Ekonomi
( 40460 )Digital Banking Semakin Menggurita
Pemanfaatan teknologi digital di masa pandemi semakin berkembang termasuk di industri perbankan. Menurut data Bank Indonesia (BI), perkembangan transaksi digital sejatinya sudah mulai masif sejak tahun 2019 lalu. Namun, dengan adanya pandemi, tren tersebut semakin terakselerasi.
Transaksi e-commerce pada tahun 2020 diproyeksikan menembus Rp 253 triliun. Angka tersebut naik 23,11% year on year (yoy). Peningkatan transaksi digital juga terjadi pada penggunaan uang elektronik. Kedua hal itu praktis turut memicu transaksi perbankan digital alias digital banking yang diproyeksikan naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun di 2021. (lihat tabel).
Gubernur Bl Perry Warjiyo menuturkan, volume transaksi digital banking per Februari 2021 sudah mengalami pertumbuhan sekitar 36,41% yoy menjadi 464,8 juta transaksi. Adapun nilai transaksi tumbuh 22,94% yoy menjadi Rp 2.547,5 triliun.
Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri bilang, aplikasi mobile banking sudah menopang sekitar 40% dari total volume transaksi e-channel. Hingga pertengahan Maret 2021, transaksi finansial melalui e-channel Bank Mandiri nilainya hampir Rp 700 triliun, atau meningkat 1496 yoy.
Jelang Ramadan, Harga CPO Koreksi Sesaat
Harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tengah menurun. Kemarin, harga CPO berada di level terendah dalam tiga pekan. Pasalnya, harga CPO sempat mencapai level tertinggi di RM 4.020 per ton pada 15 Maret 2021 Karena itu, analis meyakini penurunan ini hanya koreksi sesaat, lantaran permintaan jelang Ramadan juga masih tinggi.
Menurut Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono, permintaan CPO akan tinggi jelang Ramadan ini. Selain itu, program pengembangan bahan bakar biodiesel juga akan mengerek permintaan CPO. Indonesia sendiri tengah menjalankan program mandatori B30.
Sementara itu, Pemerintah Malaysia berencana meluncurkan program B20 di Sabah pada Juni dan di Semenanjung Malaysia mulai Desember 2021. Wahyu memprediksi, harga CPO di kuartal Il-2021 akan berkisar RM 3.500-RM 4.000 per ton. Jadi harga rata-rata CPO di kuartal dua ada di level RM 3.700 per ton.
Kolaborasi Infrastruktur Global di Indonesia, Magnet Kuat Ekonomi DIgital RI
Bisnis, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air yang pesat menjadi pijakan utama Facebook bersama PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) dan Keppel Midgard Holdings Pte. Ltd. menggelar sistem komunikasi kabel bawah laut ke Indonesia. Perkembangan ekonomi digital di Tanah Air dipandang telah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penggunaan layanan digital secara serentak dan bisnis melalui kanal daring juga mampu menggerakan ekonomi digital domestik.
Bifrost merupakan sistem kabel bawah laut pertama di dunia yang langsung menghubungkan Singapura dengan Pantai Barat Amerika Utara. SKKL ini akan melewati Laut Jawa dan Laut Sulawesi. CEO Keppel T&T merasa senang dapat berkolaborasi dengan para mitra konsorsium untuk proyek SKKL Bifrost. Opsi pergelaran jaringan dengan skema ini merupakan langkah tepat untuk pemerataan. SKKL tersebut akan mendarat di empat titik. Menariknya, tiga dari empat titik tersebut berada di Indonesia Bagian Timur yaitu Papua, Manado, dan Kupang. Satu lagi berada di Batam.
Selama ini pelaku telekomunikasi mengeluh sulit membangun infrastruktur di Papua, karena tidak ada jaringan tulang punggung. Permasalahan ini sedikit teratasi dengan hadirnya SKKL. SKKL yang terbangun akan berguna sebagai sistem cadangan untuk mengantisipasi putusnya jalur yang berada di Jepang atau jalur konvensional. Operator telekomunikasi yang terlibat dalam pembangunan SKKL dapat menetapkan harga layanan yang lebih tinggi, karena secara kualitas mereka lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memasang satu jalur.
(Oleh - IDS)
Program Petani Milenial, Pilih Komoditas Tepat Demi Meraup Cuan Cepat
Bisnis, Jakarta - Pemerintah Jawa Barat menetapkan komoditas unggulan yang akan diterapkan bagi peserta program Petani Milenial agar risiko gagal panen dan gagal bayar bisa dihindari. Perdebatan soal komoditas yang akan dikembangkan oleh peserta Program Petani Milenial mewarnai rapat organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Risiko gagal panen menjadi salah satu materi rapat yang dibahas secara intens. Selain urusan lahan yang dipastikan sudah siap. Komoditas yang ditanam pun disesusikan dengan kebutuhan pasar dan kondisi lahan. Hal itu dilakukan agar komoditas hasil petani muda dapat terserap pasar atau bahkan masuk pasar global. Ini menjadi landasan bagi OPD terkait untuk menajamkan komoditas.
(Oleh - IDS)
Harga Anjlok Rp 500/ Kg , Petani Karo Biarkan Kol Membusuk
Akibat anjloknya harga sayur kol Rp 500 per kilogram, petani di Karo memilih membiarkannya membusuk di lahan. Dua bulan harga kubis mencapai Rp 4.000 per kilo gram, tapi saat ini harga di tingkat petani hanya Rp 500 per kilogram di lahan pertanian . Harga Rp 4.000 per kilogram hanya bertahan beberapa bulan saja.
Ia menjelaskan untuk biaya perawatan hingga masa panen membutuhkan biaya Rp10 juta. Dengan harga kubis Rp 500 sudah dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Pekebun Sawit Bisa Dapat Bantuan Rp 30 Juta per Hektare
Pemerintah sedang menggencarkan peremajaan sawit rakyat (PSR). Melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) digelontorkan bantuan Rp 30 juta/hektare (ha) kepada para pekebun sawit dengan luas lahan maksimal 4 ha.
Proses mendapatkan bantuan Rp 30 juta itu dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, proses usulan PSR di kelembagaan tani. Pengajuan usulan PSR sesuai persyaratan yaitu legalitas kelembagaan dan legalitas lahan.
Kemudian Dinas Perkebunan Kabupaten/Provinsi melakukan proses verifikasi administrasi dan lapangan. Selanjutnya tim terintegrasi Ditjen Perkebunan melakukan proses verifikasi tim terintegrasi. Baru kemudian Ditjen Perkebunan memberikan rekomendasi teknis.
Setelah SK Dirut diterbitkan kemudian dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) 3 pihak, dalam hal ini antara BPDPKS, koperasi atau gapoktan (gabungan kelompok tani) dengan bank yang akan menyalurkan dana tersebut.
Riset LPEM FEB UI: 7 dari 10 Penjual Tokopedia Raih Kenaikan Penjualan Hingga 133 Persen
Tokopedia menjadi rumah bagi pelaku UMKM untuk tetap berkembang di masa pandemi. Pandemi Covid-19 mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi mengikuti perubahan perilaku konsumen. Platform digital seperti Tokopedia menjadi tempat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempertahankan dan meningkatkan kembali penjualannya yang sempat menurun saat pandemi, termasuk bagi para pencari nafkah tunggal di keluarga yang menggantungkan hidup dari berjualan. Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang bertajuk “Bertahan, Bangkit dan Tumbuhnya UMKM di Tengah Pandemi melalui Adopsi Digital” mencatat, saat pandemi terdapat 90% penjual berskala mikro di Tokopedia. Selain itu, ada 68,6% penjual yang baru bergabung di Tokopedia saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga.
Menariknya, penjualan pelaku UMKM di platform online, seperti Tokopedia, justru meningkat. Riset LPEM FEB UI menunjukkan 7 dari 10 pelaku usaha mengalami peningkatan volume penjualan dengan median 133%. Dengan besarnya permintaan dari konsumen saat pandemi, frekuensi pesanan pelaku usaha di Tokopedia pun terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Bila dibandingkan minggu pertama 2020, rata-rata frekuensi pemesanan di wilayah yang menerapkan PSBB periode Januari – Februari 2020 meningkat 4,4%, lalu kembali naik 53,7% pada Maret-April serta 79,3% pada Mei-Juni. Adapun kenaikan tertinggi terjadi pada Juli – Agustus 2020 dengan lonjakan frekuensi pemesanan mencapai 109,3%.
(Oleh - HR1)
Bulog Minta Salurkan Beras Aparat Negara Lagi
Perum Bulog meminta pemerintah memberikan dukungan kepada Bulog untuk menyalurkan beras cadangan pemerintah. Salah satunya dengan menyalurkan beras kepada aparatur sipil negara (ASN), juga anggota TNI dan Polri.
Rencana penyaluran beras ke aparat negara merupakan gagasan Presiden Joko Widodo. “Bulog masih sanggup menyerap beras tapi persoalannya di hilir,” katanya Budi Waseso, Senin (29/3).
Penyaluran beras kepada ASN, TNI dan Polri ini berupa tunjangan pembelian beras bagi para TNI, Polri dan ASN Jika saat ini tunjangan sebesar Rp 7.400 per kg, dinaikkan menjadi Rp 10.769 per kg. Dengan nilai ini Bulog bisa menyalurkan beras premium dengan nilai Rp 10.769 per kg kepada ASN, TNI dan Polri.
Tak hanya berdampak pada penyaluran beras Bulog yang meningkat, Buwas sebut penyaluran beras ke TNI, Polri dan ASN ini akan meningkatkan kemampuan penyerapan gabah/beras dalam negeri dari petani.
Dikebut, Kawasan Ekonomi Khusus Aspal di Buton
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan penyiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) aspal di Buton, Sulawesi Tenggara, segera dituntaskan.
KENDARI, KOMPAS - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan penyiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) aspal di Buton, Sulawesi Tenggara, segera dituntaskan. Hal itu seiring upaya pemenuhan penggunaan aspal dalam negeri untuk program pemerintah. Produksi akan terus dikembangkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Pembahasan KEK aspal di Buton Utara sedang dalam pembahasan tim ekonomi. Kami juga telah laporkan ini ke Menteri Koordinator terkait hingga Presiden,” kata Bahlil, selepas menghadiri Rapat Kerja Daerah I Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, di Kendari, Selasa (30/3/2021).
Saat ini, terang Bahlil, persiapan KEK masih dalam tahap administrasi. Meski begitu, ia berjanji, dalam dua bulan, teknis administrasi bisa dirampungkan. Pencanangan kawasan khusus aspal dimaksudkan untuk menggalakkan investasi di sektor aspal, peningkatan lapangan kerja, sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Produksi aspal dengan kapasitas sebanyak 100.000 ton dilakukan oleh PT Kartika Prima Abadi di Buton, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA). Dalam kunjungannya ke perusahaan tersebut akhir Februari lalu, Bahlil turut menyerahkan langsung pemberian insentif investasi dalam bentuk tax holiday kepada perusahaan ini.
Pada tahap pertama, perusahaan itu telah melakukan investasi sebesar Rp 358 miliar. Perusahaan ini mengolah bahan baku aspal buton yang dikenal dengan nama “asbuton”. “Dalam beberapa tahun mendatang, produksi akan ditingkatkan hingga 500.000 ton. Sekarang feasibility study sedang berjalan,” kata Bahlil.
(Oleh - HR1)
Kemudahan Izin Akan Dongkrak Produksi Udang
Upaya menggenjot ekspor udang membutuhkan langkah sinergis dan sinkron untuk menopang produksi hingga produksi yang bernilai tambah. Pasar udang masih terbuka luas.
JAKARTA, KOMPAS — Kemudahan perizinan merupakan faktor utama untuk menggenjot produksi udang nasional. Nilai ekspor udang nasional ditargetkan meningkat 250 persen sedara bertahap hingga 2024, seiring rencana pemerintah mendongkrak produksi udang.
Pemerintah telah menetapkan komoditas udang sebagai salah satu dari tiga unggulan perikanan budidaya. Pada 2020, kontribusi ekspor udang sekitar 39 persen dari total ekspor perikanan nasional.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, total ekspor perikanan pada 2020 sebanyak 1.262.000 ton atau senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume ekspor itu meningkat 6,6 persen dibandingkan 2019, sedangkan nilai ekspor tumbuh 5,4 persen. Dari sisi nilai ekspor, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS. Adapun volume ekspor udang tercatat 239.230 ton (18,9 persen),
Ketua Umum Asosiasi Produsen, Pengolahan, dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo, Senin (29/3/2021), mengatakan, untuk mencapai target lonjakan nilai ekspor udang sebesar 4,2 milar dollar AS atau 250 persen dalam kurun 4 tahun ke depan dibutuhkan peningkatan produksi dan nilai tambah produk. Volume ekspor udang diproyeksikan naik rata-rata 15,8 persen per tahun, sedangkan nilai ekspor tumbuh 20 persen per tahun.
Pandemi Covid-19 menyebabkan anjloknya pasar ekspor food service untuk restoran, kafe, dan katering. Unit pengolahan ikan yang mampu bertahan dan berkembang di masa pandemi Covid-19 adalah yang mengalihkan pasar ke produk ritel yang berupa udang olahan. Salah satu produk andalan untuk pasar ritel adalah olahan udang, berupa udang yang sudah dimasak (cooked shrimp) dan udang tepung (breaded shrimp).
Pada 2020, ekspor produk udang tepung dari Indonesia ke AS tumbuh hampir 200 persen dibandingkan 2019 sehingga menempatkan Indonesia naik dari peringkat ke-4 menjadi peringkat ke-1 pemasok produk udang tepung ke AS. Ekspor udang olahan rata-rata meningkat 40 persen, dengan kontribusi 30 persen dari total ekspor udang.
(Oleh - HR1)Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









