Ekonomi
( 40554 )Rusia Mulai Kirim Gandum dari Pelabuhan Ukraina
Rusia pada Kamis (30/6) mulai mengirim gandum dari wilayah penduduk Ukraina. Menurut laporan, sebanyak 7.000 ton biji-bijian sereal itu diangkut dengan sebuah kapal yang berlayar dari Pelabuhan Berdayansk di Ukraina. Pemerintah Ukraina sendiri selama berminggu-minggu telah menuding Rusia dan para sekutunya mencuri biji-bijian dari Ukraina selatan sehingga berkontribusi pada kekurangan pangan global, karena ekspor biji-bijian yang terhalang dari Pelabuhan Ukraina. "Sampai sekarang pengiriman telah diangkut melalui darat," demikian disampaikan otoritas Kyiv, yang dilansir AFP. Kapal-kapal laut hitam Rusia, lanjut ia, telah memastikan keamanan ribuan ton biji-bijian itu. Ia juga memastikan keamanan ranjau di pelabuhan Ukraina telah disingkirkan. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Balitsky mengenai tujuan akhir kargo tersebut. Berdyansk adalah kota pelabuhan di pantai utara Laut Azow, di wilayah Zaporizhia, bagian tenggara Ukraina. (Yetede)
Buyar Target Imunisasi Dasar
Pemerintah akan menggenjot pemberian imunisasi dasar kepada bayi pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan karena cakupan imunisasi pada bayi tidak pernah mencapai target dalam dua tahun terakhir. Cakupan imunisasi hanya mentok diangka 84%, padahal target pada 2020 adalah 92% dan 93% pada 2021. Sementara itu, pada 2019, dari target 93,2%, cakupan imunisasi justru mencapai 93,7%. Pelaksana tugas Direktur Pengelola Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prime Yosephine, mengatakan PPKM selama penanganan pandemi Covid-19 memang memberikan dampak atas capaian imunisasi terhadap bayi. Pemberian imunisasi di pos pelayanan terpadi (Posyandu) tidak bisa dijalankan. Dengan alasan itu Kementerian Kesehatan pada tahun ini hanya menetapkan 90% untuk imunisasi dasar "Kami bersikap realistis karena sekarang masih dalam situasi pandemi," ujar Prima,kemarin. (Yetede)
Cegah Sebaran PMK, Hewan Ternak Kena Lockdown
Pemerintah nampaknya gagal menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang makin meruyak dan memantik kekhawatiran. Sebab, wabah ini sudah menyerang hewan ternak hingga 19 provinsi.
Celakanya, wabah ini menyerang jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022 ini. Saat perayaan umat Islam ini, masyarakat membutuhkan pasokan hewan ternak sapi, kambing dan domba. Berbulan-bulan tanpa penanganan dan hasil yang jelas, pemerintah akhirnya mengambil tindakan. Pertama, membentuk Satgas Penanganan PMK di tingkat Nasional. Kedua, pemerintah akan memberikan ganti rugi Rp 10 juta bagi hewan ternak yang harus dimusnahkan karena PMK. Ketiga, pemerintah melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak alias lockdown lewat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Mulut dan Kuku (PMK) yan diteken oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limbo per 25 Juni 2022 kemarin. Pengamat Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menilai efek lockdown akan membuat pasokan berlebih daging sapi di 8 provinsi sentra peternakan. Efeknya, harga daging di wilayah itu jatuh.
Hutang Jumbo Grup Titan Hantui Industri Finansial
Sejumlah bank dan institusi keuangan di dalam negeri tengah waswas. Mereka tengah dihantaui besarnya eksposur kredit bernilai jumbo ke Titan Infra Energy Group.
Berdasarkan data yang diperoleh KONTAN, per 30 September 2020, nilai utang Titan Group mencapai sekitar Rp 12,14 triliun dan US$ 837 juta. Dari total utang tersebut, sejumlah bank sudah memasukkan kredit Titan di kategori macet. Seperti fasilitas kredit sindikasi senilai US$ 450 juta yang dikucurkan pada 28 Agustus 2018 dari Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, dan Credit Suisse AG cabang Singapura.
Menkeu Sebut Subsidi Energi Dinikmati Orang Kaya
Pemerintah tombok hingga Rp 520 triliun agar harga Pertalite, liquefied petroleum gas (LPG), dan listrik tidak naik saat harga komoditas melonjak. Dana sekitar Rp 520 triliun tersebut dianggarkan untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi. Semula, pemerintah hanya menganggarkan Rp 152,5 triliun sepanjang 2022. Namun sayangnya, subsidi tersebut justru tidak dinikmati oleh masyarakat rentan dan kurang mampu, melainkan dinikmati oleh masyarakat golongan kaya. Sehingga penyaluran subsidi di nilai tidak tepat sasaran.
Inilah Saham Pilihan Kuartal Tiga 2022
Bursa saham berfluktuasi di akhir semester pertama 2022. Kondisi ini tampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melandai dalam tiga bulan terakhir. IHSG bahkan memerah empat hari beruntun di pekan terakhir bulan Juni ini, dan ditutup pada posisi 6.911,58. Sedangkan dari sisi pergerakan saham, pada periode kuartal I dan kuartal II ada rotasi sektoral meski relatif terbatas. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pergerakan tersebut tak lepas dari efek global lonjakan harga komoditas. Sedangkan dari dalam negeri, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi hal yang krusial Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menjagokan sektor barang konsumsi primer, komoditas, komunikasi, dan perbankan. Saham pilihan yang bisa diperhatikan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PTBA, dan INCO. "Untuk kuartal ketiga, saham-saham large cap dan defensive bisa dicermati. Sedangkan komoditas masih akan tetap bergerak sesuai gejolak geopolitik," ujarnya.
Bank Sinarmas Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar
PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berencana meliris obligasi subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022, dengan jumlah pokok Rp500 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga sebesar 6,50% per tahun dengan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi. Surat utang ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi subordinasi I Bank Sinarmas senilai Rp 3 triliun.
Argon Group Bangun Pabrik Alat Kesehatan
Distributor produk farmasi dan alat kesehatan, PT Medela Potentia yang dikenal dengan Argon Group, terus menggelar ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2022. Mereka akan membangun pabrik manufaktur alat kesehatan.
Pada 2020 silam, Argon Group mendirikan PT Deca Metric Medica sebagai produsen alat kesehatan. Langkah mendirikan perusahaan ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan buatan dalam negeri. "Saat ini 90% alat kesehatan di Indonesia diimpor dari luar negeri. Bahkan, masker saja di awal pandemi Covid-19 lalu masih banyak yang diimpor," ungkap Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji ketika ditemui KONTAN, Kamis (30/6). Salah satu produk alat kesehatan yang akan menjadi fokus untuk diproduksi Argon Group adalah kain kasa dan pembalut luka.
RI Jembatani Komunikasi Rusia-Ukraina
Sebagai mitra bagi Rusia dan Ukraina, Indonesia hendak menjadi jembatan komunikasi bagi kedua negara yang tengah berperang, hal ini disampaikan Presiden Jokowi dalam jumpa pers bersama Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (30/6) di Moskwa. Menurut Presiden Jokowi, meskipun situasi saat ini sangat sulit, penyelesaian damai tetap penting untuk terus dikedepankan dan ruang-ruang dialog terus dibuka. ”Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi di antara kedua pemimpin tersebut,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Presiden Putin memberi jaminan pada kelancaran pasokan bahan makanan dan pupuk. Kedua komoditas sangat penting bagi ketahanan pangan global. Tanpa pasokan gandum dan pupuk, baik dari Ukraina maupun Rusia, rantai pasok global terganggu dan berdampak serius pada kecukupan pangan. Presiden Jokowi menegaskan, apabila pasokan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan ratusan juta warga, tetapi juga miliaran penduduk Bumi. (Yoga)
Stagflasi Dunia dan Presidensi G20 Indonesia
Untuk 2022, inflasi dunia diperkirakan bertengger di angka 6,2 %, sedangkan perkiraan pertumbuhan ekonomi hanya 3,3 %. Bahkan Bank Dunia memberikan perkiraan lebih rendah, yaitu 2,9 %. Gap domestik dan dunia dengan gap angka inflasi dibandingkan angka pertumbuhan ekonomi yang besar itu, wajar Bank Dunia menyebut istilah stagflasi. Yang memprihatinkan, lebarnya gap angka inflasi dengan angka pertumbuhan ekonomi itu banyak terjadi di negara-negara maju, karena ini akan menghambat laju pemulihan ekonomi dunia. Dalam kondisi normal, negara-negara maju biasanya dijadikan tumpuan pasar produk-produk dari negara berkembang. Dengan kondisi stagflasi, tentu akan mengurangi atau malah menutup peluang ekspor tersebut.
Pilihan instrumen untuk menjinakkan inflasi sangat terbatas, diantaranya menaikkan suku bunga. Penyebabnya, inflasi saat ini disebabkan negatifnya penawaran agregat (aggregate supply), sebagai dampak dari terganggunya rantai pasok akibat pandemi, ditambah perang dagang AS- China, dan sekarang ditambah lagi perang Rusia-Ukraina. Selain itu, juga terjadi negative suplai tenaga kerja, karena pilihan pensiun dini sebagai dampak pandemi, semakin menuanya tenaga kerja, dan resistansi terhadap tenaga kerja migran. Indonesia sebagai pemegang presidensi G20 pada 2022 dengan slogan Recover Together, Recover Stronger dituntut bisa mendorong kerja sama dan kerja bersama untuk mewujudkan slogan tersebut. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









