Ekonomi
( 40465 )Digitalisasi, Data Akurat Lahirkan Kebijakan Tepat
Senior President Representatives for Indonesia IMF James P Walsh pada webinar ”Casual Talks: Exploring New Data for Better Policy Making”, Selasa (15/2), rangkaian pertemuan pertama tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Presidensi G-20, pada 14-19 Februari 2022 di Jakarta, mengatakan, sudah saatnya para pengambil kebijakan khususnya pejabat negara, memutuskan sesuatu berdasarkan data dan bukti-bukti di lapangan. Keputusan jangan lagi diambil berdasarkan sentimen ataupun berbagai dorongan tak rasional yang malah bisa merugikan semua pihak. ”Data yang akurat membantu pemerintah menentukan kebijakan moneter, fiskal, dan merumuskan kerangka kerja komprehensif untuk menanggulangi pandemi,” ujar James.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman mengatakan, saat pandemi banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari penyebaran varian Omicron, disrupsi rantai pasok global, hingga keputusan geopolitik negara-negara dunia. Belum lagi adanya digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, pengumpulan, pemrosesan, hingga analisis data yang akurat bisa mendorong lahirnya kebijakan yang tepat. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual mengatakan, di era banjir informasi seperti ini, data yang bermakna menjadi komoditas baru yang bernilai, ”Data is the new oil”. (Yoga)
Dapat Modal Baru, Mahaka Kembangkan Noice
RANS Entertainment, usaha milik pesohor Raffi Ahmad, menyuntikkan modal Rp 35,75 miliar kepada emiten pengelola radio, PT Mahaka Radio Integra Tbk. Direktur Keuangan Mahaka Natalina Sindhikara, kepada BEI, Selasa (15/2/2022), menyatakan, tambahan modal itu akan digunakan untuk mengembangkan Noice, aplikasi konten audio milik Mahaka. (Yoga)
Pertumbuhan Melambat Seiring Larangan Ekspor
Pertumbuhan ekspor Indonesia Januari 2022 melambat seiring penurunan ekspor batubara dan CPO. Pola permintaan musiman, kebijakan larangan ekspor batubara, serta mulai berimbasnya larangan terbatas ekspor CPO dan olein menjadi faktor penyebab. Menurut data BPS, Selasa (15/22), total nilai ekpor migas dan nonmigas Indonesia Januari 2022 mencapai 19,16 miliar USD, naik 25,31 % secara tahunan atau turun 14,29 % secara bulanan.
”Penurunan itu mungkin tidak semata-mata akibat larangan ekspor. Ada faktor eksternal, seperti pola musiman peralihan tahun atau gejolak harga,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam telekonferensi pers di Jakarta. Analis makroekonomi PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz menilai, pertumbuhan ekspor awal tahun ini melambat. Ekspor Januari 2022 tumbuh 25,31 % secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekspor Desember 2021 yang 35,2 %. (Yoga)
Pasar Keuangan Menerawang The Fed
Kombinasi pergerakan inflasi, arah kebijakan The Fed, dan dinamika mutakhir soal krisis antara Rusia dan Ukraina-NATO membuat pelaku pasar melepas aset-aset mereka di pasar keuangan. Setelah mengalami kenaikan sepanjang 2021, saham-saham teknologi, perusahaan kripto, hingga produsen kendaraan listrik melemah per Januari 2022. The Fed akan menggelar pertemuan pada 15-16 Maret 2022 saat kondisi mutakhir tak semulus proyeksi. Salah satunya inflasi yang masih tinggi. Pasar keuangan tengah menerawang kebijakan The Fed. (Yoga)
Anggaran Subsidi Energi Membengkak
Tingginya harga sejumlah komoditas energi, berdampak pada lonjakan harga jual energi, baik bahan bakar minyak (BBM), gas, maupun listrik. Padahal pemerintah harus mempertahankan harga energi agar tidak menyulut inflasi dan menggerus daya beli. Tapi hal ini membawa konsekuensi pada keuangan negara, yakni membengkaknya anggaran subsidi energi. Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga berupaya untuk mengendalikan defisit anggaran menuju ke bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun depan.
Berdasarkan analisis sensitivitas APBN 2022 terhadap perubahan asumsi dasar ekonomi makro, setiap kenaikan US$ 1 per barel belanja negara bertambah Rp 2,6 triliun. Artinya, selisih rerata ICP Januari dengan asumsi APBN, mencapai US$ 22,89 per barel. Dari perhitungan KONTAN, anggaran subsidi energi pada bulan Januari 2022 saja, bertambah Rp 59,91 triliun. Adapun target anggaran subsidi energi sepanjang 2022 mencapai Rp 134 triliun. Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Wahyu Utomo menegaskan pemerintah terus memantau selisih harga dengan harga keekonomian.Daya Beli Buruh Perkotaan Makin Tergerus Inflasi
Daya beli buruh perkotaan menurun pada bulan Januari 2022. Hal ini tercermin dari menurunnya upah rill buruh bangunan pada bulan lalu. Penyebabnya, inflasi nasional yang meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah nominal harian buruh bangunan Januari 2022 naik 0,38% dibandingkan dengan upah Desember 2021, yaitu dari Rp 91.335 per hari menjadi Rp 91.682 per hari. Namun, kenaikan ini belum mampu mengangkat daya beli buruh bangunan.
Penjualan Mobil Masih Bisa Menanjak
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data realisasi penjualan mobil nasional teranyar. Sepanjang Januari 2022, penjualan mobil wholesales (pabrikan ke dealer) tercatat sebesar 84.062 unit. Jumlah ini lebih rendah 13,04% (mom) dibandingkan penjualan mobil wholesales di Desember 2021 sebesar 96.673 unit. Namun, angka ini lebih tinggi 58,88% (yoy) dibandingkan penjualan mobil wholesales Januari 2021 sebesar 52.909 unit.
Sementara itu, penjualan mobil retail (dealer ke konsumen) nasional mencapai 78.568 unit di Januari 2022 atau lebih rendah 22,56% (mom) dibandingkan penjualan di Desember 2021 sebesar 101.468 unit. Di sisi lain, capaian tersebut lebih tinggi 45,50% (yoy) dibandingkan penjualan mobil retail di Januari 2021 sebesar 53.997 unit.
Kayu Telah Mengekspor 18 Kontainer
Di tengah kendala pemasaran akibat pandemi Covid-19, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) masih mampu membukukan penjualan ekspor. Sejak awal tahun hingga bulan Februari 2022, emiten penjual kayu log dan produk kayu setengah jadi itu telah mengapalkan sebanyak 18 kontainer. Direktur Utama KAYU Nanang Sumartono Hadiwidjojo mengatakan, KAYU mengirimkan enam kontainer dengan volume 122,19 meter kubik (m3) di bulan Januari 2022. Sementara di bulan Februari sejauh ini, KAYU mengirimkan 12 kontainer dengan volume 257,08 m3
Pemerintah Perlu Intervensi Pasar
Hampir semua harga soft commodity seperti CPO, kedelai, jagung, beras, dan lainnya mengalami kenaikan. Untuk itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah melakukan intervensi. "Jika pemerintah memberikan subsidi atau insentif untuk untuk membebaskan biaya impor, maka harga komoditas tersebut bisa lebih murah sampai ke pasar dalam negeri atau saat sampai ke end user dalam bentuk produk jadi," ungkap Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi kepada Kontan, Selasa (15/2).
J&T Bidik Pengiriman Tumbuh Dua Kali Lipat
Perusahaan jasa pengiriman, J&T Express, membidik target bisnis yang signifikan pada tahun ini. Manajemen berharap, angka pengiriman dapat dua kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Bukan tanpa alasan, J&T Express melihat bisnis logistik masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan ke depannya. Hal ini utamanya didorong oleh perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbelanja online, terutama sejak dua tahun ke belakang saat pandemi korona datang ke Tanah Air. "Sehingga ke depannya kami melihat tetap adanya prospek bisnis dalam industri ini," ungkap CEO J&T Express, Robin Lo, saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (15/2). Untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini, Robin mengatakan bahwa J&T Express melakukan sejumlah pengembangan. Antara lain dengan menghadirkan layanan rute internasional, J&T International Standard Express yang baru saja diluncurkan beberapa bulan lalu, serta pengembangan pada J&T Cargo.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









