Ekonomi
( 40478 )Inggris Pajaki Raksasa Minyak
Pemerintah Inggris pada Kamis (25/5) mengumumkan paket bantuan miliar pound bagi para konsumen terdampak lonjakan tagihan energi. Untuk membiayainya, Pemerintah Inggris mengenakan pajak windfill sementara atas nama raksasa minyak. Pengenaan pajak tersebut menunjukkan pemerintah Perdana Menteri (PM) Boris Jhonson menelan ludah sendiri. Karena sebelumnya bersikukuh bahwa pajak seperti itu akan menghambat upaya para raksasa minyak untuk investasi di energi hijau. "Tapi ada peluang untuk mengenakan pajak atas laba secara adil sambil tetap memberi insentif atas investasi," kata Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak. Pemerintah bertindak setelah inflasi tahunan Inggris pada bulan lalu melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun akibat lonjakan biaya energi. Lonjakan pengeluaran itu membuat nafas para konsumen Inggris kembang-kempis sampai gajian berikutnya. (Yetede)
Menkominfo Berikan Dukungan ke Platform Digital dan UMKM
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate menegaskan dukungan pemerintah akan kehadiran platform digital dan pelaku UMKM di Tanah Air. Dukungan diberikan pemerintah dengan mempercepat pembangunan infrastruktur digital. "Pemerintah (memberikan fasilitas) untuk platform digital yang mendukung UMKM Indonesia. Dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi , technology company global maupun platform digital yang ada di Indonesia bisa melakukan bisnis yang baik," ujar Jhonny. Guna mewujudkan proyeksi ini, Jhonny pun mengajak platform digital untuk mendukung penglihatan pelaku UMKM dalam pengembangan ekonomi digital. "Pastikan untuk mendukung produk UMKM Indonesia dan melakukan substitusi impor," jelasnya. Saat ini, pemerintah mengambil kebijakan alternatif untuk melibatkan pelaku UMKM dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian, lembaga pemerintah, dan BUMN. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi UMKM. (Yetede)
GoTo Kenalkan Mitra Usaha dengan Pasar Internasional
GoTo, ekosistem digital terbesar di Indonesia yang memberdayakan ekosistemnya, kembali mendorong mitra usaha untuk terus berkembang dengan berpartisipasi pada Paviliun Indonesia dan lebih mengenal pasar Internasional melalui gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Dua perwakilan mitra usaha kuliner dari ekosistem GoFood yang diboyong ke Davos, yakni Keripik Balado Shirley dan Dua Codffe untuk memperkenalkan produk lokal kebanggaan Nusantara di kancah internasional. Pemilik Dua Cafee Rinaldi Nurpratama bersama Head of PR& Marketing Keripik Balado Shirley, Valencia Melvinsy, pun bersemangat memperkenalkan produk-produk lokal unggulan usahanya di stan khusus makanan dan minuman kepada para pengunjung Paviliun Indonesia. "Partisipasi dalam Paviliun Indonesia merupakan aksi nyata GoTo untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital yang menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi G20 Indonesia 2022," ungkap GoTo dalam pernyataannya. (Yetede)
Dua Koperasi Simpan Pinjam Dijatuhkan Sanksi Pengawasan Khusus
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menjatuhkan sanksi dalam pengawasan khusus ke dua koperasi simpan pinjam (KSP), yakni KSP Fadilah Insan Mandiri (KSP-FIM) dan KSP Sejahtera Bersama (KSP-SB). Penyebabnya, Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi mengatakan, kedua KSP itu meneken nota kesepahaman (MoU), tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu kepada para anggota. Ini menimbulkan kegaduhan dari anggota KSP-SB maupun KSP-FIM. "Sejak dalam pengawasan khusus, KSP SB wajib melaporkan segala aktivitas perkoperasian, baik secara kelembagaan, usaha, maupun keuangan sebagai deputi perkoperasian," ucap Zabadi. Kemenkop mewajibkan KSP SB untuk segera melakukan rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2021, sebelum 30 Mei 2022, Kemekop UKM mengirimkan surat kepada dua koperasi ini meminta peninjauan kembali MoU kedua pihak. (Yetede)
PNBP Perikanan Tangkap Sentuh Rp512,38 Miliar
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Tangkap (DJPT) mencatat perolehan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam perikanan tangkap per 25 Mei 2022 sebesar Rp 512,38 miliar dan angka itu akan terus bertambah. Sepanjang 2021, torehan PNBP dari subsektor tersebut mencapai Rp 700 miliar. Peningkatan ini terjadi seiring bertambahnya permohonan izin perikanan tangkap yang masuk melalui sistem informasi izin layanan cepat (Silat). Layanan online tersebut memungkinkan pelaku usaha mengurus perizinan dimana pun dan kapanpun selama terkoneksi dengan internet. "Tahun 2021, total PNBP yang diterima Rp700 miliar. Kami optimistis capaian PNBP perikanan tangkap tahun ini dapat terus bertambah guna mendukung program peningkatan PNBP demi kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan." kata Sekretaris DJPT KKP Trian Yunanda dalam keterangannya, kemarin. (Yetede)
Kementan Siapkan Prosedur Penyediaan Hewan Qurban
Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan prosedur penyediaan hewan qurban sejak 14 hari sebelum Idul Adha (H-14).hal tersebut untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang mewabah. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masa 14 hari sebelum hari H (Idul Adha) sesuai masa inkubasi dari virus penyebab PMK, "Pada-14, saat itu semua hewan yang mau dipotong sudah dalam register dan perlakuan-perlakuan kesehatan hewan sesuai prosedur," kata Mentan Syahrul di Jakarta, belum lama ini. Kementan menyiapkan 1,7 juta hewan qurban untuk kebutuhan Idul Adha, melebihi kebutuhan tahun lalu 1,6 juta ekor. "Menghadapi Idul Adha dan sudah disiapkan kebutuhan hewan qurban yang tahun lalu 1,6 juta lebih dan sekarang 1,7 juta. Kami sudah membuat mapping daerah yang bisa diambil yakni daerah hijau." ujar dia. (Yetede)
Pecah Gelembung Bisnis Digital
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menerpa ratusan pegawai perusahaan rintisan atau startup digital di Tanah Air. Perusahaan rintisan yang baru saja mengumumkan PHK terhadap para pekerjanya, antara lain, platform Zenius mengakui lebih dari 200 karyawan harus meninggalkan perseroan. Menurut Zenius, upaya ini ditempuh untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro-ekonomi yang mempengaruhi kinerja industri. "Kami perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan," termaktub dalam keterangan manajemen yang dikirim oleh Senior Public Relations Specialist Zenius, Wynne Whardani, kemarin, 25 Mei. Implikasi dari konsolidasi tersebut adalah perubahan peran di beberapa fungsi bisnis seiring dengan optimalisasi dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)
Stop Bakar Uang di Musim Dingin
Perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi didorong untuk mengubah model bisnis agar bisa bertahan ditengah kondisi menipisnya kucuran pendanaan. Bisnis-bisnis digital ini disarankan keluar dari strategi bakar uang, atau menghabiskan uang untuk promosi serta menarik minat konsumen, dan beralih ke model yang lebih berkelanjutan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura dan Star Up Indonesia (Amvesindo), Eddi Danusaputro, mengatakan investor akan semakin selektif dalam mengucurkan modalnya. "Startup tidak bisa terus-terusan bakar uang. Harus ada path to profitability," ujar Eddy, yang juga Chief Executive Officer Mandiri Capital Indonesia, kepada Tempo, kemarin, 25 Mei. Makin seretnya aliran investor itu, kata Eddy, harus disikapi perusahaan Startup untuk menghemat kas dan mengupayakan runway (batas waktu ketersediaan dana) yang lebih panjang. (Yetede)
Pendanaan Selektif Merah Putih Fund
Pemerintah tidak berdiam diri menyaksikan jatuh-bangun perusahaan rintisan alias start-up di dalam negeri. Pada Desember 2021, Presiden Jokowi meluncurkan Merah Putih Fund sebagai sumber pendanaan alternatif bagi rintisan lokal. Platform modal ventura didukung oleh lima anak usaha investasi milik BUMN. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Merah Putih Fund akan mengucurkan dana senilai US$ 300 juta untuk setara dengan 4,3 triliun (kurs 14,400) untuk mendanai perusahaan rintisan lokal yang selama ini lebih banyak disokong investor asing. Pendanaan tersebut ditargetkan, mulai mengucur pada kuartal II 2022. "Kami akan memastikan perusahaan-perusahaan start-up mendapat dana yang tersedia secara domestik dan ada ekosistem yang terbangun," ujar Kartika dalam acara Mandiri Investasi Forum 2022, Februari lalu. (Yetede)
Masalah Iklim dan Inflasi Global Menjadi Perhatian
Inflasi yang meningkat secara global dan masalah perubahan iklim menjadi topik utama, di samping masalah kesehatan, pembahasan selama penyelenggaraan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF 2022) di Davos, Swiss. Sektor swasta diajak berinvestasi dalam jumlah besar untuk pengembangan teknologi yang ramah lingkungan. Forum yang dihadiri lebih dari 50 kepala negara atau pemerintahan itu ditutup pada Kamis (26/5) dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz menjadi salah satu pembicara utama. WEF 2022 mengusung tema ”Working Together, Restoring Trust”. Isu yang dibahas meliputi kebijakan pemerintah dan strategi bisnis dengan latar belakang pandemi global, konflik Ukraina-Rusia, serta tantangan geoekonomi. Dalam pidatonya, Scholz mengungkapkan rencana Jerman untuk menjadi netral karbon pada tahun 2045 telah menjadi ”lebih penting” sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.
Presiden WEF Børge Brende mengingatkan betapa pentingnya forum itu. WEF 2022 merupakan pertemuan setelah COP26 di Glasgow dan pertemuan pertama kali setelah terjadi konflik Rusia-Ukraina. Dari isu lingkungan dan perubahan iklim, Brende mencontohkan telah terjadi komitmen 54 perusahaan terkemuka di dunia untuk memenuhi kebutuhan suplai barang mereka dengan sebisa mungkin mengurangi jejak karbon. Dari sisi kesehatan, perusahaan farmasi Pfizer berkomitmen menyediakan produk vaksin dan pengobatan Covid-19 dengan harga nirlaba di beberapa negara termiskin di dunia. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menambahkan, di tengah tingginya risiko ekonomi, resesi global tidak akan terjadi kendati hal itu berarti tidak mungkin (untuk terjadi). IMF mengharapkan pertumbuhan ekonomi 3,6 % tahun ini, yang merupakan ”jalan panjang menuju resesi global”. Namun, dia mengakui bahwa ini akan menjadi tahun yang sulit dan salah satu masalah besar adalah melonjaknya harga pangan, yang sebagian dipicu oleh perang Rusia-Ukraina. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









