Ekonomi
( 40554 )Babak Baru Investasi di Indonesia
Investor bisa terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur melalui Indonesia Investment Authority. Ekosistem baru ini akan menggairahkan investasi di Tanah Air.
JAKARTA, KOMPAS — Dunia usaha optimistis peluang investor domestik menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur semakin terbuka. Keyakinan ini muncul seiring kehadiran Indonesia Investment Authority atau Lembaga Pengelola Investasi milik Pemerintah Indonesia.
Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) digawangi lima orang anggota dewan direktur dan lima orang anggota dewan pengawas.
Ketua Komisi Tetap Kebijakan Strategis Infrastruktur Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Mohammed Ali Berawi mengatakan, INA akan menghadirkan babak baru bagi ekosistem investasi di Tanah Air. ”Kehadiran INA membuka peluang keterlibatan investor dalam negeri untuk proyek-proyek infrastruktur dengan fleksibilitas dalam berinvestasi, baik dalam bentuk dana atau aset, selama sesuai dengan standar investasi internasional,” ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (31/3/2021).
Selain membuka peluang, INA juga memiliki sejumlah tantangan untuk meminimalisasi risiko kebocoran dan penyalahgunaan dana. Untuk itu, menurut Ali, pemerintah perlu membangun sistem pertanggungjawaban yang transparan dan hati-hati untuk INA.
Anggota Komisi XI DPR, Muhammad Misbakhun, mengatakan, kehadiran INA dapat memacu pemulihan ekonomi Indonesia dari krisis akibat pandemi Covid-19. Akselerasi percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi dapat didorong melalui investasi dari berbagai pihak dan lembaga yang kelak akan dikelola INA.
”Untuk itu, INA perlu menerapkan tata kelola secara baik dalam rangka mencegah potensi yang dapat menghambat proses pemulihan maupun merugikan negara,” ujarnya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi, modal LPI mencapai Rp 75 triliun pada akhir 2021.ADB Pinjami RI 450 Juta Dollar AS
ADB menyetujui pinjaman senilai 450 juta dollar AS bagi Indonesia untuk membantu PT Bio Farma (Persero) memperoleh dan menyalurkan vaksin Covid-19. ADB juga akan membantu meningkatkan manajemen logistik vaksin.
JAKARTA, KOMPAS — Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman senilai 450 juta dollar AS bagi Indonesia. Pinjaman akan digunakan untuk membantu PT Bio Farma (Persero) memperoleh dan menyalurkan vaksin Covid-19.
Responsive Covid-19 Vaccines for Recovery (Recover) akan mendanai pembelian sekitar 65 juta dosis vaksin Covid-19 itu. Recover merupakan kelanjutan dari serangkaian bantuan ADB pada Indonesia untuk mengatasi tantangan pandemi.
Pogram tersebut juga didukung Fasilitas Akses Vaksin Asia Pasifik (Asia Pacific Vaccine Access Facility/APVAX) senilai 9 miliar dollar AS. APVAX yang diluncurkan pada Desember 2020 ini bertujuan mendukung ketersediaan vaksin secara cepat dan adil bagi negara-negara berkembang anggota ADB.
Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Rabu (31/3/2021), mengatakan, program ini akan membantu vaksinasi jutaan warga yang rentan, baik secara sosial maupun ekonomi, dan memiliki risiko tertular yang tinggi serta bagi para pelayan masyarakat yang menyediakan layanan penting.
ADB mencatat, Pemerintah Indonesia menargetkan memvaksin 181,5 juta orang. Jumlah ini merupakah salah satu kegiatan vaksinasi terbesar di dunia. Sebelumnya, ADB telah menyediakan hibah Asia Pacific Disaster Response Fund senilai 3 juta dollar AS yang disetujui pada April 2020. Dana ini digunakan Kementerian Kesehatan RI untuk menyalurkan peralatan dan pasokan medis penting.
Selain itu, ADB juga memberikan pinjaman Program Covid-19 Active Response and Expenditure (Cares) senilai 1,5 miliar dollar AS sebagai dukungan anggaran bantuan kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi yang mendesak. Program Cares ini dibiayai bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Japan International Cooperation Agency, kerja sama pembangunan Jerman melalui KfW, dan Asian Infrastructure Investment Bank.
(Oleh - HR1)Setoran PPh Perbankan Terbesar Saat Pandemi
Sektor perbankan masih menjadi penyetor pajak penghasilan (PPh) badan usaha terbesar di jajaran perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Tercatat hingga 30 Maret 2021 ada 105 emiten yang sudah mempublikasikan laporan keuangan 2020. Sedangkan 614 emiten belum mengumumkan.
Dari emiten yang sudah mempublikasikan laporan keuangan, KONTAN mencatat, dari 20 emiten dengan setoran PPh badan terbesar selama 2020, tiga besar pembayar pajak terbesar berasal dari sektor perbankan. Mereka adalah yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk serta PT Bank Mandiri.
Sejak tahun lalu, tarif PPh Badan ditetapkan sebesar 22%, turun dari ketentuan di tahun sebelumnyang mencapai 25%. Bahkan tarif untuk emiten yang melepas saham ke publik lebih dari 40% diberikan diskon tambahan hingga 3%, sehingga PPh Badan yang dibayar hanya 19%.
Sebagai gambaran, penerimaan pajak sepanjang tahun lalu mencapai Rp 1.069,98 triliun. Nilai ini turun 19,71% dari tahun sebelumnya dan setara 89,25% di APBN 2020 yakni Rp 1.198,82 triliun.
Pemerintah menargetkan penerimaan pajak tahun 2021 senilai Rp 1.229,6 triliun. Hingga Februari 2021 pajak yang terkumpul baru Rp 146,13 triliun atau minus 4,84% yoy.
Komoditas Perkebunan, Tangkal Hambatan Ekspor Sawit
JAKARTA — Pemerintah terus berupaya menangkal berbagai hambatan tarif dan nontarif yang kerap menjadi ganjalan ekspor komoditas sawit Indonesia supaya kinerja perdagangan tetap terjaga. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Asep Asmara menjelaskan bahwa Uni Eropa menjadi salah satu kawasan dengan restriksi sawit yang paling beragam. Selain kriteria keberlanjutan yang tertuang dalam kebijakan Renewable Energy Directive (RED II) yang berimbas ke hambatan pada produk biodiesel Indonesia, terdapat pula kebijakan-kebijakan lain yang berdampak pada komoditas ini.
Salah satunya adalah penghapusan insentif pajak produk biofuel dari sawit yang diberlakukan oleh Prancis pada 2018. Peraturan tersebut menetapkan bahwa minyak sawit tidak tergolong dalam produk biofuel sehingga tidak mendapatkan fasilitas insentif pajak yang telah ditetapkan. Terdapat pula kebijakan batas kontaminan 3-MCPD ester sebesar 2,5 ppm dan glycidol ester (GE) maksimal 1 ppm yang diadopsi negara-negara Uni Eropa. Aturan ini lantas menghambat perdagangan minyak sawit yang memiliki kandungan 3-MCPD di atas 3 ppm.
Selain itu, ada juga kebijakan pelabelan di Uni Eropa yang merugikan produk sawit. Di antaranya label ‘0% palm oil’ pada produk cokelat di Belgia, larangan pasokan barang berbahan minyak sawit oleh sejumlah supermarket di Belanda, dan pembatasan penggunaan minyak sawit untuk produk yang dipasarkan melalui jaringan ritel Carrefour di Prancis.
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan kebijakan terhadap minyak nabati seharusnya dilakukan secara adil dan tidak hanya menyasar pada minyak sawit. Dalam hal standardisasi, misalnya, dia mencatat bahwa produk minyak sawit menjadi yang paling banyak menjadi sasaran regulasi dibandingkan dengan minyak nabati lain.
“Sejak 1995 ada hampir 700 sertifikasi dan standar yang dikembangkan dan diimplementasikan di minyak sawit, padahal untuk rapeseed, sunflower, dan soybean oil hanya sekitar 30 dalam kurun yang sama,” kata Mahendra.
(Oleh - HR1)
Kinerja 2020, Mark Dynamics Raup Laba Bersih Rp144,19 Miliar
Bisnis, Medan - Produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK) membukukan laba bersih sepanjang 2020 sebesar RP 144,19 miliar atau tumbuh 63,85% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp 88,00 miliar. Kenaikan laba bersih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat akkibat pandemi Covid-19. Capaiann laba bersih itu juga didukung oleh penetrasi pasar baru perseroan dalam menerapkan strategi efisiensi dan meningkatkan kualitas produk cetakan sarung tangan.
Pelanggan MARK adalah pemain utama produsen sarung tangan di pasar internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, dan Sri Tang. Pandemi Covid-19 membuat MARK berhasil melebarkan sayapnya sampai China dan mendapatkan kepercayaan dari korporasi besar di negara tirai bambu ini, seperti Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan Bluesail. Adapun, Malaysia adalah negara tujuan ekspor produk MARK dengan pangsa pasar yang paling besar yaitu 67%, disusul Thailand, China, dan Vietnam. Sepanjang 2020, MARK menjadi tujuan utama produsen sarung tangan dunia. Hal ini mendorong peningkatan average selling price (ASP) sekitar 15%.
(Oleh - IDS)
Vanili Kini Dibutuhkan Dunia, Harganya Capai Rp 2 Juta/ Kg
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tanaman vanili dapat mendatangkan keuntungan karena harganya bisa mencapai Rp 2 juta per kilogram. Hal ini disampaikan saat mengunjungi sentra petani vanili di Salatiga, Jawa Tengah.
“Kebutuhan vanili dunia besar. Harapannya petani Salatiga bisa serius menanamnya karena sekilo vanili mencapai Rp 2 juta,” jelas Mentan, ditemui di sentra petani vanili Salatiga, Sidomukti, Rabu (31/3).
Ia mengatakan Salatiga cocok dijadikan tempat menanam vanili karena suhu dan kelembaban udaranya. Suhu udara di Salatiga dinilai cukup sejuk untuk tanaman vanili.
Sementara Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan saat ini budidaya tanaman vanili di Kota Salatiga mencapai 3,7 hektar. Pemkot Salatiga juga mengupayakan penambahan budidaya tanaman vanili di Salatiga.
“Kami mengupayakan penambahan tanaman vanili di Salatiga. Di antaranya pemberian 3 ribu batang tanaman vanili dan 12 ribu kilogram pupuk organik kepada para petani,” jelas Yuliyanto.
Laris di Masa Covid -19, Bibit Jahe Merah Langka
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, hebohnya konsumsi jahe di Indonesia menyebabkan stok jahe habis terjual. Bahkan, jahe-jahe yang digunakan sebagai bibit juga dijual untuk konsumsi masyarakat.
Ia mengatakan, hal ini menyebabkan stok benih jahe menipis untuk ditanam kembali di tahun 2020 kemarin. “Jadi agak sulit juga kami mencari untuk perbanyakan benihnya dalam skala yang luas di 2020,” imbuh Prihasto.
Oleh sebab itu, pihaknya akan fokus menggenjot produksi bibit jahe di tahun 2021 ini untuk memulihkan kembali produksi jahe dalam negeri. Pada tahun 2019 Kementan mencatat adanya produksi 174.000 ton. Kemudian, di tahun 2020 sebanyak 183.000 ton.
Indeks Penjualan Riil Masih di Atas 100
Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2020 tercatat sebesar 100.6. lebih tinggi dari IPR bulan Maret sampai dengan November 2020. Bila indeks penjualan riil periode survei lebih tinggi dari 100, hal tersebut menunjukkan, penjualan pada periode tersebut lebih tinggi dibanding tahun dasar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring, dalam siaran persnya, menjelaskan, kinerja penjualan eceran pada Januari 2021 secara bulanan tercatat menurun dibandingkan Desember 2021.
Begitu juga dari IPR Januari 2021 yang terkontraksi 3.2 persen (mtm), menurun dari pertumbuhan 12,75 persen (mtm) pada Desember 2020. Optimisme pelaku usaha terhadap penjualan eceran tersebut terindikasi pada indeks ekspektasi penjualan sebesar 159,2, meningkat dari 152,6 pada bulan Desember 2020.
Siap-Siap Sambut Bursa Aset Digital
JAKARTA - Tren Investasi aset digital kripto atau cyrpto currency semakin berkembang pesat. Kementerian Perdagangan selaku regulator mendorong pembentukan bursa kripto pertama di Indonesia, Digital Future Exchange (DFX). Di bawah naungan PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX), serta di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). DFX nantinya memperdagangkan aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum.
Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang, menuturkan kehadiran bursa khusus tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pasar dan industri kripto dalam negeri. "Kami melihat ini sebagai sebagai kesempatan serta potensi yang bisa digarap karena DFX membutuhkan keahlian dan keterampilan yang berbeda dengan industri perdagangan berjangka Komoditas lainnya," Ujarnya kepada Tempo, Kemarin.
Adapun dalam pembentukan DFX, BBJ juga bekerja sama dengan 11 perusahaan pedagang aset kripto yang telah terdaftar di Bappebti. Sedangkan PT Kriling Berjangka Indonesia (KBI) akan ikut memberikan dukungan infrastruktur untuk operasi DFX ke depan. Paulus menuturkan saat ini pihaknya masih menyelesaikan urusan perizinan dan administrasi pembentukan DFX di Bappebti. sebelum ditargetkan beroperasi pada awal semester II 2021. "Kami fokus menyiapkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi."
Presiden Komisioner HFX International, Sutopo Widodo, mengatakan industri mengapresiasi langkah pemerintah yang serius memfasilitas perdagangan kripto agar menjadi legal di Indonesia. Kehadiran Bursa diyakini dapat menciptakan pasar yang lebih likuid dan transparan.
Terlebih, prospek perkembangan aset kripto ke depan dinilai cukup menjanjikan. "Ini dapat menjadi salah satu alternatif trading atau investasi yang high right high return. "Sejak awal tahun lalu hingga Februari 2021, misalnya, harga Bitcoin telah melonjak 570 persen, ke level US$ 53 ribu per 1 Bitcoin. Menurut Sutopo, tren Bitcoin ke depan diproyeksikan terus melaju lebih tinggi lagi dalam jangka panjang.
(Oleh - HR1)
Shopee Gaet 180 Ribu UMKM Lokal untuk Ekspor ke Lima Negara
Perusahaan e-commerce Shopee telah menggaet 180 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengekspor jutaan produk lewat kanal Kreasi Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global. Produk UMKM itu bakal diekspor ke lima negara tujuan.
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo mengatakan sejak pandemi Covid-19 pada tahun lalu, permintaan ekspor untuk produk UMKM lokal cukup tinggi.
“Hingga saat ini, sudah ada 180 ribu UMKM lokal dengan 1,5 juga produk yang dipasarkan di lima negara,” kata Radityo, Kamis (1/4).
Tahun lalu juga, perusahaan menambah dua negara tujuan ekspor, yakni Thailand dan Vietnam untuk memperluas cakupan pasar UMKM ekspor. Hingga saat ini, total ada lima pasar ekspor produk UMKM lokal melalui Shopee, selain Thailand dan Vietnam, ada juga Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Shopee juga akan membekali UMKM binaan dengan materi seperti kiat-kiat sukses ekspor secara spesifik melalui Sekolah Ekspor.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









