;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Banyak Pabrik Gula Berusia Ratusan Tahun, Revitalisasinya Butuh Rp 20 Triliun

21 Sep 2021

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Mohammad Abdul Ghani mengatakan industri gula nasional membutuhkan investasi lebih dari Rp 20 triliun untuk membangun SugarCo. SugarCo merupakan induk holding yang menggabungkan 35 pabrik gula yang ada di Indonesia.

Menurut Ghani, investasi tersebut akan dipakai untuk membangun ulang pabrik-pabrik gula menggantikan bangunan yang eksisting saat ini. Musababnya, pabrik gula di sejumlah tempat telah memenuhi kapasitas maksimal produksi dan tidak mungkin direvitalisasi. Pabrik pun banyak yang telah berusia ratusan tahun.

Dengan pembangunan baru, produksi gula dalam negeri akan meningkat sehingga swasembada gula konsumsi terpenuhi. Ghani mengatakan PTPN telah melakukan divestasi saham untuk mencukupi pendanaan tersebut. Adapun porsi saham senilai 49 persen akan ditawarkan kepada investor dan kini memasuki proses valuasi aset.


Kongsi Pengelola di Terminal Patimban

20 Sep 2021

Manajemen PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) akan mengembangkan bisnis terminal kendaraan dan kontainer ekspor di Subang, Jawa Barat, bersama Toyota Tsusho Corporation. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kemitraan dengan entitas global asal Jepang itu akan dimatangkan hingga akhir tahun ini.  Ketua Umum Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, mengatakan strategi kemitraan dan undangan ke calon konsumen dari Jepang menjadi hak operator Pelabuhan Patimban. Pelaku bisnis kini hanya menunggu tawaran layanan dan fasilitas terbaik yang bisa disediakan konsorsium baru itu. "Dari awal, Patimban dibangun untuk mendukung manufaktur di Jawa Barat, khususnya otomotif," kata Koordinator Wakil Ketua Umum IV Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek, dan Inovasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tersebut.  Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, Mahendra Rianto, berharap pembentukan konsorsium tersebut tak melemahkan posisi Indonesia dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban. Pemerintah Indonesia, kata dia, seharusnya membuka peluang bisnis baru bagi pengusaha lokal. 

Gapkindo Sumut Prediksi Harga Karet Masih Terus Membaik

20 Sep 2021

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara memprediksi harga karet SIR20 untuk ekspor masih akan bertahan baik/tinggi hingga akhir tahun 2021. Harga karet ekspor diprediksi terus bertahan baik/tinggi hingga akhir tahun 2021 yakni di kisaran 1,70 dolar AS.

Harga di Juli masih sebesar 1,63 dolar AS per kg, kemudian naik di Agustus menjadi 1,73 dolar AS dan di September di kisaran 1,71 dolar AS per kg.


Kinerja Moncer Bank Jumbo

20 Sep 2021

Perdagangan saham emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan masih bergerak positif hingga akhir tahun. Kepala Riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma, mengatakan perkiraan ini didasari kinerja positif sejumlah emiten perbankan hingga pengujung semester pertama 2021. Ia mengatakan kinerja emiten sektor perbankan masih berpotensi terus naik sampai akhir tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 0,05 persen secara tahunan pada Juli 2021. Kredit perbankan pada periode tersebut didorong oleh kredit konsumsi yang tumbuh 2,4 persen serta kredit usaha mikro, kecil, dan menengah yang naik 1,93 persen. Ekonom dan peneliti dari Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, menilai perbaikan kinerja perbankan akan menarik minat investor untuk memegang portofolio bank yang mencatatkan perbaikan kinerja. Apalagi Bank Indonesia juga memprediksi tingkat penyaluran kredit pada tahun ini akan meningkat dibanding pada tahun lalu, seiring dengan pelonggaran restriksi pergerakan masyarakat.

Masih Tersendat di Belahan Barat

20 Sep 2021

Operator kapal barang atau kargo mengoptimalkan pengiriman peti kemas ke Eropa dan Amerika selama masa pandemi Covid-19, sehingga peti kemas di Asia langka. Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk, Bani Maulana Mulia, mengatakan operator harus mengejar permintaan jasa pengiriman yang sedang melonjak drastis di rute terpadat, dari Cina menuju negara-negara Barat tersebut. “Semua tersedot ke rute yang lebih menguntungkan,” kata Bani, kemarin. Pandemi Covid-19 kemudian memicu pembatasan akses antarnegara. Penurunan kinerja berbagai pelabuhan pangkal atau hub internasional membuat kontainer kosong menumpuk. Untuk bertahan, kata Bani, operator kapal kontainer harus mengurangi muatan agar tidak menghamburkan biaya operasional. “Susah mencari kapal yang menganggur untuk menambah kapasitas karena semuanya sudah penuh." Adapun Direktur Eksekutif National Maritime Institute, Siswanto Rusdi, khawatir akan potensi lonjakan permintaan kargo ekspor dari Indonesia menjelang akhir tahun ini. Tanpa layanan kontainer yang memadai, para pelaku usaha akan melewatkan periode padat atau peak season. “Sangat disayangkan bila bisnisnya terganggu. Padahal permintaan barang dari Eropa pasti tinggi ketika Natal.”

Persaingan Sengit E-Commerce di Asia Tenggara

19 Sep 2021

Akses perdagangan elektronik di kawasan Asia Tenggara akan semakin terbuka setelah Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang ASEAN Agreement on Electronic Commerce (AAEC) atau Persetujuan Asia Tenggara tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik pada Selasa lalu. Undang-undang yang terdiri atas dua pasal utama, yakni persetujuan ratifikasi dan tanggal mulai berlaku, itu memberikan harapan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menjelaskan, AAEC merupakan bagian dari komitmen pemerintah yang telah menandatangani persetujuan pada 22 Januari 2019 di Hanoi, Vietnam, untuk memberi kepastian hukum soal perdagangan elektronik di ASEAN. Terdapat 19 pasal dalam kesepakatan kerja sama tersebut. Beberapa di antaranya adalah soal perlindungan konsumen, fasilitas perdagangan, persaingan usaha, serta logistik. Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, mengungkapkan, peluang transaksi lintas negara lewat e-commerce perlu dimanfaatkan secepat mungkin. Menurut dia, sejauh ini porsi transaksi platform e-commerce yang memiliki crossborder masih kurang dari 5 persen dari total transaksi.

Debitor UMKM Dominasi Program Restrukturisasi Kredit

19 Sep 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong keberlanjutan program restrukturisasi kredit perbankan untuk dapat dioptimalkan oleh debitor yang terkena dampak pandemi Covid-19. Hingga Juli 2021, total outstanding restrukturisasi kredit sebesar Rp 778,91 triliun dengan 5,01 juta debitor. Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menuturkan, sebanyak 72 persen dari jumlah tersebut merupakan debitor segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Wimboh mengatakan UMKM memang menjadi segmen yang paling rentan terkena dampak pandemi karena aktivitas usahanya berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat. Adapun sektor UMKM yang paling banyak memanfaatkan fasilitas restrukturisasi, antara lain, retail, perdagangan besar dan eceran, akomodasi, serta makanan dan minuman. Segmen UMKM diplot sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Terlebih, kegiatan ekonomi saat ini ditopang oleh lebih dari 50 persen transaksi dalam negeri. Wimboh berujar, implementasi restrukturisasi kredit sejauh ini terbilang efektif membantu segmen UMKM, terbukti dari geliat usaha yang mulai membaik. Hal itu ditunjukkan pula dengan pertumbuhan kredit segmen UMKM yang sudah kembali positif, yaitu di atas 2 persen.

Gencar Melobi Pemakaian Mata Uang Lokal

19 Sep 2021

Bank Indonesia (BI) berkomitmen terus merangkul lebih banyak negara mitra dagang dalam kerja sama penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal alias local currency settlement (LCS). Saat ini Indonesia telah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal untuk transaksi perdagangan dan investasi dengan empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, dan Cina. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI, Doddy Zulverdi, mengatakan bank sentral tengah menjajaki pembicaraan dengan sejumlah negara, dimulai dari kawasan Asia Tenggara.  

Duta Besar Republik Indonesia untuk Cina, Djauhari Oratmangun, mengatakan realisasi kerja sama LCS Indonesia dan Cina telah lama dinanti oleh pelaku usaha kedua negara. Di tengah pandemi Covid-19, kerja sama penggunaan mata uang lokal itu diyakini dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. “LCS harus dioptimalkan, sehingga transaksi perdagangan dan investasi serta pariwisata antara Indonesia dan Cina bisa menjadi sumber pemulihan ekonomi,” ucap dia. Dia berharap pelaku usaha bisa memanfaatkan skema LCS. Implementasi LCS di sisi lain dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi dan politik Indonesia dengan Cina. Terakhir, fluktuasi mata uang rupiah ke depan diharapkan dapat lebih stabil seiring dengan perluasan penggunaan LCS yang mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika.

Akhir 2021, Asia Tenggara Diprediksi Miliki 350 Juta Konsumen Digital

19 Sep 2021

Laporan Facebook dan Bain Company memprediksi lebih dari 70 juta orang telah berbelanja daring (online) di enam negara dalam kawasan Asia Tenggara, sejak pandemi Covid-19 dimulai. Laporan ini juga menyebutkan jumlah konsumen digital diproyeksi mencapai 350 juta hingga akhir 2021.  Jumlah tersebut dipicu dorongan pemerintah yang meminta warga negaranya untuk tetap berada di rumah guna memperlambat penyebaran Covid-19. Alhasil, Asia Tenggara memperlihatkan adopsi pesat dalam hal layanan digital, seperti e-commerce, pengiriman makanan, dan metode pembayaran online. Tren ini pun kemungkinan terus berlanjut. Laporan yang dilakukan Facebook dan Bain melibatkan lebih dari 16.000 responden kawasan Asia Tenggara yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

Diantara negara-negara yang di survei, laporan Facebook dan Bain mengungkapkan bahwa Indonesia-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara- Terus mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi. Populasi konsumen digitalnya diprediksi tumbuh sekitar 15% dari 144 juta 2020 menjadi 165 juta pada 2021. Disisi lain masih banyak bagian negara Asia Tenggara yang bergulat dengan kebangkitan Covid-19 karena varian delta yang sangat menular. Hal ini diperburuk dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah di beberapa negara berkembang. Ditambah lagi dengan aturan karantina (lockdown) yang selang-seling, dan pembatasan pergerakan yang menyulitkan konsumen untuk mengunjungi toko-toko fisik, sehingga mendorong banyak pasar e-commerce berkembang pesat.

Menyusul semakin banyaknya pembelian yang dilakukan secara online, layanan teknologi keuangan (Financial teknologi/fintech) seperti "beli barang, bayar nanti", dompet digital dan mata uang kripto juga ikut meluas.  Laporan mengatakan, dompet digital adalah pemilihan pembayaran yang disukai oleh 37% responden, dibandingkan dengan 28% yang masih memilih memakai uang tunai, 19%  untuk kartu kredit atau debit, dan 15% untuk transfer bank. Warga nagara di Philipina, Malaysia, dan Vietnam disebut mengalami peningkatan terbesar dalam hal adopsi dompet digital, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 133%, 87%,dan 82%.

Penjualan Pangan Lewat E-Commerce Diprediksi Rp 180 T

19 Sep 2021

Penjualan produk pangan segar melalui perdagangan elektronik (e-commerce) diprediksi mencapai Rp 21 triliun tahun ini. Jumlah ini akan terus meningkat menjadi Rp 180 triliun lebih dalam lima tahun ke depan. "Hal tersebut menunjukkan, porsi penjualan pangan melalui e-commerce walaupun masih kecil, tetapi tumbuh sangat pesat," Kata Menteri Perdagangan (mendag) Muhammad Lutfi di jakarta, Kamis (16/9). Dia mengatakan hal itu saat Kementerian BUMN meluncurkan pemasaran produk beras premiun Rania dan minyak goreng, gula pasir, teh, serta kopi merek-merek Nusakita di aplikasi Warung Pangan di kantor BGR Kogistics Drive DKI Jakarta.

"Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan peningkatan kebutuhan fasilitas rantai pendingin untuk pangan hingga 16% per tahun. bahkan, pada industri farmasi peningkatannya mencapai 115%. " Menurut Mendag, pasar rantai pendingin global diperkirakan tumbuh dari US$ 212,25 miliar pada 2020 menjadi US$ 239,67 miliar pada 2021 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 12,93%. Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, Kementerian BUMN memastikan holding pangan sebagai stabilisator  untuk menjaga harga agar tetap stabil di masyarakat.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia Arief Prasetyo Adi mengatakn, BUMN klaster pangan pokok melalui kerjasama distribusi pangan tengah melakukan pengembangan hilirisasi produk petani. "Kami menghadirkan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok melalui kerja sama distribusi pangan melalui mitra ritel daring, salah satunya Warung Pangan. Kami berharap pelaku usaha usaha UMKM dapat memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi roda perekonomian usahanya, Selain itu, nantinya juga diharapkan lebih banyak lagi pelaku UMKM yang masuk kedalam ekosistem digital," jelas Arief. (yetede)