;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Aman di Konsumsi Manusia

30 Jun 2022

Para praktisi kesehatan hewan dan peternak menjamin daging hewan ternak yang tertular wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih aman di konsumsi manusia. Dosen dari Divisi Kesehatan dan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis di Institutut Pertanian Bogor (IPB), Denny Widada Lukman, virus mematikan pada ternak berkaki belah, seperti sapi, kambing, domba, dan babi, itu tidak akan menular ke manusia. "Jika PMK ibarat kunci, tidak ada lubang kunci yang pas bagi PMK pada sel manusia. Artinya, mustahil menular," kata dia kepada Tempo. Denny, yang juga dokter hewan, tak menampik soal imbauan pemerintah di berbagai daerah soal prosedur pengkonsumsian daging hewan yang terjangit PMK. Namun kaidah yang juga diakui Organisasi Kesehatan Hewan Dunia  itu dibuat untuk menahan laju  penularan PMK pada hewan, alih-alih melindungi kesehatan manusia. 

NFT KOMPAS, Keping Sejarah di dalam ”Blockchain”

30 Jun 2022

Koleksi ”non-fungible token” atau NFT bertajuk ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” dari harian ”Kompas” memantik beragam kisah bagi para kolektor. Mereka yang mengoleksi aset itu memetik cerita baru dari masa lalu. Ada pula yang meruwat cerita lama agar tak lekas hilang dari ingatan. NFT Kompas turut meramaikan OpenSea, salah satu lokapasar di jaringan rantai blok (blockchain) Ethereum sejak perilisan perdana pada Selasa (28/6). Meski begitu, euforia terhadap koleksi ini sudah hadir sejak sehari sebelumnya. Pada Rabu (29/6) malam, 41 dari 57 koleksi NFT Kompas telah dimiliki sejumlah pengguna. Dari puluhan pengguna, ada Peter Cung (29) yang mengoleksi edisi ”Jatuhnya Orde Baru”, arsip Kompas tahun 1998. Dia begitu terobsesi dengan edisi berjudul ”Pak Harto: Saya Ini Kapok Jadi Presiden” pada halaman utama itu.

Banyak kolektor NFT Kompas lain juga turut berbagi kisah di sejumlah media sosial. Hadi Ismanto (33) turut berbangga mengoleksi tiga NFT sekaligus dari Kompas, antara lain edisi ”Emas Pertama RI di Olimpiade” tahun 1992, ”Pemberedelan Media Massa” tahun 1994, dan ”Pemilu” tahun 2014. Awalnya, Hadi mengoleksi edisi ”Pemberedelan Media Massa” lantaran kedekatan pada industri media. Hadi merasa peristiwa itu penting. Edisi itu juga membuatnya teringat peran media massa yang begitu signifikan pada masa itu saat kebebasan berpendapat sangat dibatasi  pemerintah.

Bagi sejumlah kolektor, edisi ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” menjadi semacam cara untuk merawat kepingan sejarah. Randy Nugraha (40), misalnya, turut mengoleksi edisi ”Operasi Seroja ke Timor Timur” yang terbit di Kompas tahun 1975 karena menganggapnya sebagai tonggak sejarah yang berdampak besar terhadap Indonesia dan dunia internasional. Kejadian ini berkaitan dengan rencana deklarasi kemerdekaan Republik Demokratik Timor Timur pada saat itu. Pendiri Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, menuturkan, sejarah ditulis para pemenang, sementara masa depan ditulis mereka yang mau berjuang. Inisiatif peluncuran arsip berita dalam bentuk NFT yang dilakukan Kompas,  merupakan bentuk perjuangan untuk merawat ingatan bangsa agar tetap hidup di memori generasi muda. (Yoga)


UMKM, Menggali Peluang untuk Bangkit dan ”Naik Kelas”

30 Jun 2022

Di masa transisi Pandemi Covid-19, banyak usaha rintisan (start up) mengalami kontraksi dan sulit bertahan. Namun, tak sedikit pula yang menemukan peluang baru dan bangkit di tengah kesulitan. Pendiri dagingmania.id, Adhitya Farkhaan, menyatakan, usaha penjualan daging milik kakaknya sempat merosot di awal pandemi tahun 2020. Di tengah kesulitan itu, ia dan kakaknya berupaya mencari konsep bisnis baru agar usahanya bertahan. Saat dirintis, pemasaran hanya melalui aplikasi Whatsapp. Secara bertahap, pemasaran merambah ke lokapasar seperti Tokopedia, Shopee, Traveloka, dan Gojek. Produk marinasi daging olahan kini menjadi andalan dagingmania.id dengan penjualan 50 kg per minggu. Adhitya dan kakaknya memutuskan ikut kompetisi KoinWorks Neo Inspirasi guna mengumpulkan modal untuk ekspansi bisnis dan memenangi kompetisi tersebut untuk kategori UMKM.

CEO Dhara Studio Roro Widi Astuti menemukan ide baru di tengah kesulitan bisnis studio yoga. Usaha studio yoga The Good Prana yang dia dirikan tahun 2018 itu fokus pada yoga. Namun, selama pandemi, usaha itu kesulitan karena pembatasan sosial dan perubahan perilaku masyarakat. Konsep usaha diubah dengan fokus lebih ke pelatihan kesehatan dan kebugaran perempuan yang sebelum pan demi dinilai cukup banyak peminat. Nama studio diubah dari The Good Prana jadi Dhara Studio. Beberapa layanan antara lain olahraga prenatal, pasca kelahiran, kelas edukasi kesehatan untuk keluarga, dan konsultasi psikologi bagi ibu-ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan. Roro menjadi pemenang KoinWorks Neo Inspire Competition kategori womenpreneur.

Ajang KoinWorks Neo Inspire Competition yang diikuti hampir 9.000 peserta terdiri atas beberapa kategori lomba, antara lain UMKM, perempuan pengusaha (womenpreuner), usaha rintisan, dan creator konten. Chief Strategy Officer KoinWorks Ethan Zhang mengemukakan, KoinWorks Neo Inspirasi diyakini membantu UMKM dan sektor terkait untuk pengelolaan yang lebih baik dalam hal keuangan serta pengelolaan bisnis dengan cara yang lebih cerdas dan efisien. CEO dan Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono mengemukakan, tidak semua UMKM membutuhkan pendanaan untuk ekspansi bisnis. Namun, UMKM yang mendapatkan pendanaan dilatih dan dibimbing agar mampu mengelola bisnis lebih efisien. (Yoga)


Klaim Covid-19 Allianz Indonesia Rp 960 Miliar

30 Jun 2022

Sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 hingga Mei 2022, klaim terkait kasus Covid-19 pada asuransi jiwa Allianz Indonesia mencapai Rp 960 miliar dari sekitar 50.000 kasus. Direktur Utama Allianz Life Indonesia David Nolan, Rabu (29/6) menjelaskan, selama 2021  Allianz total memberi klaim dan manfaat sebesar Rp 13,5 triliun dari 223.736 kasus klaim, termasuk yang terkait Covid-19. Nilai klaim pada 2021 itu bertumbuh 20,4 % secara tahunan. (Yoga)

”KRISIS” AIR BERSIH DI KOTA SUNGAI

30 Jun 2022

Toriq Abdullah (25), warga Kecamatan Kalidoni, Palembang, tidak merasakan air bersih dalam enam tahun terakhir. Setiap hari dia harus menggunakan air rawa yang berwarna kuning dan berbau untuk mandi. Toriq harus menggunakan dua saringan air agar kekeruhan air berkurang. Namun, saringan itu tak mampu membuat air lebih jernih lagi. Air tetap keruh dan baunya seperti karat yang sangat menyengat. Meski begitu, Toriq hanya bisa pasrah karena jaringan air bersih belum masuk ke lingkungan tempat tinggalnya. Untuk kepentingan memasak, mencuci, dan minum dia harus membeli air setidaknya Rp 300.000 per bulan. Upaya warga untuk mendapatkan jaringan air bersih sudah dimintakan berkali-kali ke PDAM Tirta Musi Palembang, namun tidak membuahkan hasil.

Jati Purwanti (29), warga Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, mengalami hal serupa. Air yang didapatkan dari sumur dengan kedalaman lima meter di belakang rumahnya juga keruh dan menguning, walau sudah menggunakan penyaring air, tetap saja air masih berbau, apalagi ketika pada musim kemarau, kondisi air akan semakin buruk. Jangankan digunakan untuk minum, air dipakai untuk mandi pun tidak layak. Jati harus membeli air 1.400 liter per minggu dengan harga Rp 70.000. ”Saya pun harus berebut air bersih dengan tetangga karena mereka juga mengalami permasalahan yang sama,” ungkapnya. Mendapatkan air bersih di ibu kota Sumsel jauh lebih sulit dibanding tempat kelahirannya Kabupaten Muara Enim. Bahkan, biaya air lebih mahal dibanding biaya listrik.

Direktur PDAM Tirta Musi Palembang Andi Wijaya Adani menyangkal ada diskriminasi dalam penyaluran air bersih. ”Kapasitas pengelolaan air minum di PDAM memang belum memadai untuk mengaliri seluruh daerah di Palembang,” ujarnya. Saat ini kapasitas asupan air baku (intake) PDAM Tirta Musi Palembang sekitar 4.500 liter per detik. Dengan kekuatan itu, PDAM Tirta Musi baru bisa mengaliri 82 % total kebutuhan warga dengan jumlah pelanggan sekitar 312.000 (data tahun 2021). Akibat keterbatasan infrastruktur tersebut, ketersediaan air bersih di Palembang juga belum 24 jam, rata-rata ketersediaan air bersih di Palembang sekitar 13 jam per hari, bahkan, masih ada wilayah yang hanya teraliri air bersih PDAM sekitar 3 jam per hari. (Yoga)


Dihantui Kecemasan Inflasi Global

30 Jun 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (29/6). IHSG turun 0,77% ke level 6.942,35. Investor asing juga masih keluar dari pasar saham dengan total net sel Rp 1,01 triliun. Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennis Christoper Jordan mengatakan, pelemahan IHSG kemarin sejalan dengan terkoreksinya bursa saham Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran inflasi global kembali memanas setelah data kepercayaan konsumen yang dirilis berada dibawah ekspektasi.

Pemilik SCTV Bagi Dividen

30 Jun 2022

Seiring pertumbuhan laba di tahun 2021, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyetujui pembagian dividen dengan nilai Rp 2,5 per saham. Dengan jumlah saham beredar 73,97 miliar, total laba bersih yang dibagikan perusahaan pemilik SCTV dan Indosiar ini mencapai Rp 184,92 miliar dari laba tahun lalu.

Bank Digital Perkuat Sinergi Dengan Induk

30 Jun 2022

Bank-bank digital semakin memperkuat sinergi dengan para pemilik saham atau investor mereka. Sinergi tersebut memanfaatkan ekosistem yang sudah terbentuk dalam memperluas jangkauan pasar. PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) misalnya, memperkuat sinergi dengan induknya, Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kerjasama ini dengan meluncurkan fitur tabungan digital Bank Raya pada super apps BRImo. Lewat sinergi itu, Bank Raya menargetkan bisa mencatatkan akun rekening 1 juta sampai akhir tahun. Per Juni 2022, baru 713.000 rekening.

Usai Caplok Bank, Modalku Tekuni Bisnis Pembayaran

30 Jun 2022

Grup Modalku semakin kuat menancapkan kukunya di bisnis industri keuangan. Modalku yang awalnya menekuni bisnis financial technology (fintech) lending semakin menambah lengan bisnisnya. Setelah perbankan, Modalku ekspansi ke bisnis sistem pembayaran. Setelah sebelumnya resmi menjadi pemodal PT Bank Index Selindo (Bank Index), Modalku mengumumkan akuisisi terhadap CardUp. Ini adalah perusahaan rintisan atau startup fintech penyedia solusi pembayaran asal Singapura.

Jasuindo Menargetkan Penjualan Naik Sebesar 12%

30 Jun 2022

Pulihnya ekonomi membuat PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) optimistis mampu menggenjot kinerja sepanjang tahun ini. Emiten industri dokumen niaga terintegrasi ini yakin mampu meraup pertumbuhan penjualan dan laba masing-masing 12% dan 10% secara tahunan atau year on year (yoy). Apalagi, ini sejalan dengan realisasi kinerja hingga semester pertama yang diklaim masih on track dengan target perusahaan. "Realiasasi baik penjualan maupun laba itu masih sesuai target, on track tumbuh dibandingkan semester pertama 2021," ungkap Direktur Keuangan & Akuntansi JTPE Lukito Budiman, dalam paparan publik virtual, Rabu (29/6).