Ekonomi
( 40460 )Percepat Vaksinasi, Intelijen Siap Datangi Rumah Warga
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung 3-20 Juli di Jawa dan Bali serta 15 kabupaten/kota di seluruh Indonesia berdampak negatif pada pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Dalam sepekan terakhir, target vaksinasi 1 juta dosis per hari tak pernah tercapai. Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan, penurunan jumlah vaksinasi ini penyebab utamanya adalah PPKM Darurat. Tak hanya itu, ada masalah lain yang juga menyebabkan pelaksanaan vaksinasi jalan lambat yakni tenaga kesehatan (nakes) saat ini tengah fokus melakukan upaya penurunan laju penularan Covid-19, sehingga nakes untuk vaksinator berkurang.
Agar bisa mengejar ketertinggalan pencapaian program vaksinasi dalam beberapa hari terakhir ini, Badan Intelijen Negara (BIN) turun tangan melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah (door to door). Vaksinasi door to door ini untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses terhadap vaksin. "Metode vaksinasi door to door yang kami gunakan, mengadopsi metode vaksinasi yang digunakan beberapa negara yang telah mampu meningkatkan partisipasi," ujar Budi Gunawan, Kepala BIN, Rabu (14/7).Kegiatan Bisnis Lesu Lagi Kuartal III
Bank Indonesia (BI) memperkirakan kegiatan dunia usaha kembali lesu pada kuartal III-2021. Penyebabnya tak lain karena kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat untuk meredam lonjakan pasien positif korona di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dilakukan BI menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang sebesar 9,77% atau lebih kecil dari 18,98% pada kuartal II-2021. "Meski melambat, ini masih berada di zona positif," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan tertulis, Rabu (14/7).
Survei BI menunjukkan sektor usaha yang mengalami tekanan terdalam industri pengolahan dengan SBT -1,84%. Kedua, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT -1,93%. Sektor lain yang diprediksi melambat adalah Perdagangan, Hotel, dan Restoran dengan SBT sebesar 0,88%. BI juga melihat sektor yang melambat diantaranya adalah Pengangkutan dan Komunikasi dengan SBT 0,62% serta sektor keuangan, real estat dan jasa dengan SBT 1,83%.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik (Inaplas), Fajar Budiono sependapat dengan survei BI ini. Ia menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat kegiatan usaha turun sekitar 20%. Ia berharap kebijakan ini tidak berkepanjangan dan bisa berakhir pada Juli 2021.Lindungi Pekerja Terdampak
Kenaikan kasus Covid-19 yang belum terkendali di tengah pembatasan kegiatan masyarakat diperkirakan semakin menekan sektor ketenagakerjaan. Pemerintah mesti hadir untuk meminimalkan pemutusan hubungan kerja dan melindungi pekerja yang terdampak Covid-19 dan kehilangan sumber penghasilan. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Rabu (14/7/2021), berpendapat, di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang belum terkendali dan perpanjangan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) ada di depan mata.
Berdasarkan laporan dari anggota serikat, tidak sedikit perusahaan yang tengah berunding dengan serikat pekerja untuk membicarakan rencana PHK. Fenomena itu tampak di berbagai sektor manufaktur, mulai dari skala kecil-menengah hingga besar, serta di sejumlah daerah sasaran PPKM darurat. Daerah yang melaporkan, antara lain, Tangerang, Bekasi, Banten, Karawang, Purwakarta, dan Batam. ”Kami terus mengumpulkan datanya,tetapi dari laporan yang masuk, sudah banyak yang melaporkan negosiasi rencana PHK dari perusahaan. Kenyataan ini perlu jadi peringatan dini,” ujarnya. Selain itu, tiga perusahaan otomotif dan komponen otomotif telah memutuskan mengurangi karyawan hingga 30 persen. Ada pula kasus PHK di sektor pusat perbelanjaan yang terdampak PPKM. ”Tidak bisa saya buka satu per satu identitas perusahaannya, tetapi kasus-kasus itu banyak,” katanya.
Menurut dia, tidak semua pekerja punya keistimewaan bekerja dari rumah dengan upah stabil dan fasilitas memadai. Kluster penularan di pabrik manufaktur yang padat karya pun bermunculan, seperti sektor garmen, tekstil, elektronik, dan komponen otomotif. Di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, misalnya, ratusan buruh yang tertular Covid-19 terpaksa dirumahkan untuk isolasi mandiri. ”Mereka tak berani melapor karena takut perusahaan ditutup. Akhirnya isolasi dan mencari obat/vitamin sendiri. Tidak sedikit yang akhirnya meninggal karena sulit mengakses bantuan dan tidak cukup uang,” kata Said.
Hal senada disampaikan Presiden Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek) Mirah Sumirat. Sampai hari ini, sekitar 60 persen dari total anggota serikatnya mengadukan rencana PHK oleh perusahaan dan kasus PHK yang sudah terjadi. Beberapa pekerja tetap ditawari pensiun dini, sementara pekerja kontrak dipecat sebelum masa kontraknya berakhir.Ada pula karyawan yang dirumahkan tanpa upah atau dengan pemangkasan upah 25-50 persen.
Fenomena disrupsi di sektor ketenagakerjaan juga tertangkap dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) yang mencatat lonjakan kasus PHK sepanjang 2020 dan 2021 sebagai dampak pandemi. Peserta yang mengalami PHK meningkat dan berdampak pada kenaikan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT). Awal tahun ini, per Juni 2021, ada 453.374 pekerja yang mencairkan tabungan JHT karena PHK. Jumlah yang mengklaim JHT sampai Juni mencapai 40,5 persen dari total 1,1 juta pekerja. ”Dapat dilihat, terus terjadi peningkatan kasus PHK. Meski baru setengah tahun, sudah ada 40 persen yang mengklaim JHT karena di-PHK,” kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Roswita Nilakurnia.Blibli.com Kombinasikan Daring dan Luring
Perusahaan
penyedia platform e-dagang, Blibli.com, meluncurkan kombinasi layanan daring
dan luring (online to offline) untuk memperluas jangkauan konsumen. Ini berupa layanan
barang dan jasa yang sekaligus bisa dilakukan baik di kanal daring dan toko
fisik. ”Kami menyadari bahwa adopsi teknologi bukan hal yang mudah bagi
sejumlah warga. Oleh karena itu, kami luncurkan fitur layanan daring ke luring
atau omni channel sehingga mitra kami kian mudah dijangkau konsumen,” kata
Co-founder dan CEO Blibli.com Kusumo Martanto, Rabu (14/7/2021), di Jakarta. Ia
berharap dalam satu dekade ke depan fitur ini tetap berjalan. Blibli.com
berkomitmen membina dan mengakomodasi pelaku UMKM. Saat ini, jumlah UMKM yang
bermitra dengan Blibli.com mencapai 75.000 unit. Blibli.com genap beroperasi 10
tahun pada 25 Juli 2021.
RI Banjir Investasi Mobil Listrik dari Jepang, Toyota - Mitsubishi Masuk
Raksasa otomotif
Jepang mulai tertarik mengembangkan kendaraan listrik di indonesia. Mulai dari
Toyota hingga Mitsubishi, ramai-ramai menambahkan suntikan modalnya ke
Indonesia Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Toyota Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Ap 63 trillun, hingga 2024 akan masuk sebanyak Rp 28,3 triliun. Toyota akan memproduksi 10 model mobil listrik hybrid, termasuk 5 model plug in hybrid. Toyota akan membantu membuat produk nasional Kijang menjadi mobil listrik hybrid di 2022. Serta memproduksi battery electric vehicle Lexus UX300e di tahun yang sama.
Selanjutnya, ada Suzuki Motor Corporation yang memiliki komitmen investasi sebesar Rp 21 triliun dan akan masuk Rp 1,2 triliun di awal, Mereka akan memproduksi Suzuki Ertiga Mild Hybrid di tahun 2022, dan Suzuki XL7 Mild Hybrid di tahun 2023.
Mitsubishi Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Rp 11,2 hingga 2024. Nantinya, Mitsubishi akan memproduksi Expander Hybrid di 2023.
Menperin : Otomotif Masih Berkontribusi Gemilang Bagi Industri Nasional
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hingga saat ini industri otomotif di tanah air masih menjadi salah satu satu subsektor manutaktur yang memberikan kontribusi gemilang pada industri nasional.
Ekspor produk otomotif untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih termasuk, komponen pada periode Januari-April 2021 tercatat sebesar Rp29,88 trillun, sekitar Ap18,63 triliun di antaranya merupakan ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) dari Indonesia ke lebih dari 80 negara.
Kinerja produksi kendaraan bermotor R4 atau lebih periode Januari sampai dengan Mei 2021 tercatat sebesar 413 ribu unit, dan penjualan (wholesales) sebesar 320 ribu unit. Total penjualan hingga periode Juni 2021 telah mencapai 167.774 unit.
Sangat Tinggi Transaksi Tokopedia E-Samsat Jatim
Terdapat kenaikan transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat Tokopedia E-samsat hingga 3 kali lipat pada kuartal I 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Khusus di Jawa Timur, kenaikan bahkan hampir 12 kali lipat.
Layanan Tokopedia E-Samsat diharapkan tidak hanya dapat mampu membantu masyarakat dalam membayar pajak, tetapi juga berkontribusi mendorong perkembangan ekonomi digital di Jatim.
Melalui Tokopedia E-Samsat, wajib pajak dapat membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan mendapatkan Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran Elektrik (E-TBPKP) sah yang dapat diunduh dan dicetak sendiri.
Investasi Asing US$ 16 Miliar Siap Masuk, Pembangunan Infrastruktur Logistik Wajib Didukung Value Creation
Infrastruktur sangat
menentukan dan besar pengaruhnya
dalam dua hal penting, yaitu pengembangan ekonomi dan logistik berdaya saing. Namun, infrastruktur
tidak serta merta dapat langsung
memberikan kontribusi terhadap
kedua hal penting tersebut. Sebab, diperlukan pengembangan
pendukung lainnya atau value creation agar terwujud peningkatan
perekonomian dengan kehadiran
infrastruktur tersebut.
Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H
Sumadilaga mengatakan, di samping
pembangunan infrastruktur yang
dilakukan oleh pemerintah pusat,
ada pengembangan lain yang harus
dilakukan oleh daerah sekitarnya
untuk mendukung upaya pengembangan logistik.
“Artinya, jangan sampai setelah
dibangunnya infrastruktur tapi
terhadap land uses aktivitasnya atau
value creation-nya tidak terbangun
sehingga tidak menimbulkan value
pada daerah sekitarnya,” ungkap
Danis H Sumadilaga dalam acara
Investor Daily Summit 2021 bertajuk
“Mewujudkan Infrastruktur Logistik
yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan harian Investor Daily secara
virtual, Selasa (13/7).
Pada kesempatan yang sama,
Chief Risk Officer INA Marita
Alisjahbana menjelaskan, sejumlah investor asing sudah
berbicara dengan INA dan sudah menunjukkan minatnya
untuk berinvestasi melalui INA.
Beberapa di antaranya bersifat
government to government (G to
G) dengan nilai mencapai US$
16 miliar yang terdiri atas Uni
Emirat Arab (UAE) US$ 10 miliar, Japan Bank for International
Cooperation (JBIC) US$ 4 miliar,
dan US International Development Finance Corporation (US
DFC) US$ 2 miliar.
“Investor asing sampai sekarang sudah banyak diajak
bicara dan sudah bekerja sama
dengan INA atau sudah menunjukkan minatnya itu adalah yang
dari hubungan G to G yang
sudah sering dengar dari UEA
US$ 10 miliar, JBIC sudah mengatakan US$ 4 miliar, dari US
DFC US$ 2 miliar,” kata Marita.
(Oleh - HR1)
Polisi Inggris Mencatatkan Rekor Penyitaan Kripto
London - Kepolisian Inggris mengumumkan telah menyita rekor 180 juta pound (setara US$ 250 juta atau 210 juta euro) dalam bentuk cryptocurrency yang diduga telah digunakan dalam perusahaan kriminal. Jumlah sitaan itu bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap praktik pencucian uang dan penggunaan intelijen internasional yang menerima transfer aset kriminal. Kepolisian juga percaya jaringan itu terkait dengan rekor tangkapan kripto kriminal sebelumnya yang dilakukan bulan lalu.
Pada penyitaan-penyitaan aset digital sebelumnya, Polisi Metropolitan tidak mengatakan jenis kripto apa yang terlibat. Seiring berkembangnya teknologi dan platform online, beberapa kriminal beralih ke metode pencucian yang lebih canggih untuk keuntungan mereka. Cryptocurrency sulit dilacak, pada gilirannya membuatnya sulit untuk diatur. Bitcoin, unit virtual paling populer di dunia, dibuat pada 2008 sebagai alternatif dari mata uang tradisional. Mata uang kripto tersebut dicetak dengan memecahkan teka-teki menggunakan komputer canggih yang menghabiskan banyak sekali listrik.
(Oleh - IDS)
Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi
Industri makanan dan minuman (mamin)
kini menjadi motor pertumbuhan ekspor dan investasi
nasional. Tahun lalu, ekspor dan investasi mamin
masih bisa tumbuh, kendati pandemi Covid-19
menghantam dunia. Tren ini berlanjut pada 2021.
Ke depan, prospek mamin
berbasis lokal sangat
menjanjikan dan bisa bersaing dengan produk asing,
bahkan mampu bersaing di
kancah global. Potensi bahan baku
lokal yang sangat besar di dalam
negeri bisa menjadi keuntungan
yang dapat menjadi amunisi untuk
industri mamin bersaing di kancah
internasional. Sejalan dengan itu,
dibutuhkan sinergi dari seluruh para
pemangku kepentingan untuk mewujudkan produk mamin berbasis lokal
dengan keunggulan tersendiri, yang
didorong keberlanjutan rantai pasok
dari hulu ke hilir.
Demikian rangkuman dalam
Investor Daily Summit 2021 sesi tiga
dengan tema Memperkuat Industri
Makanan Minuman Berbasis Lokal,
Selasa (13/7). Dalam sesi tersebut,
hadir sebagai keynote speaker Wakil
Menteri Perdagangan (Wamendag)
Jerry Sambuaga, sedangkan panelis
terdiri atas Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman
Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Nestle
Indonesia Ganesan Ampalavanar, VP
General Secretary Danone Indonesia
Vera Galuh Sugijanto, dan Direktur
PT Garuda Food Putra Putri Jaya
Tbk (Garuda Food) Paulus Tedjosutikno.
Perjanjian dagang berikutnya
yang berpengaruh signifikan adalah
Indonesia-European Free Trade
Association (EFTA) atau IE-CEPA.
Adapun anggota EFTA adalah
Swiss, Liechtenstein, Norwegia,
dan Islandia. Perjanjian dagang ini
memberikan sebuah kesadaran
bahwa produk-produk dari Indonesia, termasuk minyak sawit mentah
(CPO) bisa masuk kawasan itu.
Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan masih tumbuh 1,58%
tahun lalu saat ekonomi kontraksi
2,07%. Tren ini berlanjut pada kuartal I-2021. Pada kuartal itu, industri
mamin tumbuh 2,45%, melampaui
laju produk domestik bruto (PDB)
0,74%.
“Industri mamin punya prospek
bagus sekali, kita punya potensi
besar untuk ketersediaan bahan
baku di dalam negeri. Perlu kolaborasi, inovasi, sinkronisasi kebijakan
dari hulu ke hilir sehingga potensi
yang sangat besar bisa kita raih, dan
menjadi keunggulan indonesia, serta
berkontribusi ke pembangunan indonesia ke depannya,” kata Adhi
Adhi melanjutkan, penjualan
produk mamin Indonesia di luar negeri juga terus bertumbuh tiap tahunnya. “Ekspor kita terus meningkat.
Tahun lalu, ekspor naik 14% menjadi
US$ 31 miliar dan berkontribusi 24%
terhadap produk manufaktur. Pertumbuhan ekspor kita khusus untuk
semiprocess dan process food naik,
meski impornya juga naik,” ujar dia
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









