;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 77,62 Persen

02 Jul 2021

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman selama Januari-Mei 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya mencapai 664.536 kunjungan. Jumlah ini turun 77,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu sekitar 2,96 juta kunjungan. Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (1/7/2021), di Jakarta, mengatakan di sepanjang 2016-2019, khususnya setiap periode Januari-Mei tiap tahunnya, selalu terjadi kenaikan kunjungan. 

Pada Januari-Mei 2016 misalnya, tercatat 4,43 juta kunjungan wisman. Periode yang sama pada 2017 ada 5,51 juta kunjungan. Pada Januari-Mei 2018 ada 6,20 juta kunjungan. Periode yang sama tahun 2019, ada 6,28 juta kunjungan wisman. ”Penurunan drastis kunjungan wisman berdampak ke sektor industri lainnya. Pemulihan sektor pariwisata dari pandemi Covid-19 membutuhkan waktu lama. Kinerja industri pariwisata bergantung pada mobilitas orang,” katanya

Kurir Memikul Beban Belanja Daring

02 Jul 2021

Pesat pertumbuhan nilai bisnis daring di Indonesia salah satunya terekam dari data transaksi ritel e-dagang yang dicatat lembaga CEIC. Jika pada 2014 nilai bisnis e-dagang baru 1,9 miliar dollarAS, jumlahnya terus meningkat menjadi 7,1 miliar dollar AS pada 2017 dan 10,4 miliar dollar AS pada 2019. Di masa pandemi naik signifikan menjadi 12,3 miliar dollar AS (2020). Tren meningkatnya kebiasaan publik untuk belanja daring sudah terlihat sejak tahun lalu ketika pandemi Covid-19 melanda dan pembatasan sosial diberlakukan.

Berkaca pada hasil jajak pendapat Kompas setahun lalu (16-23 Mei 2020), ditemukan bahwa ada peningkatan pada pengeluaran uang oleh publik untuk membeli produk atau jasa setelah kebijakan pembatasan sosial diberlakukan. Peningkatan belanja daring terlihat dari responden yang mulai mencoba belanja barang elektronik atau kebutuhan sehari-hari secara daring. Sebanyak 31,5 persen responden membeli TV pintar (smartTV), laptop, dan gawai baru, serta mengeluarkan uang untuk memasang jaringan baru internet. Sebanyak 16,3 persen responden berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring.

Hal ini sejalan dengan laporan survei McKinsey & Company pada April 2020 berjudul ”Implication of Covid-19 for Retail and Consumer Goods in Indonesia”. Hasilnya, terdapat 36 persen responden menyatakan bakal lebih banyak menggunakan aplikasi untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. Selain itu, sebanyak 40 persen responden menyatakan akan memanfaatkan e-dagang. Kebiasaan berbelanja kebutuhan sehari-hari ini rupanya terus berlanjut meskipun beberapa bulan kemarin pusat-pusat perbelanjaan dan toko fisik mulai didatangi konsumen. Survei selanjutnya pada November 2020 menyatakan, 9 dari 10 orang Indonesia telah mencoba perilaku belanja baru, yaitu lewat daring.

Ada sejumlah faktor penunjang bagi pesatnya perkembangan lokapasar (marketplace) dan jasa pengiriman di Indonesia saat ini. Keduanya ialah kemudahan mendirikan usaha di kategori perdagangan dan kinerja serta infrastruktur pengiriman logistik. Berdasarkan laporan Logistics Performance Index 2018 dari Bank Dunia, Indonesia berada di urutan ke-46 dari 160 negara. Secara lebih spesifik, Indonesia ada di peringkat ke-44 untuk kompetensi logistik dan ke-54 dalam hal infrastruktur. Sementara itu, dalam Indeks Kemudahan Berusaha 2020 yang juga dirilis Bank Dunia, Indonesia bahkan menempati peringkat ke-116 dari 190 negara untuk kategori perdagangan lintas batas.

Sayangnya, perhatian pemerintah selama ini hanya tertuju pada pengembangan perusahaan-perusahaan penyedia layanan pasar daring. Platform jasa pengiriman juga menuai apresiasi yang sama. Misalnya, laporan dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menjelaskan besarnya kontribusi Gojek dan Grab pada perekonomian Indonesia. Di balik itu semua, nasib para kurir yang berada di garis depan kerap diabaikan. Misalnya soal regulasi yang mengandalkan istilah ”sistem kemitraan” perlu dievaluasi kembali karena faktanya perusahaan dapat sewaktu-waktu menurunkan tarif dan insentif secara sepihak. Padahal, para kurir ini menanggung beban citra perusahaan yang mempekerjakannya sekaligus beban kemajuan ekonomi digital. Hanya saja, nasib para kurir ini kurang diperhatikan, baik oleh pemerintah maupun perusahaan lokapasar dan jasa pengiriman tempatnya bekerja. Pangkal masalahnya, para pengemudi dan kurir daring tidak masuk dalam cakupan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena mereka berstatus mitra, bukan karyawan.

Lagi pula belum ada regulasi yang mengatur skema perhitungan tarif minimum bagi para kurir online. Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 yang diatur hanyalah formula perhitungan biaya jasa untuk mitra pengemudi yang mengangkut penumpang, bukan barang. Begitu juga dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2012 pun menyebutkan bahwa besaran tarif dan standar layanan pos komersial tidak diatur pemerintah. Oleh karena itu, perusahaan bisa dengan leluasa mengatur kebijakan tarif bagi para kurir daring tanpa khawatir melanggar hukum,termasuk pula memberhentikan kemitraan secara sepihak dengan alasan efisiensi perusahaan.


Anak Usaha Japfa Dukung Pengembangan UMKM Lokal di Danau Toba

02 Jul 2021

Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi meresmikan 3 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan PT Japfa melalui anak perusahaan PT Suri Tani Pemuka (STP) di sekitar Pelabuhan Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean Simalungun, Kamis (1/7). Assiten Deputi of Head Tilapia Overation STP Imam Santoso mengatakan pihaknya mendukung penuh untuk mengembangankan Destinasi Pariwisata Danau Toba melalui berbagai program, salah satunya memberikan dukungan dan membinaan para pelaku UMKM di Pelabuhan Tiga Ras sehingga siap menyajikan dan memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Sementara perwakilan Pelaku UKM Selmawati Boru Sitio berterimakasih kepada manajemen STP karena telah memilih kedai miliknya menjadi UKM binaan perusahaan."Kita senang karena dibantu, dibina dan dibimbing untuk menata warung ini sehingga tertata baik, menjadi bersih dalam mendukung kemajuan destinasi pariwisata Danau Toba di Pelabuhan Tiga Ras," ungkap Boru Sitio. 

(Oleh - HR1) 

Usaha Turun Temurun, Songket UMKM Khas Batubara Sampai ke Malaysia

02 Jul 2021

Songket menjadi salah satu wastra atau kain khas Indonesia yang sudah ada sejak lama. Wajar saja, banyak orang yang masih menggeluti usaha yang diturunkan dari generasi sebelumnya.

Sama halnya dengan Ratna  yang sudah belajar untuk menenun songket ketika umurnya menginjak 15 tahun. Dengan kegigihannya dalam mengajak ibu-ibu pada tahun 2005, ia sukses menambah jumlah penenun yang bekerja dengannya menjadi 70 orang.

Cakupan pasar hasil produksi UMKM yang dimiliki Ratna juga bisa dikatakan sudah cukup luas. Songketnya pernah dikirimkan ke negara tetangga yaitu Malaysia tahun 2008 - 2019 sebanyak 20 kodi atau 400 lembar songket. Harga songket yang diproduksi Ratna bervariasi mulai dari Rp 400.000 hingga yang paling mahal pernah mencapai Rp 4.000.000.

Selama masa pandemi, usaha milik Ratna cukup terdampak. Permintaan dari Malaysia juga terhenti sementara. Namun, hal itu tidak membuat Ratna hilang akal, la pun memanfaatkan penjualan secara online yang ia jual di e-Commerce.

Tetapi Ratna tidak sendirian, sebab usahanya dibantu oleh PT indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang menjadikannya mitra binaan di tahun 2017. Keuntungan setelah bergabung dengan mitra Inalum ya lumayan sekali meningkat sampai 50% pendapatannya.


Nanas Jadi Komoditi Pertanian Andalan Buat Masyarakat Sipahutar

02 Jul 2021

Tapanuli Utara (SIB) Petani nanas di Kecamatan Sipahutar mengungkapkan, tanaman nanas merupakan tanaman yang diandalkan masyarakat. Pasalnya, hasil pertanian nanas menjadi sumber mata pencaharian yang rutin bagi petani di Sipahutar.

Menurut salah seorang petani di Desa Onan Runggu Kecamatan Sipahutar, Opung Rinto br Panjaitan tanaman nanas memang sangat cocok di Kecamatan Sipahutar dan hasil pertanian nenas menjadi sumber mata pencaharian masyarakat petani di sana. Sebab, petani nanas setiap minggu bisa menjual ke toko.

Kondisi saat ini, petani nanas mengeluh karena harga nanas mengalami penurunan. Saat ini nanas dibeli toko dari petani Rp 2000 per buah. Sebelumnya harga nanas mencapai Rp 2500 per buah. Dengan kondisi ini, keuntungan petani sangat minim. Menurutnya, dengan harga pupuk yang semakin mahal, seharusnya harga nanas bisa meningkat.


Bisnis Buah Jadi Usaha yang Menjanjikan di Masa Pandemi Covid-19

02 Jul 2021

Di balik wabah Covid-19 yang hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan, ternyata bisnis penjualan buah segar juga menjanjikan bahkan muncul pedagang buah musiman.

Ny Surle Manullang, pedagang buah di Jalan Cemara Medan mengaku sejak pandemi Covid-19 permintaan konsumen terhadap buah segar terus meningkat namun disusul harga buah juga meningkat tajam.

Harga buah yang paling mahal saat ini, buah naga mencapai Rp 25 ribu per kg dan pisang barangan lokal yang dikenal rasanya cukup manis. Diakuinya, saat ini bisnis buah menjadi salah satu usaha yang banyak dilirik pedagang sehingga pedagang buah musiman banyak tumbuh di sepanjang jalan di kota Medan.

Selain itu, diakuinya saat ini juga banyak tumbuh pasar modern yang khusus menjual buah, baik buah lokal maupun import sehingga pedangang buah di pasar tradisional pun juga mengalami dampak penjualan.


Bitcoin Hadapi 5 Risiko Terbesar di Semester II

02 Jul 2021

LONDON, Mata uang kripto (cryptocurrency) bitcoin memasuki 2021 dengan solid dan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada April pada harga US$65.000. Tetapi mengakhiri semester pertama tahun ini dengan kemerosotan 47%. Dan sekarang dihadapkan pada sejumlah risiko yang dapat mengakibatkan kerugian lebih lanjut ke depannya. Para pendukungnya sendiri untuk saat ini tampaknya masih mempertahankan bitcoin, sementara para investor lain mewaspadai volatilitas atau perubahan liar di pasar, dan apa artinya bagi portfolio mereka. Mengingat hal ini maka ada lima risiko terbesar yang tengah dihadapi koin digital itu saat memasuki semester kedua tahun ini, yakni regulasi, volatilitas, masalah lingkungan, pengawasan stablecoin, serta koin meme dan penipuan.

Masalah regulasi adalah salah satu risiko terbesar untuk dihadapi bitcoin pada saat ini. Dalam beberapa pekan terakhir, Tiongkok telah menekan industri mata uang kriptonya dengan menutup operasional penambangan kripto yang banyak menyedot energi, juga memerintahkan bank-bank besar dan perusahaan jasa pembayaran, seperti Alipay untuk tidak berbisnis dengan perusahaan kripto. Risiko besar berikutnya adalah soal perubahan harga bitcoin dan mata uang digital lainnya yang terjadi terus-menerus dan secara ekstrem. Seperti diketahui, bitcoin mencatatkan rekor penguatan sepanjang masa hingga mencapai harga sekitar US$ 64.829 pada April tahun ini, di saat debut bursa kripto Coinbase. Namun, harganya anjlok menjadi US$ 28.911 pada Juni, serta sempat merosot di bawah US$ 30.000 dan berubah negatif untuk tahun ini. Sejak saat itu, sekarang bitcoin kembali menguat di atas US$ 34.000.

Pertanyaan seputar dampak bitcoin terhadap lingkungan juga dapat menjadi krisis besar lainnya. Pasalnya, peralatan menambang bitcoin membutuhkan konsumsi listrik besar untuk beroperasi, dan konsumsi energi yang disebabkan bitcoin telah meningkat pesat selama bertahun-tahun seiring dengan harganya. Di sisi lain, para kritikus bitcoin telah lama memperingatkan tentang jejak karbonnya yang besar. Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengejutkan penggemar dan pihak yang skeptis dengan membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Tapi dia kemudian mengguncang pasar kripto setelah memutuskan menghentikan pembayaran bitcoin karena konsumsi energi mata uang itu yang menggila dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Stablecoin, merupakan kripto yang harganya dipatok ke aset dunia nyata seperti dolar AS, juga menghadapi pengawasan yang semakin ketat. Pekan lalu, Presiden Federal Reserve Bank Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa tether – mata uang kripto stablecoin yang menempati peringkat di antara mata uang digital terbesar di dunia – adalah risiko bagi stabilitas sistem keuangan. Meningkatnya spekulasi di pasar kripto dapat membuktikan risiko lain yang dihadapi bitcoin. Salah satunya adalah dogecoin – mata uang kripto yang awalnya sebagai lelucon – dilaporkan melonjak liar awal tahun ini ke level tertinggi. Penyebabnya, semakin banyak investor ritel menumpuk aset digital untuk mencari keuntungan besar. Bahkan pada satu titik, dogecoin bernilai lebih dari Ford dan perusahaan besar AS lainnya, berkat dukungan dari selebritas, seperti Musk. Nilainya pun telah terdepresiasi secara signifikan sejak saat itu.

(Oleh - HR1)


Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 7 Persen

02 Jul 2021

Presiden Joko Widodo yakin upaya-upaya yang terus dilakukan pemerintah bisa meredam lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi di Tanah Air. Pemerintah lewat KPCPEN yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini sudah melakukan finalisasi kajian untuk mengetahui penyebab lonjakan kasus yang sangat tinggi.

Jokowi melihat terdapat optimisme dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Purchasing Manager Index untuk manufaktur, dibanding sebelum pandemi, sekarang ini berada pada posisi yang tinggi sekali. Sebelum pandemi, itu 51. Sekarang pada posisi 55,3 di bulan Mei kemarin. Artinya ada optimisme di situ. Sisi suplai juga sama. Produksi mulai menggeliat. Ekspor tumbuh 58 persen. Impor bahan baku tumbuh 79 persen. Impor barang modal tumbuh 35 persen.

Presiden juga melihat konsumsi listrik untuk industri juga tumbuh 28 persen, yang menambah optimismenya. Indeks Kepercayaan Konsumen yang dulu di Febuari 85 persen, sekarang sudah 104,4 persen. Indeks Penjualan Ritel juga tumbuh 12,9 persen. Konsumsi semen juga tumbuh 19,2 persen. Penjualan kendaraan niaga tumbuh 783 persen. Kuartal kedua kita masih optimistis akan tumbuh, Insya Allah kurang lebih 7 persen.


Juni 2021 Indonesia Deflasi 0,16%

02 Jul 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen pada Juni 2021 mengalami deflasi sebesar 0,16 persen, menyusut dari bulan sebelumnya. Dari 90 kota yang dipantau BPS, sebanyak 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang, yakni sebesar 0,89 persen, dan deflasi terendah terjadi di Palembang yakni 0,01 persen.

Margo menyebutkan, deflasi di Kupang terjadi utamanya disebabkan oleh merosotnya harga komoditas kangkung, angkutan pesawat, dan tomat. Sementara itu, Singkawang menjadi kota dengan inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,36 persen, Tingginya inflasi di Singkawang utamanya disebabkan oleh naiknya harga daging babi, tahu mentah, dan daging ayam ras.

Margo menjelaskan, dari ll kelompok pengeluaran yang dicatat, empat diantaranya mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, tembakau, pakalan dan alas kaki, transportasi, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.


ShopeePay Sasar UKM di Makassar

02 Jul 2021

Layanan pembayaran digital ShopeePay bakal menghadirkan program Semangat Usaha Lokal di Makassar, pada tanggal 4 hingga 10 Juli 2021. Melalui program Semangat Usaha Lokal, ShopeePay berupaya meningkatkan visibilitas bisnis UMKM lokal agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen dengan memaksimalkan fitur serta manfaat dari layanan pembayaran digital ShopeePay.

Head of Strategic Merchant AcquiSition, Eka Nilam Dari menjelaskan bahwa perkembangan bisnis UKM menjadi bisnis utama yang menjadi penggerak penggerak di masing-masing daerah. ShopeePay, kata dia, melihat bahwa di tengah pandemi Covid-19 banyak inistatif yang bisa dikerjakan bersama UKM. Dirinya berharap, dengan cashback yang benefit cashback yang lebih spesial, masyarakat bisa berpartisipasi dan bertransaksi.