Ekonomi
( 40554 )Menperin : Otomotif Masih Berkontribusi Gemilang Bagi Industri Nasional
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hingga saat ini industri otomotif di tanah air masih menjadi salah satu satu subsektor manutaktur yang memberikan kontribusi gemilang pada industri nasional.
Ekspor produk otomotif untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih termasuk, komponen pada periode Januari-April 2021 tercatat sebesar Rp29,88 trillun, sekitar Ap18,63 triliun di antaranya merupakan ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) dari Indonesia ke lebih dari 80 negara.
Kinerja produksi kendaraan bermotor R4 atau lebih periode Januari sampai dengan Mei 2021 tercatat sebesar 413 ribu unit, dan penjualan (wholesales) sebesar 320 ribu unit. Total penjualan hingga periode Juni 2021 telah mencapai 167.774 unit.
Sangat Tinggi Transaksi Tokopedia E-Samsat Jatim
Terdapat kenaikan transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat Tokopedia E-samsat hingga 3 kali lipat pada kuartal I 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Khusus di Jawa Timur, kenaikan bahkan hampir 12 kali lipat.
Layanan Tokopedia E-Samsat diharapkan tidak hanya dapat mampu membantu masyarakat dalam membayar pajak, tetapi juga berkontribusi mendorong perkembangan ekonomi digital di Jatim.
Melalui Tokopedia E-Samsat, wajib pajak dapat membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan mendapatkan Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran Elektrik (E-TBPKP) sah yang dapat diunduh dan dicetak sendiri.
Investasi Asing US$ 16 Miliar Siap Masuk, Pembangunan Infrastruktur Logistik Wajib Didukung Value Creation
Infrastruktur sangat
menentukan dan besar pengaruhnya
dalam dua hal penting, yaitu pengembangan ekonomi dan logistik berdaya saing. Namun, infrastruktur
tidak serta merta dapat langsung
memberikan kontribusi terhadap
kedua hal penting tersebut. Sebab, diperlukan pengembangan
pendukung lainnya atau value creation agar terwujud peningkatan
perekonomian dengan kehadiran
infrastruktur tersebut.
Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H
Sumadilaga mengatakan, di samping
pembangunan infrastruktur yang
dilakukan oleh pemerintah pusat,
ada pengembangan lain yang harus
dilakukan oleh daerah sekitarnya
untuk mendukung upaya pengembangan logistik.
“Artinya, jangan sampai setelah
dibangunnya infrastruktur tapi
terhadap land uses aktivitasnya atau
value creation-nya tidak terbangun
sehingga tidak menimbulkan value
pada daerah sekitarnya,” ungkap
Danis H Sumadilaga dalam acara
Investor Daily Summit 2021 bertajuk
“Mewujudkan Infrastruktur Logistik
yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan harian Investor Daily secara
virtual, Selasa (13/7).
Pada kesempatan yang sama,
Chief Risk Officer INA Marita
Alisjahbana menjelaskan, sejumlah investor asing sudah
berbicara dengan INA dan sudah menunjukkan minatnya
untuk berinvestasi melalui INA.
Beberapa di antaranya bersifat
government to government (G to
G) dengan nilai mencapai US$
16 miliar yang terdiri atas Uni
Emirat Arab (UAE) US$ 10 miliar, Japan Bank for International
Cooperation (JBIC) US$ 4 miliar,
dan US International Development Finance Corporation (US
DFC) US$ 2 miliar.
“Investor asing sampai sekarang sudah banyak diajak
bicara dan sudah bekerja sama
dengan INA atau sudah menunjukkan minatnya itu adalah yang
dari hubungan G to G yang
sudah sering dengar dari UEA
US$ 10 miliar, JBIC sudah mengatakan US$ 4 miliar, dari US
DFC US$ 2 miliar,” kata Marita.
(Oleh - HR1)
Polisi Inggris Mencatatkan Rekor Penyitaan Kripto
London - Kepolisian Inggris mengumumkan telah menyita rekor 180 juta pound (setara US$ 250 juta atau 210 juta euro) dalam bentuk cryptocurrency yang diduga telah digunakan dalam perusahaan kriminal. Jumlah sitaan itu bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap praktik pencucian uang dan penggunaan intelijen internasional yang menerima transfer aset kriminal. Kepolisian juga percaya jaringan itu terkait dengan rekor tangkapan kripto kriminal sebelumnya yang dilakukan bulan lalu.
Pada penyitaan-penyitaan aset digital sebelumnya, Polisi Metropolitan tidak mengatakan jenis kripto apa yang terlibat. Seiring berkembangnya teknologi dan platform online, beberapa kriminal beralih ke metode pencucian yang lebih canggih untuk keuntungan mereka. Cryptocurrency sulit dilacak, pada gilirannya membuatnya sulit untuk diatur. Bitcoin, unit virtual paling populer di dunia, dibuat pada 2008 sebagai alternatif dari mata uang tradisional. Mata uang kripto tersebut dicetak dengan memecahkan teka-teki menggunakan komputer canggih yang menghabiskan banyak sekali listrik.
(Oleh - IDS)
Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi
Industri makanan dan minuman (mamin)
kini menjadi motor pertumbuhan ekspor dan investasi
nasional. Tahun lalu, ekspor dan investasi mamin
masih bisa tumbuh, kendati pandemi Covid-19
menghantam dunia. Tren ini berlanjut pada 2021.
Ke depan, prospek mamin
berbasis lokal sangat
menjanjikan dan bisa bersaing dengan produk asing,
bahkan mampu bersaing di
kancah global. Potensi bahan baku
lokal yang sangat besar di dalam
negeri bisa menjadi keuntungan
yang dapat menjadi amunisi untuk
industri mamin bersaing di kancah
internasional. Sejalan dengan itu,
dibutuhkan sinergi dari seluruh para
pemangku kepentingan untuk mewujudkan produk mamin berbasis lokal
dengan keunggulan tersendiri, yang
didorong keberlanjutan rantai pasok
dari hulu ke hilir.
Demikian rangkuman dalam
Investor Daily Summit 2021 sesi tiga
dengan tema Memperkuat Industri
Makanan Minuman Berbasis Lokal,
Selasa (13/7). Dalam sesi tersebut,
hadir sebagai keynote speaker Wakil
Menteri Perdagangan (Wamendag)
Jerry Sambuaga, sedangkan panelis
terdiri atas Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman
Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Nestle
Indonesia Ganesan Ampalavanar, VP
General Secretary Danone Indonesia
Vera Galuh Sugijanto, dan Direktur
PT Garuda Food Putra Putri Jaya
Tbk (Garuda Food) Paulus Tedjosutikno.
Perjanjian dagang berikutnya
yang berpengaruh signifikan adalah
Indonesia-European Free Trade
Association (EFTA) atau IE-CEPA.
Adapun anggota EFTA adalah
Swiss, Liechtenstein, Norwegia,
dan Islandia. Perjanjian dagang ini
memberikan sebuah kesadaran
bahwa produk-produk dari Indonesia, termasuk minyak sawit mentah
(CPO) bisa masuk kawasan itu.
Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan masih tumbuh 1,58%
tahun lalu saat ekonomi kontraksi
2,07%. Tren ini berlanjut pada kuartal I-2021. Pada kuartal itu, industri
mamin tumbuh 2,45%, melampaui
laju produk domestik bruto (PDB)
0,74%.
“Industri mamin punya prospek
bagus sekali, kita punya potensi
besar untuk ketersediaan bahan
baku di dalam negeri. Perlu kolaborasi, inovasi, sinkronisasi kebijakan
dari hulu ke hilir sehingga potensi
yang sangat besar bisa kita raih, dan
menjadi keunggulan indonesia, serta
berkontribusi ke pembangunan indonesia ke depannya,” kata Adhi
Adhi melanjutkan, penjualan
produk mamin Indonesia di luar negeri juga terus bertumbuh tiap tahunnya. “Ekspor kita terus meningkat.
Tahun lalu, ekspor naik 14% menjadi
US$ 31 miliar dan berkontribusi 24%
terhadap produk manufaktur. Pertumbuhan ekspor kita khusus untuk
semiprocess dan process food naik,
meski impornya juga naik,” ujar dia
(Oleh - HR1)
Baru 95 Hari Kerja, INA Sudah Berhasil Gaet 3 Investor Asing
Jakarta - Baru bekerja 95 hari, Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) sudah berhasil mengajak tiga investor asing untuk berkomitmen menanamkan modal senilai US$ 3,75 miliar di aset jalan tol. Dari total komitmen US$ 3,75 miliar itu, senilai US$ 750 juta di antaranya berasal dari INA dan masing-masing dari tiga investor asing itu US$ 1 miliar. Setelah MoU, tahap berikutnya adalah due diligence agar komitmen ini bisa terealisasi ke dalam transaksi.
Selain itu, INA telah meneken kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjajaki investasi di sektor energi. Kerja sama juga dilakukan dengan Kementrian BUMN serta BUMN, antaralain Telkom, Angkasa Pura, Pelindo, Pertamina, dan Kimia Farma. Saat ini, INA sedang menindaklanjuti 8-10 aset yang berpotensi untuk diadakan kerja sama dengan lembaga ini. Semua proyek tersebar di berbagai sektor, mulai jalan tol, bandara, pelabuhan, hingga healthcare services.
(Oleh - IDS)
Subsektor Kurir dan Pos Pulih lebih Cepat
Jakarta - Subsektor kurir dan pos bakal pulih lebih cepat dari hantaman pandemi Covid-19, dibandingkan subsektor logistik lainnya. Sebab, kurir dan pos terdongkrak booming bisnis perdagangan elektronik (e-commerce). Masih ada peluang di sektor logistik di tengah pandemi, terutama untuk pergudangan, pos, dan kurir. Hal ini ditopang juga oleh pembangunan infrastruktur yang memicu efisiensi sektor logistik.
Perusahaan yang terdampak berat pandemi Covid-19 kini menerapkan tiga strategi untuk bertahan. Pertama, kolaborasi dengan perusahaan lain untuk menjangkau konsumen ritel. Kedua, adaptasi model bisnis. Ketiga, memacu efiesiensi dengan menerapkan teknologi informasi (TI). Perusahaan logistik yang terimbas positif pandemi juga akan menghadapi tantangan, seperti tuntutan mengirim barang tepat waktu dan kualitas tetap baik.
Sektor logistik juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Sektor ini mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan membangun kolaborasi ekosistem logistik. Kemudian, memanfaatkan teknologi untuk melakukan inovasi layanan logistik, serta meningkatkan efisiensi supply chain dalam mendukung berbagai industri lainnya dalam konsep track, trace, dan timeliness.
(Oleh - IDS)
Turunkan Harga Tes Covid-19
Indonesia masih kedodoran menghadapi wabah Covid-19. Jumlah testing dan tracing yang belum maksimal dinilai menjadi salah satu pemicu lonjakan kasus Covid-19 hari-hari ini. Apalagi, sejumlah pihak menilai, tarif tes Covid-19 secara mandiri di Indonesia masih memberatkan sehingga angka testing masih jalan di tempat. Sebagai catatan, Selasa (13/7), kasus baru infeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 47.899 dengan jumlah kematian 865 orang. Ini adalah angka kasus baru dan kematian harian tertinggi di dunia. Bahkan, kasus harian Covid-19 di Indonesia sudah melampaui India.
Berdasarkan data Covid19.go.id, total spesimen diperiksa hingga kemarin mencapai 22,13 juta. Perinciannya, jumlah tes PCR dan tes cepat molekuler (TCM) sebanyak 1796 juta dan tes antigen sebanyak 4,17 juta. Jumlah tes Covid-19 bahkan lebih rendah dibandingkan jumlah total vaksinasi dosis pertama yang mencapai 36,91 juta. Salah satu penyebabnya rendahnya jumlah testing di Indonesia adalah masih tingginya biaya tes Covid-19. Saat ini, harga tes antigen di Indonesia berkisar antara Rp 100.000-Rp 250.000. Memang, harga tersebut dalam rentang harga tes antigen yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni maksimal Rp 250.000 di Jawa dan Rp 275.000 di Luar Jawa. Namun, biaya tersebut relatif mahal jika dibandingkan biaya tes di negara lain, kecuali di sejumlah negara maju. UNICEF mencatat, rata-rata biaya tes antigen di dunia berkisar US$ 4-US$ 4,20 atau Rp 58.000 hingga Rp 60.900 (kurs Rp 14.500 per dollar AS).
Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman berharap, pemerintah bisa menekan harga alat tes Covid-19 menjadi lebih terjangkau. Tingginya biaya tes ini menyebabkan testing, tracing dan treatment (3T) di Indonesia belum berjalan maksimal. Menurut dia, testing tidak harus melalui tes swab PCR. Tes antigen pun cukup ideal sesuai standar dan rekomendasi WHO. Apalagi teknologi PCR dan antigen semakin berkembang, sehingga hasil tes menjadi lebih akurat dengan harga yang lebih murah.Potensi Pajak Korporasi Merugi Rp 8 Triliun
Rencana pemerintah menggali sumber-sumber penerimaan pajak baru, masih dalam pembahasan. Salah satunya, rencana pemungutan pajak terhadap korporasi yang merugi lewat skema Alternative Minimum Tax (AMT). Dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Dirjen Pajak berencana mengenakan tarif pajak sebesar 1% dari peredaran usaha atau omzet.
Dalam Naskah Akademik RUU KUP, Kemkeu mencatat setidaknya terdapat 9.496 wajib pajak yang mengalami kerugian fiskal lima tahun berturut-turut sejak tahun 2015 hingga 2019. Jumlah penghasilan bruto wajib pajak tersebut pada tahun 2019 sekitar Rp 830 triliun. Menurut pemerintah, penerapan AMT bisa meminimalisasi terjadinya penghindaran pajak (tax avoidance) dengan memanfaatkan fasilitas. Modusnya, memanipulasi pengurang penghasilan serta melakukan perencanaan pajak yang agresif (aggressive tax planning).Industri Makanan Minuman Kebal Pandemi Covid-19
Sebagai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, industri makanan dan minuman masih mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, industri makanan dan minuman terkait erat dengan konsumsi rumah tangga. Selama masa pandemi, konsumsi rumah tangga Indonesia turun 2,63% pada 2020, kemudian level penurunannya sedikit berkurang jadi minus 2,23% di kuartal I-2021.
Meski konsumsi rumah tangga terkoreksi dan Indonesia turun kelas, sektor makanan dan minuman masih bisa bertahan meski terdapat banyak tekanan. Tahun lalu, industri makanan dan minuman masih bisa tumbuh positif 1,58%, sementara di kuartal I-2021, industri ini tumbuh 2,45%. Semoga tahun 2021 industri makanan dan minuman bisa tumbuh 5%-7% di tengah pandemi Covid-19. Kami juga yakin perekonomian Indonesia tumbuh 4%-5% tahun ini, ujar Adhi dalam acara Investor Daily Summit 2021 secara virtual, Selasa (13/7). Dia juga menyebutkan, industri makanan minuman masih memiliki daya tarik bagi investor, terutama investor asing. Terbukti, total foreign direct investment (FDI) di sektor makanan minuman senilai US$ 0,97 miliar di kuartal I-2021 atau tumbuh 224% (yoy). Angka ini juga mendekati realisasi FDI industri makanan minuman pada tahun lalu US$ 1,60 miliar. Di sisi lain, permintaan ekspor makanan minuman tak menurun saat pandemi. Di 2020, ekspor produk makanan minuman Indonesia naik 14,14% menjadi US$ 31,09 miliar.Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









