;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Transaksi Hewan Kurban Minim

18 Jul 2021

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan menjamin ketersediaan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1442 H/2021 M. Saat ini, stok hewan kurban di Sulsel mencapai 90.020 ekor, terdiri dari sapi sebanyak 62.445 ekor, kambing 18.631 ekor, dan kerbau 8.944 ekor.

Untuk stok sapi, terbanyak di Kabupaten Sinjai yakni 11.115 ekor, disusul Kabupaten Gowa 8.084, Kabupaten Maros 6.503, dan Kabupaten Wajo 4.907 ekor.

Sementara stok paling rendah di Toraja Utara 108 ekor, Kabupaten Luwu Timur 228 ekor, Pangkep 315, dan Kepulauan Selayar 360 ekor. Namun Toraja Utara menyimpan stok kerbau terbanyak, mencapai 7.200 ekor kerbau.

Meski stok cukup melimpah, namun tiga hari menjelang Hari Raya Kurban, menurut Taufik transaksi atau pembelian sapi kurban masih minim. Salah satu penyebabnya kata Taufik ialah kondisi pandemi covid-19 yang jadi pemicu rendahnya pendapatan masyarakat. Transaksi hewan kurban tergolong minim sejauh ini.


Modal Asing di Pasar Domestik

17 Jul 2021

Bank Indonesia mencatat aliran modal asing sebesar Rp 7,55 triliun ke pasar keuangan domestik pada pekan ketiga Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyatakan mayoritas dana tersebut mengalir ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), yaitu mencapai Rp 5,73 triliun.

Masuknya investasi asing pekan ini menunjukkan tren positif jika dilihat sejak awal Juli. Bank Indonesia mencatat pasar domestik hanya mendapatkan Rp 0,64 triliun dana asing pada periode 5-8 Juli lalu. Sepekan sebelumnya, modal asing justru keluar sebanyak Rp 4,65 triliun. Meski terdapat aliran modal masuk pekan ini, premi risiko investasi Indonesia lima tahun meningkat. Risikonya naik ke level 77,03 basis point per 15 Juli dari 76,65 basis point per 9 Juli 2021.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dana yang masuk di pasar obligasi dalam negeri menunjukkan tingginya minat pada surat utang pemerintah. Salah satunya dipicu peringkat obligasi pemerintah.

Sementara itu, menurut analis dari Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono, rendahnya investasi asing yang masuk ke pasar saham dalam negeri dipicu oleh faktor global. Saat ini pemerintah Amerika Serikat dan negara Eropa memberikan beragam stimulus untuk memperbaiki perekonomian mereka.


Terancam PPKM Darurat Berkenpanjangan

17 Jul 2021

Pembatasan kegiatan yang semakin ketat sejak 3 Juli lalu akibat lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 tak terlalu mempengaruhi pergerakan bursa saham dalam negeri. Namun indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi dalam jika penerapan PPKM darurat berlangsung lebih lama.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menuturkan indeks sempat berada di zona merah pada pekan pertama pelaksanaan PPKM darurat. Namun penurunannya tidak terlalu dalam lantaran IHSG masih bertahan di level 6.000. Pekan ini kondisinya membaik, yang terlihat dari performa indeks yang menguat 0,54 persen dibanding pada pekan sebelumnya.

Hans menuturkan pelaku pasar telah mengantisipasi kebijakan pemerintah untuk membatasi pergerakan masyarakat. Sebab, kenaikan jumlah kasus Covid-19 juga tampak di beberapa negara lain. Menurut Hans, pelaku pasar mungkin akan bereaksi jika pembatasan kegiatan yang seharusnya selesai pada 20 Juli ini berlangsung lebih dari tiga bulan.

Hal ini terlihat ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan wacana perpanjangan PPKM darurat selama 4-6 pekan. IHSG sempat menyentuh level 5.900, meski kemudian menguat kembali ke kisaran 6.000. Jika PPKM darurat berlangsung lebih dari enam pekan, Ibrahim menuturkan, indeks bisa melemah hingga ke level 5.700.


RI Sudah Terima 14,7 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca

17 Jul 2021

Indonesia menerima vaksin Covid-19 tahap ke-26 sebanyak 1.041.400 dosis buatan AstraZeneca, Jumat (16/7). Pengiriman vaksin ini merupakan bagian dari perjanjian bilateral antara AstraZeneca dan Pemerintah Indonesia untuk pengiriman 50 juta dosis. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemkes) Oscar Primadi mengatakan, dengan kedatangan vaksin Covid-19 tersebut, hingga saat ini Indonesia sudah menerima sekitar 14,7 juta dosis vaksin AstraZeneca.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak AstraZeneca yang telah membantu masyarakat Indonesia untuk memperoleh vaksinasi, serta seluruh pihak yang telah membantu memperlancar kedatangan dan pendistribusian vaksin-vaksin yang kita peroleh," katanya, Jumat (16/7). Pemerintah menargetkan, pada Agustus nanti bisa memberikan dua juta vaksin Covid-19 per hari kepada masyarakat di seluruh negeri. Dengan begitu, bisa segera terbentuk herd immunity atau kekebalan kawanan.

Fitur Baru QRIS Bisa Transfer, Tarik dan Setor

17 Jul 2021

Bank Indonesia (BI) melihat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai game changer pada sistem pembayaran. Lihatlah salah satu keunggulan QRIS di masa pandemi ini: transaksi bisa dilakukan tanpa tatap muka. Maka, Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menyatakan akan menambah fitur tarik, transfer, dan setor pada layanan QRIS.

Ia menyebut fitur teranyar ini akan memperkuat dan mendukung transaksi masyarakat di tengah PPKM darurat. Terlebih, pada pekan pertama PPKM darurat ini, transaksi QRIS mencapai 8,37 juta kali naik 7,63% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Adapun nominal transaksinya mencapai Rp 727,2 miliar atau meningkat 32,5% dalam satu pekan. Saat ini sudah ada 7,7 juta merchant mengadopsi QRIS, dari target 12 juta di tahun 2021.

Demam IPO Big Tech Melanda Investor RI

16 Jul 2021

Pandemi Cavid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir meski terjadi sedikit penurunan dalam tiga hari terakhir. Ekonomi kembali slow down setelah sempat menggeliat pada semester pertama 2021. Tapi, di pasar modal, tetap ada kegairahan. Para investor milenial dilanda demam initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham big-tech. IPO saham PT Bukalapak Tbk sedang berjalan. Perusahaan Go-To yang lebih berencana masuk pasar modal sepertinya disalip oleh Bukalapak yang akan menawarkan 25,7 miliar lembar sahamnya di harga Rp 750- 850 pada 28-30 Juli 2021. Kendati demikian, Go-To, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia tetap melakukan penawaran umum tahun ini. Selain Bukalapak, ada tiga big-tech lain yang siap masuk bursa tahun ini, yakni Go-To, Traveloka, dan J&T Express. Yang disebut big-tech adalah perusahaan besar yang bergerak di bidang informations and communication technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi.

Rencana IPO big-tech telah memicu harapan baru di pasar modal. Pertama, selama ini, dana asing masuk ke Indonesia langsung ke perusahaan rintisan. Dana disuntikkan ke startup oleh perusahaan asing hingga perusahaan rintisan itu menjadi big-tech, unicorn dan decacorn. Para investor pasar modal mengharapkan agar asing yang menyuntikkan dana ke startup itu kini beralih ke pasar modal dengan ikut membeli saham-saham big-tech, baik pada saat IPO maupun di pasar sekunder. Kedua, dana asing yang mencari lahan investasi di dunia sangat banyak. Paling tidak, ada US$ 40 miliar dana asing yang siap masuk ke pasar modal Indonesia. Jika dana ini bisa masuk ke pasar modal Indonesia, market cap di BEI yang baru sekitar Rp 7.000 triliun lebih akan menggelembung menembus Rp 8.000 triliun hingga akhir tahun. Agar dana asing ini masuk ke pasar modal Indonesia, big-tech Indonesia tidak boleh hanya listing di bursa di luar negeri, di AS atau Singapura. Kalau pun listing di luar energi, kita mengharapkan dual listing. Ketiga, IPO tiga big-tech tahun ini dan bakal puluhan hingga ratusan pada tahun-tahun akan datang meningkatkan daya tarik pasar saham Indonesia, baik daya tarik bagi pemodal asing maupun para investor lokal, khususnya para milenial. Jumlah investor di BEI per Juni 2021 sudah mencapai 5,6 juta, naik 56,5% dari 2,5 juta akhir Desember 2019. Keempat, masuknya big-tech akan menambah alternatif investasi di BEI. Para investor kini bisa melihat peluang untuk meraih capital gain dari perusahaan teknologi. Kelima, dengan masuknya big-tech di BEI, komposisi top ten berdasarkan market cap kemungkinan besar akan berubah. Hingga 16 Juli 2021, Bank Central Asia (BBCA) memimpin market cap di BEI dengan nilai Rp 745,7 triliun, disusul Bank BRI (BBRI) di urutan kedua sebesar Rp 468,9 triliun, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) Rop 314 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 271,4 triliun, Bank Jago (ARTO) Rp 218,1 triliun, Astra International (ASII) Rp 197,6 triliun, Unilever (UNVR) Rp 196,5 triliun, Chandra Asri (TPIA) Rp 170,8 triliun, Elang Mahkota (EMTK) Rp 153,6 triliun, dan DCI Indonesia (DCII) sebesar Rp 140,6 triliun.

(Oleh - HR1)




BPS: Sektor Industri Mulai Bergerak

16 Jul 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong pada Juni 2021 mencapai US$ 13,04 miliar, atau naik 19,15% dibandingkan Mei 2021 (month to month/mtm) atau naik 72,09% dibandingkan Juni 2020 (year on year/yoy). “Informasi ini cukup menarik karena impor bahan baku/penolong dampaknya akan baik terhadap kinerja sektor riil. Kenaikan impor bahan baku/penolong mengindikasikan sektor industri mulai bergerak,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi pers, Kamis (15/7). Sementara itu, nilai impor barang modal mencapai US$ 2,55 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 35,02% mtm atau 43,42% yoy. Menurut Kepala BPS, peningkatan impor barang modal ini akan bagus buat Indonesia karena terkait peningkatan kapasitas produksi. “Harapannya kalau kapasitas produksi mulai meningkat, produksi juga meningkat,” ucap Margo Yuwono.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juni 2021 naik 33,45% dibanding periode yang sama 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,05% serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,21%. “Kalau dilihat dari kinerja ekspor menunjukkan indikator baik, karena secara year on year ekspor meningkat 54,46%. Diantaranya karena industri tambang dan pertanian meningkat,” ucap Margo Yuwono. Impor migas Juni 2021 senilai US$ 2,30 miliar, naik 11,44% mtm atau naik 239,38% yoy. Impor nonmigas Juni 2021 senilai US$ 14,93 miliar, naik 22,66% mtm atau naik 48,08% yoy

(Oleh - HR1)

Unicorn-Decacor Berpeluang Mendominasi Indeks LQ45 dan MSCI

16 Jul 2021

Sebanyak tiga unicorn dan decacorn akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan listing pada 6 Agustus 2021. Tiga perusahaan tersebut adalah Gojek-Tokopedia (GoTo), PT Global JET Express (J&T Express), dan PT Tinusa Travelindo (Traveloka). Saham unicorn dan decacorn tersebut berpeluang mendominasi indeks LQ45 dan MSCI. “Apabila semua perusahaan itu resmi melantai, bukan tidak mungkin indeks LQ45 atau MSCI akan didominasi oleh perusahaan teknologi ke depannya,” kata Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7). Berdasarkan data, GoTo menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar yakni sebanyak US$ 18 miliar atau setara dengan Rp 261 triliun pada tahun lalu. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar J&T Express sebesar US$ 7,8 miliar atau Rp 113,1 triliun. Bukalapak senilai US$ 6,05 miliar atau Rp 87,72 triliun dan Traveloka mencapai US$ 2,75 miliar atau setara dengan Rp 39,87 triliun. Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengungkapkan, tiga perusahaan teknologi berstatus unicorn dan decacorn dengan total valuasi mencapai US$ 21 miliar atau setara Rp 311,75 triliun berencana melakukan IPO saham.

Beberapa karakteristik tersebut berlaku bagi perusahaan financial technology (fintech) atau unicorndecacorn, industri healthcare, dan industri yang bergerak di bidang renewable energy, food estate, dan beberapa industri baru yang mungkin akan berkembang. Salah satu bentuk penawaran berbeda yang akan diterapkan OJK kepada perusahaan unicorn dan decaron adalah dengan memberlakukan dual class-shares dengan multiple voting shares. Melalui pengaturan seperti ini memungkinkan bagi para pendiri unicorn atau decacorn menjadi para pengendalinya. Sehingga dapat membangun dan mengembangkan bisnis sesuai visi dan misi yang sudah direncanakan.

(Oleh - HR1)

Chiyoda Garap EPC Proyek Smelter Freeport

16 Jul 2021

PT Chiyoda International Indonesia terpilih untuk menggarap kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama yang dilakukan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia. Kontrak tersebut mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo. Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar. Nao to berharap, pengalaman dan kepe mimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional.

(Oleh - HR1)

Emiten Tekstil, PBRX Seriusi Produksi APD

16 Jul 2021

Bisnis, Jakarta - Emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk. kian serius menggarap usaha produksi alat pelindung diri (APD) dan masker kain. Emiten dengan kode saham PBRX ini pun akan menambahkan kegiatan usaha alat pelindung diri (APD) dan masker kain ke dalam anggaran dasar. Untuk itu, PBRX akan meminta restu pemegang saham soal penambahan kegiatan usaha tersebut saat rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Adapun, pertimbangan menambah kegiatan usaha tersebut didorong oleh pandemi Covid-19 yang merebak sejak tahun lalu. Pandemi telah meningkatkan kebutuhan APD dan masker yang diperlukan oleh tenaga medis dan masyarakat.

PBRX sebenarnya sudah memproduksi APD dan masker kain untuk digunakan sendiri maupun didonasikan kepada pihak tertentu. Perseroan menegaskan dengan pengalaman puluhan tahun dalam memproduksi produk garmen menjadi nilai tambah perseroan dalam mendukung kebutuhan APD dengan merek I-PAN dan Mask-On. Penambahan kegiatan usaha ini juga sebagai bagian upaya perseroan meningkatkan kinerja di tengah pelemahan daya beli masyarakat akibat pandemi. 

(Oleh - IDS)