;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Bahan Baku Tekstil, Antisipasi Kendala Pasokan China

04 Oct 2021

Belum selesai dengan kemacetan pengapalan karena kelangkaan container dan ongkos kirim yang melonjak, krisis energi yang terjadi di China kini mengancam bahan baku textil untuk industri dalam negeri. Hingga saat ini sebagian besar bahan baku untuk industri tekstil dalam negeri masih dipasok oleh Negeri Panda tersebut. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh mengatakan kendala ini dapat menjadi dorongan bagi pelaku industri hulu untuk memaksimalkan suplai bahan baku lokal. Pasalnya, lanjut Elis,  Industri tekstil dan pabrik tekstil (TPT) Indonesia memilki struktur yang lengkap, mulai dari hulu (serat dan benang), antara (kain), hingga hilir (garmen). 

Adapun, Kemenperin menargetkan penurunan impor di sekitar TPT dan alas kaki senilai Rp21,02 triliun sepanjang tahun ini, untuk mencapai target substitusi impor 35% pada 2022. Selain kendali suplai bahan baku dari China, harga kapas di pasar dunia juga tengah melonjak karena cuaca buruk merusak panen di Amerika Serikat. Namun demikian, Elis mengatakan Indonesia tidak lagi bergantung pada kapas sebagai bahan baku tekstil karena telah bergeser ke bahan substitusi, yakni rayon dan poliester.  Sementara itu, Asosiasi pertekstilan Indonesia (API) menyebutkan kemandirian bahan baku lokal sebagai solusi jangka panjang mengatasi gangguan rantai pasok industri tekstil, termasuk yang saat ini dipicu oleh krisis listrik di China.

Sekretaris Jendral API Rizal Tanzil Rakhman mengaku sebagian besar bahan baku tekstil Indonesia masih didatangkan dari China sehingga krisis ini lambat laun akan menekan pelaku industri dalam negeri. "Kalau mau jangka panjang ya kemandirian bahan baku. Itu jadi solusi, kita jadi tidak bergantung pada negara  lain sehingga industri lokalnya bagus." kata Rizal kepada Bisnis. Dia menerangkan kendala listrik di China saat ini belum berdampak signifikan pada suplai bahan baku tekstil. Namun dampaknya diperkirakan segera dirasakan jika kondisi ini berkepanjangan. (yetede)

Mempertanyakan Pembayaran Digital melalui Aplikasi Peduli Lindungi

04 Oct 2021

Pemerintah semestinya lebih memprioritaskan pembenahan kualitas dan keamanan data pada sistem aplikasi PeduliLindungi agar pemanfaatannya jauh lebih optimal. Bukan malah menambah fungsi sebagai dompet digital dalam aplikasi tersebut.Wacana menjadikan aplikasi PeduliLindungi berfungsi juga sebagai alat pembayaran digital menuai banyak pertanyaan. Langkah ini dinilai berbelok dari tujuan semestinya untuk penanganan Covid-19. Pemerintah semestinya lebih memprioritaskan pembenahan kualitas dan keamanan data pada sistem aplikasi agar pemanfaatannya jauh lebih optimal. Sambutan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam forum virtual bertajuk Pembukaan Puncak Karya Kreatif Indonesia 2021 oleh Bank Indonesia lalu seketika menjadi perbincangan banyak pihak, Sabtu (23/9/2021). 

Salah satunya soal pernyataan Luhut soal sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang akan dikembangkan pada aplikasi digital PeduliLindungi. Rencana pengembangan aplikasi PeduliLindungi untuk juga dapat memiliki fungsi sebagai alat pembayaran sontak menimbulkan banyak pertanyaan. Terlebih, selama ini publik mengetahui bahwa digital aplikasi itu digunakan sebagai alat pendataan untuk penanganan pandemi Covid-19.


Itama Akuisisi Produsen Alat Suntik

04 Oct 2021

Emiten Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk, memperluas bisnisnya dengan membeli saham PT Oneject Indonesia sebagai bagian transformasinya.Berbagai aksi korporasi masih dilakukan emiten pada paruh kedua tahun ini. Emiten yang bergerak pada bidang kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk, misalnya, memperluas bisnisnya dengan membeli saham PT Oneject Indonesia. Akuisisi ini menjadi bagian dari transformasi Itama menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan.Itama melakukan perjanjian pengikatan jual beli saham bersyarat (PPJB) untuk pembelian atau akuisisi Oneject. Oneject merupakan produsen alat suntik autodisable syringe (ADS). Setelah akuisisi ini selesai, Itama akan menjadi pemegang saham mayoritas di Oneject dengan porsi kepemilikan mencapai 51 persen.

Transaksi pembelian akan dilakukan dalam dua tahapan. Demikian disampaikan manajemen Itama kepada Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini. ”Saham Oneject yang akan dibeli terdiri dari saham lama dan juga saham baru. Penerbitan saham baru tersebut ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja dan juga belanja modal Oneject,” kata Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/10/2021).Pada pembelian saham bagian pertama, Itama akan membayar saham tersebut senilai Rp 198,8 miliar saat penandatanganan PJBB. Adapun sumber dana yang digunakan untuk mendanai akuisisi tahap ini berasal dari penjualan 100 juta unit saham simpanan seharga Rp 1.988 per saham.


Induk Kredivo Meraih Investasi US$ 125 Juta

01 Oct 2021

Terdapat tiga investor berinvestasi ke FinAccel melalui skema PIPE (Private Investment in Public Equity) dengan nilai lebih dari US$125 juta. Ketiga investor tersebut adalah MDI Ventures, Cathay Innovation, dan Endeavour Catalyst. Sekedar mengingatkan, FinAccel merupakan induk Kredivo. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung persiapan rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) perusahaan melalui skema SPAC. “Sejak pendanaan pertama MDI pada putaran Seri B perusahaan lalu, kami terus terkesan dengan visi manajemen dalam membangun platform kredit konsumen digital berbasis AI terbesar di Indonesia lewat pemanfaatan data alternatif,” ungkap Donald Wihardja, CEO MDI Ventures dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (30/9). Di kesempatan ini, perusahaan juga mengumumkan tiga jajaran baru Dewan Komisaris Kredivo Indonesia. Mereka adalah Arsjad Rasjid, Darmin Nasution dan Karen Brooks yang masih menunggu persetujuan regulator untuk berperan sebagai Dewan Komisaris bagi Kredivo Indonesia, guna membantu perusahaan khususnya dalam hal perencanaan pertumbuhan strategis dan perluasan pasar.


Bisnis Alat Berat dan Bongkar Muat Melonjak

01 Oct 2021

Kenaikan harga batubara tidak hanya berimbas pada emiten pengelola tambang atau kontraktor batubara, tetapi juga pada kenaikan permintaan alat beratuntuk operasional tambang. Selain itu, aktivitas di pelabuhan pun semakin ramai, termasuk pelabuhan yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPCC. IPCC mencatat, hingga Agustus 2021 terjadi peningkatan arus bongkar muat kargo alat berat. Pada kegiatan impor, alat berat yang ditangani IPCC mencapai 2.932 unit sepanjang delapan bulan di tahun ini atau melonjak 32,79 persen dibandingkan dengan periode delapan bulan di tahun sebelumnya yang hanya 2.205 unit.”Adapun alat berat dengan merek Komatsu menguasai pangsa pasar bongkar muat impor alat berat di Terminal IPCC dengan jumlah 815 unit sepanjang tahun ini hingga Agustus2021,” kata Sekretaris Perusahaan IPCC Sofyan Gumelar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/9/2021).

Impor Bahan Baku Terus Bertumbuh

30 Sep 2021

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kenaikan impor bahan baku dan barang modal pada Agustus lalu. Kenaikan impor bahan baku menandakan permintaan industri cukup baik. Kenaikan impor bahan baku dan barang modal terjadi karena peningkatan aktivitas industri. hal ini sejalan dengan uji coba pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk industri esensial di Jawa-Bali pada pertengahan Agustus lalu.

Kenaikan impor juga dipengaruhi oleh kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk baja. Rata-rata harga baja impor naik 10-20 persen. Diharapkan pemerintah mencermati fenomena ini agar peningkatan impor tak hanya dinikmati industri besar. Pemerintah diharapkan memberikan kesempatan dan fasilitas yang sama kepada importir nasional. PMI adalah salah satu indikator kinerja industri kinerja industri manufaktur. Angka PMI di atas 50 menunjukkan industri sedang berekspansi. Meski angka PMI itu masih berada di luar zona ekspansi. Meningkatnya kembali PMI tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan PPKM. 

Menjajal Peruntungan Bisnis Dompet Digital

30 Sep 2021

Jakarta - Industri dompet digital kedatangan pemain baru, yaitu PT Astra Digital Arta atau AstraPay, anak usaha jasa keuangan di bawah bendera raksasa otomotif Grup Astra. Saat ini pertarungan pasar dompet digital dan uang elektronik terbilang ketat dengan lima pemain utama yaitu ShopeeaPay, OVO, Gopay, DANA, dan LinkAja. Meski persaingan di industri ini tidak mudah, AstraPay mengaku tak gentar dan siap merebut pasar. 

Astra optimistis mampu bersaing di tengah kepungan para pemimpin pasar kompetitor dengan sederet keunggulan yang dimiliki. Salah satunya adalah keunggulan ekosistem Grup Astra. Berdasarkan survei yang dilakukan Astra ditemukan bahwa pemakaian dan penggunaan dompet digital serta uang elektronik masih memiliki potensi besar untuk digali. Konsumen masih berniat menggunakan aplikasi dompet digital lain sesuai dengan layanan yang dibutuhkan.

AstraPay juga turut mengimplimentasikan fitur pembayaran Quick Response Indonesia Standard (QRIS) yang memudahkan pengguna membayar perawatan kendaraan bermotor di Toyota Sales Operation, Shop&Drive, Isuzu Sales Operation, Daihatsu Sales Operation, dan AHASS. AstraPay ke depan tetap membuka ruang untuk bekerja sama dengan pemain e-commerce serta bakal menyasar pelaku usaha di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan ekspansi pamakaian platform. 


Dorongan Investasi ke Proyek Destinasi Wisata

30 Sep 2021

Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan semakin gencar menawarkan berbagai proyek pengembangan pariwisata kepada investor asing pada tahun depan. Kunjungan 6.500 delegasi negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke Indonesia pada akhir 2022 berpeluang mengundang minat investor asing. Iklim investasi kian kondusif karena gencarnya stimulus fiskal dari pemerintah. 

Para penyedia akomodasi di area resor Teluk Lagoi sangat menantikan pemodal baru.Di sana terdapat 10 hotel dan tujuh proyek hotel baru yang bisa dikucuri modal. Selain itu, masih ada enam hotel vakum yang masih bisa dioperasikan kembali. Pada kuartal II 2021 nilai investasi asing ke sektor perhotelan dan restoran ada di posisi ke-17 dari total 23 sektor investasi. Namun prospeknya tetap cerah karena adanya pelonggaran aturan mobilitas.

Musim IPO Perusahaan Rintisan

30 Sep 2021

Jakarta - Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) memproyeksikan perusahaan rintisan (start-up) dari berbagai skala berpeluang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ataupun melakukan penawaran umum perdana saham (Initial public offering/IPO). Potensi rintisan untuk menggalang dana di pasar modal cukup besar, khususnya bagi perusahaan rintisan yang bergerak di sektor e-commerceride hailing, perjalanan, pendidikan, keuangan, serta kesehatan. 

Strategi IPO menjadi yang paling banyak diminati karena diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan perusahaan serta meningkatkan nilai tambah dan valuasi perusahaan. Aksi IPO perusahaan rintisan non-unicorn wajar dan mungkin dilakukan, mengingat jumlah investor yang dimiliki lebih sedikit, sehingga perusahaan cenderung lebih leluasa dan berani go public untuk meningkatkan citra perusahaan. Hasil IPO Bukalapak menjadi acuan bagi perusahaan rintisan yang ingin melantai di bursa. Perusahaan rintisan akan lebih berfokus meningkatkan kinerja dan memperbaiki laporan keuangan.

Kanal Baru Penyalur Bantuan

30 Sep 2021

Jakarta - Pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang warung melalui Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI. Skema ini berbeda dengan sebelumnya, saat bantuan diberikan melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). TNI dan Polri dilibatkan untuk mencairkan ketegangan yang kerap terjadi dengan pedagang kaki lima serta pemilik warung makan saat penegakan disiplin protokol kesehatan.

TNI dan Polri bisa mempercepat penyaluran bantuan sampai ke penerima, sekaligus mengeliminasi potensi penyalahgunaan bantuan. Poin utama penyaluran BLT adalah jaminan tidak adanya tumpang-tindih penerima. Banyaknya kanal penyaluran BLT, dari pemerintah kabupaten/kota hingga TNI dan Polri,memunculkan risiko penerima bantuan ganda. Sinkronisasi data sampai saat ini merupakan sebuah kemustahilan di Indonesia sehingga akan terjadi tumpang-tindih penerima bantuan.