diterima Indonesia dari Dewan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) gagal didatangkan karena embargo India.
Jika akhirnya ikut melarang ekspor, Korsel bergabung, antara lain, dengan Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan India yang terlebih dulu melarang ekspor vaksin. AS, Inggris, dan Uni Eropa paling duluan melarang ekspor vaksin.
Berbeda dengan Australia yang ingin memacu vaksinasi. Sayangnya, keinginan itu karena 3 juta dosis vaksin pesanan Canberra belum kunjung tiba. Dari target 4 juta, Australia hanya bisa menyuntik 670.000 orang gara-gara keterbatasan vaksin.
Distributor Masker Klarifikasi Produknya
Distributor alat kesehatan PT Maju Bersama Alkindo mengklarifikasi bahwa produk masker KN95 yang mereka edarkan tidak termasuk alat kesehatan. Klarifikasi ini merespons liputan investigasi harian Kompas mengenai masker medis palsu, Sabtu (3/4).
Alkindo menjelaskan, masker KN95 yang mereka edarkan bukan ditujukan untuk medis. Terkait produk KN95 yang diedarkan Alkindo dan berlogo BNPB, Allen menulis bahwa produk tersebut produk lama yang didistribusikan sejak awal mereka mendapat izin mengedarkan masker nonmedis.
Namun, temuan tim peliput, dua produk masker dari perusahaan ini dijual sebagai masker medis. Hal ini terjadi di Toko ”Seta” di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (22/3). Pedagang di toko ini menjelaskan, masker KN95 Alkindo bisa untuk tenaga kesehatan.
Karena alasan itu, tim menguji kualitas produk tersebut ke Laboratorium Kualitas Udara Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim juga menghubungi Sa’idah Syahlani, nama pihak Alkindo yang tertera di data Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Minggu (28/3) dan Senin (29/3). Namun, upaya konfirmasi ke Sa’idah tersebut tidak berbuah jawaban.
Pendiri Bank Jago, Jerry Ng Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia
Forbes kembali merilis daftar orang terkaya dunia tahun 2021. Dalam daftar tersebut ada 2.755 individu dengan kekayaan di atas US$ 1 miliar di dunia.
Dari jumlah 2.755 miliarder di dunia, 18 di antaranya merupakan orang Indonesia. Jerry Ng masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 2,5 miliar per April 2021 setara Rp 35 triliun. Hartanya meningkat pesat dari US$ 600 juta atau setara Rp 8,4 triliun pada September 2020.
Sumber terbesar kekayaan Jerry Ng berasal dari saham Bank Jago (ARTO) yang didirikannya. Harga saham Bank Jago telah naik dari Rp 100 menjadi sekitar Rp 10 ribu sejak perusahaan mengumumkan menjalankan konsep bank digital.
INAF Meniup Peluang Bisnis GeNose C19
PT Indofarma Tbk (INAF) melalui anak usaha PT Indofarma Global Medika membuka peluang bisnis dengan menjadi distributor resmi alat deteksi Covid-19, yakni Ge-Nose C19, buatan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Direktur PT Indofarma Global Medika (IGM), Gigik Sugiyo Raharjo menyatakan, pihaknya mulai mendistribusikan produk GeNose C19 pada Februari lalu. Alat deteksi Covid-19 itu telah beredar dan tersedia di sejumlah fasilitas publik, seperti stasiun kereta api dan bandar udara.
Manajemen Indofarma Global Medika menargetkan bisa mendistribusikan kurang lebih 11.000 unit GeNose C19 di sepanjang tahun 2021.
Dengan harga GeNose C19 senilai Rp 62 juta per unit, Indofarma Global Medika akan memperoleh potensi penjualan GeNose C19 hingga Rp 682 miliar. GeNose C19 akan didistribusikan ke dinas kesehatan, puskesmas, RS pemerintah dan RS swasta.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









