Ekonomi
( 40478 )Inflasi dan Sanksi dalam Sepiring ”Fish and Chips”
Bagi banyak orang Inggris, ikan dan kentang, di dunia dikenal sebagai fish and chips, adalah makanan yang sudah menjadi bagian tradisi selama setidaknya 160 tahun terakhir. Serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 mengubah itu. ”Harga ikan melambung, harga minyak melonjak. Semua hal terkait dagangan kami melambung,” kata Bally Singh, pengelola kedai Hooked Fish and Chips di London Barat, sebagaimana dilaporkan Reuters, Kamis (26/5). Harga ikan untuk bahan baku menu itu sudah naik 75 % dibanding 2021. Sementara minyak biji matahari naik 60 % dan tepung 40 %. Gara-gara kenaikan itu, Singh, salah satu pengelola kedai ikan dan kentang goreng yang terdampak, menaikkan harga menu itu dari 7,5 pound menjadi 9,5 pound per porsi. Bahkan, ia mempertimbangkan kenaikan harga sampai 11 pound per porsi. ”Kami berusaha membuat harga tetap terjangkau dan produk bisa bersaing dengan kedai atau jenis makanan lain. Sayangnya, kami merasakan penjualan terus menurun,” ujarnya.
Minyak biji bunga matahari dan tepung juga produk utama dari Rusia-Ukraina. Sanksi Inggris dan sekutunya membuat impor kedua komoditas itu sulit dilakukan dari Rusia. Impor dari Ukraina lebih sulit lagi. Sebab, seluruh pelabuhan Ukraina sudah dikuasai atau diblokade Rusia. Adapun jaringan jalan dan rel kereta sudah banyak rusak. Inggris sedang berusaha mencari sumber pemasok pengganti. Hal yang tidak mudah karena 40 % gandum dan 50 % minyak biji bunga matahari dunia dipasok Rusia-Ukraina. Selain ada hambatan di pasokan, ada pula rebutan pasar. Bukan hanya Inggris butuh gandum dan minyak biji bunga matahari. Jika melirik ke sektor energi, dampak sanksi ke Rusia semakin luas. Sanksi membuat harga energi melonjak dan, seperti di banyak negara, Inggris ikut menanggungnya. Dari 1,26 pound pada April 2021, harga BBM di Inggris mencapai 1,62 pound per liter pada April 2022. Inflasi Inggris pada April 2022 mencapai 9 % atau tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Pada Maret 2022, inflasi di Inggris mencapai 7 %, tertinggi di antara anggota G7. (Yoga)
Tantangan Moneter dan Fiskal
Langkah BI mempertahankan bunga acuan 3,5 % pekan ini menunjukkan optimisme perekonomian domestik, di tengah situasi global yang tak kondusif. Situasi tak kondusif ini ditandai kian meningkatnya risiko global. Saat ini terjadi lonjakan inflasi dunia yang mendorong kenaikan suku bunga negara maju, ancaman stagflasi di AS dan Uni Eropa, kian meningkatnya disrupsi rantai pasok global akibat lockdown di China, pelemahan prospek pertumbuhan global, dan berkepanjangannya perang Rusia-Ukraina yang memperparah krisis energi dan pangan dunia. Ada beberapa faktor yang memungkinkan Indonesia melakukan hal ini. Posisi sebagai eksportir komoditas membuat Indonesia diuntungkan oleh lonjakan harga komoditas global kendati Indonesia juga sangat terdampak oleh kenaikan harga energi dan pangan karena masih tergantung impor.
Di tengah risiko global yang kian meningkat, kondisi ekonomi dalam negeri juga masih relatif baik, dengan perekonomian yang terus menunjukkan pemulihan dari dampak pandemi. Ekonomi triwulan I-2022 tumbuh 5,01 %, dengan hampir semua sektor dan mesin pertumbuhan mengalami ekspansi. Inflasi Indonesia memang meningkat ke 3,47 %, tetapi angka ini relatif moderat dibandingkan banyak negara berkembang lain ataupun negara maju. Perang Rusia-Ukraina memicu siklus globalisasi inflasi lewat lonjakan harga energi dan pangan, ditambah lockdown China yang memperparah disrupsi rantai pasok global. Hampir 80 negara maju dan berkembang mencatat inflasi di atas 5 %.Dengan negara maju relatif menahan diri untuk tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga karena khawatir bisa memicu resesi, ada ruang bagi Indonesia untuk sementara menahan kenaikan bunga guna memacu pertumbuhan. (Yoga)
Perkecil Defisit Anggaran, Pemerintah Tekan Utang
Fleksibilitas serta keterukuran dalam berutang menjadi kunci dalam upaya menurunkan defisit fiskal. Upaya pemerintah memangkas utang tahun ini dinilai berada di koridor yang tepat. Kemenkeu mencatat posisi utang pemerintah pada akhir April 2022 berada di angka Rp 7.040,32 triliun, dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 39,09 %. Untuk menjaga agar rasio utang tetap rendah, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, pemerintah telah membatalkan rencana realisasi penerbitan utang hingga Rp 100 triliun untuk memuluskan target pemangkasan defisit fiskal tahun ini dari sebelumnya 4,85 % menjadi 4,5 % PDB. Dalam konferensi pers ”APBN Kita” awal pekan ini, Luky menekankan bahwa kondisi pasar keuangan yang masih bergejolak membuat Kemenkeu harus
Menkeu Sri Mulyani sebelumnya menyampaikan proyeksi penerimaan negara tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi Rp 420,1 triliun dari target sebelumnya menjadi Rp 2.262,2 triliun. Meski begitu, Sri Mulyani menegaskan bahwa tak semua kelebihan pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk menutup defisit. Pasalnya, belanja negara tetap akan tinggi, terutama untuk belanja subsidi dan program perlindungan sosial. Ekonom Center of Reformon Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan, dengan penyesuaian defisit, penarikan utang mau tidak mau perlu dipangkas. (Yoga)
KOPERASI BERMASALAH, Kemenkop UKM Layangkan Teguran
Kemenkop UKM melayangkan teguran kepada Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP SB). Koperasi itu dinilai gagal menyelesaikan pembayaran utang sesuai putusan PKPU. Selain itu, KSP SB dinilai telah melakukan perjanjian kesepahaman dengan KSP Fadillah Insan Mandiri (FIM) yang mengandung substansi, antara lain pengalihan kewajiban PKPU dari KSP SB kepada KSP FIM. Nota kesepahaman itu dilakukan tanpa melalui rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi pada koperasi. Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM, Ahmad Zabadi (25/5) menyatakan, berdasarkan bukti-bukti itu, pemerintah dalam hal ini Kemenkop UKM melalui Surat Deputi Bidang Perkoperasian No B-186/D.1/PK.02.00/V/2022 tanggal 21 Mei 2022, menetapkan KSP SB sebagai koperasi dalam pengawasan khusus. Terkait itu, KSP SB wajib melaporkan segala aktivitas perkoperasian, baik secara kelembagaan, usaha, maupun keuangan kepada Deputi Bidang Perkoperasian.
Hingga kini, kata Zabadi, Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah mencatat, dana yang dibayarkan baru Rp 134,7 miliar atau di bawah kewajiban pembayaran tahap pertama sebesar 4 % atau sekitar Rp 200 miliar hingga Desember 2021. Pada Juni 2022, seharusnya sudah masuk pembayaran tahap kedua 4 %. upanya, kata Zabadi, tahap pertama belum selesai dan kewajiban tahap kedua akan diteruskan oleh KSP FIM. Dari data yang dimiliki Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah dan hasil konfirmasi pihak terkait, kemampuan KSP FIM dalam pembayaran kewajiban tersebut masih diragukan. Kepala Humas KSP SB Dede Suherdi, saat dikonfirmasi, menyatakan, pihaknya tidak menampik bahwa KSP SB termasuk delapan koperasi bermasalah yang sedang berada dalam pengawasan Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah. Namun, terkait perjanjian dengan KSP FIM, KSP SB akan menunggu rapat anggota tahunan (RAT). (Yoga)
Titik Kumpul Industri Kreatif Kota Bandung
Ruang kreatif di Kota Bandung tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya ide dan diskusi. Tempat ini cocok untuk menjalankan bisnis karena menjadi titik kumpul industri kreatif yang membawa semangat anak muda menjadi wirausaha. Keriuhan pengunjung The Hallway Space, Bandung, Jabar, Rabu (25/5) siang, memberi suntikan semangat bagi puluhan gerai di dalamnya. Berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantor, menikmati makan siang di salah satu sudut Pasar Kosambi tersebut. Celie (29). Warga Bandung ini kerap mengunjungi The Hallway untuk mencari ide-ide tentang usahanya. Tidak hanya pengunjung, keramaian saat jam makan siang yang mulai muncul setelah dua tahun lebih pandemi Covid-19 juga memberikan secercah harapan bagi para pedagang. Hari (29), barista Gelora Fantasi, semringah menyambut pembeli kopi di kafe tersebut, 13 cangkir telah terjual dalam dua jam. Dia bersyukur, Hallway kembali ramai setelah sepi karena pandemi Covid-19.
Gairah kewirausahaan di The Hallway Space yang mulai bangkit ini tidak muncul begitu saja. Sejak dibentuk tahun 2018, ruang kreatif di Pasar Kosambi ini bertujuan untuk menjadi salah satu simpul industri kreatif di Kota Bandung. Semangat ini dirasakan Gussaoki (32), pengelola Kafe Gelora Fantasi. Meskipun hanya menjual minuman varian kopi, dia yakin akan mendapatkan pelanggan dari orang-orang yang datang. Sayangnya, keyakinan itu tertunda pandemi Covid-19, tapi jelang dua tahun, geliat ekonomi mulai bangkit di berbagai sudut Kota Bandung, termasuk The Hallway Space. ”Dulu waktu pandemi saya bisa menjual 50 cangkir sehari saja sudah bersyukur. Sekarang sudah lebih dari 100 cangkir,” ujar Oki. Pengelola The Hallway Space, Pam Setiawan, menjelaskan, keseriusan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya menjadi nilai yang diperhitungkan dalam ekosistem bisnis kreatif The Hallway Space. Karena itu, kurasi ketat dilakukan kepada setiap produk yang ingin masuk ke ruang kreatif tersebut. Hal ini ditunjukkan dari beraneka ragam produk yang mengisi 120 gerai di Hallway. Sebagian besar merupakan gerai busana dan aksesori, sementara hanya 20 gerai makanan yang ada di sana. The Hallway buka setiap hari pada pukul 12.00-22.00 untuk hari biasa dan pukul 10.00-22.00 pada akhir pekan. Pam menjelaskan, sewa tahunan untuk gerai di sini mulai Rp 12 juta hingga Rp 18 juta, di luar uang listrik dan operasional lainnya. (Yoga)
Cermat Berburu Dividen, Jangan Tergiur Yield Tinggi
Pesta pembagian dividen di bursa saham masih berlanjut. Bahkan, beberapa emiten melakukan pembagian dividen dengan yield yang cukup besar. Trio emiten tambang pelat merah cukup menarik perhatian pelaku pasar lantaran pembagian deviden jumbo. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) misalnya, menebar 100% laba bersih tahun buku 2021 sebagai dividen. Tapi Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengingatkan agar investor tetap mencermati harga saham pasca distribusi dividen, yang biasanya membuat harga saham terkoreksi.
Tins Incar Volume Produksi 33.000 Ton
PT Timah Tbk (TINS) optimistis target produksi tahun ini bakal tercapai. Emiten pelat merah ini menargetkan produksi logam timah sebanyak 33.000 ton pada 2022. Salah satu strategi untuk mengejar target produksi ini ialah dengan menambah armada kapal laut.
TINS telah menambah satu unit kapal hisap dengan investasi sekitar Rp 60 miliar. Selain itu, TINS juga menambah lima unit kapal hisap dengan skema kemitraan. Sehingga, saat ini ada 50 unit kapal hisap dan tiga unit kapal keruk yang beroperasi.
TINS juga masih melanjutkan sejumlah proyek, salah satunya smelter ausmelt. Hingga saat ini, kemajuan ausmelt milik TINS sudah mencapai 93%. Ardianto menyebut, saat ini proses sudah sampai pada commissioning peralatan dan sudah dilakukan self running. "Operasional ditargetkan pada semester kedua 2022, namun kami kejar di kuartal ketiga 2022," sambung dia.
Alwin Albar, Direktur Pengembangan Usaha TINS, menyebut, smelter ini memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun. Tingkat utilisasi akan mencapai 50% dari kapasitas pada tahun pertama. Pada tahun kedua, tingkat utilisasi akan bertambah menjadi 75%. Kapasitas penuh akan tercapai pada tahun ketiga.
PKPU Anak Usaha Kelar, WSKT Siap Gelar Rights Issue
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada semester II-2022. Manajemen WSKT menargetkan aksi korporasi ini dapat terlaksana Juli 2022. SVP Corporate Secretary WKST Novianto Ari Nugroho menyampaikan, rights issue akan dieksekusi setelah emiten ini menuntaskan proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) anak usahanya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). "PKPU ini menjadi semacam salah satu syarat untuk bisa melaksanakan rights issue," ucap Novianto, Rabu (25/5). Rights issue ini memberi tambahan dana segar bagi WSKT. Pemerintah juga telah menyetujui rencana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.
Aksi Risk Off Berlanjut, Harga Token Kripto Sulit Naik
Sentimen global masih berdampak negatif bagi harga aset kripto. Harga sejumlah token kripto dengan kapitalisasi pasar besar masih menurun dan belum menarik untuk dikumpulkan kembali. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga bitcoin turun karena terpengaruh sentimen kenaikan Fed fund rate. Saking kuatnya sentimen risk off, pelaku pasar mengabaikan sentimen yang biasanya mendorong token kripto menguat.
Zipmex Akan Melebarkan Sayap Ke Vietnam
Platform exchange aset kripto, Zipmex berencana mengembangkan bisnis ke Vietnam. Sejauh ini, Zipmex sudah beroperasi di Thailand, Singapura, Indonesia dan Australia. Pendiri dan CEO Zipmex Marcus Lim mengatakan, timnya sudah mengamati prospek bisnis di Vietnam selama dua tahun terakhir. "Vietnam adalah pasar yang sangat menarik dan memiliki penetrasi tentang aset kripto yang paling tinggi di Asia Tenggara," kata Marcus. Marcus memandang Vietnam akan menjadi negara yang menarik untuk ditembus. Selain itu, Marcus melihat negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Filipina juga masuk radar tetapi masih belum menjadi prioritas Zipmex.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









