Ekonomi
( 40473 )Berlomba di Segmen Pengiriman Barang
Para operator angkutan umum berlomba menggenjot segmen layanan pengiriman barang atau kargo Ramadan dan Lebaran lalu. Direktur Operasional PT Metro Multi Transportasi, Tjahjo Wibono, mengatakan layanan bus kargo perusahaannya akan diaktifkan kembali mulai bulan depan, setelah sempat diliburkan. "Kami akan jalan lagi sesuai dengan permintaan barang yang sedang naik," ucapkan kepada Tempo, kemarin. Operator bus pariwisata merek Manhattan itu sebelumnya ikut bermanuver ke segmen kargo karena lesunya aktivitas pelancong pada semester pertama 2020, masa awal pandemi Covid-19. Ketika pemerintah membatasi mobilitas penumpang, manajemen PT Metro Multi Transportasi mulai memodifikasi lima dari total 35 unit bus milik perusahaan untuk jasa kargo kilat rute Jakarta-Surabaya. Tak hanya memakai ruang bagasi reguler, kursi penumpang di kabinnya pun dicopot untuk penempatan kargo. (Yetede)
Industri Kendaraan Listrik Diandalkan Perkuat ASEAN
Kerja sama ekonomi intra-ASEAN dinilai semakin mendesak untuk meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara di rantai pasok global. Industri otomotif, khususnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik, menjadi sektor yang diandalkan untuk mendorong kemajuan regional yang merata. Kepala Perwakilan Vietnam di ASEAN Nguyen Hai Bang dalam Forum Bisnis ASEAN-Republic of Korea di Jakarta, Kamis (19/5) menyatakan, ”Tantangan ke depan adalah bagaimana ASEAN memosisikan dan mengintegrasikan dirinya bukan sebagai negara yang terpisah satu sama lain, melainkan sebagai satu kesatuan entitas ekonomi di rantai pasok global dengan dukungan dari negara-negara mitra dagang utamanya,” salah satu negara mitra yang intens membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN adalah Korsel, khususnya untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pada 2020, total perdagangan antara Korsel dan ASEAN mencapai 143,8 miliar USD, sementara total investasi Korsel ke ASEAN 9,2 miliar USD. ASEAN juga menjadi mitra dagang terbesar Korsel dan tujuan investasi terbesar kedua bagi negara tersebut setelah AS. Dalam relasinya dengan Indonesia, Korsel juga menjadi salah satu investor utama, khususnya di sektor otomotif. Perusahaan besar asal Korsel banyak berinvestasi dalam pengembangan ekosistem mobil listrik, seperti Hyundai Motor yang membangun pabrik perakitan mobil listrik dan LG Chem yang mengembangkan pabrik komponen baterai listrik.
Wakil Kepala Bidang Penelitian di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Kiki Verico menambahkan, perdagangan intra-ASEAN dapat mendorong konvergensi ekonomi atau kondisi di mana negara-negara ASEAN dengan PDB rendah dapat mengatasi ketertinggalannya dengan negara-negara ASEAN yang memiliki PDB tinggi dan ikut menjadi negara maju. Negara-negara anggota ASEAN umumnya memiliki pasar yang relatif besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Namun, belum semuanya merupakan negara berpendapatan tinggi, karenanya dibutuhkan kehadiran negara lain yang bisa memantik terjadinya integrasi ekonomi itu. Kekuatan Korea di bidang otomotif, khususnya pengembangan ekosistem mobil listrik, juga bertepatan dengan ikhtiar Indonesia melakukan transformasi struktural dari negara yang hanya memproduksi barang mentah menjadi produsen barang olahan bernilai tambah, transformasi teknologi digital, serta transformasi menuju ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Selain itu, Indonesia juga ditargetkan menjadi hub produksi mobil listrik dan komponen baterai listrik di kawasan Asia Tenggara. ”Dengan kekuatan cadangan nikel dan potensi pengembangan produksi baterai listrik yang dimiliki Indonesia, kerja sama pengembangan ekosistem mobil listrik dengan Korea tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga rantai pasok ASEAN sebagai satu keutuhan,” ujar Kiki. Duta Besar Korsel untuk ASEAN Kwon Hee-seog mengatakan, negaranya memiliki komitmen memperluas platform kerja sama dengan ASEAN. Vice President of Head of Hyundai Motor Asia Pacific Sales Group Junheang Heo mengatakan, Hyundai tertarik berinvestasi dan mengembangkan ekosistem mobil listrik di ASEAN mengingat sektor otomotif di kawasan ini diperkirakan akan tumbuh hingga 64 % pada 2030. (Yoga)
Bali Kembali Menari demi Relaksasi
Gairah berkesenian di Bali berangsur pulih seiring melandainya pandemi Covid-19. Wisata budaya khususnya seni tari kembali dipertunjukkan setelah vakum selama kurang lebih dua tahun terakhir akibat pandemi. Cokorda Yuhistira M Putra Dalam gerakan teatrikal, kelompok pria yang membawa keris mengeroyok sesosok makhluk berwajah menyeramkan dengan rambut panjang di tangga pura. Suasana mendadak mencekam. Gamelan dimainkan dalam tempo cepat dan meninggi menambah intensitas ketegangan menuju puncak pertunjukan tari bagong dan keris, yang dibalut pertempuran antara kebaikan dan kejahatan. Sosok seram itu mengibaskan kain putih yang dibawanya. Lima kaki bertelanjang dada dengan keris terhunus pun berteriak.
sosok menyeramkan dan pria bersenjata keris itu justru menusukkan keris ke dada mereka. Ketegangan menurun ketiga Barong, makhluk bertaring dan menyerupai beruang, memasuki panggung. Kehadiran Barong diikuti seorang perempuan yang memercik air. Intensitas gamelan yang menurun menjadi penanda akan berakhirnya pertunjukan tari barong dan keris dipanggung Seka Barong Eka Budhi di Jalan Waribang, kota Denpasar, Bali.
Selama lebih dari tiga dekade, sejak 1990, pertunjukan tari barong dan keris dipentaskan Sekaa Barong Eka Budhi bagi wisatawan. "Sejak 15 Mei, pementasan taro barong dan keris di Sekaa Eka Budhi ini kembali diaktifkan, "kata Ida Bagus Raka Pudjana (75), pengelola Sekaa Eka Budhi, Kamis (12/5).
Ironi Isu Pangan Dunia
Makanan yang tidak dikonsumsi atau terbuang sia-sia, secara global, diperkirakan 1 miliar ton per tahun. Jumlah itu setara sepertiga makanan yang diproduksi secara global. Ironisnya, kondisi itu terjadi di tengah kelaparan ekstrem di sejumlah belahan dunia. Dalam pertemuan di Markas Besar PBB, New York City, Rabu (18/5), Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, jika krisis pangan global dibiarkan terus terjadi, malnutrisi, kekurangan pangan, dan kelaparan bakal terus terjadi hingga bertahun-tahun. Guterres menegaskan, krisis di Ukraina bakal menyebabkan puluhan juta orang terjerumus dalam kerawanan pangan. Secara global, tingkat kelaparan tetap sangat tinggi. Jumlah yang menghadapi kerawanan pangan berlipat ganda dalam dua tahun dari 135 juta orang sebelum pandemi menjadi 276 juta orang. Laporan Global tentang Krisis Pangan (GRFC) tahun 2022 menyatakan, hampir 193 juta orang, yang tersebar di 53 negara atau wilayah, mengalami kerawanan pangan akut. Di seluruh Afrika, kerawanan pangan sedang meningkat. Lebih dari 2 juta anak berisiko mati kelaparan di Tanduk Afrika. Kepala Badan Bantuan PBB Martin Griffiths, di Geneva, mengatakan, sejumlah negara seperti Kenya, Etiopia, dan Somalia menghadapi kekeringan parah.
Abebe Haile-Gabriel, Asisten Dirjen Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) untuk Afrika, mengatakan, hampir setengah dari 54 negara di benua itu menggantungkan pasokan gandum dari Rusia dan Ukraina. ”Dampak perang Ukraina ini tumpang-tindih dengan krisis yang telah berlangsung di beberapa negara Afrika,” kata Abebe. Ironisnya, kondisi mengenaskan itu terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah makanan yang terbuang. Laporan Indeks Limbah Makanan Program Lingkungan PBB (UNEP) 2021 menyebutkan, rumah tangga menyumbang 61 % total sampah makanan tersebut, 21 % dari perusahaan katering, dan 13 % dari warung. Per tahun, nilai limbah makanan diperkirakan mencapai 990 miliar USD, dengan rincian 680 miliar USD di negara-negara industri dan 310 miliar USD di negara-negara berkembang. Namun, tidak semua sampah makanan merupakan sisa makanan. Di Benua Afrika, limbah makanan terjadi karena faktor pemrosesan dan pengeringan yang tidak efisien, penyimpanan yang buruk dan infrastruktur yang tidak memadai. Di Afrika Sub-Sahara, kerugian pangan pascapanen diperkirakan 4 miliar USD per tahun, cukup untuk memberi makan 48 juta orang. (Yoga)
Neraca Perdagangan RI-Kenya Meningkat
Kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Kenya mengalami peningkatan. Dalam pernyataan pers Kedutaan Besar RI di Nairobi, Rabu (18/5) disebutkan, total neraca perdagangan bilateral Indonesia-Kenya tahun 2021 melampaui 551,9 juta USD. Dibandingkan dengan total neraca perdagangan kedua negara tahun 2020, yaitu 414 juta USD, perdagangan di antara kedua negara tahun 2021 mencatatkan kenaikan 35 %. (Yoga)
Digitalisasi Hingga ke Bawah
Digitalisasi yang berkembang pesat selama dua tahun terakhir ini diharapkan menjadi motor baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, di tengah prospek cerah itu, ada sejumlah tantangan serius yang perlu diantisipasi agar digitalisasi tidak semakin mempertajam kesenjangan dalam pemulihan ekonomi. Tren digitalisasi yang terus bertumbuh tercermin dari pesatnya nilai dan volume transaksi digital. Data BI menunjukkan, per triwulan I-2022, nilai transaksi digital perbankan mencapai Rp 11.100 triliun, tumbuh 34,9 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Keinginan untuk mengembangkan pasar di luar kota utama diungkapkan beberapa perusahaan teknologi. Mereka yang matang di kota besar kini beringsut ke kota kecil. Mereka melihat pasar yang besar masih ada di tempat itu. Digitalisasi hingga ke masyarakat bawah sangat menguntungkan.
Kalangan perusahaan teknologi tidak boleh langsung masuk dan berusaha sekadar mendapatkan keuntungan semata karena kondisi di bawah masih sangat rentan dan memiliki literasi digital yang kurang memadai sehingga mereka harus membangun kemampuan menggunakan fasilitas digital secara benar. Kemampuan memahami calon ekosistem digital dan wirausaha di kota lapis kedua dan ketiga, dengan segala masalahnya, akan membuat perusahaan teknologi lebih sukses dibandingkan sekadar masuk begitu saja. Perusahaan teknologi harus jeli dan mau dengan rendah hati berpikir sesuai dengan alur masyarakat setempat sebelum mengenalkan platform miliknya. Mereka mungkin bisa bersama-sama dengan industri finansial, perusahaan logistik, perusahaan telekomunikasi, dan pemerintah untuk membangun ekosistem digital di kota-kota itu. Kota-kota lapis kedua dan ketiga masih bisa dieksplorasi, tetapi mereka tidak boleh sekadar menjadi obyek dan dikeruk begitu saja potensinya. (Yoga)
Desa Pasca-Lebaran 2022
Mudik Lebaran 2022 ibarat hujan sehari yang membasahi kemarau dua tahun pandemic Covid-19. Namun, derasnya kesempatan itu terjadi mendadak, lagi singkat. Hanya desa-desa yang giat menyiapkan diri yang bisa memanen manfaat terluas. Pada 2020, warga yang mudik ke desanya 297.000 orang, tercatat uang beredar Rp 109 triliun. Artinya, hampir seluruh dana ditransfer pemudik tanpa bertatap muka di desa-desa. Adapun tahun ini, 85 juta pemudik membeludak ke desa-desa, sekaligus mengedarkan uang Rp 175 triliun. Tak sekadar mentransfer dana, pemudik bermalam di desa, membeli barang dari warung-warung, memanfaatkan beragam fasilitas wisata hingga kesehatan. Alhasil, dinamika ekonomi dan sosial desa melaju lebih riil. Selain program vaksinasi gencar yang dilakukan sejak awal pandemi, pada tahun ini kebijakan ekonomi pemerintah juga mendukung perayaan Lebaran, THR diberikan kepada semua pegawai negeri dan pensiunan, serta segenap pegawai swasta. Penyaluran BLT Rp 12,7 triliun menjelang Lebaran pun terbatas mengguyur warga miskin dan warga yang terdampak Covid-19. Maka, pemerintah berusaha menambah durasi dana beredar di desa, dengan membuka kesempatan cuti sebelum dan sesudah Lebaran.
Setelah dormansi sejak 2020, mulai Oktober 2021 BPS melaporkan penduduk mulai bergerak ke tempat rekreasi terdekat yang jaraknya terjangkau dan murah, ataupun ke taman-taman yang gratis. Merespons data itu, Kemendes PDTT menyiapkan aplikasi telepon seluler Desa Wisata Nusantara. Berbasis teknologi spasial, pemudik bisa mendapati desa wisata terdekat. Tersedia wisata budaya, sungai, gunung, pantai, religi, agrowisata, kuliner, dan edukasi. Saat ini, 769 BUMDesa wisata berpartisipasi mempromosikannya. Diperkirakan 5.037 wisata desa tersebar di seluruh Nusantara. Inilah mesin ekonomi desa yang harus segera digerakkan pasca pandemi. Selama Lebaran, BUMDesa bisa berperan menyalurkan modal bagi usaha industri rumah tangga agar mampu menyediakan beragam makanan dan minuman untuk parsel Lebaran, ataupun melengkapi warung-warung untuk memenuhi kebutuhan pemudik. BUMDesa juga mengelola wisata desa. Pemerintah desa dapat mendukung dengan menggerakkan padat karya tunai desa guna merehabilitasi jalan menuju lokasi wisata, membersihkan areal wisata, menyelenggarakan pelatihan, hingga menjual kerajinan warga di tempat wisata.
Desa Krandegan di Purworejo, Jateng, adalah contoh desa yang mampu memanfaatkan fenomena Lebaran untuk membuka komunikasi langsung, berdialog membicarakan potensi desa, sekaligus menawarkan investasi pemudik bagi desa. BUMDesa dapat mengolah kayu dan hasil hutan nonkayu skala kecil sesuai PP No 23 Tahun 2021. Selanjutnya, PPNo 29 Tahun 2011 juga membuka jalur bagi BUMDesa untuk berinvestasi mengelola pasar rakyat. PP No 30 Tahun 2021 mengizinkan BUMDesa menjalin kerja sama untuk pengelolaan terminal dan pengujian kendaraan bermotor. Pasca-Lebaran 2022 bakal membuktikan, geliat lebih cepat terjadi pada desa-desa yang sigap menangkap peluang momentum mudik warganya. (Yoga)
INOVASI BISNIS, Konsumen Pascapandemi
Isu konsumen pascapandemi telah menjadi pembahasan di kalangan pebisnis. Mereka tengah mencari cara untuk lebih memahami konsumen. Sebagian besar merek sebenarnya telah mengerti cara berkomunikasi dengan konsumen. Merek telah berusaha membuat sentuhan personal. Sentuhan yang mungkin tidak harus bertemu fisik, tetapi secara daring dengan menggunakan ”mesin” pun harus bisa dirasakan oleh konsumen sebagai sesuatu yang personal. Mereka tidak merasa sedang berkomunikasi dengan robot. Pengajar pada MIT Sloan School of Management dan Kepala Riset untuk Pengajaran Dunia Kerja di MIT’s Abdul Latif Jameel World Education Lab, George Westerman, dalam salah satu artikel di MIT Sloan Management Review, mengatakan, orang menginginkan layanan pribadi, tetapi mereka tidak selalu membutuhkannya dari orang. Mereka bisa menerima layanan dari ”mesin”, tetapi memiliki sentuhan personal. Dari sebuah survei, 71 % pelanggan mengharapkan personalisasi dari merek dan bisnis. Akan tetapi, 76 % konsumen merasa frustrasi ketika mereka tidak mendapatkannya.
Hasil survei cukup untuk menjadi dasar bagi perusahaan agar benar-benar membuat sentuhan personal ke konsumennya. Mereka yang sukses berbisnis pada awal pandemi adalah mereka yang melakukan layanan yang bisa menyentuh konsumen. Di perusahaan yang mampu membuat layanan seperti ini, konsumen merasakan kesamaan antara penjualan di mal atau toko dan penjualan secara daring. Mereka merasa tidak ada perbedaan layanan di keduanya sehingga penjualan secara daring tetap berlanjut untuk beberapa produk. Untuk pelayanan yang semakin personal, merek juga perlu memahami isu-isu yang beredar di tengah konsumen. Jika perusahaan mengetahui masalah atau masalah umum yang berhubungan dengan pelanggan, perusahaan sebaiknya mendahului memberikan informasi ketimbang konsumen meminta atau mendapat informasi dari pihak lain. Banyak perubahan perilaku konsumen pasca pandemi. Sentuhan personal dari merek semakin sangat berarti bagi konsumen. (Yoga)
Ekspor Sawit Dibuka Kembali
Pemerintah memutuskan membuka kembali ekspor minyak goreng mulai Senin (23/5). Selain 17 juta tenaga kerja di industri sawit, situasi pasokan dan harga minyak goreng menjadi pertimbangan keputusan tersebut. Pemerintah menyatakan akan tetap memantau untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. Presiden Jokowi, saat menyampaikan keputusan itu di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/5), menyatakan, sejak pelarangan ekspor diterapkan, pemerintah mendorong berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng. ”Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan dan juga laporan yang diterima, alhamdulillah, pasokan minyak goreng terus bertambah,” ujarnya. Kebutuhan nasional minyak goreng curah lebih kurang 194.000 ton per bulan. Pada Maret 2022, sebelum ekspor minyak goreng dan bahan bakunya dilarang mulai 28 April 2022, pasokan hanya 64.500 ton. Namun, setelah pelarangan, pasokan mencapai 211.000 ton per bulan atau melebihi kebutuhan nasional bulanan. Selain itu, harga rata-rata minyak goreng secara nasional turun. Pada April 2022, harga rata-rata minyak goreng curah nasional Rp 19.800 per liter. Namun, setelah ada pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp 17.200-Rp 17.600 per liter.
Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gulat Manurung mengapresiasi langkah pemerintah yang membuka kembali ekspor produk sawit, termasuk minyak goreng dan CPO. Menurut dia, sejak pemerintah melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya, harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani anjlok hingga 70 %. ”Larangan ekspor kemarin harus jadi pelajaran bagi pemangku sawit nasional untuk ’naik kelas’, baik dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi,” ujarnya. Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit Mansuetus Darto berharap keputusan itu tetap diiringi upaya perbaikan tata kelola sawit nasional. ”Roda ekonomi petani sawit diharapkan kembali baik, sejalan dengan perbaikan tata kelola BPDPKS,” ujarnya. Menurut Ketum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, perombakan tata kelola persawitan mendesak direalisasikan secara konsisten, antara lain dengan mendorong peran petani sawit rakyat lebih besar di industri sawit nasional. (Yoga)
Utang Valas Pemerintah dan Swasta Turun
Aktivitas pemerintah dan swasta nampak belum terlalu ekspansif pada awal tahun ini. Ini tercermin dari posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir kuartal I-2022 yang menurun.
Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang luar negeri Indonesia hingga akhir Maret 2022 sebesar US$ 411,5 miliar. Posisi ini turun 1,01% ketimbang posisi akhir kuartal IV-2021 yang sebesar US$ 415,7 miliar. Angka ini juga turun 1,1% dari periode yang sama pada tahun lalu. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Kamis (19/5) menyebut perkembangan utang tersebut menunjukkan penurunan posisi ULN sektor publik yakni pemerintah dan Bank indonesia dan swasta. Penurunan utang terjadi seiring beberapa seri surat berharga negara (SBN) yang jatuh tempo, baik SBN domestik maupun SBN valas.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









