;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Disdag Kalsel Rangsang Eksportir Baru

08 Apr 2021

Nilai ekspor Indonesia Februari 2021 mencapai US$ 15,27 millar atau turun 0,19 persen dibanding ekspor Januari 2021. Sementara dibanding Februari 2020, naik 8,56 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, ekspor nonmigas Februari 2021 mencapai US$ 14,40 miliar atau turun 0,04 persen dibanding Januari 2021. Dibanding ekspor nonmigas Februari 2020, naik 8,67 persen.

Menanggapi hal ini, kepala Disdag Kaisel, Birhasani menyebutkan, hal itu disebabkan kerusakan sejumlah sarana prasarana pascabanjir. “Nilai ekspor di Kalsel pada Februari menurun akibat dampak terjadinya kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana banjir di Banua, “ kata Birhasani.

Dengan begitu, kerusakan infrastruktur berdampak pada melambatnya distribusi yang mempengaruhi turunnya nilai ekspor. Dinas Perdagangan berupaya terus semaksimalnya untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang sebagian ditargetkan selesai pada April mendatang.


Pasokan Daging Naik 50,7 Persen

08 Apr 2021

Pada Ramadan 2021, pasokan daging sapi diperhitungkan mencapai sekitar 312 ton atau naik 50.7 persen dari total pasokan 2020 sebesar 207 ton. Sedangkan kebutuhan daging sapi pada 2021 sekitar 280 ton ada kenaikan 5.7 persen dari 2020 sebesar 265 ton.

Total pasokan pada periode April-Mei 2021 sekitar 565 ton naik 50.7 persen dari total pasokan 2020 yaitu sebesar 375 ton dengan total kebutuhan April dan Mei sekitar 507 ton.

Dari pantauan Disbunak Kalsel, pada Maret 2021, harga sapi potong di tingkat produsen di minggu pertama sebesar Rp 51. 376 per kilogram. Minggu kedua Rp 51.421 per kilogram, Minggu ketiga Rp 52.548 per kilogram dan minggu ke empat, Rp 53.372 per kilogram.

Sementara harga daging sapi murni tingkat konsumen, Minggu pertama Maret Rp 125. 939 per kilogram, Minggu kedua Rp 126.556 per kilogram, Minggu ketiga Rp 126.540 per kilogram, Minggu keempat, Rp 126.811 per kilogram.


Jasa Pengiriman Melonjak 30 Persen

08 Apr 2021

Setiap Ramadan dan Lebaran Idulfitri terjadi peningkatan pengiriman barang antar provinsi. Seperti halnya perusahaan jasa kiriman JNE yang sudah melakukan beberapa antisipasi untuk melayani masyarakat pengguna jasa.

Depi Hariyanto, Kepala Cabang JNE Banjarmasin, mengatakan, sudah rutin setiap tahun saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri terjadi peningkatan jumlah pengiriman yang signifikan.

Secara nasional, jumlah pengiriman JNE pada high season tahun-tahun sebelumnya mencapai lebih dari 30 persen jasa kirim Pada Ramadan, JNE Banjarmasin juga mengalami peningkatan sekitar 20 persen hingga 30 persen.

 


Grab Dikabarkan Merger dengan SPAC Pekan Ini, Valuasi Diramal Rp 510 T

08 Apr 2021

Grab dikabarkan mengkaji merger dengan perusahaan cek kosong atau SPAC untuk IPO. Merger akan dilakukan paling cepat pekan ini. Valuasi decacorn Singapura ini bisa mencapai US$ 35 miliar.  Grab dikabarkan bersiap mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS) melalui merger dengan perusahaan ‘cek kosong’ atau SPAC. Valuasi decacorn Singapura ini diramal US$ 35 miliar (Rp 510 triliun) setelah aksi korporasi. “Grab dapat menyelesaikan perjanjian untuk mendaftar di (bursa) New York melalui Altimeter Capital secepatnya minggu ini,” kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut dikutip dari Financial Times, Rabu (7/4).

Grab dikabarkan bersiap mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS) melalui merger dengan perusahaan ‘cek kosong’ atau SPAC. Valuasi decacorn Singapura ini diramal US$ 35 miliar (Rp 510 triliun) setelah aksi korporasi. “Grab dapat menyelesaikan perjanjian untuk mendaftar di (bursa) New York melalui Altimeter Capital secepatnya minggu ini,” kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut dikutip dari Financial Times, Rabu (7/4).

Jika merger Grab dengan SPAC milik Altimeter disetujui oleh dewan startup, itu akan menjadi kesepakatan terbesar secara global. Namun, orang-orang yang mengikuti perkembangan pembahasan itu mengingatkan bahwa kesepakatan merger tersebut belum selesai. Altimeter merupakan perusahaan yang berbasis di Silicon Valley, AS. Korporasi ini mengelola lebih dari US$ 15 miliar investasi teknologi publik dan swasta. Perusahaan tersebut telah mengumpulkan total US$ 850 juta untuk dua SPAC. Setelah berinvestasi di Snowflake pada 2015, sebanyak 15,1% saham Altimeter di perusahaan analisis data bernilai hampir US$ 4,4 miliar ketika terdaftar di New York tahun lalu.

(Oleh - HR1)

Targetkan Buka 100 Outlet, Hartadinata Abadi Ekspansi Bisnis Gadai

08 Apr 2021

PT Hartadinata Abadi Tbk. meluncurkan holding bisnis pegadaian dan berencana menambah hingga 100 outlet gadai di empat provinsi. Produsen dan penyedia perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. meluncurkan PT Gemilang Hartadinata Abadi sebagai holding bisnis pegadaian bernama Gadai Hartadinata Abadi. Ke depan, perseroan berencana menambah outlet gadai dari saat ini terdapat 54 unit menjadi 100 outlet. "Hingga saat ini sudah ada 54 unit Gadai Hartadinata Abadi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Selanjutnya, Hartadinata Abadi berencana memperluas jangkauan gadai hingga 100 outlet," ujar Direktur Utama PT Gemilang Hartadinata Abadi Cuncun Muliawan dalam keterangan tertulis perseroan, Kamis (7/4).

Cuncun mengaku pihaknya telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk beroperasi di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).  Perseroan menargetkan bisnis gadai ini bisa memenuhi kebutuhan ekonomi, terutama kelompok menengah ke bawah, petani, nelayan, serta pemilik Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) yang memerlukan modal usaha. “Budaya masyarakat yang gemar menabung dan berinvestasi logam mulia serta perhiasan emas juga menjadi salah satu faktor pendorong bisnis gadai,” ujarnya. 

(Oleh - HR1)

Pajak Kekayaan Jadi Amunisi Fiskal Alternatif

08 Apr 2021

Dana Moneter Internasional atau IMF menilai, penarikan pajak atas kekayaan atau wealth tax sebagai amunisi fiskal yang ampuh. Pemajakan atas kekayaan bisa menjadi alternatif jika pemerintah kesulitan mengumpulkan penerimaan melalui Pajak Penghasilan (PPh).

Seruan IMF itu sebenarnya sejalan dengan rencana Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang akan fokus menyasar masyarakat kaya dan superkaya atau wajib pajak strategis sebagai sumber pendapatan baru di tengah seretnya prospek penerimaan pajak pada tahun ini.

Direktorat Jenderal Pajak juga akan memaksimalkan penggunaan data yang didapat dari pihak ketiga dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Pajak kekayaan sendiri bukanlah instrumen fiskal yang populer diterapkan di banyak negara. Dari seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Pembangunan Ekonomi (OECD), hanya empat negara yang mengenakan pajak kekayaan kepada wajib pajak mereka, yakni Norwegia, Perancis, Spanyol, dan Swiss.

 


Uang Kripto Cetak 9 Miliarder Jadi Orang Baru Terkaya Dunia

08 Apr 2021

Jakarta, CNN Indonesia -- Investasi uang kripto membuat sembilan orang masuk ke dalam jajaran orang terkaya versi Forbes. Lonjakan nilai bitcoin dan mata uang kripto membuat sebagian investor mendulang untung. Berdasarkan laporan Forbes, dikutip Kamis (8/4), ekonomi AS mulai merosot pada Maret 2020. Momentum ini membuat para investor panik dan melepas saham hingga aset berisiko lannya. Harga bitcoin pun sempat anjlok 50 persen dalam satu hari. Penurunan ini diikuti oleh uang kripto lainnya.

Namun, dalam kurun waktu satu tahun, prospek aset digital tersebut putar arah. Bitcoin meroket sepanjang 2021, bahkan melampaui US$60 ribu per koin pada Maret.

Lonjakan ini turut mengerek uang kripto lainnya. Angin segar pun berhembus untuk uang kripto karena lembaga besar mulai menunjukkan dukungannya.

Dari Tesla hingga Paypal. Bahkan The Fed mulai menjajaki potensi dolar digital.

Pertumbuhan pasar uang kripto ini pun mendorong pemain masuk ke dalam jajaran miliarder baru versi Forbes. Dari tahun lalu hanya tercatat 4 orang, kini ada 9 orang pendatang baru yang masuk sehingga ada 12 miliarder uang kripto.

(Oleh - HR1)

Setoran Pajak Tahun Ini Masih Rawan Tekor

07 Apr 2021

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mencatat: Per 31 Maret 2021 pelaporan SPT mencapai 11,28 juta atau di bawah target 15 juta SPT. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 8,9 juta SPT, artinya naik 2,6 juta SPT atau 26,6%.

Jumlah pelapor SPT tahun ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan masa sebelum krisis yakni pelaporan SPT tahun pajak 2018 pada Maret 2019 yakni 12,1 juta.

Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyarankan Ditjen Pajak menggunakan basis data yang kuat untuk menguji kepatuhan WP agar membuktikan adanya potensi kurang bayar.

Tapi ia memprediksi penerimaan PPh badan tahun ini belum pulih, sehingga secara keseluruhan setoran pajak 2021 hanya bisa naik 2,6%-3% year on year(yoy). Artinya ada potensi shortfall atau tekor Rp 131 triliun dengan realisasi 89,34% dari target 2021 sebesar Rp 1.299,6 triliun.

 


Kenaikan Harga Genjot Produksi Batubara

07 Apr 2021

Harga batubara acuan (HBA) pada bulan April 2021 naik 2,6% menjadi USS 86,68 per ton dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga batubara tersulut sentimen memanasnya perang dagang Australia dan Tiongkok.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, naiknya tensi dagang tersebut berpengaruh terhadap sejumlah harga komoditas global, termasuk batubara. Tensi dagang berimbas positif lantaran permintaan batubara Indonesia ke China justru meningkat.

Adapun faktor lain yang menjadi penyebab kenaikan HBA April adalah meningkatnya permintaan kebutuhan batubara dari Jepang, serta sentimen terkait menurunnya suplai dibandingkan permintaan batubara global.

Memang, HBA 2021 cukup fluktuatif. Pada Januari, HBA di level US$ 75,84 per ton, menyusul Februari naik ke level USS 87,79 per ton sebelum turun di bulan Maret ke posisi USS 84,47 per ton.

 


IMF: Akhir Krisis Semakin Tampak

07 Apr 2021

WASHINGTON – Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa (6/4) memperkirakan pemulihan ekonomi global tahun ini menguat seiring meningkatnya program vaksinasi Covid-19. Walau tantangan ke depan tidak ringan lantaran timpangnya jumlah dosis vaksin yang sudah diberikan di seluruh dunia.

Dalam laporan kuartalan Prospek Ekonomi Global di Washington, Amerika Serikat (AS), IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 6% pada 2021. Naik dari estimasi 5,5% pada Januari 2021. Sedangkan untuk 2022 diperkirakan tumbuh 4,4% dibandingkan prediksi sebelumnya yang sebesar 4,2%. “Walaupun ketidakpastian tetap tinggi tentang arah pandemi ini, jalan keluar dari krisis ekonomi dan kesehatan ini semakin tampak,” ujar kepala ekonom IMF Gita Gopinath, seperti dikutip CNBC. IMF mencatat dua hal yang menyebabkan keyakinan akan ekonomi global tahun ini semakin besar. Yakni pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia dan putaran baru stimulus fiskal di AS.

IMF memperkirakan pertumbuhan 5,1% tahun ini untuk negara-negara ekonomi maju. Sementara ekonomi AS diperkirakan ekspansi 6,4% pada 2021. Sementara itu, ekonomi pasar berkembang dan negara-negara berkembang diprediksi tumbuh 6,7% pada 2021. India diperkirakan memimpin laju pemulihan di kawasan tersebut dengan prediksi pertumbuhan hingga 12,5%.

(Oleh - HR1)