;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Semester I, Realisasi Pajak di Sulsel Baru 40,39%

19 Jul 2021

Tren prospek pemulihan ekonomi dijaga pemerintah melalui instrumen APBN sebagai motor penggerak utama perekonomian di daerah. Beberapa komponen fiskal periode Semester I 2021 menunjukkan perbaikan dibandingkan Semester I 2020.

Dalam rilis kinerja APBN Sulsel, target pendapatan negara sebesar Rp13,32 triliun telah terealisasi Rp5,38 trillun atau sekitar 40,39 persen. Realiasi tersebut tumbuh 1,38 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi penerimaan perpajakan yang naik 6,04 persen dengan total penerimaan perpajakan sebesar Rp4,47 triliun.

Agregat realisasi Belanja Negara sebesar Rp23,54 triliun atau sekitar 46,25 persen dari pagu Rp50,89 triliun, terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Dibandingkan dengan realisasi belanja Semester I 2020 yang sebesar Rp23,48 trillun, pada periode ini realisasi belanja naik tipis sekitar Rp53,71 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Sulsel Syaiful mengatakan, dilihat lebih dalam, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp8,41 triliun dari pagu Rp20,36 trillun. Tingkat penyerapan pagu anggaran paling tinggi pada jenis Belanja Pegawai dan Belanja Bansos, masing-masing terserap 50,61 persen dan 41,63 persen. Dan pagu Belanja Modal yang sebesar Rp3,83 triliun telah terealisiasi Rp1,16 triliun atau setara 30,33 persen.


Penerimaan Negara dari Sektor Hulu Migas Rp 96,7 T di Semester I 2021

19 Jul 2021

Sektor hulu migas memberikan sebesar US$ 6,67 miliar atau setara Rp 96.7 triliun (kurs Rp 14. 492) terhadap pendapatan negara pada Semester I tahun 2021. Capaian itu didukung harga minyak yang berangsur membaik setelah sempat jatuh di tahun 2020 lalu.

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menghadapi pandemi ini dengan melakukan usaha-usaha yang kreatif. Syukur pada Semester - I tahun 2021 ini kami berhasil memberikan penerimaan negara yang optimal. Dwi menjelaskan harga minyak berangsur membaik setelah sempat jatuh di tahun 2020 lalu. Oleh sebab itu, pihaknya meyakini pendapatan negara dari sektor migas tahun ini bisa menyebut Rp 154 triliun.

Harga ICP (Indonesian Crude Price) menunjukkan kenaikan, bahkan per Juni 2021 mencapal US$ 70,23/barel. Momentum ini akan kami gunakan secara maksimal untuk mendorong KKKS agar lebih agresif dalam merealisasikan kegiatan operasi.

la menambahkan pendapatan yang dihasilkan juga tak terlepas dari upaya efisiensi dan kegiatan yang dilakukan SKK Migas di sektor hulu, Kegiatan yang dilakukan antara lain melalui pemilihan prioritas kegiatan work order, pemeliharaan rutin, dan efisiensi general administration khususnya akibat adanya pembatasan kegiatan. Upaya ini berhasil membuat biaya per barel pada Semester - I tahun 2021 sebesar US$12,17/BOE.

la menyebut lifting migas juga mencatatkan hasil yang baik pada Semester - 2021, yakni rata-rata 1,64 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), Dari tersebut, lifting minyak sebesar 667 ribu barel minyak per hari (BOPD), atau 95% dari target APBN yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar 705 ribu BOPD. Sementara itu, lifting gas sebesar 5,430 MMSCFD dari target APBN sebesar 5.638 MMSCFD atau tercapai 96%.


Terpaksa Rumahkan Karyawan

18 Jul 2021

Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan wisata di Jawa Timur pasrah dengan kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal ini menanggapi wacana perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang harusnya berakhir pada 20 Juli 2021.

Jika masa PPKM Darurat berakhir pada 20 Juli mendatang, pihaknya siap membuka kembali aktivitas wisatanya dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Namun jika masa PPKM Darurat diperpanjang, pihaknya tetap akan mengikuti aturan menutup aktivitas wisata.

Sujud mengakui bahwa PPKM Darurat ini makin memperburuk sektor pariwisata di Kota Batu. Akibatnya, pihaknya harus merumahkan karyawannya untuk sementara waktu. Tapi yang pasti kasihan adalah karyawan yang harus leave, sementara dirumahkan tanpa gaji. Perusahaan sudah menanggung kerugian dari awal pandemi tahun kemarin.


Transaksi Hewan Kurban Minim

18 Jul 2021

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan menjamin ketersediaan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1442 H/2021 M. Saat ini, stok hewan kurban di Sulsel mencapai 90.020 ekor, terdiri dari sapi sebanyak 62.445 ekor, kambing 18.631 ekor, dan kerbau 8.944 ekor.

Untuk stok sapi, terbanyak di Kabupaten Sinjai yakni 11.115 ekor, disusul Kabupaten Gowa 8.084, Kabupaten Maros 6.503, dan Kabupaten Wajo 4.907 ekor.

Sementara stok paling rendah di Toraja Utara 108 ekor, Kabupaten Luwu Timur 228 ekor, Pangkep 315, dan Kepulauan Selayar 360 ekor. Namun Toraja Utara menyimpan stok kerbau terbanyak, mencapai 7.200 ekor kerbau.

Meski stok cukup melimpah, namun tiga hari menjelang Hari Raya Kurban, menurut Taufik transaksi atau pembelian sapi kurban masih minim. Salah satu penyebabnya kata Taufik ialah kondisi pandemi covid-19 yang jadi pemicu rendahnya pendapatan masyarakat. Transaksi hewan kurban tergolong minim sejauh ini.


Modal Asing di Pasar Domestik

17 Jul 2021

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing sebesar Rp 7,55 triliun ke pasar keuangan domestik pada pekan ketiga Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyatakan mayoritas dana tersebut mengalir ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), yaitu mencapai Rp 5,73 triliun.

Masuknya investasi asing pekan ini menunjukkan tren positif jika dilihat sejak awal Juli. Bank Indonesia mencatat pasar domestik hanya mendapatkan Rp 0,64 triliun dana asing pada periode 5-8 Juli lalu. Sepekan sebelumnya, modal asing justru keluar sebanyak Rp 4,65 triliun. Meski terdapat aliran modal masuk pekan ini, premi risiko investasi Indonesia lima tahun meningkat. Risikonya naik ke level 77,03 basis point per 15 Juli dari 76,65 basis point per 9 Juli 2021.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dana yang masuk di pasar obligasi dalam negeri menunjukkan tingginya minat pada surat utang pemerintah. Salah satunya dipicu peringkat obligasi pemerintah.

Sementara itu, menurut analis dari Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono, rendahnya investasi asing yang masuk ke pasar saham dalam negeri dipicu oleh faktor global. Saat ini pemerintah Amerika Serikat dan negara Eropa memberikan beragam stimulus untuk memperbaiki perekonomian mereka.


Terancam PPKM Darurat Berkenpanjangan

17 Jul 2021

Pembatasan kegiatan yang semakin ketat sejak 3 Juli lalu akibat lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 tak terlalu mempengaruhi pergerakan bursa saham dalam negeri. Namun indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam jika penerapan PPKM darurat berlangsung lebih lama.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menuturkan indeks sempat berada di zona merah pada pekan pertama pelaksanaan PPKM darurat. Namun penurunannya tidak terlalu dalam lantaran IHSG masih bertahan di level 6.000. Pekan ini kondisinya membaik, yang terlihat dari performa indeks yang menguat 0,54 persen dibanding pada pekan sebelumnya.

Hans menuturkan pelaku pasar telah mengantisipasi kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan masyarakat. Sebab, kenaikan jumlah kasus Covid-19 juga tampak di beberapa negara lain. Menurut Hans, pelaku pasar mungkin akan bereaksi jika pembatasan kegiatan yang seharusnya selesai pada 20 Juli ini berlangsung lebih dari tiga bulan.

Hal ini terlihat ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan wacana perpanjangan PPKM darurat selama 4-6 pekan. IHSG sempat menyentuh level 5.900, meski kemudian menguat kembali ke kisaran 6.000. Jika PPKM darurat berlangsung lebih dari enam pekan, Ibrahim menuturkan, indeks bisa melemah hingga ke level 5.700.


RI Sudah Terima 14,7 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca

17 Jul 2021

Indonesia menerima vaksin Covid-19 tahap ke-26 sebanyak 1.041.400 dosis buatan AstraZeneca, Jumat (16/7). Pengiriman vaksin ini merupakan bagian dari perjanjian bilateral antara AstraZeneca dan Pemerintah Indonesia untuk pengiriman 50 juta dosis. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemkes) Oscar Primadi mengatakan, dengan kedatangan vaksin Covid-19 tersebut, hingga saat ini Indonesia sudah menerima sekitar 14,7 juta dosis vaksin AstraZeneca.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak AstraZeneca yang telah membantu masyarakat Indonesia untuk memperoleh vaksinasi, serta seluruh pihak yang telah membantu memperlancar kedatangan dan pendistribusian vaksin-vaksin yang kita peroleh," katanya, Jumat (16/7). Pemerintah menargetkan, pada Agustus nanti bisa memberikan dua juta vaksin Covid-19 per hari kepada masyarakat di seluruh negeri. Dengan begitu, bisa segera terbentuk herd immunity atau kekebalan kawanan.

Fitur Baru QRIS Bisa Transfer, Tarik dan Setor

17 Jul 2021

Bank Indonesia (BI) melihat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai game changer pada sistem pembayaran. Lihatlah salah satu keunggulan QRIS di masa pandemi ini: transaksi bisa dilakukan tanpa tatap muka. Maka, Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menyatakan akan menambah fitur tarik, transfer, dan setor pada layanan QRIS.

Ia menyebut fitur teranyar ini akan memperkuat dan mendukung transaksi masyarakat di tengah PPKM darurat. Terlebih, pada pekan pertama PPKM darurat ini, transaksi QRIS mencapai 8,37 juta kali naik 7,63% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Adapun nominal transaksinya mencapai Rp 727,2 miliar atau meningkat 32,5% dalam satu pekan. Saat ini sudah ada 7,7 juta merchant mengadopsi QRIS, dari target 12 juta di tahun 2021.

Demam IPO Big Tech Melanda Investor RI

16 Jul 2021

Pandemi Cavid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir meski terjadi sedikit penurunan dalam tiga hari terakhir. Ekonomi kembali slow down setelah sempat menggeliat pada semester pertama 2021. Tapi, di pasar modal, tetap ada kegairahan. Para investor milenial dilanda demam initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham big-tech. IPO saham PT Bukalapak Tbk sedang berjalan. Perusahaan Go-To yang lebih berencana masuk pasar modal sepertinya disalip oleh Bukalapak yang akan menawarkan 25,7 miliar lembar sahamnya di harga Rp 750- 850 pada 28-30 Juli 2021. Kendati demikian, Go-To, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia tetap melakukan penawaran umum tahun ini. Selain Bukalapak, ada tiga big-tech lain yang siap masuk bursa tahun ini, yakni Go-To, Traveloka, dan J&T Express. Yang disebut big-tech adalah perusahaan besar yang bergerak di bidang informations and communication technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi.

Rencana IPO big-tech telah memicu harapan baru di pasar modal. Pertama, selama ini, dana asing masuk ke Indonesia langsung ke perusahaan rintisan. Dana disuntikkan ke startup oleh perusahaan asing hingga perusahaan rintisan itu menjadi big-tech, unicorn dan decacorn. Para investor pasar modal mengharapkan agar asing yang menyuntikkan dana ke startup itu kini beralih ke pasar modal dengan ikut membeli saham-saham big-tech, baik pada saat IPO maupun di pasar sekunder. Kedua, dana asing yang mencari lahan investasi di dunia sangat banyak. Paling tidak, ada US$ 40 miliar dana asing yang siap masuk ke pasar modal Indonesia. Jika dana ini bisa masuk ke pasar modal Indonesia, market cap di BEI yang baru sekitar Rp 7.000 triliun lebih akan menggelembung menembus Rp 8.000 triliun hingga akhir tahun. Agar dana asing ini masuk ke pasar modal Indonesia, big-tech Indonesia tidak boleh hanya listing di bursa di luar negeri, di AS atau Singapura. Kalau pun listing di luar energi, kita mengharapkan dual listing. Ketiga, IPO tiga big-tech tahun ini dan bakal puluhan hingga ratusan pada tahun-tahun akan datang meningkatkan daya tarik pasar saham Indonesia, baik daya tarik bagi pemodal asing maupun para investor lokal, khususnya para milenial. Jumlah investor di BEI per Juni 2021 sudah mencapai 5,6 juta, naik 56,5% dari 2,5 juta akhir Desember 2019. Keempat, masuknya big-tech akan menambah alternatif investasi di BEI. Para investor kini bisa melihat peluang untuk meraih capital gain dari perusahaan teknologi. Kelima, dengan masuknya big-tech di BEI, komposisi top ten berdasarkan market cap kemungkinan besar akan berubah. Hingga 16 Juli 2021, Bank Central Asia (BBCA) memimpin market cap di BEI dengan nilai Rp 745,7 triliun, disusul Bank BRI (BBRI) di urutan kedua sebesar Rp 468,9 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rop 314 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 271,4 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,1 triliun, Astra International (ASII) Rp 197,6 triliun, Unilever (UNVR) Rp 196,5 triliun, Chandra Asri (TPIA) Rp 170,8 triliun, Elang Mahkota (EMTK) Rp 153,6 triliun, dan DCI Indonesia (DCII) sebesar Rp 140,6 triliun.

(Oleh - HR1)




BPS: Sektor Industri Mulai Bergerak

16 Jul 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong pada Juni 2021 mencapai US$ 13,04 miliar, atau naik 19,15% dibandingkan Mei 2021 (month to month/mtm) atau naik 72,09% dibandingkan Juni 2020 (year on year/yoy). “Informasi ini cukup menarik karena impor bahan baku/penolong dampaknya akan baik terhadap kinerja sektor riil. Kenaikan impor bahan baku/penolong mengindikasikan sektor industri mulai bergerak,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers, Kamis (15/7). Sementara itu, nilai impor barang modal mencapai US$ 2,55 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 35,02% mtm atau 43,42% yoy. Menurut Kepala BPS, peningkatan impor barang modal ini akan bagus buat Indonesia karena terkait peningkatan kapasitas produksi. “Harapannya kalau kapasitas produksi mulai meningkat, produksi juga meningkat,” ucap Margo Yuwono.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juni 2021 naik 33,45% dibanding periode yang sama 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,05% serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,21%. “Kalau dilihat dari kinerja ekspor menunjukkan indikator baik, karena secara year on year ekspor meningkat 54,46%. Diantaranya karena industri tambang dan pertanian meningkat,” ucap Margo Yuwono. Impor migas Juni 2021 senilai US$ 2,30 miliar, naik 11,44% mtm atau naik 239,38% yoy. Impor nonmigas Juni 2021 senilai US$ 14,93 miliar, naik 22,66% mtm atau naik 48,08% yoy

(Oleh - HR1)