Ekonomi
( 40430 )Bekerja di LN Tak Selayaknya Dikampanyekan
Pemerintah Presiden Prabowo Subianto Dinilai Masih Mendapatkan Kepercayaan dari Publik
Valuasi PT Chandra Asri Pacific Daya Investasi Berpotensi Jumbo
Sebanyak 456 Kepala Daerah Mengikuti Retret di Akademi Militer
Sebanyak 456 kepala daerah mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang berlangsung pada 21-28 Februari 2025. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan total kepala daerah yang harus mengikuti retret kali ini sebanyak 503 orang kepala daerah, namun yang datang sebanyak 456 kepala daerah. Artinya sebanyak 47 orang lain belum hadir. "Tadi beberapa datang telat. Kemudian dari yang datang tersebut, 19 orang kami berikan dengan tanda gelang merah artinya kondisi fisiknya memerlukan atensi, seperti pascaoperasi penyakit serius dan sebagainya, tetapi mereka bersemangat untuk hadir tentu kita izinkan," kata Bima Arya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kepala daerah yang diusung partainya untuk tidak mengikuti acara retret atau pembekalan yang digelar 21-28 Februari 2024 di Akmil, Magelang, Jawa Tengah. Adapun instruksi tersebut muncul setelah mencermati dinamika politik nasional yang terjadi pada hari ini, khusunya setelah penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK. Bima Arya mengatakan kepala daerah yang diberikan gelang merah dipersilahkan mengikuti retret namun dengan atensi yang sangat serius dan dispensasi pada kegiatan-kegiatan tertentu. (Yetede)
Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Solid dan Lebih Baik Dibandingkan Negara Maju
Meski dinamika global masih dipenuhi ketidakpastian, pemerintah optimistis kinerja ekonomi Indonesia masih tetap solid dan lebih baik dibandingkan beberapa negara maju maupun berkembang lainnya. Berkaitan itu, pemerintah menyiapkan beberapa langlah strategis guna menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kalau kita lihat pertumbuhan domestik bruto (PDB) kita itu berdasarkan PPP (purchasing power parity), maka kita punya PDB tiga kali lebih besar. Berdasarkan indeks apa yang dibeli oleh konsumsi, nilai ekonomi kita itu US$ 4,8 triliun. Berarti hari ini secara realitas, kita ini nomor delapan ekonomi terkuat di dunia," jelas Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebagai langkah strategis, Airlangga menuturkan bahwa Indonesia sedang berbicara untuk masuk dalam perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC), termasuk diantaranya Uni Emierat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Qatar. Total ekonomi negara GCC tersebut yakni sekitar US$ 2 triliun dengan 50 juta penduduk. "Jika Indonesia sedang bicara untuk masuk dalam FTA dengan GCC, maka Indonesia menambahkan kepada ekonomi US$ 1,3 triliun, plus 280 juta penduduk. Jadi itu yang membuat kita diperhitungkan di berbagai negara, karena ekonomi kita tidak kecil," ujar Airlangga. (Yetede)
Inovasi Hijau atau Tong Sampah Karbon?
BI Inginkan Pertanian Gunakan Teknologi untuk Menjaga Tingkat Inflasi
China Fokus ke Ekonomi dan Perang Dagang
Upaya Pemerintah Gerakkan Ekonomi Daerah Melalui Diskon Tarif Tol
Defisit Transaksi Berjalan RI Tahun 2024 Melebar Jadi Empat Kali Lipat
Neraca transaksi berjalan Indonesia pada 2024 kembali mencatat defisit yang melebar hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pelebaran defisit ini berdampak pada ketahanan eksternal dan tecermin dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2024, defisit transaksi berjalan tercatat 8,85 miliar USD atau 0,6 % dari PDB. Angka ini meningkat empat kali lipat ketimbang periode 2023, yang mencatatkan defisit 2,04 miliar USD atau 0,1 % dari PDB. Melebarnya defisit transaksi berjalan tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan barang yang menyusut.
Pada 2024, surplus neraca perdagangan barang Indonesia tercatat 39,92 miliar USD, turun 13,7 % dibanding tahun sebelumnya. Penyusutan surplus neraca perdagangan barang tersebut disebabkan oleh kenaikan ekspor yang tidak setinggi impor. Kinerja ekspor meningkat sejalan dengan kenaikan harga komoditas global di tengah penurunan permintaan negara mitra dagang utama, sedang peningkatan impor dipengaruhi kebutuhan ekspor dan permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan turut didorong meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer.
Defisit neraca jasa-jasa pada 2024 meningkat 5,6 % secara tahunan menjadi 18,66 miliar USD, sedangkan defisit pendapatan primer meningkat 0,21 % secara tahunan menjadi 36,09 miliar USD. Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan, defisit transaksi berjalan memang memiliki korelasi yang erat dengan fluktuasi nilai tukar rupiah. Artinya, tekanan terhadap transaksi berjalan akan tecermin juga dalam pergerakan rupiah. ”Sejauh ini, defisit transaksi berjalan bisa dikatakan masih terjaga. Biasanya investor mematok defisit transaksi berjalan hingga 3 % dari PDB. Meski sekarang defisit transaksi berjalannya naik, belum sampai ke arah situ,” katanya, Kamis (20/2). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









